Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, August 19, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan antara efikasi diri dengan prestasi kerja pada agen asuransi PT. Prufamily Investa Malang


Abstract

INDONESIA:
Penelitian ini bertujan untuk (1) Untuk mengetahui tingkat efikasi diri pada agen di PT. Prufaimly investa Malang. (2) Untuk mengetahui tingkat prestasi kerja pada agen di PT. Prufaimly investa Malang. (3) Untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prestasi kerja di PT. Prufaimly investa Malang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan dua variabel, variable bebas (X) adalah efikasi diri dan variable terikat (Y) adalah prestasi kerja. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian populasi yaitu 50 respon denagen asuransi PT. Prufaimly investa Malang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Analisa yang digunakan adalah korelasi product moment dengan bantuan program SPSS16.0 for Windows.
Dari hasil analisis penelitian dapat disimpulkan tingkat efikasi diri agen asuransi PT. Prufaimly investa Malang sebagian besar masuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 26 agen asuransi (51%) dari 50 responden. Serta tingkat prestasi kerja agen asuransi PT. Prufaimly investa Malang. Sebagian besar masuk dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 36 agen asuransi (76%) dari 50 responden. Hasil dari korelasi antara efikasi diri dengan prestasi kerja agen asuransi PT. Prufaimly investa Malang menunjuk kan rxy = 0.622. diketahui bahwasanya efikasi diri memiliki korelasi kearah positif dengan prestasi kerja. Dengan demikian semakin baik efikasi diri seorang agen asuransi, maka semakin biak pula prestasi kerjanya.
ENGLISH:
This study aims to (1) To determine the level of self-efficacy at the agency at the PT. Prufaimly Investa Malang. (2) To determine the level of performance at the agency at the PT. Prufaimly Investa Malang. (3) To determine the relationship between self-efficacy with job performance in PT. Prufaimly Investa Malang.
The research method used is quantitative descriptive by using two variables, the independent variable (X) is a self-efficacy and the dependent variable (Y) is performance. In this study using the study population is 50 respondents insurance agent PT. Prufaimly Investa Malang. The scale used in this study is a Likert scale. The analysis used is product moment correlation with SPSS 16.0 for Windows.


The analysis of the research, the level of self-efficacy insurance agent PT. Prufaimly Investa Malang mostly fall into the category of being as many as 26 insurance agents (51%) of the 50 respondents. and the level of job performance insurance agent PT. Prufaimly Investa Malang. Most fall into the category of being, as many as 36 insurance agents (76%) of the 50 respondents. Results of the correlation between self-efficacy with an insurance agent job performance PT. Prufaimly Investa Malang shows r xy = 0622. known that self-efficacy correlated positively towards the performance. Thereby good self-efficacy an insurance agent, then the cud also his performance.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Demi kelangsungan hidupnya seseorang dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan bekerja maka seseorang akan mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhannya. Bekerja merupakan kegiatan yang membuat manusia dapat merasakan dirinya menjadi sosok manusia yang sesungguhnya. Bekerja dapat memberikan makna, mencuatnya rasa bangga, dan bekerja juga dapat melahirkan apresiasi dan pengakuan. Dengan bekerja, manusia akan dapat memperoleh apa yang diinginkan dan dikehendaki. Akan tetapi bekerja sesungguhnya, tidaklah selalu mudah untuk dijalani. Terlebih lagi, bekerja yang bukan sembarang bekerja, tetapi bekerja yang termasuk dalam kategori efektif dan berhasil guna (Triantoro dan Kunjana, 2006 :1). 2 Setiap perusahaan pasti akan dihadapakan pada masalah ketenaga kerjaan, salah satu diantaranya yaitu bagaimana membuat para karyawan perusahaan agar mereka mampu bekerja dengan motivasi yang tinggi untuk menunjukkan prestasi kerja yang baik. Walaupun diakui bahwa aset-aset non manusianya termasuk alam, tetap memainkan peranan yang penting, tetapi tanpa dukungan oleh sumber daya manusia yang berkualitas maka semuanya hanya akan sia-sia. Tanpa MSDM yang handal, pengolahan, penggunaan, dan pemanfaatan sumber-sumber lainnya itu akan menjadi tidak efektif, efisien dan produktif (Gomes, 2003). Tingkat kompetensi yang tinggi memicu setiap perusahaan berusaha sedemikian rupa untuk mengejar tingkat produktivitas setinggi-tingginya agar bisa mencapai tujuan dan untuk menjaga kelangsungan organisasinya. Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam orgaanisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk pencapaian tujuan. Untuk itulah eksistensi sumber daya manusia dalam organisasi sangat kuat (Sulistiyani & Rosidah, 2003). Hal utama yang dituntut oleh perusahaan dari karyawannya adalah prestasi kerja mereka yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Prestasi kerja karyawan akan membawa dampak bagi karyawan yang bersangkutan maupun perusahaan tempat ia bekerja. Prestasi kerja yang tinggi akan meningkatkan produktivitas perusahaan, menurunkan tingkat keluar masuk karyawan (turn over), serta memantapkan manajemen perusahaan. Sebaliknya, prestasi kerja karyawan yang rendah dapat menurunkan tingkat kualitas dan 3 produktivitas kerja, meningkatkan tingkat keluar masuk karyawan, yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan. Bagi karyawan, tingkat prestasi kerja yang tinggi dapat memberikan keuntungan tersendiri, seperti meningkatkan gaji, memperluas kesempatan untuk dipromosikan, menurunnya kemungkinan untuk didemosikan, serta membuat ia semakin ahli dan berpengalaman dalam bidang pekerjaannya. Sebaliknya, tingkat prestasi kerja karyawan yang rendah menunjukkan bahwa karyawan tersebut sebenarnya tidak kompeten dalam pekerjaannya, akibatnya ia sukar untuk dipromosikan ke jenjang pekerjaan yang tingkatannya lebih tinggi, memperbesar kemungkinan untuk didemosikan, dan pada akhirnya dapat juga menyebabkan karyawan tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja. (http://rumahbelajarpsikologi.com).
 Prestasi kerja agen dipengaruhi oleh bermacam-macam ciri pribadi dari masing-masing individu. Dalam perkembangan yang kompetitif dan mengglobal, perusahaan membutuhkan agen yang berprestasi tinggi, pada saat yang sama agen membutuhkan umpan balik atas kinerja mereka sebagai pedoman bagi tindakantindakan mereka pada saat yang akan datang (Veithzal, 2004 : 307). Selain itu prestasi juga dipengaruhi oleh efikasi diri seseorang. Efikasi diri adalah penilaian seseorang tentang apa yang dapat ia lakukan dengan ketrampilan apapun yang dimilikinya (Bandura, 1986). Lebih lanjut lagi, Bandura (dalam Schultz dan Schultz, 2005) menyatakan bahwa Efikasi diri merupakan sebuah bentuk persepsi yang berkaitan dengan kontrol yang dipunyai oleh seseorang 4 dalam hidupnya. Schultz dan Schultz (2005) menyimpulkan adanya perbedaan antara orang yang memiliki Efikasi diri rendah dan tinggi. Seseorang yang memiliki Efikasi diri rendah akan cenderung merasa helpless, tidak mampu melakukan pengaturan pada keadaan yang terjadi dalam hidupnya. Pada saat mereka menghadapi hambatan, mereka akan dengan cepat menyerah, bila pada usaha pertama sudah mengalami kegagalan. Seseorang yang memiliki Efikasi diri sangat rendah tidak akan melakukan upaya apapun untuk mengatasi hambatan yang ada, karena mereka percaya bahwa tindakan yang mereka lakukan tidak akan membawa pengaruh apapun. Efikasi diri yang rendah dapat merusak motivasi, menurunkan aspirasi, mengganggu kemampuan kognitif, dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Di sisi lain, seseorang yang memiliki Efikasi diri tinggi percaya bahwa mereka dapat menanggulangi kejadian dan situasi secara efektif. Mereka mempunyai kepercayaan diri yang tinggi berkaitan dengan kemampuan mereka dibanding dengan orang yang memiliki Efikasi diri rendah, dan mereka hanya menunjukkan sedikit keraguan terhadap diri sendiri. Mereka melihat kesulitan yang ada adalah sebagai sesuatu yang menantang, dibandingkan sebagai sesuatu yang mengancam, mereka juga secara aktif selalu berusaha menemukan situasi - situasi baru. Tingginya Efikasi diri menurunkan rasa takut akan kegagalan, meningkatkan aspirasi, meningkatkan cara penyelesaian masalah, dan kemampuan berpikir analitis. Dalam proses mendapatkan nasabah asuransi, diharapkan memiliki Efikasi diri yang tinggi agar memberikan hasil prestasi kerja yang baik yaitu mencapai target yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan. Hal ini sejalan 5 dengan hasil penelitian Bandura dan Locke; Stajkovic dan Luthans (dalam John, 2005) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat tinggi antara Efikasi diri dengan performance. Semakin tinggi Efikasi diri maka semakin baik pula hasil kerja seseorang. Bagi masyarakat modern seperti sekarang ini, perusahaan asuransi mempunyai peranan yang sangat luas jangkauannya. Perusahaan asuransi mempunyai jangkauan yang menyangkut kepentingan-kepentingan sosial maupun kepentingan ekonomi. Disamping itu ia juga dapat menjangkau baik kepentingan- kepentingan masyarakat luas atau kepentingan-kepentingan individu (Sri rejeki, 2001 : 10). Asuransi telah berkembang menjadi suatu bidang usaha atau bisnis yang menarik yang mempunyai peranan yang tidak kecil dalam kehidupan ekonomi maupun dalam pembangunan ekonomi, terutama dibidang pendanaan. Asuransi artinya transaksi pertanggungan yang melibatkan dua pihak, tertanggung dan penanggung. Dimana penanggung menjamin pihak tertanggung, bahwa iya akan mendapatkan penggantian terhadap suatu kerugian yang mungkin akan dideritanya, sebagai akibat dari suatu peristiwa yang semula belum tentu akan terjadi atau semula belum dapat ditentukan saat kapan terjadinya. Sebagai kontrak prestasinya si tertanggung diwajibkan membayar sejumlah uang kepada si penanggung, yang besarnya sekian persen dari nilai pertanggungan, yang disebut premi (Soeisno, 1999 : 69). J.E. Kaihatu, (1999: 246) bahwa pertanggungan atau asuransi adalah suatu persetujuan antara dua pihak dalam persetujuan mana pihak yang satu dengan 6 diterimanya suatu jumlah uang yang dinamakan premi yang akan membebankan dirinya dengan perjanjian akan menanggung kerugian atau kehilangan yang mungkin diderita oleh pihak kedua tersebut, karena kerugian atau kehilangan mana diakibatkan oleh suatu kejadian yang tak tertentu. Dari sudut pandang sosial, asuransi didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan resiko dan mengumpulkan dana dari anggota- anggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masing-masing anggota tersebut, karena kerugian tidak pasti akan terjadi pada setiap anggota, maka anggota yang tidak pernah mengalami kerugian dari sudut pandangan sosial merupakan penyumbangan terhadap organisasi. Hal itu setiap kerugian anggota dipikul sama (Herman, 2000 : 3). Namun masih banyak orang yang belum paham apa pentingnya asuransi, hal itu yang memebuat suatu agen asuransi untuk bekerja ekstra selain menjual produk-produk asuransinya mereka juga menjelaskan bagaimana asuransi itu sebenarnya, sehingga mereka harus berlomba-lomba untuk mendapatkan nasabah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh sebuah perusahaan asuransi. Tercatat hanya sekitar 2% penduduk Indonesia yang baru memiliki asuransi. Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai faktor yang berdampak langsung dan tidak langsung. Diantaranya factor langsung yaitu banyak yang merasa terjebak ikut asuransi karena ketika mengajukan klaim, mereka tidak mendapatkan klaim yang sudah diatur dalam polis. Banyak oknum agen asuransi yang terbatas menjelaskan produknya hanya untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya agar calon 7 nasabah mengambil produk asuransinya. Ada beberapa oknum perusahaan asuransi yang membuat “pasal dibalik pasal” untuk dijadikan tameng ketika mereka tidak mengeluarkan klaim yang sudah diatur dalam polis. Faktor tidak langsung diantaranya, masih banyak yang menganggap asuransi sebagai beban pengeluaran bukan sebagai tabungan. Masih banyak yang menganggap asuransi tidak perlu karena masih bisa menanggung sendiri. Serta masih rendahnya penghasilan rata-rata penduduk Indonesia (rorophei.blogspot.com). Adapun perusahaan asuransi yang menjadi objek penelitian adalah PT. Prufaimly investa Malang. Perusahaan ini bergerak dibidang jasa dan suatu pertanggungan jiwa bagi masyarakat PT. Prufaimly investa Malang merupakan bagian dari Prudential plc, London, Inggris dan Asia. Prudential Indonesia menginduk pada regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hongkong. (http://www.prudential.co.id). Di dalam menjalankan kegiatan usaha maka perusahaan menawarkan dan menjual polis asuransi kepada masyarakat tidak lepas dari peran serta petugas lapangan atau agen asuransi. Agen merupakan ujung tombak perusahaan asuransi. Berhasil atau tidaknya seorang agen dalam pekerjaannya sangat tergantung dari ketahanan dan daya juang agen dalam menghadapi kegagalan, serta kemampuan agen menghadapi ketatnya persaingan di dunia kerja. mereka berlomba-lomba untuk mencapai prestasi yang diharapkan dan bersaing tidak hanya dengan agen dalam satu perusahaan yang sama tetapi juga bersaing dengan agen yang ada di semua perusahaan asuransi. Seorang agen akan sukses dan meraih prestasi apabila ia mampu bangkit dari kegagalan dan berupaya untuk mencapai hasil terbaik 8 dalam pekerjaannya. Faktor internal yang mampu membangkitkan atau mendorong agen untuk melakukan tingkah laku tertentu guna memenuhi keinginannya untuk meraih prestasi adalah peran dari motivasi berprestasi.
Tidak mudahnya mencari klien merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh agen, dan berdasarkan hal tersebut justru akan semakin terlihat bagaimana agen terdorong dan berupaya untuk mendapatkan klien sebanyak-banyaknya untuk bergabung dengan asuransi sebagai ukuran dari prestasi kerja agen. (http://psikologi- esaunggul.blogspot.com). Fenomena yang terjadi di PT. Prufaimly investa Malang berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada Januari 2014 selama satu bulan terhadap beberapa agen dan juga Unit Manager, yaitu ada beberapa agen yang memiliki keyakinan bahwa dia akan bisa dengan mudah untuk mencapai target. Mereka yakin bisa mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan mudah, namun dalam prakteknya tidak sedikit agen yang tidak mencapai target. Hal itu bisa disebabkan oleh berbagai factor, diantaranya adalah factor skill, berhubungan dengan bagaimana cara seorang agen asuransi dalam mendapatkan nasabah sesuai dengan kemampuan mereka untuk mempersuasi nasabahnya dengan menggunakan proses kumunikasi yang baik dan tepat, sehingga para nasabah tertarik untuk bergabung menjadi nasabahnya. Disini lebih ditekankan mengenai tekni-teknik komunikasi yang baik seperti bagaimana membangun rapport dengan calon nasabah, kemudian membina hubungan baik dengan nasabah, trik bertutur bahasa yang bisa menarik orang agar mudah bergabung, tentunya dengan menggunakan bahasa-bahasa yang sopan. 9 Kemudian knowledge, berhubungan dengan pengetahuan seorang agen tentang produk-produk asuransi yang akan dipasarkannya, agen harus paham tentang konsep asuransi, produk asuransi baik produk asuransi konfensional maupun produk asuransi syari’ah, prinsip dasar asuransi, konsep menjual, serta kode etik dan perilaku agen asuransi di PT. Prufaimly investa Malang. Selain itu tingkat intensitas sering tidaknya dalam menemui target atau sasaran yang akan dijadikan sebagai nasabah dalam asuransinya. Kemudian ada pula yang disebabkan oleh goal setting atau perencanaan yang matang untuk menuju suatu target yang menjadi sasaran. Selain itu goal setting penetapan apa yang hendak dicapai seseorang, disini PT. Prufaimly investa Malang mentarget agen asuransinya untuk mentarget dirinya sendiri, setiap agen memiliki goal setting yang berbeda-beda. Seperti agen yang memiliki goal setting mendapatkan rumah, mobil, motor dan lain sebagainya. Dengan mentarget dirinya sendiri itulah, diharapkan para agen asuransi termotivasi dan berlomba-lomba untuk merealisasikan goal setting yang telah mereka tetapkan sendiri dalam jangka waktu yang diinginkan. jika goal setting ingin terealisasikan dengan cepat maka agen harus secara konsisten untuk mencari calon nasabah. Target yang ditetapkan oleh PT. Prufaimly investa Malang untuk agen pemula minimal memproduksi enam polis asuransi dengan besaran premi yang berbeda-beda untuk setiap nasabahnya, dan komisi yang didapat untuk dua tahun pertama yaitu 30% dari hasil premi yang dihasilkan, kemudian untuk tahun berikutnya yaitu mendapatkan 5% dari premi yang dihasilkan oleh masing-masing agen. Kemudian untuk Unit Manager yaitu minimal membawahi empat agen 10 asuransi dengan memproduksi kurang lebih sekitar Rp. 400.000.000 per tahun dan biasanya oleh Unit Manager produksi tersebut dibagi dalam target bulanan bahkan sebagai target mingguan hingga target harian. Dari Rp. 400.000.000 menjadi target bulanan untuk satu tahun biasanya oleh para Unit Manager dibagikan tidak menjadi dua belas bulan namun menjadi sepuluh bulan yaitu Rp. 40.000.000, untuk target mingguan Rp 10.000.000 hingga untuk target harian menjadi lebih kecil lagi dibagi menjadi enam hari yaitu Rp. 1.700.000. dengan mentarget menjadi harian akan dirasa lebih mudah bagi para agen untuk mendapatkan nasabah asuransinya. Hal ini sangat bertentangan dengan teori yang di sampaikan oleh Bandura (1997) yang mengatakan bahwa semakin tinggi efikasi diri seseorang maka akan semakin tingggi pula prestasi orang tersebut. Namun berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan agen asuransi teori tersebut tidak berlaku masih banyak agen yang belum memenuhi target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Beberapa cara telah dilakukan oleh pihak perusahaan untuk dapat meningkatkan target penjualan produk asuransi. Diantaranya setiap sabtu sore para agen dibekali dengan kegiatan-kegiatan motivasi dan beberapa testimoni dari para Unit Manager serta Senior Unit Manager. Tes timoni berisi beberapa pengalaman tentang bagaimana seorang agen asuransi dalam mendapatkan nasabahnya. Bagaimana kendala-kendala lapangan yang harus dihadapi oleh para agen asuransi ketika akan memprospek calon nasabah. Kesulitan serta tips-tips mudah untuk dapat mendapatkan nasabah baru.
 Pelatihan PRUFast Star juga diberikan kepad agen asuransi baru yaitu dengan mengikuti kelas selama tiga hari secara berturut-turut, untuk kelas pagi dimulai pada pukul 09:00 s/d 17:00 untuk hari pertama, berisi tentang perkenalan perusahaan yaitu profil perusahaan, konsep asuransi jiwa, dasar-dasar investasi dan juga produk-produk di Prudential Indonesia. Kemudian hari kedua mengenai konsep menjual yaitu tentang standart operasi administrasi asuransi jiwa, etika bisnis dan peraturan pemerintah. Kemudian untuk hari ketiga tentang Live Calling yaitu mengenai tahapan siklus menjual, proses pendekatan komunikasi, presentasi tutorial AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Selain itu reward juga diberikan oleh pihak perusahaan kepada para agen yang bisa mencapai target mingguan yaitu berupa uang tunai yang langsung diberikan oleh perusahaan. Untuk tiap minggu minimal closing satu premi asuransi mendapatkan uang tunai sekitar Rp. 10.000 s/d Rp. 20.000 dan berlaku kelipatannya. Selain reward, punishment juga diberikan kepada agen yang tidak bisa mencapai target. Yaitu ketika seorang Unit Manager membawahi minimal empat agen asuransi dan biasanaya para Unit Manager dengan agennya memiliki ketentuan misalnya jika tidak bisa memenuhi target harian maka akan memebayarkan uang tunai kepada agen yang memenuhi target di dalam kelompoknya, seperti mengisikan pulsa besarnya mulai Rp. 10.000 s/d Rp. 50.000. selain itu juga akan diberikan surat peringatan oleh perusahaan ketika dalam batas waktu yang ditentukan tidak dapat memenuhi target tersebut. Dan biasanya untuk para agen baru target dalam waktu satu tahun minimal 12 memproduksi enam polis asuransi dengan nilai premi yang bermacam-macam, jika target tersebut tidak dapat dipenuhi oleh agen maka perusahaan memberikan surat pemutusan hubungan kerja oleh pihak perusahaan, karena agen tersebut dirasa tidak produktif dalam perusahaan. Di dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Anita Oktri Yance (2005) dengan judul “Hubungan Stress Kerja dengan Prestasi Kerja Karyawan Pada Perusahaan Cor Alumunium “SP” Yogyakarta”, hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (r) = - 0,638, koefisien determinan (r2 ) = 0.407, peluang galat (p) = 0,000 (p,0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang negative yang sangat signifikan antara variable stress kerja dengan prestasi kerja sebesar 40,7%. Artinya semakin tinggi tingkat stress kerja karyawan (distress) maka semakin rendah prestasi kerja karyawan, begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat stress kerja karyawan (distress) maka semakin tinggi prestasi kerja karyawan. Penelitian yang lain yang dilakukan oleh Desti Setiorini (2008) dengan judul “Hubungan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional dengan prestasi kerja” dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional dengan prestasi kerja, dengan nilai rhitung sebesar 0,459 dengan p 0,000 (p>0,01).
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Agnes Indra Puspita (2007) mengenai “Hubungan antara self efficacy dengan dan sense of humor dengan partisipasi kerja karyawan” berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai 13 koefisien korelasi R = 0,587. Yaitu ada hubungan yang sangat signifikan antara self efficacy dan sense of humor dengan partisipasi kerja. Berdasarkan analisis diperoleh nilai korelasi self efficacy dan partisipasi kerja sebesar 0,390 dan korelasi antara sense of humor dengan partisipasi kerja sebesar 0,362. Berdasarkan masalah yang telah dijelaskan dan beberapa penelitian sebelumnya, penulis tertarik untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara variabel efikasi diri dengan prestasi kerja, maka penulis mengambil judul “Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Prsetasi kerja pada Agen PT. Prufaimly investa Malang”
B.     Rumusan Masalah
 Dari latar belakang diatas dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana tingkat Efikasi Diri pada agen di PT. Prufamily investa Malang? 2. Bagaimana Prestasi Kerja pada agen di PT. Prufamily investa Malang? 3. Apakah ada hubungan antara Efikasi Diri dengan Prestasi Kerja di PT. Prufamily investa Malang?
C.     Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, maka dapat ditentukan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu: 1. Untuk mengetahui tingkat Efikasi Diri pada agen di PT. Prufamily investa Malang. 14 2. Untuk mengetahui tingkat Prestasi Kerja pada agen di PT. Prufamily investa Malang. 3. Untuk mengetahui hubungan antara Efikasi Diri dengan Prestasi Kerja di PT. Prufamily investa Malang.
D.    Manfaat Penelitian
 Penulis mengharapkan penelitian ini dapat memberikan hasil yang bermanfaat, sejalan dengan tujuan penelitian diatas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna baik secara teoritis maupun praktis.
1.      Manfaat Teoritis
Dengan penelitian ini, peneliti dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku perkuliahan. Selain itu pengetahuan baru akan menambah ketrampilan baru dalam praktik psikologi khususnya di bidang industri dan organisasi.
2. Manfaat Praktis

a. Menambah pengetahuan bagi ilmu pengetahuan, khususnya bidang psikologi industri dan organisasi tentang Efikasi Diri dengan Prestasi Kerja. b. Memberikan masukan kepada PT. Prufamily investa Malang dari hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan Efikasi Diri dengan Prestasi Kerja. c. Bagi pihak lain hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi untuk memperkaya cakrawala berfikir dan sebagai bahan referensi tambahan untuk penelitian ilmiah yang akan dilakukan selanjutnya. 

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Hubungan antara efikasi diri dengan prestasi kerja pada agen asuransi PT. Prufamily Investa Malang" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment