Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, August 19, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Pengaruh perilaku merokok terhadap kepercayaan diri mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus UIN Maliki Malang

Abstract

INDONESIA:
Perilaku merokok merupakan fungsi dari lingkungan dan individu, artinya perilaku merokok disebabkan oleh faktor lingkungan dan dalam diri remaja. Sementara harga diri merupakan dimensi evaluasi secara umum terhadap diri sendiri. Biasanya mengacu pada self image dan merefleksikan kepercayaan diri serta kepuasan individu terhadap diri mereka.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku merokok pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN Maliki Malang, mengetahui tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN Maliki Malang, dan untuk mengetahui pengaruh perilaku merokok terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN Maliki Malang.
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dengan variabel independen yaitu perilaku merokok dan variabel dependennya adalah kepercayaan diri. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN Maliki Malang, dengan sampel 99 responden. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Penelitian ini dianalisis dengan korelasi dan regresi linier sederhana, menggunakan program SPSS 16.0 for Windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus di UIN Maliki Malang sebanyak 9.09% memiliki perilaku merokok dengan klasifikasi sangat tinggi, 52.53% dengan klasifikasi tinggi, 32.32% dengan klasifikasi rendah, dan 6.06% dengan klasifikasi sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus memiliki perilaku merokok tinggi. Sedangkan untuk penelitian pada variabel kepercayaan diri diperoleh hasil 12.12% responden memilki kepercayaan diri dengan klasifikasi sangat tinggi, 70.71% dengan klasifikasi tinggi, dan 17.17% dengan klasifikasi rendah.Untuk hasil uji kolerasi diketahui pengaruh perilaku merokok terhadap kepercayaan diri sebesar 52.05%, sementara sisanya 47.05% disebabkan oleh faktor lain.
ENGLISH:
Smoking behavior is a function of the environment and the individual, meaning that smoking behavior than caused by environmental factors and the adolescent self.While self-esteem is a general evaluation of the dimension of self. Usually refers to the self-image and reflects the confidence and satisfaction of individuals against themselves.
The purpose of this study was to determine the level of Smoking Behavior in Students follow Intra Campus organizations UIN Maliki, knowing the level of Confidence in Students follow Intra Campus organizations UIN Maliki, and to determine the effect of Smoking on Confidence in Students follow organizations Intra Campus UIN Maliki.
In this study, using a quantitative approach. The data collection method using a questionnaire with the independent variables, smoking behavior and the dependent variable was self-confidence. The population in this study were students who followed the intra-campus organizations UIN Maliki, with a sample of 99 respondents.Validity and reliability test performed using SPSS 16.0 for Windows. This study analyzed the correlation and simple linear regression, using SPSS 16.0 for Windows.
The results showed that students follow the intra-campus organizations at UIN Maliki as much as 9:09% have smoking behavior with very high classification, 52.53% with a higher classification, 32.32% with a lower classification, and 6:06% with very low classification. It can be concluded that students follow the intra-campus organizations have high smoking behavior. As for research on variable results obtained 12:12 confidence% of respondents have the confidence in the classification is very high, 70.71% with a high classification, and 17:17% with a lower classification. For the test results known to influence smoking behavior correlates to the confidence of 52.05%, while the remaining 47.05% were caused by other factors.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masa remaja adalah masa tumbuh dan berkembang dimana terjadi perubahan kualitatif secara fisik dan psikis. Masa remaja disebut sebagai masa kritis karena pada masa ini remaja banyak mengalami konflik. Perubahan- perubahan pesat yang terjadi pada masa remaja menimbulkan keraguan, perasaan tidak mampu, tidak aman dan dalam banyak kasus mengakibatkan perilaku yang kurang baik. Remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai bagi dirinya. Saat ini banyak manusia yang melakukan kebiasaan atau pola hidup tidak sehat. Hardinge (2001) mengemukakan bahwa salah satu kebiasaan atau pola hidup tidak sehat tersebut adalah merokok. Dalam agama islam, perilaku merokok dikenal sebagai perbuatan mubazir yang berarti perbuatan yang banyak mendatangkan mudharat atau kerugian. Setiap manusia diseluruh dunia mengetahui bahwa merokok mengganggu kesehatan dan berdampak negatif (Awi, 2011). Dampak negatif dari perilaku merokok ini bukannya tidak berdasar. Dalam dunia medis ditemukan bahwa rokok mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
Pengaruh bahan kimia yang dikandung rokok 2 seperti nikotin, CO2 (karbondioksida) dan tar dapat menyebabkan berbagai penyakit. Bahan kimia ini akan memacu kerja susunan saraf pusat dan susunan saraf simpatis sehingga mengakibatkan tekanan darah meningkat dan detak jantung bertambah cepat. Selain itu, bahan kimia tersebut juga menstimulasi penyakit kanker dan penyakit lainnya seperti penyempitan pembuluh darah tinggi, jantung dan paru-paru (Kendal dan Hammen dalam Komasari dan Helmi, 2000). Langkah nyata larangan merokok ini sudah dimulai oleh pemerintah daerah Padang Panjang Sumatera Barat. Pemerintah daerah Serambi Mekah ini mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2009 yang melarang pemasangan iklan rokok sepanjang jalan di kota Padang Panjang. Walikota Padang Panjang yang juga seorang dokter ini menjelaskan bahwa perda tersebut dibuat untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya merokok, membudayakan hidup sehat dan menekan angka pertumbuhan perokok pemula (http://padangpanjang_kotatanpaiklanrokok.com). Saat ini Indonesia menduduki “juara” ketiga jumlah perokok dunia setelah Cina dan India. Indonesia mengalahkan negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang dalam konsumsi rokok dunia. Dibandingkan dengan data terakhir yang dipublikasikan WHO tahun 2002 menyebutkan bahwa Indonesia nomor 5 di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia. Menurut Bank Dunia, konsumsi Indonesia sekitar 6,6 persen dari seluruh konsumsi dunia (WHO 2002 dalam Poltekkes Depkes Jakarta I, 2012). 3 Seiring berkembangnya zaman dan bertambahnya merek-merek rokok, usia mulai merokok mengalami penurunan. Menurut Depkes RI (2006), sebesar 35% penduduk umur 15 tahun ke atas merokok (tiap hari dan kadang-kadang). Dibandingkan Susenas 2001 dan 2003, terjadi peningkatan sebesar 3%. Persentase perilaku merokok pada laki-laki konstan tinggi, yaitu 63% pada tahun 2001, 2003, dan 2004. Pada perempuan jauh lebih rendah, namun ada peningkatan dari 1,4% pada tahun 2001 menjadi 1,7% pada tahun 2003, dan 4,5% pada tahun 2004.
Sedangkan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) tahun 2007 dan 2010 terjadi penurunan umur mulai merokok pada usia yang lebih muda. Menurut Riskesda 2007, umur pertama kali merokok pada usia 5-9 tahun sebesar 1,2%, pada usia 10-14 tahun sebesar 10,3%, pada 15-19 tahun sebesar 33,1% pada usia 20-24 tahun sebesar 12,1%, pada usia 25-32 tahun sebesar 3,4% dan pada usia ≥ 30 tahun sebesar 4%. Berdasarkan hasil survey Riskesda 2010, umur pertama kali merokok pada usia 5-9 tahun sebesar 1,7%, pada usia 10-14 tahun sebesar 17,5% pada usia 15-19 tahun sebesar 43,3%, pada usia 20-24 tahun sebesar 14,6%, pada usia 25-32 tahun sebesar 4,3% dan pada usia ≥ 30 tahun sebesar 3,9% (Awi, 2011). Berdasarkan data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan usia merokok terjadi pada masa remaja yang mengarah pada perokok yang lebih muda. 4 Masa remaja adalah masa peralihan dari usia anak-anak ke usia dewasa. Periode remaja merupakan periode yang penting karena pada masa ini terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang pesat (Atkinson dkk, 1993). Masa remaja sering diistilahkan dengan masa strom and stress karena ketidaksesuaian antara perkembangan fisik yang sudah hampir dewasa. Remaja sering bertingkah laku yang membuat mereka seperti orang dewasa, seperti merokok, minum-minuman keras dan menggunakan obat-obatan (Hurlock, 1999). Banyak alasan yang melatarbelakangi perilaku merokok pada remaja. Menurut Lewin (2002), perilaku merokok merupakan fungsi dari lingkungan dan individu, artinya perilaku merokok selain disebabkan oleh faktor lingkungan. Faktor dalam diri remaja dapat dilihat dari kajian perkembangan remaja. Pada masa remaja terjadi ketidaksesuaian antara psikis dan sosial. Beberapa remaja melakukan perilaku merokok sebagai cara kompensatoris. Brigham (1991) menyatakan bahwa perilaku merokok bagi remaja merupakan perilaku simbolisasi. Simbol dari kematangan, kekuatan, kepemimpinan, dan daya tarik terhadap lawan jenis.
 Bagi remaja merokok sering kali diasosiasikan baik secara sadar maupun tidak sadar dengan kesan makin seksi, makin berani, tidak kolot (modern) serta memberikan kesan dewasa, jantan dan gagah (Danusantoso, 1993: 7). Faktor dari luar individu datang dari teman sebaya. Al Bachri (1991) dalam penelitiannya menemukan bahwa 87% remaja mempunyai sekurang- 5 kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok. Sahabat yang merokok tersebut mendorong untuk merokok juga sehingga remaja yang tidak pernah merokok pun akhirnya memperoleeh tekanan dari teman sebaya tersebut. Mereka yang tidak merokok akan diberi “hukuman psikologis” sebagai orang yang tidak jantan. Selain itu juga terdapat ungkapan “hanya perempuanlah yang tidak merokok” atau “dia tidak merokok karena ingin naik haji”. Marjohan (2000) menjelaskan bahwa tekanan dalam bentuk ejekan ini membuat keberhargaan tentang diri seorang remaja mulai menurun dan kondisi ini sangat mujarab untuk membuat remaja segera mencoba merokok sampai akhirnya menjadi perokok pemula dan akhirnya menjadi pecandu rokok. Dalam ilmu psikologi, gambaran sejauh mana individu menilai dirinya sendiri sebagai orang yang memiliki kemampuan, berartian, berharga dan kompeten, dinamakan dengan self confidenceatau yang lebih sering dikenal dengan kepercayaan diri. Harga diri merupakan dimensi evaluasi secara umum terhadap diri sendiri. Biasanya mengacu pada self image dan merefleksikan kepercayaan diri serta kepuasan individu terhadap diri mereka (Santrock, 2004). Roggers dan Alport (dalam Sarason, 1967) mengatakan bahwa kepercayaan diri merupakan fungsi langsung dari evaluasi seseorang terhadap kemampuannya. Selanjutnya mempengaruhi tujuan yang ditetapkan dan usaha yang dilakukannya, terutama sikap menerima, menolak, dan indikasi besarnya 6 kepercayaan individu terhadap kemampuan, keberartian, kesuksesan, keberhargaan. Enung (2010), mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Sementara itu, menurut Papalia (2002) kepercayaan diri merupakan pendapat atau penilaian seseorang yang membuat dirinya menjadi berharga. Secara singkat, kepercayaan diri adalah “personal judgment” mengenai perasaan berharga atau berarti yang diekspresikan dalam sikap-sikap individu terhadap dirinya. Perilaku merokok yang tampak dikalangan remaja saat ini, disamping adanya perubahan dari kehidupan modern, diyakini pula adanya perubahan pada proses perkembangan di dalam diri remaja.
Hal ini terbukti dengan pengamatan (peneliti) di kampus terdapat banyak mahasiswa (yang digolongkan sebagai remaja) merokok, khususnya pada mahasiswa intra kampus. Didukung oleh sebuah pernyataan salah satu mahasiswa intra kampus, yang ketika memberikan materi dengan merokok: “(Tomy, Fakultas Saintek), perasaannya biasa aja, udah kebiasaan. Emang tambah PD (Percaya Diri) dikit kalau sambil ngrokok” (wawancara, 18 April 2015). Dari fakta tersebut bahwa mahasiswa mempunyai perilaku merokok untuk menunjang rasa percaya diri. Penelitian yang dilakukan Ruth Wetson dengan membandingkan remaja yang tidak merokok, remaja merokok 7 memiliki self esteem lebih rendah dan cenderung melawan orang tua mereka (Family Matters, 1993). Dari pemaparan di atas timbul kesenjangan antara fakata dan teori. Berdasarkan latar belakang, penulis ingin meneliti tentang “Pengaruh Perilaku Merokok Terhadap Mahasiswa Yang Mengikuti Organisasi Intra Kampus UIN Maliki Malang”.
 B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tingkat perilaku merokok pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN MALIKI Malang?
2. Bagaimana tingkat kepercayan diri pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN MALIKI Malang?
 3. Bagaimana pengaruh perilaku merokok terhadap kepercayaan diri mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN MALIKI Malang?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui tingkat perilaku merokok pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN MALIKI Malang
 2. Untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN Maliki Malang
 3. Untuk mengetahui pengaruh perilaku merokok terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa yang mengikuti organisai intra kampus UIN MALIKI Malang
D. Mafaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan yang berarti bagi khasanah perkembangan ilmu psikologi. Khususnya psikologi sosial.
2. Manfaat Praktis Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada peneliti selanjutnya, yang ingin meneliti tentang perilaku merokok terhadap kepercayaan diri mahasiswa.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Pengaruh perilaku merokok terhadap kepercayaan diri mahasiswa yang mengikuti organisasi intra kampus UIN Maliki Malang" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment