Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 26, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen: Analisis efisiensi pengendalian persediaan bahan baku dengan metode economic order quantity: Studi kasus pada home industri kecap Azafood di Kabupaten Blitar

Abstract

INDONESIA:
Bahan baku merupakan salah satu faktor yang penting dalam melakukan suatu produksi. Kekurangan bahan baku akan berakibat pada terhambatnya proses produksi, sedangkan kelebihan bahan baku akan berakibat pada membengkaknya biaya penyimpanan dan biaya lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut ada metode yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan metode Economic Quantity Order (EOQ). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efisiensi pengendalian persediaan bahan baku gula merah jika menggunakan EOQ (Economic Order Quantity).
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif pada industri kecap manis Azafood Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi dan wawancara. Adapun data yang digunakan adalah data pembelian bahan baku gula merah selama tiga periode mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 dan untuk menganalisis EOQ, Safety Stock dan Reorder Point.s
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian bahan baku gula merah menurut metode EOQ selama periode 2012-2014 lebih kecil dibandingkan dengan sistem yang dipakai industri Azafood yang ditemukan penghematan sebesar RP. 234.441.850 selama tiga periode mulai 2012 sampai tahun 2014. Biaya total persediaan menggunakan metode EOQ juga sangat kecil dalam pengendalian bahan baku dibandingkan dengan menggunakan metode yang digunakan Azafood. Sehingga disarankan industri kecap Azafood mempertimbangkan untuk melakukan metode EOQ karena dilihat dari sisi biaya total persediaan sangatlah kecil sekali dibandingkan dengan menggunakan model yang dipakai sebelumnya.
ENGLISH:
The premium material producing is one of factors that important on production. The lack of the premium material will cause the obstacle in production process, mean while the overbalance premium material will cause the expansion cost and the others. In order getting the solution of that problem, we can use the methode that known as Economic Methode quantity Order (EQQ). The purpose of this resesarch to understand how the efesiensi of controling the supply of sugar premium material which use Economic Quantity Order (EOQ).
This research categorized as qualitative descriptive approces in ketchup industry Azafood located in Kecamatan Wlingi Blitar Region. The data of this research use documentation method, observation and interview. The data use in analyzing is the receipt of buying sugar premium material for three period from 2012 up to 2014 dan analysis EOQ, Saftety Stock dan Recorder Point.
The reseaarch shows that the puchasing of sugar premium material according to EOQ Method from 2012-2014 l more less compare with the sistem that used in Azafood industry wich economical scale Rp. 234.441.850 for three period. The total cost of supply using method EOQ also moreless in controling the premium material compare with Azafood method. With the result that Azafood industry ketchup consider to use method look at from total cost supply is very little compare with the method before.
ARABIC:
مواد أولية هي أحد العوامل الهامة في القيام الإنتاج. ان نقص المواد الخام تعوق عملية الإنتاج، في حين أن المواد الخام الزائدة سيؤدي إلى أكبر بكثير من تكاليف التخزين وغيرها من النفقات. للتغلب على هذه المشاكل هناك طرق التي يمكن استخدامها وباستخدام الكمية النظام الاقتصادي (EOQ). والغرض من هذه الدراسة هو دراسة كيف كفاءة من المواد التموينية من السكر الاحمر في حالة استخدام EOQ
هذا البحث هو وصفي نوعية في صناعة الصويا الحلوة أزافود ويلينجى في بليتار. تقنيات جمع البيانات باستخدام أساليب التوثيق والرصد والمقابلات. البيانات المستخدمة هي مشتريات السكر البني البيانات من المواد الخام لثلاث فترات 2012-2014 ولتحليل EOQ، Safety Stock و Reorder Point.s

وأظهرت النتائج أن شراء المواد الأولية السكر الاحمر وفقا لطريقة EOQ خلال الفترة 2012-2014 أصغر من الأنظمة المستخدمة صناعة أزافود جدت مدخرات234.441.850 روفية لثلاث فترات من عام 2012 حتى عام 2015. وتبلغ التكلفة الإجمالية لطريقة EOQ المخزون هي أيضا صغيرة جدا في السيطرة على المواد الأولية بالمقارنة مع استخدام الأساليب المستخدمة أزافود. صناعة الصويا أزافود ولذلك فمن المستحسن أن تنظر في القيام طريقة EOQ كما من حيث التكلفة الإجمالية للمخزون صغيرة جدا بالمقارنة مع استخدام النموذج المستخدم سابقا.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan ekonomi yang pesat dan tingkat persaingan yang semakin tinggi, menuntut perusahaan untuk dapat bertindak secara efektif, efisien dan ekonomis dalam mengelola sumber daya. Hal ini bertujuan agar perusahaan mampu bertahan dan bersaing didalam era perekonomian sekarang ini. Persediaan merupakan segala sesuatu atau sumber-sumber daya organisasi yang di simpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan dari sekumpulan produk physical pada berbagai tahap proses transformasi dari bahan mentah ke barang dalam proses,dan kemudian barang jadi (Handoko, 1997: 33). Persediaan merupakan aset lancar dalamperusahaan terutama bagi perusahaan yang sebagian besar assetnya ditanamkan dalam persediaan harus dapat mengelola persediaan tersebut dengan baik. Tugas ini menjadi beban bagi manajemen perusahaan agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan keputusan serta tindakan-tindakan yang terutama berkaitan dengan pengendalian persediaan untuk mempertahankan kegiatan operasinya. Pengendalian persediaan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting, karena persediaan fisik banyak perusahaan melibatkan investasi rupiah terbesar dalam pos aktiva lancar. Bila perusahaan menanamkan terlalu banyak dananya dalam persediaan, menyebabkan biaya penyimpanan yang berlebihan, dan mungkin mempunyai “opportunity cost” yang lebih besar. Demikian pula, bila perusahaan tidak 2 mempunyai persediaan yang mencukupi, dapat mengakibatkan biaya – biaya terjadinya kekurangan bahan. Bahan baku merupakan salah satu faktor yang sangat vital bagi berlangsungnya suatu proses produksi. Persediaan bahan baku yang melebihi kebutuhan akan menimbulkan biaya simpan yang tinggi, sedangkan jumlah persediaan yang terlalu sedikit menimbulkan kerugian yaitu terganggunya proses produksi kerugian yaitu terganggunya proses produksi dan juga berakibat hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan apabila ternyata permintaan pada kondisi yangsebenarnya melebihi permintaan yang diperkirakan. Agar tetap bisa bertahan dalam situasi persaingan pasar yang begitu ketat, perusahaan perlu melakukan penekanan biaya persediaan serta penghematan biaya untuk pembelian bahan baku. Adanya penanganan yang tepat terhadap persediaan bahan baku sangat diperlukan untuk mengantisipasi keadaan apabila permintaan pasar tiba-tiba naik pada suatuperiode tertentu. Dengan demikian persediaan produk dapat dioptimalkan serta biaya-biaya yang terkait didalamnya dapat ditekan se-efisien mungkin. Setiap perusahaan pasti memiliki persediaan yang tentu memiliki bahan baku yang berbeda-beda seperti jumlah maupun jenisnya, hal ini dikarenakan setiap perusahaan memiliki produksi dan hasil yang berbeda-beda walaupun setiap perusahaan pasti mempunyai keunggulan dan kelemahan di bidang masing-masing. Dalam mencapai sebuah tujuan tidaklah mudah dikarenakan adanya faktor-faktor yang dapat menghambat jalannya kelancaran perusahaan sehingga setiap perusahaan harus mampu mengendalikan faktor-faktor yang akan dihadapinya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran perusahaan ialah mengenai produksinya. Menurut Sukanto 3 (1992) produksi merupakan pusat pelaksanaan kegiatan konkrit mengadakan barangbarang dan jasa-jasa. Tanpa kegiatan ini kosonglah arti suatu badan usaha. Setiap perusahaan, khususnya industri harus mengadakan persediaan bahan baku, karena tanpa adanya persediaan bahan baku akan mengakibatkan terganggunya proses produksi dan berarti pula bahwa pengusaha akan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan yang seharusnya dia dapatkan. Persediaan yang berlebihan akan merugikan perusahaan dari biaya-biaya yang ditimbulkan dengan adanya persediaan tersebut, yang mana biaya dari pembelian itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain yang lebih menguntungkan. Sebaliknya, kekurangan persediaan bahan baku dapat merugikan perusahaan karena akan mengganggu kelancaran dari proses kegiatan produksi dan distribusi perusahaan (Soekarwati, 2001). Menurut Mulyadi (1986 : 118), bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri. Persediaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting. Persediaan bahan baku yang dimaksudkan ialah untuk memenuhi kebutuhan untuk proses produksi pada waktu yang akan datang. Persediaan bahan baku harus mampu mencukupi kebutuhan dalam produksi. Pada dasarnya semua perusahaan atau industri rumahan memiliki perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku dengan tujuan meminimumkan biaya dan untuk memaksimumkan laba dalam waktu tertentu. Seiring dengan perkembangan pasar di indonesia membuat persaingan home industri semakin ketat dalam daya tarik pembeli. Mengendalikan persediaan bahan baku yang tepat bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Agar bisa bertahan dalam situasi 4 persaingan pasar yang begitu ketat, maka perusahaan dapat melakukan penekanan biaya persediaan serta bisa menghemat biaya pembelian bahan baku. Ma‟arif dan Tanjung (2003: 278) mengemukakan bahwa Perkiraan pemakaian mutlak diperlukan untuk membuat keputusan berapa persediaan yang dilakukan untuk mengantisipasi masa mendatang. Faktor utama dalam menunjang kelancaran dan efektifitas proses produksi bagi suatu industri adalah bahan baku. Selain itu juga adanya permintaan yang banyak dan industri rumahan dituntut untuk lebih optimal dalam memproduksi. Seperti yang dijelaskan oleh Gitosudarmo dan Basri (1999), persediaan merupakan bagian utama dari modal kerja aktiva yang setiap saat dapat mengalami perubahan. Model persediaan akan sangat bergantung kepada bahan atau barang, apakah bahan tersebut bersifat permintaan bebas atau sebagai permintaan terikat. Begitu juga Heizer dan Render (2005: 67) juga memaparkan bahwa Model pengendalian persediaan menganggap permintaan untuk sebuah barang mungkin bebas (Independent) atau terikat (dependent) dengan permintaan barang lain. Menurut Tampubolon (2004:196) didalam menentukan kebijakan persediaan untuk permintaan dapat digunakan model-model persediaan sesuai dengan tingkat efisiensi yang ditetapkan perusahaan. Dan permasalahan bahan baku merupakan permasalahan yang paling mendasar bagi sebuah perusahaan manufaktur, karena bahan baku merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebuah proses produksi. Robyanto, dkk (2013) meneliti mengenai persediaan bahan baku tebu pada pabrik gula pandji PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) di Situbondo Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengakui upaya bahan baku pasokan yang Pabrik Gula 5 Pandji PTPN XI (persero) yang harus terpenuhi. Dalam penelitian ini, data yang telah dianalisa dalam dua cara; Metode deskriptif. Sebuah metode penelitian yang menggunakan analisis dalam bentuk narasi menggunakan pandangan logis untuk menjelaskan angka dalam penjelasannya sehingga dapat membantu dalam membuat keputusan. Metode kuantitatif dilakukan dalam beberapa cara; Metode Economic Order Quantity (EOQ),Safety Stock; Susun ulang Titik (ROP); Persediaan Maksimal (MI), Metode Total Biaya Persediaan (TIC). Zahra, dkk (2014) meneliti mengenai pengendalian persediaan bahan baku garam guna meminimalkan biaya persediaan dengan menggunakan Metode Economic Order Quantity (pada perusahaan CV. Garam sari Rasa, Cianjur)
bertujuan untuk melihat bagaimana pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Economic order Quantityguna meminimumkan biaya pada perusahaan CV, Garam Sari Rasa dan mengetahui apakah dengan metode EOQ perusahaan dapat lebih meminimumkan biaya pemesanan dibandingkan metode atau cara yang dilakukan oleh perusahaan. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah bahwa kebijakan persediaan bahan baku yang dilakukan CV. Garam Sari Rasa selama ini masih belum optimal bila dibandingkan dengan penerapan persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity. Seperti halnya Home industriAzafood adalah salah satu industri yang ada di kabupaten Blitar, tepatnya terletak di desa Njudel Kecamatan Wlingi. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1999 dan bergerak dibidang industri kecap. Bahan baku yang digunakan adalah kedelai hitam, gula merah dan bahan pendukung lainnya. Dari bahan baku tersebut industri ini mengeluarkan dua merek yang berbeda yaitu Azafood dan 6 Gurame. Industri rumahan ini mempunyai karyawan 24 orang, dan sudah termasuk sales dan administrasi. Bahan baku gula kelapa diperoleh dari Wlingi dan Nglegok. Sebab pernah membeli bahan baku gula kelapa dari daerah Tulungagung tetapi rasa dan kualitasnya kurang baik. (H. M. Syamsul Huda, 7 september 2015 ) dan harga bahan baku gula kelapa dapat dilihat pada gambar 1.1 Gambar 1.1 Harga Gula kelapa lokal Sumber: Dinas Perindustrian Pusat Selama ini industri kecap Azafood belum terkenal sampai luar Blitar, karena pemasaran dan penjualannya hanya daerah
Kota Blitar dan Kecamatan Blitar saja. Pada hal jika penjualan sampai keluar Blitar akan berpengaruh juga terhadap produksi, pemesanan kecap dan laba yang dihasilkan. Metode analisis Economic Order Quantity adalah tingkat persediaan yang meminimalkan total biaya menyimpan persediaan dan pemesanan. Ini adalah salah satu model klasik. Keranka kerja yang digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan juga dikenal sebagai Wilson EOQ model atau Wilson formula. Persediaan diadakan untuk menghindari gangguan, waktu dan biaya lainnya. Namun untuk mengisi persediaan jarang akan memerlukan penyelenggaraan persediaan sangat besar. Oleh karena itu jelas bahwa beberapa keseimbangandiperlukan untuk menampung dan karena itu banyak 7 persediaan untuk memesan. Ada biaya menyimpan persediaan dan kedua biaya harus seimbang. Tujuan dari model EOQ adalah untuk meminimalkan total biaya persediaan. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dari beberapa sumber, peneliti mendapatkan informasi bahwasannya masalah yang sedang dihadapi oleh Industri kecap Azafood adalah sering terjadinya kelebihan persediaan karena pemesanan barang baku gula kelapa hanya berdasarkan perkiraan sehingga terjadi penumpukan di gudang. Oleh karena itu dari berbagai fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk mencoba menerapkan metode Economic Order Quantity yang mana nantinya dapat memberikan sumbangsih kepada home industri Azafood atau bisa menjadi masukan industri Azafood dalam hal pengendalian persediaan bahan baku serta mengembangkan sistem yang lebih baik dalam persediaan bahan baku dan penilaian kualitas produk pada industri rumahan agar jumlah persediaan bisa optimal dan menurunkan biaya pemesanan. Home industri ini juga sangat berpotensi untuk lebih besar lagi. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya terhadap pengendalian persediaan bahan baku yang berbeda secara teori yang mendasari, menunjukkan adanya reseach gap terhadap pengendalian persediaan bahan baku. Peneliti menilai bahwasannya metode yang diterapkan cukup membantu dalam hal persediaan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “ANALISIS EFISIENSI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Studi Kasus Pada Home Industri Kecap Azafood di Kabupaten Blitar)”
1.2  Rumusan Masalah
 Dari paparan latar belakang di atas, peneliti merumuskan masalah yaitu Bagaimana menentukan persediaan bahan baku pembuatan kecap di home industri Azafood dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) ?
1.3  Tujuan Penelitian
 Untuk mengetahui persediaan bahan baku pembuatan kecap di home industriAzafood dengan menggunakan metode Economic Order Quantity(EOQ).
1.4  Manfaat Penelitian
 Penelitian ini dibuat dengan harapan nantinya akan membawa manfaat bagi banyak pihak. Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
 1. Bagi home industri Azafood di Kab. Blitar
a. Memberikan gambaran mengenai penerapan metode Economy Order Quantity agar bisa meningkatkan efisiensi biayapersediaan.
b. Memberikan masukan bagi home industri “Azafood” di Kab. Blitar dari hasil metode Economic Order Quantity untuk mendukung sistem persediaan home industri “Azafood” Kab. Blitar agar mampu meningkatkan efiesiensi biaya (cost) Persediaan Bahan Baku.
c. Sebagai referensi dan tambahan bahan masukan bagi pihak lainterutama bidang menejemen operasional dalam rangkamengadakan penelitian lebih lanjut khususnya tentang metodeEconomic Order Quantity untuk menciptakan efiesiensi biayapersediaan bahan baku 9
2. Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan a. Membuka kembali ilmu pengetahuan yang lama, supaya tidaktertingalkan dengan ilmu-ilmu yang baru.
b. Untuk menambah perbendaharaan perpustakaan bagi UINMaulana Malik Ibrahim Malang pada umumnya dan fakultas Ekonomi jurusan Manajemen.
3. Bagi Penulis Penelitian ini dapat menambah pengetahuan serta mempraktekkanteori-teori yang didapat dibangku kuliah agar dapat melakukan risetilmiah dan menyajikan dalam bentuk tulisan dengan baik.
1.5 Batasan Penelitian

 Batasan masalah dalam penelitian ini adalah pada rentan waktu penelitian yaitu pada tahun 2012-2014 dan metode yang digunakan dalam penilaian ini adalahEconomic Order Quantity (EOQ)
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Analisis efisiensi pengendalian persediaan bahan baku dengan metode economic order quantity: Studi kasus pada home industri kecap Azafood di Kabupaten BlitarUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment