Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, July 18, 2012

Skripsi Paud : Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Penggunaan Metode Discovery


Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Penggunaan Metode Discovery
Upaya meningkatkan keterampilan proses sains pada anak Kelompok B di TK Tunas Bhakti Pertiwi Tahun Ajaran 2011/2012 berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak sekolah ternyata masih jauh dari harapan. Misalnya, pada keterampilan proses mengamati atau mengobservasi hanya 2 (dua) anak yang dikategorikan baik (B) artinya anak  sudah mampu menyimak penjelasan guru tentang konsep sederhana dan mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda sedangkan dalam memberikan penjelasan tentang suatu benda atau peristiwa dan mengurutkan peristiwa secara simultan semua anak masih dikategorikan kurang (K). Hal tersebut juga terjadi pada keterampilan proses lain seperti mengelompokkan, meramalkan, merencanakan penelitian dan mengkomunikasikan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penggunaan metode Discovery. Penggunaan metode Discovery bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains anak.
Penelitian Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan dan refleksi.  Pengumpulan dan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dari observasi, wawancara dan dokumentasi selama proses pembelajaran.
Dari hasil penelitian Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak diperoleh hasil bahwa keterampilan proses sains pada anak melalui penggunaan Metode Discovery mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu keterampilan proses sains mengamati pada siklus I keterampilan mengamati kategori baik berada pada rata-rata 3,5 sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 7,5.  Pada kategori cukup mengalami penurunan pada siklus I rata-ratanya 3,5 menjadi 2,25. Begitu pula pada kategori kurang mengalami penurunan rata-rata yaitu pada siklus I rata-ratanya 3 sedangkan pada siklus II menjadi 1,5. Namun penurunan tersebut menandakan bahwa terjadi peningkatan pada setiap siklus karena anak yang berada pada kategori cukup berpindah menjadi kategori baik begitupun anak yang berada pada kategori kurang berpindah menjadi kategori cukup.
Selama kegiatan pembelajaran anak sangat antusias, aktif dan menjadi lebih percaya diri dalam melakukan setiap kegiatan sesuai langkah-langkah pembelajaran metode discovery. Selain itu, terdapat kelemahan metode discovery yang ditemukan di lapangan yaitu guru membutuhkan banyak waktu dalam penguasaan metode discovery. Sedangkan pada anak dibutuhkan kesiapan yang matang dalam mencerna langkah-langkah pembelajaran sehingga metode discovery dapat dilakukan oleh anak dengan langkah-langkah yang tepat dan berurutan. Semoga penelitian Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Anak ini bermanfaat.
Daftar Isis_paud_0802287_table_of_content.pdf
Bab Is_paud_0802287_chapter1.pdf
Bab IIs_paud_0802287_chapter2.pdf
Bab IIIs_paud_0802287_chapter3.pdf
Bab IVs_paud_0802287_chapter4.pdf
Bab Vs_paud_0802287_chapter5.pdf
Daftar Pustakas_paud_0802287_table_of_content.pdf




Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment