Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, June 11, 2015

Strategi Pemasaran Ikan Nila Hasil Budidaya Keramba Jaring Apung (Floating Net) (Studi Kasus : Desa Tongging Dan Desa Sibolangit Kecamatan Merek, Kabupaten Karo)

Panjaitan, Helova Leonard
ujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi eksisting pengelolaan ikan nila dengan sistem keramba jaring apung di daerah penelitian, untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada pemasaran ikan nila hasil budidaya keramba jaring apung (KJA) pada daerah penelitian, untuk menentukan strategi pemasaran ikan nila hasil budidaya keramba jaring apung (KJA) di daerah penelitian. Penelitian dilakukan di Desa Tongging dan Desa Sibolangit Kecamatan Merek Kabupaten Karo dengan pertimbangan bahwa kedua desa tersebut merupakan penghasil ikan nila dengan sistem budidaya keramba jaring apung. Metode penelitian yang digunakan yaitu secara purposive, metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif,dan analisis SWOT. Dari Hasil penelitian diperoleh : 1. Masalah-masalah yang sering dihadapi Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging adalah harga jual ikan yang bersaing dan relatif rendah, ukuran ikan hasil panen terkadang dihargai rendah. Dan tidak adanya industri pengolahan ikan skala kecil sehingga ikan masih langsung di jual secara utuh sedangkan masalah-masalah yang dihadapi Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit adalah jual ikan yang bersaing dan relatif rendah, ukuran ikan hasil panen terkadang dihargai rendah, dan terkadang ikan tidak ada pembeli. 2. Strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah dalam pemasaran ikan hasil budidaya KJA di Desa Tongging adalah : Strategi SO : Memvariasikan jenis pakan ditiap musim setelah panen (S1S3O1). Memberikan jenis pakan berkualitas yang dapat lebih mempercepat waktu panen (S1S2O1). Memperluas dan menambah jumlah petakan keramba (S2O2O3). Strategi WO : Menyesuaiakan tenaga kerja dengan luas petakan keramba (W2O2). Mempercepat waktu panen untuk menghindari pemberian pakan yang melebihi target (W3O1). Strategi ST : Memilih jenis pakan berkualitas untuk meningkatkan harga jual (S1T1T2). Mengatur waktu panen agar tetap bisa bersaing dengan daerah lain (S3T1). Mengadakan promosi ke daerah lain (S2T3). Strategi WT : Menggunakan satu merk pakan saja (W1W3T1T3). Menentukan takaran tetap dalam pemberian pakan untuk menghindari biaya produksi yang tidak sesuai dengan hasil produksi (W3 T2). 3. Strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah dalam pemasaran ikan hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit adalah : Strategi SO : Memilih jenis pakan berkualitas (S1O1). Memperluas jumlah petakan kerambah (S2O1O203). Strategi WO : Melakukan waktu pemanenan yang berbeda-beda dengan memanfaatkan tenaga kerja yang ada (W1O3). Mengadakan pendidikan dan pelatihan dengan melibatkan Dinas Perikanan (W1W2W3O3). Strategi ST : Memilih jenis pakan berkualitas untuk meningkatkan harga jual (S1T1T2). Mengatur waktu panen agar tetap bisa bersaing dengan daerah lain (S3T1). Mengadakan promosi ke daerah lain (S2T3). Memperbaiki sarana jalan (S1S2T4). Strategi WT : Mengikuti pelatihan untuk meningkatkan SDM agar tidak kalah saing (W3T1). Menentukan takaran tetap dalam pemberian pakan untuk menghindari biaya produksi yang tidak sesuai dengan hasil produksi (W2 T2). Adakan kerjasama dengan agen/pedagang agar waktu panen disesuaikan dengan agen yang akan menjemput kelokasi produksi (W1T3T4). 4. Perbandingan pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging dan pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit dapat dilihat total skor faktor strategi eksternal dan total skor faktor strategi internalnya. a. Total skor faktor strategis eksternal Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging lebih tinggi dibandingkan dengan Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit. Total skor faktor strategis eksternal Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging adalah sebesar 6,67 sedangkan Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit adalah sebesar 4,40. Hal ini berarti bahwa Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di DesaTongging lebih dapat memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman eksternalnya dibandingkan dengan Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit. b. Total skor faktor strategis internal Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging lebih tinggi dibandingkan dengan Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit. Total skor faktor strategis internal Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging adalah sebesar 5,80 sedangkan Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit adalah sebesar 5,53. Hal ini berarti bahwa Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Tongging lebih dapat menggunakan kekuatannya dan mengatasi kelemahannya dibandingkan dengan Pemasaran ikan nila hasil budidaya KJA di Desa Sibolangit.

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment