Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, August 19, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Pengaruh profesionalitas guru terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 11 Pasuruan.

Abstract

INDONESIA:
Ketuntasan siswa dalam belajar sangat tergantung dengan cara mengajar guru di dalam kelas. Sehingga di butuhkan guru profesional dalam bidangnya untuk meningkatkan prestasi siswa. Namun pada kenyataanya masih ada guru- guru yang mengajar hanya tuntutan profesi tidak mau mengetahui sejauhmana siswa menyerap ilmu yang di ajarkan. Masih banyak sekolah-sekolah yang terpencil menggunakan tenaga kerja guru yang tidak sesuai dengan bidang studi yang di ampu sehingga banyak diantaranya satu guru mengajar dua sampai tiga matapelajaran yang berbeda, hal ini sangat tidak efisien dalam proses belajar mengajar. Pemerintah sudah sejak awal menindak lanjuti masalah ini dengan adanya program sertifikasi, pemerintah mengadakan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan belajar mengajar agar supaya Indonesia melahirkan guru- guru profesional untuk mendidik anak bangsa. Peneliti memilih obyek di SMP Negeri 11 Pasuruan dengan alasan prestasi siswa di sekolah tersebut masih tergolong rendah di lihat dari survey departemen pendidikan di pasuruan, dan menjadi tempat pembuangan siswa bila tidak masuk di sekolah favorit. Dari wacana di atas maka melahirkan berbagai rumusan masalah diantaranya: (1) bagaimana tingkat profesionalitas guru yang ada di sekolah tersebut? (2) bagaimana prestasi belajar siswanya? (3) apakah ada pengaruhh antra profesionalitas guru dengan prestasi belajar siswa?.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat profesionalitas guru di SMP tersebut, (2) untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa-siswanya, dan (3) untuk mengetahui pengaruh profesionalitas guru terhadap prestasi belajar siswa yang ada pada SMP Negeri 11 Pasuruan
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan berjenis korelasi dengan analisis data berupa deskriptive. Subyek dalam penelitian ini adalah guru-guru dan siswa SMP Negeri 11 Pasuruan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dalam penentuan sampel dilakukan berdasarkan teknik non random sampling, gabungan antara pupose dan accsidental sampling. Sehingga pengambilan sampel untuk variabel Y atau 250 siswa kelas IX diambil 50% yaitu dilihat dari hasil rapor 126 siswa yang di ambil dari 4 kelas. Dan untuk variabel X atau profesionalitas guru diambil dari presepsi siswa kelas IX pada SMP Negeri 11 Pasuruan,sejumlah 126 siswa.
Hasil dari penelitian diperoleh tingkat profesionalitasi Guru berada pada kategori tinggi (51,6%) dengan jumlah 61 siswa. Tingkat prestasi belajar siswa berada pada kategori sedang (79,3%) dengan jumlah 100 siswa. Hasil analisis regresi sederhana menghasilkan nilai Fhitung > Ftabel (0,418 < 4,08) dengan sig. 0,519 < 0,05 menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan profesionalitas guru terhadap prestasi belajar siswa dan dalam hal ini Ha ditolak.
ENGLISH:
A Completeness of students in learning depends on the way the teachers teach in the classroom. So that the professional teachers in the expert is needed for improving students’ achievement. However, the fact is there are still teachers who teach only for the demands of the profession and do not want to know how far the students absorb the knowledge it learns. There are still many isolated schools employ teachers who do not work in accordance with the field of their expert study, thus, many of them teach two to three in different lesson, it is very inefficient in the learning process. Since the beginning, the government has follow up this issue with the certification program, the government is conducting trainings related to teaching and learning in order to provide a professional teachers in Indonesia to educate the children of the nation. The researchers chose the object in SMP 11 Pasuruan since student achievement in the school grounds are still relatively low based on the view of the survey department of education in Pasuruan, and become dumping grounds when students are not enrolled in a favorite schools. Based on the statements above, then the statement of the problems are: (1) How the level of professionalism of teachers in these schools? (2) How the students' achievement? (3) Whether there are influences between the professionalism of teachers with student achievement?
The purpose of this study was (1) to know the level of the professionalism of the teachers in that junior high school, (2) to know the level of their students' learning achievement, and (3) to know the effect of the professionalism of the teachers on student achievement that at SMP Negeri 11 Pasuruan.
In this study, the researcher used a quantitative approach and manifold correlation with data analysis in the form of descriptive. The subjects of this study were teachers and students of SMP Negeri 11 Pasuruan. The sampling technique used is the sampling carried out by non-random sampling technique, a combination of purpose and accidental sampling. Therefore, the sampling for the variable Y or 250 students of class IX taken 50% is seen from the results report 126 students from the 4 classes. And for the variable X or the professionalism of teachers drawn from the perception of class IX students at SMP Negeri 11 Pasuruan, that is 126 students.
The results of the study showed that the levels of professionalism teachers at the high category (51.6%) with the number of 61 students. The level of student achievement in middle category (79.3%) with 100 students. The results of simple regression analysis resulted in the value of F> F table (0.418 <4.08) with sig. 0.519 <0.05 showed that there is no significant effect professionalism of teachers on student achievement and in this case, Ha was rejected.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Dalam berusaha tentunya mempunyai tujuan untuk di capai, seperti halnya kata “prestasi” harus melalui usaha yang dinamakan “belajar” untuk mendapatkan prestasi yang baik. Cronbach di dalam bukunya Educational psychology mengatakan bahwa : learning is shown by a change in behavior as a result of experience (cronbach,1954:47) jadi menurut cronbach belajar yang sebaikbaiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu si pelajar mempergunakan pancainderanya. Prestasi adalah suatu bentuk penilaian terakhir dari proses belajar mengajar selama masa yang di tentukan. Maksud penilaianpenilaian hasil pendidikan (belajar) itu ialah mengetahui sejauh manakah kemajuan anak didik. Hasil dari tindakan mengadakan penilaian itu lalu dinyatakan dalam suatu pendapat yang perumusannya bermacam-macam. Ada yang menggolongkan dengan menggunakan lambang huruf ada pula yang menggunakan skala angka 0 sampai dengan 10 dan ada yang memakai penilaian 0 sampai 100. Definisi prestasi belajar menurut abu ahmadi sebagai berikut : bila suatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untuk mengulanginya. Definisi tersebut bisa disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil usaha belajar yang menunjukkan ukuran keberhasilan yang dicapai dalam bentuk nilai. Di sekolah-sekolah negeri ataupun swasta pada umumnya menggunakan penilaian formatif dan sumatif dalam mengetahui satu persatu prestasi muridmuridnya. Penilaian formatif biasanya dilakukan setelah sub bab pelajaran selesai atau biasa dikenal oleh para murid adalah ulangan harian, untuk penilaian sumatif biasanya diberikan setiap akhir semester tujuannya untuk mengetahui pemahaman siswa selama pelajaran 1 semester. Jika dilihat dengan kasat mata pelaksanaan penilaian formatif dan sumatif ( pelaksanaan ulangan harian dan ujian akhir semester) tiap sekolah sama tidak membedakan negeri atau swasta semua melaksanakan penilaian tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan untuk peneliti, mengapa sebagian besar sekolah yang terpencil atau jauh dari kata standart nasional memiliki siswa dengan prestasi yang kurang?.
Salah satu faktor tercapainya prestasi belajar anak di sekolah adalah dengan melihat bagaimana cara guru menyampaikan pelajaran kepada siswanya. Pada hal ini profesionalitas mengajar guru di pertanyakan. Secara konseptual, unjuk kerja guru menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Johson, sebagaimana yang dikutip oleh MartinisYamin mencakup tiga aspek, yaitu; (a) kemampuan profesional, (b) kemampuan sosial, dan (c) kemampuan personal (pribadi) (Martinis Yamin ;2007). Berbagai macam metode yang digunakan guru untuk menyampaikan ilmunya, seperti Metode ceramah dan diskusi merupakan beberapa metode pengajaran guru yang umum digunakan untuk mengajar, metode ini disamping gampang diterapkan juga sangat efektif untuk memenuhi tujuan mengajar yaitu membuat siswa belajar. Metode ceramah merupakan metode klasik dimana penggunaannya sudah ada dari dulu, metode ini masih efektif digunakan pada situasi, kondisi dan mata pelajaran tertentu, sedangakan metode diskusi merupakan metode yang sangat disukai oleh peserta didik karena dengan metode ini meraka dapat mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang mereka miliki dengan topik materi pelajaran yang telah diberikan. Guru profesional yang dimaksud adalah guru yang berkualitas, berkompetensi, dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa yang nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik. Pada sekolah-sekolah yang berstandar internasional sudah menerapkan berbagai metode pelajaran di luar dari biasanya, karena para dewan guru di sekolah yang berstandart internasional ini di tuntut lebih kreatif dalam penyampaian di kelas. Sehingga para siswa di ajak untuk aktif dalam proses belajar mengajar.
 Menurut Kamal Muhammad mengemukakan bahwa guru atau pendidik adalah pemimpin sejati pembimbing dan pengarah yang bijaksana pencetak para tokoh dan pemimpin umat (maya dian;2008). Akan tetapi melihat realita yang ada di sekolah-sekolah swasta atau sekolah yang tidak memiliki standart internasional, keberadaan guru profesional sangat jauh dari apa yang dicita-citakan. Menjamurnya sekolah-sekolah yang rendah mutunya memberikan suatu isyarat bahwa guru profesional hanyalah sebuah wacana yang belum terrealisasi secara merata dalam seluruh pendidikan yang ada diIndonesia. Hal itu menimbulkan suatu keprihatinan yang tidak hanya datang dari kalangan akademisi,akan tetapi orang awam sekalipun ikut mengomentari ketidakberesan pendidikan dan tenaga pengajar yang ada. Kenyataan tersebut menggugah kalangan akademisi, sehingga mereka membuat perumusan untuk meningkatkan kualifikasi guru melalui pemberdayaan dan peningkatan profesionalisme guru dari pelatihan sampai dengan intruksi agar guru memiliki kualifikasi pendidikan minimal Strata1 (S1). Yang menjadi permasalahan baru di tahun ini adalah guru yang tidak memiliki sertifikasi atau belum mendapatkan sertifikasi memiliki cara pengajaran yang berbeda terhadap guru yang sudah mendapatkan sertifikasi. Untuk guru yang belum mendapatkan sertifikasi cara mengajarnya acak-acakan dan terkadang jarang masuk ke kelas karena para guru menganggap mereka tidak punya beban atas tuntutan pemerintah untuk lebih profesional dalam penyampaian di kelas. Masalah lain yang ditemukan penulis adalah, minimnya tenaga pengajar dalam suatu lembaga pendidikan juga memberikan celah seorang guru untuk mengajar yang tidak sesuai dengan keahliannya. Sehingga yang menjadi imbasnya adalah siswa sebagai anak didik tidak mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal. Padahal siswa ini adalah sasaran pendidikan yang dibentuk melalui bimbingan, keteladanan, bantuan, latihan, pengetahuan yang maksimal, kecakapan, keterampilan, nilai, sikap yang baik dari seorang guru. Maka hanya dengan seorang guru profesional hal tersebut dapat terwujud secara utuh, sehingga akan menciptakan kondisi yang menimbulkan kesadaran dan keseriusan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, apa yang disampaikan seorang guru akan berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Sebaliknya, jika hal diatas tidak terealisasi dengan baik, maka akan berakibat ketidak puasan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Tidak kompetennya seorang guru dalam penyampaian bahan ajar secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap hasil dari pembelajaran. Karena proses pembelajaran tidak hanya dapat tercapai dengan keberanian, melainkan faktor utamanya adalah kompetensi yang ada dalam pribadi seorang guru. Keterbatasan pengetahuan guru dalam penyampaian materi baik dalam hal metode ataupun penunjang pokok pembelajaran lainnya akan berpengaruh terhadap pembelajaran. Melihat wacana diatas, sangat terlihat bahwa untuk mencapai prestasi belajar yang baik salah satu faktornya membutuhkan guru yang profesional . Atas dasar wacana yang ada di lapangan, maka penulis ingin membuktikan apakah ada hubungan profesionalitas guru mempengaruhi prestasi belajar siswa dengan melakukan suatu penelitian.
 Berdasarkan dugaan penulis, pada umumnya kondisi sekolah yang ada masih terdapat guru yang belum profesional. Kompetensi guru yang ada di sekolah tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria sebagaimana yang diinginkan oleh persyaratan guru profesional. Oleh karena itu, pemerintah mengadakan program sertifikasi keguruan dengan mensyaratkan pengajar memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1 sesuai dengan bidangnya masingmasing.
Sekolah yang akan menjadi tempat penulis untuk meneliti ini memiliki ciri khas khusus dari sekolah-sekolah yang lain. SMP Negeri 11 ini mayoritas memiliki siswa yang tempat tinggalnya di pinggiran pantai dan memiliki tingkat kenakalan yang sangat tinggi. Sekolah ini dari tahun ketahun menjadi tempat pembuangan siswa yang tidak di terima di sekolah-sekolah favorit. SMP negeri 11 ini memiliki banyak tenaga guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya atau satu orang guru mengajar dua mata pelajaran. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan membahasnya dalam bentuk skripsi yang berjudul “PENGARUH PROFESIONALITAS GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 11 PASURUAN” Maka dari itu penulis ingin meneliti apakah ada hubungan yang signifikan antara profesionalitas guru terhadap prestasi belajar d SMP Negeri 11 Pasuruan.
B.     Rumusan Masalah
 Dari gambaran diatas,terdapat beberapa permasalahan yang bisa penulis ajukan,diantaranya:
1. Bagaimana tingkat profesionalitas guru di SMP Negeri 11 Pasuruan?
2. Bagaimana prestasi belajar siswa SMP Negeri 11 Pasuruan?
 3. Apakah ada pengaruh antara profesionalitas guru dengan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 11 Pasuruan?
 C. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis memiliki beberapa tujuan diantaranya:
1. Mengetahui tingkat profesionalitas guru di SMP Negeri 11 Pasuruan
2. Mengetahui prestasi belajar siswa SMP Negeri 11 Pasuruan
 3. Mengukur ada tidaknya pengaruh antara profesionalitas guru terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 11 Pasuruan.
D. Manfaat Penelitian
a. Manfaat teoritis Adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pengetahuan terhadap ilmu psikologi, khususnya psikologi pendidikan dan psikologi belajar dalam mengembangkan ilmu dibidang tersebut.
b. Manfaat Praktis 1. Bagi kepala sekolah dan guru-gur SMP Negeri 11 Pasuruan agar memahami seberapa pentingnya pengaruh profesionalitas guru terhadap prestasi siswa. Serta mampu membangkitkan semangat guru yang dirasa kurang profesional menjadi profesional. 2. Membantu sekolah menganalisis prestasi belajar seluruh siswa di SMP Negeri 11 Pasuruan. 3. Memberi manfaat bagi penulis sendiri untuk mengaplikasikan ilmuilmu psikologi yang telah di pelajari sebelumnya dalam pengerjaan skripsi ini. 


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Pengaruh profesionalitas guru terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 11 Pasuruan." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment