Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, June 10, 2015

Perbedaan Pendapatan Petani Dengan Pola Tanam Kedelai - Kedelai - Padi - Padi Dengan Pola Tanam Jagung - Jagung - Padi Di Kabupaten Asahan (Studi Kasus : Desa Bahung Si Batu-batu)

Annisa Amelia
Gambaran keberhasilan usahatani yang dilakukan oleh seorang petani tidak lepas dari besar tingkat pendapatan yang diperolehnya. Penggunaan pola tanam yang tepat dapat membantu petani memaksimalkan perolehan produksi tanaman mereka yang akan meningkatkan penadapatannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis petani yang melakukan perubahan pola tanam dari kedelai – kedelai – padi kepada pola tanam jagung – jagung - padi memiliki tingkat pendapatan yang lebih baik. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, yaitu daerah dipilih secara cermat sehingga sesuai dengan tujuan penelitian. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Simpel Random Sampling yaitu dari 110 KK yang ada terpilih 30 KK untuk dijadikan responden dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara kepada responden sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga atau instansi yang terkait dalam penelitian ini. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Rata-rata biaya produksi yang dibutuhkan oleh petani untuk usahatani jagung pada musim tanam Januari - April per Ha sebesar Rp. 2.616.594.- lebih tinggi dari usahatani kedelai sebesar Rp. 2.328.425,-. Pada musim tanam April- Mei rata-rata biaya produksi untuk usahatani jagung sedikit menurun yaitu menjadi sebesar Rp. 2.567.219,- dan tetap untuk usahatani kedelai. Biaya produksi rata – rata usahatani padi per Ha adalah Rp. 3.521.030,621,- dimana biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dari usahatani kedelai dan jagung. Penerimaan yang paling besar diperoleh oleh petani berasal dari usahatani kedelai yaitu sebesar Rp. 8.990.917 pada bulan januari – april dan Rp. 5.042.667.- pada bulan mei - agustus, sedangkan penerimaan yang diperoleh petani dari usahatani jagung sebesar Rp. 7.867.833.-, pada bulan januari – april dan Rp. 6.500.000 pada bulan mei – agustus. Penerimaan yang diperoleh petani dari usahatani padi menempati urutan terkecil yaitu sebesar Rp. 5.427.375.-. 2. Besar pendapatan petani selama setahun untuk 1 Ha lahan tanaman dengan pola tanam kedelai – kedelai – padi adalah sebesar Rp. 11.283.078.- dan besar pendapatan petani selama setahun dengan pola tanam jagung – jagung – padi adalah Rp. 11.090.364.-, sedikit lebih kecil dari usahatani dengan pola tanam sebelumnya. Namun jika dihitung berdasarkan pendapatan petani per HKO yang dicurahkan maka petani memperoleh pendapatan yang lebih besar dari usahatani jagung – jagung - padi yaitu sebesar Rp. 134.539.6.- dan dari usahatani kedelai – kedelai - padi petani memperoleh pendapatan sebesar Rp. 127.002,8.-. Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisa usahatani yang dilakukan dilapangan, usahatani jagung terlihat lebih menguntungkan dari usahatani kedelai yang sebelumnya dilakukan oleh petani. 3. Terdapat perbedaan secara nyata antara pendapatan petani yang diperoleh dari usahatani dengan pola tanam jagung – jagung – padi dengan pendapatan petani yang diperoleh dari usahatani dengan pola tanam kedelai – kedelai – padi. 4. Ada berbagai motivasi yang ikut mempengaruhi petani sampel dalam melakukan perubahan pola tanam namun sebanyak 34,57% petani sampel termotivasi karena mudahnya proses pemasaran hasil tanaman jagung mereka. 5. Terdapat perbedaan secara nyata antara produksi dan produktivitas tanaman jagung dengan produksi dan produktivitas tanaman kedelai.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait: