Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Sunday, April 23, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis dampak risiko kenaikan harga cabai terhadap keberlangsungan usaha rumah makan: Studi pada Rumah Makan Mie Setan Cabang Malang

Abstract

INDONESIA:
Risiko adalah ketidakpastian dan dapat menimbulkan terjadinya peluang kerugian terhadap pengambilan keputusan, Risiko kenaikan harga cabai berdampak pada usaha Rumah makan Mie Setan, dapat dilihat pada produk yang dijual yaitu makanan berupa mie ber level pedas,bahannya tidak lain adalah mie dan cabai. Dengan demikan kenaikan harga bahan baku khususnya cabai membuat usaha rumah makan mie setan dihadapkan oleh risiko kenaikan harga bahan baku khususnya cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa risiko yang dihadapi oleh rumah makan mie setan terhadap kenaikan bahan baku makanan khususnya cabai.
Penelitian ini menggunakan wawancara dan pengamatan dilapangan. Data-data yang diambil berupa kata-kata dan tindakan sebagai sumber primer, sedangkan dokumentasi atau catatan yang tertulis di lapangan sebagai sumber sekunder.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menyatakan bahwa Rumah Makan Mie setan mengalami risiko kenaikan harga cabai, karena dalam proses produksi cabai merupakan faktor utama bagi rumah makan, sehingga risiko yang dialami usaha rumah makan adalah risiko produksi dan risiko kerugian. Strategi penanganan risiko yang diterapkan oleh usaha rumah makan mie setan adalah dengan menanggung sendiri risiko yang terjadi, pemilik rumah makan menyediakan menu makanan yang tanpa menggunakan bahan baku cabai, menu tersebut antara lain mie Angel dan bubur, membuat produk makanan yang bukan dari bahan baku cabai dan mengganti bahan baku cabai rawit dengan cabai kriting atau cabai lain yang harga nya murah dan dengan member campuran barang makanan lain.
ENGLISH:
Risk is uncertainty and can lead to a loss of opportunities to decision making, risk price increases impact on the business house chili eating noodles Satan, can be seen in products sold in the form of food that is spicy noodle Air level, the material is nothing but noodles and chili. Thereby the increase in raw material prices, especially chili made noodle restaurant business demons confronted by the risk of rising raw material prices, especially chili. This study aims to find out what the risks faced by the devil to eat noodles to the increase of raw materials, especially food chili .
This study used interviews and observations in the field. The data were taken in the form of words and actions as a primary source, while the documentation or notes written in the field as a secondary source .

The results obtained in this study stated that the devil Noodle House, runs the risk of price increases chili , chili because the production process is a major factor for the meal , so the risks experienced restaurant business is production risk and risk of loss . Risk management strategies applied by the devil noodle restaurant business is at your own risk occurs , the owner of the restaurant provides a menu of food without using raw materials chili , the menu include Angel noodles and porridge , made food products instead of raw materials chili and replacing raw materials with cayenne chili peppers curly or else its cheap price and mix with members of other food items .
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Masalah Bahan baku makanan merupakan sebuah barang komoditas terpenting bagi masyarakat yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari dalam memenuhi keberlangsungan hidup (Seto, 2001) tidak terkecuali cabai dan bawang, komoditas ini tidak akan terlepas sebagai barang campuran masakan dan merupakan bahan yang penting. Akan tetapi akhir-akhir ini bahan baku makanan khususnya cabai dan bawang mengalami kenaikan harga diseluruh Indonesia, hal ini disebabkan efek dari kenaikan harga BBM dan kondisi musim yang tidak menentu. Kebutuhan pangan, seperti cabai, beras, bawang merah, bawang putih, daging, telur ayam dan gula pasir, naik sekitar 30-75% bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Dapat di ungkapkan oleh Tomek dan Konneth (dalam Yoshida, 1999) bahwa komoditas pertanian mempunyai sifat musiman, produksinya tergantung pada alam, volume produk yang dihasilkan besar dan mudah rusak sehingga sulit untuk menjaga kontinuitas produk yang dihasilkan, proses produksi komoditas yang amat dipengaruhi oleh alam ini membuat harganya amat berfluktuasi karena terjadi gestation period yaitu waktu terjadi ketidak senjangan antara jumlah penawaran dan harga yang terjadi yang mengakibatkan instabilitas harga dipasaran internasional. 2 Fluktuasi hargacabai dan bawang dalam bulan Januari, Februari dan Maret mengalami fluktuasi harga yang sangat siegnifikan, dengan inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2013 sebesar 2,43 persen dan tingkat inflasi year-on-year (Maret 2013 terhadap Maret 2012) sebesar 5,90 persen. Komponen inti pada Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Maret) 2013 sebesar 0,79 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year sebesar 4,21 persen. Tabel 1.1 Kenaikan Harga Bawang dan Cabai Pada Tahun 2013 Komoditas Januari Februari Maret Bawang 15,66% 30,33% 82,23% Cabai 33,43% 40,75% 70,21% Sumber:
 Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Adanya fluktuasi harga ini merupakan suatu risiko yang dihadapi oleh semua kalangan. Sewaktu-waktu harga sangat tinggi, fluktuasi harga cabai dan bawang dari bulan Januari sampai dengan Maret. 3 Gambar 1.1 Grafik fluktuasi harga Bawang dan Cabai Pada tahun 2013 Sumber: Data yang Sudah Diolah Gambar tersebut menunjukkan fluktuasi harga cabai pada bulan Januari, Februari dan Maret. Kondisi naiknya harga bahan baku makanan khususnya cabai sangat berdampak buruk bagi semua kalangan. Berikut adalah dampak yang di timbulkan akibat naiknya harga cabai dan bahan pangan antara lain adalah masyarakat akan sulit menutupi kebutuhan hidupnya akan bahan pangan, dan meningkatnya tingkat kemiskinan. Petani cabai akan mengalami kerugian karena cuaca ekstrim yang sedang terjadi di Indonesia. Penawaran akan cabai dan bahan pangan lain yang semakin tinggi, tidak diimbangi dengan permintaan dan minat para pembeli. Para pengusaha kecil yang menjadikan cabai sebagai komoditas pendukung usahanya akan mengalami kerugian. 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% januari februari maret bawang cabai 4 Dampak kenaikan cabai dan bawang juga dirasakan oleh pengusaha Rumah makan Mie Setan Cabang Malang, produk yang dijual yaitu makanan berupa mie ber level pedas, bahannya tidak lain adalah mie dan cabai. Rumah makan ini ciri khas yang ditawarkan adalah level kepedasan, akan tetapi dengan kenaikan harga cabai membuat rumah makan Mie Setan dalam menjalankan kegiatan usahanya dihadapkan pada resiko produksi. Hal tersebut dapat dilihat dari proses untuk menghasilkan bahan makanan,bahan utama yang ditawarkan adalah level cabai pedas. Risiko adalah ketidakpastian dan dapat menimbulkan terjadinya peluang kerugian terhadap pengambilan keputusan (Muslich, 2007). Ketidakpastian merupakan situasi yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, mendefinisikan risiko sebagai peluang terjadinya hasil yang tidak diinginkan sehingga risiko hanya terkait dengan situasi yang memungkinkan munculnya hasil negatif serta berkaitan dengan kemampuan memperkirakan terjadinya hasil negatif tadi. Identifikasi risiko dalam usaha rumah makan dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasikan risiko yang berpotensi mempengaruhi kerugian usaha. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi usaha rumah makan sehingga rumah makan harus memperhatikan faktor internal maupun eksternal. Faktor internal yang harus diperhatikan adalah kompleksitas struktur organisasi usaha rumah makan, lingkup aktivitas bisnis, kualitas sumber daya manusia, dan perubahan organisasi. Sedangkan faktor eksternal yang diperhatikan adalah fluktuasi keadaan ekonomi 5 perubahan dalam industri dan kemajuan teknologi, keadaan politik sosial dan kemungkinan bencana alam. Oleh karena itu, pengelolaan risiko terutama di bagian produksi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tidak menghambat pencapaian tujuan usaha rumah makan. Risiko pasar membuat produk makanan yang dihasilkan menjadi terhambat karena kenaikan harga bahan baku makanan. Dengan demikian, keputusan untuk menghindari atau mengurangi risiko dapat dilakukan secara tepat.
 Dengan demikian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko yang dialami oleh rumah makan mie setan terhadap kenaikan harga bahan baku makanan khususnya cabai, dan menganalisa penerapan manajamen resiko pada rumah makan, maka penulis tertarik untuk mengagkat permasalahan ini dalam penulisan skripsi yang berudul “Analisis Risiko Dampak Kenaikan Harga Cabai Terhadap Keberlangsungan Usaha Rumah Makan (Studi Kasus Di Rumah Makan Mie Settan)”
1.2  Rumusan Masalah
 Dari latar belakang yang ada diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Apa saja risiko yang dihadapi oleh rumah makan Mie Setan akibat kenaikan bahan baku khususnya cabai?
2. Bagaimana strategi penanganan risiko yang diterapkan pada rumah makan Mie Setan akibat kenaikan bahan baku khususnya cabai?
 1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui risiko yang dihadapi oleh rumah makan Mie Setan akibat kenaikan bahan baku khususnya cabai?
2. Mengetahui setrategi penanganan risiko yang diterapkan pada rumah makan Mie Setan ? akibat kenaikan bahan baku khususnya cabai.
 1.4 Manfaat Penelitian
 Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil suatu kebijakan yang tepat untuk mengurangi risiko yang timbul pada kenaikan harga bahan baku makanan khususnya cabai.
2. Bagi pembaca Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan acuan dan pertimbangan bagi pembaca serta peneliti lainnya yang ingin mengembangkan penelitian mengenai tema manajemen risiko.
 3. Bagi Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang luas dalam menganalisis identifikasi risiko pada rumah makan yang lain.
 1.5 Batasan Penelitian
Penelitianini hanya terbatas padasatu jenis komuditas yaitu cabai. Perhitungan tingkat kenaikan yaitu pada bulan Januari, Februari dan Maret 2013, yang mana pada bulan itu mengalami kenaikan yang tinggi terhadap bahan baku komuditas khususnya cabai.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis dampak risiko kenaikan harga cabai terhadap keberlangsungan usaha rumah makan: Studi pada Rumah Makan Mie Setan Cabang MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment