Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, April 24, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh budaya kekeluargaan terhadap kinerja karyawan di BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan

Abstract

INDONESIA:
Di tengah kehidupan yang modern, budaya merupakan suatu hal penting yang harus tetap dijaga dan dimiliki. Setiap organisasi pasti memiliki budaya sebagai pedoman dalam berorganisasi, karena budaya organisasi merupakan sebuah identitas yang menjadi pedoman dalam bertindak dan berperilaku. Dari berbagai macam budaya organisasi yang ada, terdapat pula budaya kerja kekeluargaaan yang digunakan untuk mendukung persepsi global yang membentuk perasaan karyawan mengenai sejauh mana organisasinya itu adalah sebuah keluarga. Sehingga dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bertanggung jawab karyawan atas pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh budaya kekeluargaan terhadap kinerja karyawan di BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan dengan menggunakan indikator rasa kekerabatan dan gotong royong.dari latar belakang itulah sehingga penelitian ini dilakukan dengan judul “Pengaruh Budaya Kekeluargaan Terhadap Kinerja Karyawan di BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan”.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research, menggunakan Analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup dengan skala likert, dokumentasi dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini 83 responden.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel rasa kekerabatan dan variabel gotong royong terhadap kinerja karyawan. Terdapat pengaruh secara parsial antara variabel rasa kekerabatan terhadap kinerja karyawan, sedangkan variabel gotong royong tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Dan variabel yang dominan adalah rasa kekerabatan.
ENGLISH:
In the middle of modern life, culture is an important thing that must be maintained and owned. Each organization must have a culture as a guide in the organization, because the organizational culture is an identity became guide lines in the act and behavior. Many different cultures existing organizations, there are also work-family culture that is used to support the global perception that shape the feelings of employees regarding the extent to which organization it is a family. So, it can make a sense of belonging and employees must be responsible on their job. This research aims to presence the effect of family culture to employee performance in BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan by using indicators a sense of kinship and mutual aid. So that the background of research was conducted under the title “Effect Family Culture to Employee Performance in BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan”
This research is quantitative research using explanatory research method, using multiple line a regression analysis. Techniques collection of data in this research used a questionnaire enclosed with likert scale, documentation and interviews. The samples are 83 respondents.

The result showed that there is a simultaneous effect between sense of kinship and mutual aid to employee performance. There is a partially effect between sense of kinship to employee performance, while mutual aid has no effect for partial to employee performance. And the dominant variables is sense of kinship.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap organisasi pasti memiliki kebudayaan yang menjadi pedoman dalam berorganisasi, karena budaya organisasi merupakan sebuah identitas dari setiap organisasi, maka dari itu perbedaan budaya tersebut mampu memberikan keragaman budaya yang nantinya akan memberikan efek yang positif bagi organisasi atau bahkan sebaliknya akan memberikan dampak yang buruk terhadap organisasi tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut budaya dalam organisasi memiliki peran untuk mengendalikan dan memperbaiki kinerja karyawan. Budaya organisasi yang kuat mendukung tujuan-tujuan perusahaan, sebaliknya yang lemah atau negatif menghambat atau bertentangan dengan tujuan-tujuan perusahaan, dalam suatu perusahaan yang budaya organisasinya kuat, nilai-nilai bersama dipahami secara mendalam, dianut dan diperjuangkan oleh sebagian besar para anggota organisasi (karyawan perusahaan), menurut Deal & Kennedy, Minner, dan Robbins (Edy, 2010:3-4) menyatakan bahwa budaya yang kuat dan positif sangat berpengaruh terhadap perilaku dan efektivitas kinerja perusahaan. Sedangkan menurut (Agustin, tth;2) tujuan penerapan budaya organisasi adalah agar seluruh individu dalam perusahaan atau organisasi mematuhi dan berpedoman pada sistem nilai keyakinan dan norma-norma yang berlaku dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Dengan demikian budaya organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja seorang karyawan. 2 Agar sumber daya manusia dalam organisasi dapat bekerja secara efisiean dan efektif, maka peranan budaya dalam organisasi memiliki peranan untuk dapat menjadi pertimbangan dalam berperilaku dan menggerakkan karyawan guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Baik atau buruk budaya organisasi tersebut akan sangat dipengaruhi oleh hubungan dan sikap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi tersebut karena berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai kinerja yang baik dapat diukur dari sikap pimpinan maupun karyawan dalam menjalankan kewajibannya. Perkembangan budaya organisasi pada saat ini telah menjadi perhatian dan perbincangan yang menarik. Dari beberapa jenis budaya organisasi yang berkembang terdapat budaya organisasi kekeluargaan yang mana budaya organisasi tersebut menitik beratkan bahwa suatu organisasi menganggap anggota organisasinya sebagai sebuah keluarga. Pernyataan tersebut diperkuat dengan teori dari Thompson yang mendefinisikan bahwa budaya kekeluargaan sama halnya dikemukakan dengan pernyataan berikut ini (Tito dan Anang, 2013:323) : “the shared assumptions, beliefs, and values regarding the extent to which an organization supports and values the integration of employees’ work and family life” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa asumsi, keyakinan, dan nilainilai bersama mengenai sejauh mana organisasi mendukung dan menghargai integrasi pekerjaan dan keluarga hidup karyawan dan menjelaskan bahwa budaya kerja kekeluargaan sebagai tindakan berbagi pendapat, kepercayaan, 3 dan saling menghormati antar karyawan di suatu perusahaan. Aminah dalam (Tito dan Anang, 2013:3) menyatakan bahwa sebuah perusahaan dengan budaya kekeluargaan sebagai salah satu karakteristik yang menyeluruh atau kepercayaan yang tinggi terhadap kebutuhan keluarga karyawan dan mendukung karyawan untuk menggabungkan peran pekerjaan dan peran keluarga.
Aminah dan Zoharah (2010:840) menggambarkan hubungan yang terkait dengan budaya kerja kekeluargaan dapat digunakan untuk mendukung persepsi global yang membentuk perasaan karyawan mengenai sejauh mana organisasinya itu adalah sebuah keluarga. Teori tersebut diperkuat kembali dengan pernyataan Thompson dalam Tito dan Anang (2013:3), yang berpendapat bahwa budaya kerja kekeluargaan dapat menimbulkan perasaan karyawan secara optimal terhadap kehidupan pekerjaan dan keluarganya. Berdasarkan teori tersebut budaya kekeluargaan dapat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan karena dengan hal tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab karyawan terhadap organisasi. Pernyataan tersebut juga didukung dengan hasi penelitian yang dilakukan oleh (Ikhsan, 2014:51) yang menjelaskan bahwa budaya kekeluargaan dengan adanya rasa kekerabatan dan gotong royong dalam organisasi, dengan hal tersebut memberikan dampak yang positif terhadap organisasi yaitu para karyawan akan sulit untuk meninggalkan perusahaan tersebut karena mereka sudah terbiasa dengan suasana kerja tersebut sehingga loyalitas terhadap rekan kerja maupun perusahaan akan terbentuk dengan baik. 4 Oleh karena itu, penelitian ilmiah ini terfokus pada pengaruh budaya kekeluargaan terhadap kinerja karyawan. Dalam budaya kekeluargaan ini terwujud dengan adanya rasa kekerabatan yang tertanam dalam diri setiap karyawan yang diwujudkan dalam interaksi sosial dalam organisasi, saling menghormati dan menghargai serta sikap gotong royong yang diwujudkan dengan saling membantu ketika mengalami kesulitan dalam pekerjaan (loyalitas terhadap rekan kerja dan perusahaan). Hal tersebut diharapkan dapat membentuk inti dari budaya kekeluargaan yang berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan serta menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini. Budaya ini sesuai dengan budaya yang terwujud di BMT Maslahah Sidogiri yang pada dasarnya membawa identitas Pondok Pesantren Sidogiri sebagai Ponpes yang kental dengan kehidupan salafiyah yang diimplikasikan dengan menjaga tali persaudaraan/ hubungan silaturrahmi dan saling menghargai serta menghormati dengan berpegang pada prinsip syari’ah (sifat Rasulullah saw). Begitu juga dengan prinsip koperasi yang berbasis kekeluargaan. Berdasarkan studi lapangan yang dilakukan di BMT Maslahah Sidogiri menjelaskan bahwa organisasi tersebut adalah sebuah lembaga yang beroperasi dalam bidang jasa yaitu jasa simpan pinjam. BMT Maslahah Sidogiri merupakan lembaga keuangan yang didirikan dalam rangka mengembangkan ekonomi syari’ah karena ide dalam pendirian B
MT Maslahah Sidogiri ini bermula dari para pengajar yang berada di Ponpes Sidogiri dengan tujuan meningkatkan perekonomian berbasis syari’ah. Oleh 5 karena itu, dalam BMT Maslahah Sidogiri menerapkan budaya kekeluargaan sebagai identitas organisasi dengan dilatarbelakangi oleh kehidupan pesantren. Dalam sistem operasinya BMT Maslahah Sidogiri mempekerjakan karyawan kurang lebih 499 karyawan yang terdiri dari laki-laki. BMT Maslahah Sidogiri telah mengalami perkembangan yang sangat pesat diwujudkan dengan banyaknya anak cabang yang tersebar di seluruh kota Pasuruan serta bertambahnya para nasabah yang mempercayakan kinerja BMT Maslahah Sidogiri tersebut. Karyawan yang bekerja di BMT Maslahah Sidogiri telah memiliki komitmen yang kuat pada organisasi tersebut, hal ini disebabkan BMT Maslahah Sidogiri menerapkan sistem kekeluargaan dalam operasional organisasinya yang menjunjung tinggi rasa kekerabatan, dan gotong royong dalam mengemban sebuah pekerjaan. Dengan demikian segala macam perbedaaan status yang melekat pada setiap karyawan akan memudar karena sistem kekeluargaan tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, dengan adanya budaya kekeluargaan yang selaras dengan kepribadian para karyawan dan mampu membentuk hubungan yang baik antar karyawan dalam organisasi akan mampu memberikan dampak yang positif terhadap organisasi dengan optimalisasi kinerja karyawan sehingga produktivitas organisasi juga meningkat. Peneliti terinspirasi untuk meneliti tentang budaya kekeluargaan dengan judul “Pengaruh Budaya Kekeluargaan Terhadap Kinerja Karyawan di BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan identifikasi masalah diatas, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut :
a. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel rasa kekerabatan (X1) dan variabel gotong royong (X2) secara simultan (bersama-sama) terhadap kinerja karyawan BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan?
b. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel rasa kekerabatan (X1) dan gotong royong (X2) secara parsial terhadap kinerja karyawan BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan?
c. Variabel manakah yang berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel rasa kekerabatan (X1) dan gotong royong (X2) secara simultan (bersama-sama) terhadap kinerja karyawan BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan.
 b. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasa kekerabatan (X1) dan gotong royong (X2) secara parsial terhadap kinerja karyawan BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan.
 c. Untuk menguji dan menganalisis variabel yang dominan terhadap kinerja karyawan BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan.
1.4 Manfaat Penelitian
 Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat yang terkandung, diantaranya:
1. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan perluasan wawasan serta pengalaman tentang kondisi nyata di lapangan, dan juga peningkatan cara berfikir yang kritis terhadap sebuah dinamika yang terjadi dalam organisasi khususnya dalam bidang sumber daya manusia. Serta sebagai bentuk pengaplikasian dan pengembangan dari ilmu yang diperoleh pada proses perkuliahan.
2. Bagi Akademi Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan khususnya di bidang budaya kekeluargaan yang diterapkan dalam organisasi dan umumnya dibidang sumber daya manusia.

 3. Bagi Lembaga Dengan hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran dan menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan lembaga untuk evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan langkah untuk melanjutkan daur hidup lembaga serta peningakatan kinerja karyawan.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh budaya kekeluargaan terhadap kinerja karyawan di BMT Maslahah Sidogiri PasuruanUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment