Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Sunday, April 23, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan Pelanggan: Studi pada Sardo Swalayan Kota Malang

Abstract

INDONESIA:
Keberhasilan sebuah perusahaan tergantung kepada beberapa komponen yang saling berkaitan dan saling mendukungsatu sama lain. Komponen tersebut adalah kulaitas pelayanan dan kepuasan pelanggan, ada lima dimensi karakteristik yang di gunakan untuk mengukur dan menilai sejauh mana perusahaan mampu memberikan kualitas pelayanan terkait dengan kepuasan pelanggannya, yaitu: tangible, reliability,responsibility, assurancedan emphaty. Kualitas pelayana merupakan harapan konsumen tentang pelayanan dan persepsi yang mmerika terima yang berhubungan dengan pelayanan tersebut. Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa pelanggan yang muncul setelah membandingkan persepsi yang mereka terima dengan harapan mereka. Pelayanan dirasa memuaskan aapabila pelayanan yang diterimah sesuai dengan harapan pelanggan. Sebaliknya, pelayanan dirasa tidak memuaskan apabila pelayanan yang diterima dibawah harapan pelanggan. Pelayanan yang baik dan berkualitas harus diberikan oleh perusahaan guna menarik konsumen baru maupun mempertahankan konsumen.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan mengunakan data primer dan sekunder. Model analisis mengunakan uji asumsi klasik terdiri dari uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, uji non-autokorelasi dan uji normalitas. Dilanjutkan dengan uji hipotesis mengunakan uji f (simultan), uji t (parsial).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kualitas pelayanan yang terdiri dari lima variabel yaitu tangible (X1), Reliablity (X2), Responsibility (X3), Assurance (X4) dan Emphaty (X5). Secara simultsn berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dan secara parsial tangible (X1), Reliablity (X2), Responsibility (X3), Assurance (X4) dan Emphaty (X5). Mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dan koefisien determinan sebesar 0,044 menunjukkan bhwa kualitas pelayanan di Sardo Swalayan Kota Malang sangat memuaskan
ENGLISH:
The success of a company depends on several interrelated components and supporting each other. The components are quality service and customer satisfaction, there are five dimensions characteristic that is used to measure and assess the extent to which the company is able to provide the quality of service associated with its customer satisfaction, namely: tangible, reliability, responsibility, assurance and empathy. Quality of service is the consumer expectations and perceptions about the service they received related to such services. Customer satisfaction is feeling happy or disappointed customers who emerged after comparing the perception that they receive to their expectations. Service is considered satisfactory when everything that can be of service in accordance with customer expectations. Conversely, if the services are found to be satisfactory services received under the customer's expectations. Good service and quality to be provided by the company to attract new customers and retain consumers.
This research is a quantitative study, by using primary and secondary data. Analysis model using the classical assumption test consists of a test multicollinearity, heteroscedasticity test, test and test the autocorrelation of non-normality. Followed by hypothesis testing using test f (simultaneous), t test (partial).

The results showed that, quality of service which consists of five variables: tangible (X1), reliablity (X2), Responsibility (X3), Assurance (X4) and Empathy (X5). Simultaneously significant effect on customer satisfaction. And partially tangible (X1), reliablity (X2), Responsibility (X3), Assurance (X4) and Empathy (X5). Have a significant influence on customer satisfaction. And determinant coefficient of 0.044 indicates that the quality of service in Sardo Malang Mini market very satisfactory
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Kepuasan pelanggan merupakan hal terpenting yang di gunakan untuk menarik konsumen di masa sekarang ini. Hal tersebut juga sangat di butuhkan oleh perusahaan – perusahaan sekarang seperti perusahan retail. Pengertian retail menurut Kotler dalam buku pemasaran jilid 2 (2000) adalah semua aktivitas yang dilakukan untuk menjual barang atau jasa kepada konsumen akhir bagi penggunaan pribadi dan bukan untuk bisnis. Dimana untuk menarik pelanggan diperlukan di perlukan kualitas pelayanan. yang baik sehingga dapat menimbulkan kepuasan dari konsumen. Hal ini mengakibatkan persaingan antar perusahaan retail menjadi sangat ketat karena setiap perusahaan berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Dengan adanya beberapa mall dan pasar swalayan ( supermarket) yang lokasinya berada dalam satu kawasan, maka dengan sendirinya akan melahirkan pesaing yang ketat untuk merebut pengunjung dan pembeli. Selain itu persaingan juga datAng dari beberapa pedagang eceran di pasar – pasar tradisional dan tokoh tokoh yang tersebar pada wilayah yang sama. Sardo swalayan merupakan salah satu retail yang megah di antara beberapa retail yang ada dikota malang . dalam gerak operasionalnya 2 sehari- hari, sardo swalayan sebagai pusat pembelanjaan yang menyediakan berbagai aneka barang dan jasa dengan berbagai jenis, merk, dan ukuran pada tingkat harga yang bervariasi.
Alasan memilih obyek ini adalah toko yang termasuk dalam katagori pasar modern dimana konsumen dapat mengambil sendiri barang-barang yang akan mereka beli, namun tidak semua semua jenis barang bisa diambil sendiri oleh konsumen sehingga konsumen konsumen harus meminta bantuan kepada pramuniaga. Selain itu, toko ini juga tidak membatasi kualitas barang yang yang akan dibeli konsuemen. Harga jual barang di tokoh ini juga relatif murah sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Masyarakat yang menjadikan harga sebagai pertimbangan, lebih memilih belanja di toko ini karena dapat menghemat pengeluaran. Keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produknya sangat di tentukan oleh ketepatan strategi yang dipakai. Dalam menentukan strategi pemasaran, pihak pemasar perlu mengkaji setiap karakteristik perilaku konsumen yang di implementasikan ke dalam harapan dan keinginannya. Dengan mengetahui alasan yang mendasar mengapa konsumen melakukan pembelian, maka dapat di ketahui strategi yang tepat untuk di gunakan Dengan kata lain pihak pemasaran harus mengaktualisasikan setiap harapan konsumen menjadi suatu kepuasan atas pelayanan yang di 3 berikan. Dimana hal tersebut merupakan kunci keberhasilan yang menjadikannya berbeda dari pesaingnya. Karena jika tidak demikian, maka perusahaan akan ditinggal oleh pelanggannya seperti pendapat yang di kemukakan dibawah ini Semakin disadari bahwa pelanggan merupakan asset bagi perusahaan. Dengan pemasaran yang semakin ketat tanpa memiliki pelanggan tetap perusahaan denga mudah mengalami resiko kemunduran dalam bisnisnya. Bahkan lebih ektrem lagi perusahaan akan mengalami kerugian ynag cukup besar dan ditinggalkan oleh pelanggan massie(1998). Dalam bisnis eceran, pelayanan harus dipandang sebagai satu kesatuan dari produk yang di tawarkan. Tanpa pemahaman seperti itu, sangat sulit suatu perusahaan untuk dapat memasuki persaingan yang semakin kompetitif.
 Sebagai suatu kemutlakan bagi setiap perusahaan dalam memasuki persaingan yang semakin kompetitif, konsumen harus di puaskan, dimana kepuasan konsumen akan tercipta manakala keinginan dan harapan dapat di wujudkan oleh perusahaan. Kualitas pelayanan yang maksimal, merupakan strategi yang tepat dalam mewujudkan setiap keinginan dan harapan tersebut. Tjiptono(2000) menemukan bahwa sepuluh dimensi yang ada dapat di ragukan menjadi lima dimensi pokok menyangkut masalah kualitas pelayanan yaitu: (1) kehandalan ( reliability), sebagai kemampuan 4 perusahaan dalam melaksanakan jasa yang dijanjikan secara tepat dan terpercaya,(2) daya tanggap ( reliability), yang menunjukkan kemauan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat dan tanggap. (3) jaminan (assurance), menunjukkan sejauh mana pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan menciptakan image atau resepsi yang baik bagi perusahaan, dengan menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan di benak konsumen terhadap perusahaan.(4) emapati (emphaty), sebagai syarat untuk peduli dan memberikan perhatian secara pribadi bagi pelanggan, dan (5) bukti fisik (tangible), berupa penampilan fasilitas fiisik, peralatan, personel, dan media komunikasi. Dimensi- dimensi inilah yang harus di perhatikan oleh retailer dalam bisnis eceran, sehingga berbagai pengalaman yang dapat mengakibatkan kegagalan tidak akan terjadi. Tidak sedikit pelanggan beralih ke produk yang sesuai dengan yang di harapkan. Apabila hal ini terjadi tentunya sangat merugikan perusahaan, dalam kegiatan operasinalnya . mengingat untuk mendaptkan pelanggan baru lebih besar biayanya, di bandingkan dengan pengorbanan dalam mempertahankan pelanggan pelanggan lama. Merupakan prioritas utama yang perlu di perhatikan dalam menilai pentingnya kualitas pelayanan suatu perusahaa, adalah sejauh mana pelayanan ini dapat menciptkan tingkat kepuasan semaksimal mungkin bagi konsumen. Karena itu pihak pemasar di dalam menetapkan suatu 5 kebijakan pelayanan, harus mengerti dan memahami setiap dimensi sebagai indikator yang di anggap penting dan diharapkan setiap konsumen, sehingga antara kebijakan pelayanan suatu perusahaan dengan keinginan dan harapan yang di dianggap penting oleh konsumen untuk dilaksanakan oleh perusahaan, tidak menimbulkan suatu kesenjangan.
Dalam arti, kualitas pelayanan harus sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh setiap konsumen. Pada tingkat kesesuaian yang semakin tinggi antara antara harapan denga kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan, di situlah tercipta nilai kepuasan yang maksimal. Hasil penelitian sebelumnya bagaimana di jelaskan oleh Wiyono dan Wahyuddin (2005) dalam studi tentang pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen di RS Islam Manisrenggo klaten menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara semua variabel kualitas pelayanan terhahap kepuasan konsumen di RS Maningsrenggo Klaten. Atmawa dan Wahyuddin (2004) melakukan penelitian terhadap 100 orang pelanggan Matahari Departement Store di solo Grand Mall. Hasil penelitian Atmawa dan Wahyuddin (2004) menunjukan bahwa variabel independen yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Dari hasil uji ekspestasi B atau Exp (B) diketahui bahwa kontribusi yang diberikan variabel empati terhadap kepuasan 6 konsumen yang paling besar dibandingkan variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, dan jaminan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil judul : “PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN ( Studi Kasus Sardo Swalayan Kota Malang )”
1.2  Rumusan Masalah
 Untuk mempertajam tujuan yang ingin diungkap dalam penelitian ini maka sebagai penegasan dari latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan:
1. Apakah kualitas pelayanan yang diberikan oleh Sardo Swalayan Kota Malang berpengaruh simultan terhadap kepuasan pelanggan?
 2. Apakah kualitas pelayanan yang diberikan oleh Sardo Swalayan Kota Malang berpengaruh parsial terhadap kepuasan pelanggan?
1.3 Tujuan Penelitian
2. Untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Sardo Swalayan Kota Malang berpengaruh simultan terhadap kepuasan pelanggan?
3. Untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Sardo Swalayan Kota Malang berpengaruh parsial terhadap kepuasan pelanggan?
1.4 manfaat penelitian
 1. Bagi Perusahaan Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagi pertimbangan untuk menentukan langkah yang sebaiknya diambil dalam mengatur strategi-strategi pemasaran di masa yang akan datang dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam hal pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan
2. Bagi Penulis Melalui penelitian ini di harapkan penulis dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari “ Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang” hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan
3. Bagi Pihak Lain Dapat dijadikan sebagai masukan untuk penelitian tentang pembelian ulang pada toko retail.
1.5 Batasan masalah

 Dalam penelitian ini perlu dibatasi ruang lingkup penelitian agar tidak terjadi penyimpangan sasaran.Maka penelitian ini dibatasi 8 pada pembahasan tentang pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan ( Studi pada Sardo Swalayan Kota Malang 
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan Pelanggan: Studi pada Sardo Swalayan Kota MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment