Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, August 19, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Psikologi:Hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban

Abstract

INDONESIA:
Dukungan sosial adalah informasi atau bantuan yang diberikan oleh individu kepada individu lain. Sedangkan kecemasan adalah ketakutan atau emosi yang tidak menyenangkan ditandai dengan gejala kekhawatiran dalam situasi yang tertekan. Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan skripsi. Akan tetapi skripsi dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi mahasiswa. Hal ini sesuai yang dialami oleh subjek dalam tempat penelitian yaitu terjadi penolakan judul berkali-kali, revisi berkali-kali, dan tekanan terhadap batas waktu penyelesaian skripsi. Maka dari itu mahasiswa akan mengalami kecemasan yaitu dengan menunjukkan gejala perilaku berupa kebingungan, pusing, ide-ide dalam pikiran hilang, mengeluh, tidak ada rasa percaya diri, dan lebih sensitif. Fakta-fakta yang ada dilapangan berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Walker (dalam Talamati, 2012) yaitu psychological well-being pada mahasiswa akan semakin meningkat ketika mereka mulai memasuki tahun senior. Hal ini menunjukkan bahwa tingkatan akademik membuat individu lebih sejahtera. Oleh karena itu kecemasan dalam mengerjakan skripsi dalam tempat penelitian dirasa perlu diberikan dukungan sosial.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat dukungan sosial dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban, (2) untuk mengetahui tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban, (3) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) NU Tuban.
Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif, yaitu dengan melakukan uji instrumen rasch model dan analisis data deskriptif serta korelasi product moment. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan skala. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel populasi, yaitu 78 mahasiswa.
Hasil penelitian mengatakan bahwa tingkat dukungan sosial Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) NU Tuban pada kategori tinggi, tingkat kecemasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nu Tuban pada kategori sedang, dan hasil korelasi product moment r=-0,242 dan p=0,033 (p<0,05), hal ini berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) NU Tuban, dan dukungan sosial memberikan sumbangsih 6% pada kecemasan. Hubungan antara aspek Tangiabel Support adalah r=-0,285 dan p=0,012 (p<0,05), ada hubungan yang signifikan dan memberikan sumbangsih sebesar 8%. Hubungan antara aspek Apparisal Supoort r=-0,080 dan p=0,488, hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Hubungan antara aspek Belonging Support r=-0,137 dan p=0,230, hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Hubungan antara aspek Self Esteem Support r=-0,423 dan p=0,000 (p<0,01), hal ini berarti ada hubungan yang signifikan dan memberikan sumbangsih 18%.
ENGLISH:
Social support is the information or assistance provided by an individual to another individual. Anxiety is a fear or unpleasant emotions that are marked by symptoms of concern in situations of distress. Students in their last year of college required to completing a thesis. However, the thesis is considered a frightening course for the students. The subjects in this research faced the title’s rejection many times, the seemed un-ending revision, and the pressure of thesis’ deadline. Therefore students will experience anxiety, i.e. by demonstrating behavior symptoms of confusion, dizziness, lack of ideas, complains, no confidence, and more sensitive. The fact is, this situation is different with the results of research conducted by Walker (in Talamati, 2012), that stated that psychological well-being in college students will increase when they began entering senior year; the result indicated that the level of academic year is equal with the students’ well being. Therefore, the research location is reasonably plays a big part in the given social support to students that has anxiety in doing thesis.
The purpose of this research are (1) to find out the level of social support in working on a thesis in college students of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban, (2) to determine the level of anxiety in doing thesis on the students of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban, (3) to determine the relationship between social support and the level anxiety in doing a thesis on students of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) NU Tuban.
This study used quantitative methods, namely by doing a test instrument rasch model data, doing analysis of descriptive data and finding correlation product moment. The data was collected by doing interviews, observation, and scale. The sampling technique in the study was conducted using a sample of a population, i.e., 78 students.
The research showed that the level of social support of students of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) NU Tuban was high, the levels of anxiety of student (Stikes) Nu Tuban was mediocre, and the product moment correlation r =-0,242 and p = 0,033 (p < 0.05); it means there is a significant negative relationship between social support with the anxiety of students of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan and social support provided a contribution of 6% on anxiety level. The relationship between aspects of the Tangiabel Support was r =-0,285 and p = 0.012 (p < 0.05), there was a significant relationship that gave a contribution of 8%. The relationship between aspects of the Apparisal Supoort r = -0,080 and p=0,488, this meant there is no significant relationship. The relationship between aspects of Belonging Support r = -0,137 and p = 0,230, this means there is no significant relationship. The relationship between aspects of Self Esteem Support r = -0,423 and p = 0.000 (p < 0.01), this means there is a significant relationship and provide a contribution of 18%.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
 Pendidikan merupakan dasar utama dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pendidikan pada hakikatnya adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial. Pendidikan merupakan dasar utama dalam mengembangkan diri, juga merupakan sarana utama dalam mengembangkan karir. Untuk mendapatkan karir atau kedudukan dalam pekerjaan yang tinggi, harus mempunyai pendidikan yang memadai (Rachmat, 2009: 1) Mahasiswa sebagai anggota dari sebuah lembaga pendidikan tinggi dituntut untuk memiliki kemandirian dan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas akademik yang telah ditetapkan, guna mencapai kompetensi lulusan yang diharapakan oleh perguruan tinggi yang menjadi tempat untuk menuntut ilmu. Tugas akademik tersebut di antaranya adalah penyelesaian dan pencapaian beban studi yang ditetapkan, penyelesaian tugas kuliah, praktikum dan penyusunan skripsi. Mengingat skripsi merupakan salah satu syarat utama bagi seorang mahasiswa untuk memperoleh gelar kesarjanaan, dan di situlah sebenarnya akar permasalahannya muncul, dimana tidak semua mahasiswa mempunyai kesiapan ketika menghadapi tugas akhir tersebut. Namun justru sebagian mahasiswa masih menganggap bahwa skripsi merupakan musuh yang cukup menakutkan (Marseto & Bachtiar, 2007). 2 Menurut Rachmat (2009: 1) Mahasiswa harus menempuh masa studi yaitu dengan menulis atau menyusun skripsi. Penyusunan skripsi wajib dilakukan karena merupakan proses persyaratan untuk mencapai gelar sarjana. Penyusunan skripsi biasanya menjadi fase stres tersendiri di kalangan mahasiswa. Ini terjadi bukan hanya karena banyak yang beranggapan bahwa menyusun skripsi itu menakutkan tetapi juga karena dalam menyusun skripsi mahasiswa harus menyiapkan judul, latar belakang masalah, ganti judul, revisi, pembuatan instrumen, dan lain-lain. Sehingga proses tersebut membuat mahasiswa mengalami kecemasan dalam mengerjakan skripsi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Santoso dkk., (dalam Marseto & Bachtiar, 2007) menemukan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi pada mahasiswa muncul ketika akan berkonsultasi dengan dosen-dosen, hal itu membuat mahasiswa merasa tertekan setiap akan atau sedang berkonsultasi dengan dosen tersebut. Kondisi tersebut tentu saja menghambat proses pembuatan skripsi, bahkan bisa membuat mahasiswa tidak mau mengerjakan skripsi mereka. Menurut Atkinson, dkk., (dalam Safaria & Saputra, 2012: 49) kecemasan adalah emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan gejala kekhawatiran dan perasaan takut. Sedangkan menurut Ramaiah (2003: 10) menjelaskan bahwa kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Berdasarkan penjelasan diatas, mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi akan mengalami kecemasan yaitu ketika menyelesaikan tugas mata kuliah lain diluar skripsi, melaksanakan ekstra diluar kuliah, mengikuti UAS, dan revisi penulisan skripsi dalam waktu yang bersamaan. 3 Dalam pembuatan skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban, langkah awal yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah mengajukan judul dengan membuat sinopsis. Akan tetapi, dalam pengajuan judul tersebut hanya terdapat empat mahasiswa yang diterima judulnya, dan tersisa 94 mahasiswa. Sedangkan waktu yang diberikan oleh pihak kampus hanya tiga bulan masa pembuatan proposal skripsi. Beriringnya waktu satu bulan, masih tersisa 20 mahasiswa yang belum di terima judulnya. Hal ini membuat para mahasiswa merasa cemas yaitu merasa bingung apa yang harus ditulis dalam skripsinya, merasa rendah diri, kepercayaan diri menurun, tidak bisa berpikir terbuka merasa pikirannya buntu sehingga ide-ide tidak bisa dituangkan dalam skripsi, putus asa, dan khawatir dalam menyelesaikan skripsi nantinya akan lancar ataukah tidak, serta ketakutan dan kekhawatiran akan ditinggal dalam praklinik dan profesi (Wawancara 1 & 2, Narasumber 1, 09-10 September dan 26 Oktober, 2014). Kecemasan menimbulkan tiga reaksi yaitu pertama, reaksi emosional berupa perilaku seperti ketegangan, sedih, mencela diri sendiri atau orang lain.
Kedua, reaksi kognitif berupa kurang bisa berikiran jernih, dan reaksi fisiologis berupa tekanan darah meningkat, pusing, jantung berdetak lebih kencang (Safaria & Saputra, 2012: 55). Seperti halnya yang terjadi dari hasil observasi dan wawancara di Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (STIKES) NU Tuban pada beberapa mahasiswa, yang sedang mengerjakan skripsi setiap kali merasa cemas saat mengerjakan skrispi antara lain, pusing, tegang, takut, dan kurang bisa berpikiran jernih, sehingga ide-ide yang ada didalam kepala tidak dapat dituangkan dengan baik. 4 Kendala-kendala yang dialami oleh mahasiwa yang sedang mengerjakan skripsi bervariasi sehingga membuat mahasiswa merasa terbebani dan cemas, yaitu dengan kesulitannya mendapatkan referensi terkait dengan teori-teori dalam mengerjakan skripsi, kesulitan dalam menulis skripsi dengan benar, dan terdapat mata kuliah lain yang masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Kendala kendala tersebut membuat mahasiswa selalu memikirkan tentang skripsi dan tugas lainnya, dan sampai tidurpun tidak tenang (Wawancara 3, Narasumber 2, 27 Oktober, 2014). Mengingat juga bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban memiliki beban studi yang lebih banyak dan memerlukan tenaga yang besar untuk menyelesaikannya, yaitu harus melaksanakan praktik dalam masa pengerjaan skripsi, melaksanakan praktikum, membuat rancangan keperawatan dari berbagai kemungkinan penyakit, dan menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari dalam perkuliahan (Wawancara 4, Narasumber 3, 27 Oktober, 2014). Sehingga, fakta-fakta diatas yang menyebabkan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban. Selain itu, fakta kecemasan yang terjadi di STIKES NU Tuban tidak sesuai dengan misi sekolah tinggi yaitu: meningkatkan kompetensi civitas akademika dalam penelitian, pengabdian masyarakat berdasarkan ipteq dan imteq. Jadi sesuai dengan misi sekolah tinggi yang hendak dicapai harusnya STIKES NU Tuban mampu meningkatkan kompetensi civitas akademika dalam penelitian, pengabdian masyarakat berdasarkan ipteq dan imteq dan tidak memberikan waktu pengerjaan proposal skripsi dalam waktu tiga bulan saja dengan segala konsekuensi apabila terdapat keterlambatan sehingga menimbulkan kecemasan 5 bagi mahasiswa. Tetapi, sebaliknya di STIKES NU Tuban banyak mahasiswa yang mengalami kecemasan. Maka dari itu secara tidak langsung akan mengakibatkan lulusan mahasiswa STIKES NU Tuban tidak sesuai dengan misi sekolah tinggi yang ingin dicapai.
Fakta-fakta yang ada dilapangan juga berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Walker (dalam Talamati, 2012) yaitu psychological wellbeing pada mahasiswa akan semakin meningkat ketika mereka mulai memasuki tahun senior. Hal ini menunjukkan bahwa tingkatan akademik membuat individu lebih sejahtera. Berdasarkan kendala-kendala dan kecemasan yang dialami oleh mahasiswa, maka mahasiswa dalam mengerjakan skripsi membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang lain, yaitu dari orang tua, teman, dosen pembimbing, maupun dosen-dosen yang lain agar kendala-kedala dan kecemasan tersebut dapat diatasi dengan tepat dan baik. Dukungan sosial akan menjadikan kendala-kendala tersebut lebih ringan, mahasiswa yang cemas akan merasa lebih tenang, sehingga menjadikan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi lebih semangat, lebih tenang, lebih bisa terarah. Dukungan sosial juga akan membuat mahasiswa merasa diperhatikan, dicintai dan bernilai sehingga mengurangi tingkat kecemasannya. Pernyataan diatas diperkuat oleh pendapat menurut Saroson, dkk., (dalam Rachmat, 2009: 4) bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan yaitu keyakinan diri, dukungan sosial dan modeling. Menurut Sari & Kuncoro (dalam Apollo & Cahyadi, 2012: 261), faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan antara lain keadaan pribadi individu, tingkat pendidikan, pengalaman yang tidak menyenangkan, dan dukungan sosial. 6 Menurut King (2012: 226) dukungan sosial adalah informasi atau umpan balik dari orang lain yang menunjukkan bahwa seseorang dicintai dan diperhatikan, diharga, dan dihormati, dan dilibatkan dalam jaringan komunikasi dan kewajiban yang timbal balik. Pemberian dukungan sosial dapat berasal dari pasangan atau patner, anggota keluarga, kawan, kontak sosial dan masyarakat, teman sekelompok, jamaah gereja atau masjid, dan teman kerja atau atasan anda di tempat kerja (Taylor, dkk., 2009: 555). Menurut Apollo & Cahyadi (2012: 261) manfaat dukungan sosial adalah mengurangi kecemasan, depresi, dan simtom-simtom gangguan tubuh bagi orang yang mengalami stress dalam pekerjaan. Oleh karena itu dukungan sosial sangatlah penting dalam hal untuk mereduksi kecemasan yang dialami oleh individu.
Menurut penelitian terdahulu, yaitu penelitian tentang hubungan dukungan sosial dengan kecemasan. Dengan diberikannya dukungan sosial dari individu ke individu lain, yaitu berupa kasih sayang, perhatian, menciptakan suasana yang enak, sehingga individu akan merasa dicintai dan kecemasan akan menurun (Maharani & Fachrurrozi, 2008). Sedangkan menurut Smet (1994: 139) semakin tinggi dukungan sosial akan mengurangi dampak penyakit yaitu meningkatkan kesehatan, begitu pula dengan kecemasan juga semakin rendah. Oleh karena itu, berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dirasa perlu untuk dilakukan penelitian di STIKES NU Tuban yaitu hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban.
 B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tingkat dukungan sosial dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) NU tuban? 2. Bagaimana tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) NU tuban? 3. Adakah hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) NU tuban?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui tingkat dukungan sosial dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) NU tuban 2. Mengetahui tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) NU tuban 3. Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) NU tuban D. Manfaat Penelitian
 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Secara Teoritis :
1. Peneliti ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap keilmuan psikologi khusunya yang berkaitan dengan penelitian ini adalah psikologi klinis dan pendidikan. 2. Sebagai referensi tambahan bagi peneliti lain dalam menggali secara mendalam tentang hubungan Dukungan Sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban. Secara Praktis : 1. Bagi Peneliti Penelitian ini memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan ilmiah khusunya dalam hal yang terkait dengan hubungan Dukungan Sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban.
2. Bagi Peneliti Lain Hasil penelitian dapat dipakai bahan perbandingan atau bahan acuan untuk penelitian yang sama di masa yang akan datang, juga dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi yang membutuhkan.
 3. Pihak Fakultas Psikologi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kepada fakultas, khusunya fakultas psikologi dalam memberikan pelatihan dan bimbingan pada mahasiswa asing yang melaksanakan studi di fakultas psikologi, dan memperoleh hasil penelitian yang lebih bervariasi.

4. Pihak Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk penyelenggaraan program penyetaraan bahasa dan pemahaman budaya pada mahasiswa asing yang akan melaksanakan studi di UIN Maliki 9 Malang dan mengembangkan dan memperbanyak riset dikalangan mahasiswa yang melaksanakan studi di UIN Maliki Malang. 5. Pihak Lembaga Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan pembelajaran dalam Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban. 

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" :Hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment