Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, July 11, 2013

Download Skripsi Gratis Biologi : Uji Daya Antipiretik Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)

Antipiretik merupakan golongan obat yang dipergunakan untuk
menurunkan suhu tubuh bila demam. Demam didefinisikan suatu keadaan ketika
suhu tubuh meningkat melebihi suhu normal. Demam terjadi ketika ada stimuli
pada monosit makrofag yang sesuai, sel-sel ini menghasilkan sitokin pirogenik,
yang menyebabkan peningkatan set point lewat efeknya di hipotalamus. Demam
pada rata-rata mencit betina umur 40-50 hari adalah ketika suhu pada tubuhnya
meningkat diatas 35,18 0C. Sedangkan peningkatan suhu pada rektal lebih tinggi
sebesar 0,5 0C dibandingkan suhu pada tubuh.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan RAL
dengan 5 perlakuan dan 16 ulangan. Hewan coba yang digunakan adalah 20 ekor
mencit betina galur Balb/c, dibagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari 3 perlakuan
kelompok uji dan 2 perlakuan kelompok kontrol (positif dan negatif). Tahapan
penelitian pemberian perlakuan pada hewan coba meliputi; sebelum diberi
perlakuan mencit pada tiap-tiap kelompok yang telah dipuasakan selama 24 jam,
diukur suhu rektalnya (suhu awal), kemudian disuntik dengan pepton 12,5% 1
ml/ekor secara subkutan. Satu jam kemudian suhu rektal kembali diukur dan
mencit sudah mengalami demam, setelah itu mencit diberi perlakuan dengan
bahan uji, kontrol positif dan kontrol negatif.
Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan Uji
lanjut Duncan taraf signifikan 5%. Efek antipiretik ekstrak daun belimbing wuluh
(Averrhoa bilimbi L.) yang paling efektif digunakan untuk menurunkan suhu
rektal mencit demam yaitu pada dosis 3 sebanyak 20 mg. Pada dosis optimal
ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki efek antipiretik
lebih cepat dibandingkan dengan parasetamol 90 mg/ekor mencit. Waktu yang
dibutuhkan untuk mengembalikan suhu rektal agar kembali normal sesudah diberi
ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada dosis optimal adalah
± 150 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian
ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penurunan suhu
rektal mencit.


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment