There was an error in this gadget

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, June 10, 2015

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Terhadap Serangan Penyakit Antraknosa Dengan Pemakaian Mulsa Plastik

Erik Melpin Girsang
Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan beberapa varietas tanaman cabai (Capsicum annum L.) terhadap serangan penyakit antraknosa dan untuk mengetahui pemakaian mulsa plastik terhadap penyakit antraknosa pada tanaman cabai (Capsicum annum L.). Jenis penyakit yang merusak tanaman cabai adalah penyakit antraknosa menyerang tanaman cabai dengan menginfeksi kulit buah yang muda maupun tua sehingga buah akan mengerut, mengeriting, warna buah berubah menjadi kehitaman dan membusuk dan keguguran, akhirnya produksi menurun kalau serangannya dibiarkan maka tanaman akan mati. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu faktor varietas cabai :V1 (Varitas TM-999), V2 (Varietas Hot Beauty), V3 (Varietas Laris), V4 (Varietas Lokal) dan faktor mulsa : M0 (tanpa Mulsa), M1 (Mulsa Plastik Hitam Perak), M2 (Mulsa Plastik Hitam), dan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dari bulan September 2007 sampai April 2008. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai varietas dengan mulsa berbeda nyata dalam persentase serangan pada buah, dimana persentase serangan terendah dengan faktor mulsa terdapat pada M1 (Mulsa Hitam Perak) pada pengamatan 17 MST yaitu sebesar 33,60 % dan persentase serangan tertinggi dengan faktor mulsa terdapat pada M0 (tanpa mulsa) pada pengamatan 17 MST yaitu sebesar 41,38 % dan persentase serangan terendah pada faktor varietas pada V1 (TM-999) sebesar 30,60 % pada pengamatan 17 MST dan persentase serangan yang tertinggi pada faktor varietas pada V3 (Varietas Laris) yaitu sebesar 41,83 %. Sedangkan persentase serangan terendah dengan interaksi kedua faktor adalah pada perlakuan M1V1 (Mulsa Hitam Perak dengan Varietas TM-999) yaitu sebesar 16,97 % pada pengamatan 17 MST dan persentase serangan tertinggi pada perlakuan M0V3 (tanpa mulsa dengan varietas Laris) yaitu sebesar 29,65 % pada pengamatan 17 MST. Perlakuan berbagai varietas dengan mulsa berbeda nyata dalam produksi buah, dimana produksi buah tertinggi dengan faktor mulsa terdapat pada M1 (Mulsa Hitam Perak) pada pengamatan 20 MST yaitu sebesar 3,657 ton/ha dan produksi buah terendah dengan faktor mulsa terdapat pada M0 (tanpa mulsa) pada pengamatan 20 MST yaitu sebesar 2,733 ton/ha dan produksi buah tertinggi pada faktor varietas pada V1 (TM-999) sebesar 3,605 ton/ha pada pengamatan 20 MST dan produksi buah yang terendah pada faktor varietas pada V3 (Varietas Laris) yaitu sebesar 2,478 ton/ha Sedangkan produksi buah tertinggi dengan interaksi kedua faktor adalah pada perlakuan M1V1 (Mulsa Hitam Perak dengan Varietas TM-999) yaitu sebesar 2,627 ton/ha pada pengamatan 20 MST dan produksi buah terendah pada perlakuan M0V3 (tanpa mulsa dengan varietas Laris) yaitu sebesar 1,400 ton/ha pada pengamatan 20 MST.
This research aims to test the resistence of any varieties of chilli (Capsicum annum L.) on the attact of Antracnosa disease on chilli (Capsicum annum L). The disease damage the chilli crop is antracnosa by infect the young or od fruit of chilli that make the chilli folded in black color, demaged and fall and the production will decrease if the disease is not eliminated. This research applies the Faktorial Group Random Sampling (RAK) that consists of two treatments, i.e chilli variety factor : V1 ( Variety TM-999), V2 (Variety Hot Beauty), V3 ( Variety of Laris), V4 (Local Variety) and mulsa factors : M0 (Without mulsa), M1 (Silver Black plastic mulsa), M2 (Black plastic mulsa) and repeated for 3 times. This reseach was conducted at village of Merek, subdistrict of Merek, regency of Karo since September 2007 up April 2008. The results of research indicates that the treatment on varieties with mulsa has a significant diference in attaction percentage on fruit in which the lower attact percentage by mulsa factor found on M1 (silver black mulsa) on observation 17 MST i.e 33,60 % and the higehr attact percentage with mulse factor on M0 (without mulse) on observation of 17 MST i.e 41,38 %. And the lower attact on varicety factor on V1 (TM-999) for 40,60 % on observation of 17 MST and the higher attact on variety factor on V3 (Variety Laris) for 41.83 %. While the lower attact with interaction of both factors is on treatment of M1V1 (Slver blackmulsa and variety of TM-999) i.e 26,65 % on observatio of 17 MST. The treatment on various varieties with mulsa has a significant different on fruit production, in which the higher fruit production with mulsa factor on M1 (Silver black mulsa on observation of 20 MST for 3,657 ton/ha and the lower production with mulsa factor on M0 (without mulsa) on observation 20 MST for 2,733ton/ha and the higher fruit production on variety factor on V1 (TM-999) for 3,605 ton/ha on observatio of 20 MST and the lower production with variety factor on V3 (variety of Laris) for 2,478 ton/ha. While the higher fruit production with interaction of the both factors on the treatment of M1V1 (Silver black plastic mulsa with variety of TM-999) for 2,627 ton/ha on observation of 20 MST and the lower fruit production on treatment of M0V3 (without mulsa with variety of Laris) for 1,400 ton/ha on observation of 20 MST

Download Skripsi



 Jasa Pembuatan Skripsi

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment