Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, August 19, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Analisis komunikasi pada brand community Sophie Paris dalam media sosial Facebook.

Abstract

INDONESIA:
Komunikasi sangatlah penting dalam suatu komunitas merek, karena faktor utama dalam brand community adalah pembentukan komunikasi. Hubungan komunikasi tersebut tidak perlu aktif, tetapi paling tidak keberadaannya dapat ditentukan. Hal ini berarti bahwa komunikasi yang terjadi dapat melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi dalam media sosial Facebook pada brand community Sophie Paris dan mengetahui komponen brand community apa saja yang muncul dalam komunikasi pada media sosial Facebook brand community Sophie Paris.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis paradigma struktural fungsional.Sumber data dari penelitian ini berupa postingan (dari Sophie Paris) dan teks-teks percakapan (antar member Sophie Paris dan dengan Sophie Paris sebagai gatekeeper) yang terdapat dalam media sosial Facebook, khususnya yang memuat tentang hal-hal yang berhubungan dengan komponen-komponen brand community, yakni Consciousness of Kind yang memiliki elemen legitimacy dan oppotional brand loyality, Rituals and Tradition, yang di dalamnya terdapat celebrating the history of the brand (merayakan sejarah merek), dan sharing brand stories(berbagi cerita merek), kemudian komponen yang terakhir Moral Responsibilitypada brand community Sophie Paris dalam kurun waktu dimulai dari tanggal 1 sampai dengan 28 Maret 2015.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi dalam media sosial Facebook pada brand community Sophie Paris adalah komunikasi massa,dengan temuan sebagai berikut; terdapat model komunikasi massa, yakni model penerimaan, terdapat ciri-ciri komunikasi massa, yakni anonimitas audience sertapenggunaan peralatan modern oleh komunikator (dalam hal ini adalah web) dan adanya ketidaksesuaian antara hal yang terdapat dalam teori yang menyebutkan bahwa komunikasi dalam komunikasi massa berlangsung satu arah, sedangkan dalam beberpa data ditemukan komunikasi dua arah.Adapun komponen brand community yang muncul dalam penelitian ini adalah Consciousness of Kind (kesadaran bersama) dengan indikator legitimacy serta Ritual and Tradition (ritual dan tradisi),yakni sharing brand stories, yang mana berbagi cerita pengalaman menggunakan produk adalah hal penting untuk menciptakan dan menjaga komunitas.Anonimitasaudience dalam komunikasi massa dapat masuk ke dalam dua komponen brand community yang muncul dalam penelitian ini, yakni Consciousness of KinddaRitual and Tradition disebabkan ketika berbagi cerita atau pengalaman menggunakan merek antar member maupun antara Sophie Paris dengan member tidak saling mengenal satu sama lain.
ENGLISH:
Communication is very important in a community brand, due to a main factor in the brand community is the establishment of communication. The relation of communication is not necessarily to be active, but at least its existence can be determined. This means that communication can occur through social media. This study aims to analyze communication on brand community of Sophie Paris in social media Facebook and know the components of brand community that appear in the communication on brand communityofSophie Paris insocial media Facebook.
The method used in this study is a qualitative method by using Critical Discourse Analysis approach in structural-functional paradigm. The data source from this study in the form of posts (Sophie Paris) and the texts of conversations (between the members and the Sophie Paris Sophie Paris as a gatekeeper) contained in the social media Facebook, especially that contains about matters related to the components of brand community, those are Consciousness of Kind that has elements of legitimacy and oppotional brand loyalty, Rituals and Tradition, in which there celebrating the history of the brand (celebrating the history of the brand), and sharing brand stories (share brand), then the last component is Moral Responsibility to the brand community of Sophie Paris starting from 1 to 28 March 2015.
The results of the study indicates that the communication occured on brand communityof Sophie Paris in the social media Facebook is mass communication, with the findings followed; there are models of mass communication, the acceptance model, there are characteristics of mass communication, the anonymity of the audience as well as the use of modern equipment by the communicator (web) and the discrepancy between the terms involved in the theory that communication in mass communication is one direction, whereas in some data has found two direction communication. The components of brand community that emerged in this study is the Consciousness of Kind (collective consciousness) with the indicator of legitimacy and Ritual and Tradition (ritual and tradition), those aresharing brand stories, which share the experience of using the product is important to create and maintain the community. Anonymity of audience in mass communication can be included into two components of brand community that emerged in this study, thoseare Consciousness of Kind and Ritual and Tradition caused when sharing a story or experience by using members of mere kantar nor between Sophie Paris and the members who do not know each other.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Pada abad 21, teknologi komunikasi telah memasuki era yang begitu dahsyat. Media sosial ataupun Jejaring sosial (social networking) menjadi fenomena yang cukup menarik untuk diteliti, karena dengan seiring perkembangannya segala macam aktifitas dan kegiatan dapat diterapkan, salah satunya sebagai media berkumpul dengan orang-orang yang memiliki hobby, kesukaan, bahkan visi dan misi yang sama. Intrenet sudah menjadi alat berkomunikasi dan berbagi informasi. Adanya jejaring sosial di internet, lalu lintas informasi menjadi tidak hanya satu arah tapi juga multiarah. Banyak sekali “percakapan” yang terjadi. Memasuki jejaring media sosial, berarti berkesempatan untuk terlibat dalam percakapan tadi, minimal mengetahui apa yang sedang dipercakapkan (Puspitasari, 2010:16). Media sosial dipahami sebagai sebuah bentuk baru berkomunikasi, merupakan sarana percakapan yang terjadi di internet dan ditopang oleh alat berupa aplikasi atau software.
Tidak seperti komunikasi di internet pada masa sebelumnya yang cenderung searah, komunikasi di media sosial kini bersifat interaktif, terbuka dan memungkinkan setiap orang untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Beberapa situs media sosial yang populer sekarang ini antara lain: blog, twitter, facebook, wikipedia, dan youtube. Jumlah pengguna media 2 sosial di Indonesia meningkat tajam dalam setahun ini. Hingga Maret 2010 dilaporkan jumlah pengguna Twitter di Indonesia mencapai lima juta akun. Saat ini, Indonesia pun merupakan negara dengan jumlah pengguna Facebook dan Twitter tertinggi di Asia (Puspitasari, 2010:4). Berbagai penelitian mengenai jejaring sosialpun telah banyak yang dilakukan, seperti halnya penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Niranti (2013) tentang Pola Perilaku Pengguna Facebook, yang merupakan sebuah studi deskriptif kualitatif tentang motivasi pengguna facebook dan dampaknya bagi kepribadian pengguna facebook di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas dalam komunitas facebook Tawangmangu Adem. Berdasarkan hasil penelitian yang telah Ia lakukan, dapat disimpulkan bahwa: (1) Motivasi dalam menggunakan facebook dari masing masing individu pastilah berbeda. Mereka memiliki dorongan berbeda dalam mengambil keputusan penggunaan facebook. Facebook sebagai jejaring sosial memang tujuan utamanya adalah untuk bersosialisasi dan menambah teman. Interaksi dengan teman dan guru selama ini dibatasi oleh waktu. Pelajar dan para remaja bisa mempunyai lebih anyak waktu untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman mereka. Dari hasil penelitian yang peneliti peroleh dapat diimpulkan bahwa facebook memanglah berguna untuk media komunikasi jarak jauh yang ampuh, karena tidak harus bertemu muka kita dapat berkomunikasi dengan orang yang kita inginkan. Pola perilaku remaja penggunanya masih nampak biasa saja seperti remaja pada umumnya. (2) Dampak yang ditimbulkan dalam penggunaan 3 facebook sangatlah beragam ada yang positif dan negatif seperti: a. Tidak dapat bersosialisasi dengan baik. Orang yang bermain facebook akan terfokus ke satu titik dan tidak dapat bermain dengan teman temanya, orang yang bermain Facebook akan terlalu asik bergabung dalam dunianya. b. Menambah teman, Facebook sebagai jejaring sosial memang tujuan utamanya adalah untuk bersosialisasi dan menambah teman. Adapun yang dimaksud dengan komunikasi massa adalah (ringkasan dari) komunikasi melalui media massa (communicating with media), atau komunikasi kepada banyak orang (massa) dengan menggunakan sarana media. Istilah massa dalam komunikasi massa berkaitan dengan media massa, kemudian pertanyaan yang muncul adalah media massa apa yang terdapat dalam komunikasi massa? Terdapat banyak versi tentang bentuk dari media massa dalam komunikasi massa, namun dari sekian banyak versi tersebut dapat dikatakan media massa bentuknya antara lain media elektronik (televise, radio), media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), buku, dan film. Dalam perkembangan komunikasi massa yang sudah sangat modern dewasa ini, ada perkembangan tentang media massa, yakni ditemukannya internet. Akan tetapi, belum ada, untuk tidak mengatakan tidak ada, bentuk media dari definisi komunikasi massa yang memasukkan internet dalam media massa. Padahal, jika ditinjau dari fungsi, dan elemennya, internet jelas masuk dalam bentuk komunikasi massa. Dengan demikian, bentuk komunikasi massa bisa ditambah dengan internet (Nurudin, 2007: 5). 4 Pekembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih tidak dapat dipungkiri membawa pengaruh terhadap segala jenis perubahan. Sebagai contoh misalnya terdapat ungkapan yang meneyebutkan bahwa kecanggihan teknologi “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Pun demikian halnya dengan perilaku para pengguna media sosial, yang mana pada awalnya media sosial hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, kini telah banyak digunakan dan dimanfaatkan untuk keperluan yang lain seperti berbisnis ataupun sebagai media penyatu bagi komunitas berbagai hal, salah satunya brand community.
Istilah “brand community” pertama dikemukakan oleh Muniz & O‟Guinn (1995) dalam Association for Consumer Research Annual Conference in Minneapolis. Pada tahun 2001 artikel berjudul “brand community”dipublikasikan dalam jurnal penelitian konsumen (SSCI), mereka menjelaskan konsep brand community sebagai “suatu bentuk komunitas yang terspesialisasi, komunitas yang memiliki ikatan yang tidak berbasis pada ikatan secara geografis, namun lebih didasarkan pada seperangkat struktur hubungan sosial di antara penggemar merek tertentu”. Sophie Paris merupakan salah satu perusahaan fashion di Indonesia yang berbasis network marketing yang saat ini sudah merambah ke mancanegara. Sebagai perusahaan yang mengklaim sebagai perusahaan fashion no.1 di Indonesia, Sophie Paris tentunya memiliki berbagai sarana komunikasi yang dapat mempermudah konsumennya dalam mendapatkan informasi tentang berbagai produk mereka. Semua informasi tentang Sophie 5 Paris dapat diakses melalui melalui Sophie Mobile, website www.sopieparis.com, Facebook www.facebook.com/sophieparisindonesia, dan Twitter @sophie_paris. Berbagai media sosial tersebut memudahkan para konsumen Sophie Paris untuk mendapatkan informasi tentang produk dan berkomunikasi antar member ataupun anatar konsumen (Sophie, 2014). Hubungan antara komunitas dan kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dalam sebuah komunitas melalui banyak hal, salah satunya adalah komunikasi. Komunikasi merupakan bukti nyata dari sebuah komunitas pada setiap anggotanya. Berbagai aktivitas dapat menjadi sangat bernilai bagi konsumen dan di dalam aktivitas tersebut terjalin komunikasi antar konsumen. Komunikasi dapat menjadi media informasi bagi konsumen untuk mengetahui lebih banyak tentang produk. Sebuah komunitas merek, di dalamnya terdapat dimensi atau komponen-komponen brand community, diantaranya consciousness of kind, ritual and tradition, dan moral responsibility. Ritual dan tradisi juga nyata adanya dalam komunitas merek. Ritual dan tradisi mewakili proses sosial yang penting dimana arti dari komunitas itu adalah mengembangkan dan menyalurkan dalam komunitas. Beberapa diantaranya berkembang dan dimengerti oleh seluruh anggota komunitas, sementara yang lain lebih diterjemahkan dalam asal usulnya dan diaplikasikan. Ritual dan tradisi ini dipusatkan pada pengalaman dalam menggunakan merek dan berbagi cerita pada seluruh anggota komunitas. Seluruh komunitas merek bertemu dalam suatu proyek dimana dalam proyek ini ada beberapa bentuk upacara atau 6 tradisi. Ritual dan tradisi dalam komunitas merek ini berfungsi untuk mempertahankan tradisi budaya komunitas. Ritual dan tradisi yang dilakukan salah satunya adalah Sharing Brand Stories (berbagi cerita merek). Berbagi cerita pengalaman menggunakan produk merek adalah hal yang penting untuk menciptakan dan menjaga komunitas. Cerita berdasarkan pengalaman memberi arti khusus antar anggota komunitas, hal ini akan menimbulkan hubungan kedekatan dan rasa solidaritas antar anggota. Secara mendasar, komunitas menciptakan dan menceritakan kembali mitos tentang pengalaman apa yang dialaminya pada komunitas. Berbagi cerita merek adalah hal yang penting karena proses ini mengukuhkan kesadaran yang baik antara anggota dan merek yang memberikan kontribusi pada komunitas. Hal ini juga membantu dalam pembelajaran nilai-nilai umum. Lebih lanjut, dengan berbagai komentar dengan anggota komunitas lainnya, maka salah satu anggota akan merasa lebih aman didalamnya, pemahaman bahwa ada banyak anggota yang juga merasakanpengalaman yang sama. Ini adalah keuntungan utama dalam komunitas. Hal ini juga membantu melestarikan warisan sehingga merek tetap hidup dari budaya dan komunitas mereka.
Dalam semua komunitas, teks dan simbol yang kuat adalah yang mewakili budaya kelompok. Teks dan simbol sejatinya merupakan esensi terpenting dalam sebuah komunikasi. Dengan berkomunikasi maka sebenarnya kita melakukan pertukaran simbol, maupun budaya (Muniz & Guin, 2001). Penelitian terdahulu tetang Brand Community salah satunya seperti yang dilakukan oleh Palupi (2003) tentang Analisis Interaksi Brand 7 Community Sgloverz Yogyakarta Dengan PO. Sumber Group. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) hubungan yang terjalin antar anggota brand community SGLoverz Yogyakarta adalah hubungan yang berdasarkan kebersamaan dan kekeluargaan, (2) hubungan yang terjalin antar anggota brand community SGLoverz secara menyeluruh jugamerupakan hubungan yang berdasarkan kebersamaan dan kekeluargaan, (3) hubungan yang terjalinantara SGLoverzsebagai brand community dengan PO. Sumber Group sebagai perusahaan pemilik mereka adalah hubungan dua arah, di mana keduabelahpihak saling menerima dan saling mendukung. Penelitian ini juga dapat membuktikan bahwa brand community tidak hanya dapat digunakan sebagai media promosi suatu merek tetapi dapat pula digunakan sebagai media untuk mengubah citra merek (brand image). Dalam era modern seperti sekarang ini, manusia seperti bergerak sangat cepat. Bukan manusianya yang bergerak sebenarnya, akan tetapi komunikasinya. Di zaman dahulu komunikasi membutuhkan waktu yang cukup lama atau terhambat, contohnya saja ketika berkirim surat, perlu beberapa hari untuk surat sampai ke tangan orang yang kita kirimi surat, juga butuh beberapa hari lagi untuk menerima balasannya. Perkembangan teknologi seolah membuat komunikasi bisa tersampaikan bahkan dalam hitungan detik, maka dari itu sangat efisien dari segi hal pengiriman, dan tentunya juga efektif. Media komunikasi juga sangat berperan dalam komunikasi yang efisien, karena menjadi medium yang memproduksi maupun mendistribusikan informasi. Media komunikasi menjadi 8 perpanjangan ekstensi manusia untuk mengadakan komunikasi guna berhubungan dengan lingkungannya. Facebook, merupakan salah satu media komunikasi yang sangat popular dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Menurut www.checkfacebook.com pada awal tahun 2011 Indonesia masuk dalam 3 negara pengguna Facebook terbesar di dunia, yaitu 32.129.460 pengguna. Posisi tersebut berada di bawah urutan pertama negara pembuatnya yaitu Amerika Serikat yang memiliki 146.805.000 pengguna. Ini berarti Indonesia melewati Inggris yang sebelumnya berada di atas Indonesia dengan memiliki 28.661.600 pengguna (Puspitasari, 2010:16). Hampir seluruh lapisan masyarakat pada saat ini mengetahui, dan menggunakan akun media sosial yang satu ini. Tak heran jika kepopularan Facebook membuat banyak penulis menjadikannya sebagai bahan utama untuk yang kemudian disajikan menjadi sebuah buku dan bahan bacaan yang menarik. Salah satu penulis yang menjadikan Facebook sebagai tema besar dalam sebuah bukunya adalah Nurudin. Melalui bukunya yang berjudul Tuhan Baru Masyarakat Cyber di Era Digital, Nurudin menyampaikan tentang kilas balik kehidupan media massa dengan beberapa contoh kasus yang disertakannya. Pembaca seolah dibuat penasaran dengan istilah „Tuhan Baru” dalam judul besar bukunya. Penulis mengakronimkan Facebook sebagai Tuhan Baru masyarakat cyber. Seolah berkaca dengan perkembangan zaman yang serba canggih seperti saat ini, masyarakat yang terhipnotis dengan dunia maya menganggap bahwa Facebook adalah Tuhannya. Tempat 9 mengadu dan bercerita. Namun, penulis mengharapkan kita (pengguna sosial media terutama Facebook) untuk menggunakan Facebook sewajarnya saja.
 Jadi, manfaat dan tidak manfaat Facebook sangat bergantung dengan si pengguna. Penulis juga menyebutkan bahwa perilaku pengguna Facebook seperti menulis dan memberitahu bahwa dirinya melakukan hal-hal yang dianggap keren, meng-upload foto dengan gaya narsis di tempat-tempat yang mereka anggap cool atau bergengsi untuk menumbuhkan sebuah citra tertentu merupakan salah satu perilaku braggadocian behavior (braggart berarti pembual atau penyombong). Diakui atau tidak, media sosial telah mengubah, memandu, memilihkan apa yang harus dilakukan manusia dan apa yang tidak. Tak heran jika kita tengah menumbuhkan Tuhan baru dalam diri sendiri. Buku Tuhan Baru Masyarakat Cyber adalah kumpulan tulisan tentang media massa yang dimuat di koran, blog, atau tulisan lepas saya dalam beberapa tahun terakhir. Semua orang tahu media massa ialah alat penghubung antara masyarakat satu dengan masyarakat lain melalui penyampaian informasi.
Dengan media massa lah, seseorang dapat mengetahui informasi sekalipun itu dalam lingkup wilayah yang kecil. Di zaman yang serba canggih ini, media massa sudah tidak asing lagi di telinga kita . Bahkan peran media massa yang semula hanya penyampaian informasi kini menjadi multifungsi. Adapun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan komunikasi dalam media massa tentang analisis wacana salah satunya seperti pada penelitian Khurivati (2013) yang berjudul Analisis Wacana Pada Teks Berita 10 Tuntutan Pembubaran FPI Pada SKH Kompas Edisi Februari 2012. Hasil dari penelitian tersebut bahwa Kompas terkesan berhati-hati dalam setiap berita yang dipublikasikannya. Pemarjinalan berita yang terjadi pada Kompas tidak secara langsung memojokkan FPI. Strategi eksklusi tidak terlalu digunakan, hal ini menunjukkkan bahwa kompas cederung tidak mengeluakan aktor yang bersangkutan (FPI). Pemberitaan pada Kompas, sering menggunakan strategi inklusi dimana FPI hanya ditampilkan sebagai ormas yang bertindak anarkis dalam melakukan aksinya. Kompas tidak menyebutkan kegiatan FPI yang bersifat positif seperti kegiatan sosial. Dalam pemberitan ini, Kompas cenderung menyoroti sikap aparat yang bertindak aktif dan sigap. Shafer dalam Muniz, Guinn (2001) menyebutkan bahwa faktor utama dalam brand community adalah pembentuk komunikasi. Hubungan komunikasi tersebut tidaklah perlu aktif tetapi paling tidak keberadaannya dapat ditemukan. Hal ini berarti bahwa komunikasi yang terjadi salah satunya dapat melalui media sosial. Melihat pentingnya komunikasi dalam sebuah komunitas merek salah satunya melalui media sosial Facebook, menarik perhatian peneliti untuk mengetahui dan menganalisa tentang komunikasi yang terjadi dalam media sosial Facebook pada brand community Sophie Paris. Penelitian ini berbeda dengan penelitian brand community sebelumnya dari Palupi (2003), yang mana hal yang dianalisis dalam penelitian ini adalah komunikasi, sedangkan dalam penelitian terhadulu hal yang dianalisis adalah bentuk interaksi. Perbedaan lain adalah subjek atau sumber data dalam penelitian ini adalah postingan (dari Sophie Paris) dan teks-teks percakapan 11 (antar member Sophie Paris dan dengan Sophie Paris sebagai gatekeeper) yang terdapat dalam media sosial Facebook, bukan dari sebuah komunitas merek yang berada pada suatu daerah tertentu seperti pada penelitian sebelumnya. Hal ini juga yang menjadi pembeda antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya tentang analisis wacana dari Khurivati (2012), yang mana suber data dalam penelitian terdahulu berasal dari media massa Kompas (surat kabar), sedangkan dalam penelitian ini menggunakan media sosial Facebook yang digunakan sebagai sarana komunikasi antar member atau anggota brand community.
B. Rumusan Masalah
 1. Bagaimana komunikasi dalam media sosial Facebook pada brand community Sophie Paris?
 2. Komponen brand community apa saja yang muncul dalam komunikasi pada media sosial Facebook brand community Sophie Paris?
 C. Tujuan Penelitian
 Adapun tujuan penelitian ini adalah menjawab rumusan masalah yakni :
1. Mengetahui komunikasi dalam media sosial Facebook pada brand community Sophie Paris 2. Mengetahui komponen brand community yang muncul dalam komunikasi pada media sosial Facebook brand community Sophie Paris
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan mampu melihat bagaimana pola komunikasi para anggota brand community (Sophie Paris) yang terjadi dalam media sosial Facebook serta mengetahui komponen brand community apa saja yang muncul dalam komunikasi pada media sosial Facebook brand community tersebut.
2. Manfaat praktis Diharapkan nantinya penelitian ini mampu dijadikan bahan pertimbangan atau masukan bagi perusahaan dalam menetapkan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka khususnya melalui media sosial, dan diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya. 
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Analisis komunikasi pada brand community Sophie Paris dalam media sosial Facebook." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment