Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, April 22, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang

Abstract

INDONESIA:
Karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik diperlukan adanya motivasi sebagai daya dorong pada dirinya untuk bekerja lebih tekun dan giat serta disiplin sehingga dapat tercapai tujuan perusahaan di bawah kepemimpinan yang dapat menciptakan suasana kondusif terhadap lingkungan kerja tersebut. Dalam rangka menigkatkan motivasi kerja, banyak cara yang dilakukan oleh manajer, salah satunya dengan dengan menerapkan kompensasi yang baik kepada setiap karyawan.
Penelitian ini menganalisis kompensasi yang ada di PG. Kebon Agung Malang dalam kaitannya dengan motivasi kerja karyawan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda, dimana variabel dependen (Y) adalah motivasi kerja karyawan, sedangkan variabel independen (X) adalah kompensasi yang terdiri dari kompensasi finansial(X1),dan kompensasi non finansial (X2). Sampel yang digunakan adalah 67 karyawan.
Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel kompensasi finansial (X1), dan variabel kompensasi non finansial (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel motivasi kerja (Y). Hal tersebut hasil analisis didapat nilai F hitung sebesar 48,811 ≥ F tabel 3,14 dan teruji pada α = 5% dan membuktikan bahwa variabel bebas berpengaruh secara simultan terhadap variable terikat. Sementara hasil pengujian uji t menunjukkan bahwa variabel kompensasi finansial (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja (Y), hasil analisis didapat nilai t hitung sebesar 4,908 ≥ t tabel 1,997dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 ≤ 0,05. Sedangkan variabel kompensasi non finansial (X2) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja (Y), hasil analisis didapat nilai t hitung 1,510 ≤ t tabel 1,997 dengan nilai signifikansi sebesar 0,136 ≥ 0,05. Hasil pengujian ini menjelaskan bahwa kompensasi finansial merupakan aspek penting yang paling dominan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan, artinya pemenuhan terhadap gaji/upah, insentif, asuransi, dan tunjangan dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan PG. Kebon Agung Malang karena merupakan kebutuhan yang diharapkan para karyawan dari hasil kerjanya.
ENGLISH:
To improve employees’ work quality, it is necessary to increase the motivation so that they will work more diligently and vigorously with discipline. This will help the company to achieve its goals and create a conducive working environment. In order to increase motivation, many strategies can be used by the managers, one of them is by giving commensurate compensations to their employees.
This motivational relationship study analyzes the compensation given for the employees of PG. Kebun Agung Malang. Tests carried out using multiple linear regression, where the dependent variable (Y) represents employees’ motivation, while the independent variable (X) represents compensation of financial compensation ( X1 ), and non-financial compensation (X2). The samples involved were 67 employees.

The results of multiple linear regression showed that both variables, financial compensation (X1), and non-financial compensation (X2), significantly influence the work motivation variable (Y). This analysis results obtained F value of 48.811 count ≥ F tables 3.14 and tested at α = 5 % and proved that the independent variables simultaneously affect the dependent variable. While the test results of t test showed that the financial compensation variable (X1) partially significant effect on work motivation (Y), the results of the analysis obtained t value of 4.908 ≥ 1.997 t table with a significance value of 0.000 ≤ 0.05. While non-financial compensation variable (X2) had no significant effect partially on work motivation (Y), the results of the analysis obtained t value ≤ 1.510 t table 1.997 with a significance value of 0.136 ≥ 0.05. The results of this test explains that financial compensation is surely the most dominant aspect which influences employees’ work motivation. It means, compliance with the salary / wages, incentives, insurance, and allowances stimulate motivation of PG. Kebun Agung Malang’s employees, si it is what the employees ne to achieve of their work
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Masalah Karyawan merupakan sumber daya yang penting bagi perusahaan, karena memiliki bakat, tenaga dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, sumber daya manusia juga mempunyai berbagai macam kebutuhan yang ingin dipenuhinya. untuk memenuhi kebutuhan inilah yang dipandang sebagai pendorong atau penggerak bagi seseorang untuk melakukan sesuatu, termasuk melakukan pekerjaan atau bekerja. Karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik diperlukan adanya motivasi sebagai daya dorong pada dirinya untuk bekerja lebih tekun dan giat serta disiplin sehingga dapat tercapai tujuan perusahaan di bawah kepemimpinan yang dapat menciptakan suasana kondusif terhadap lingkungan kerja tersebut. Menurut Siagian (dalam Sani, 2010) yang dimaksud dengan motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengarahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau ketrampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi seseorang itu dipengaruhi oleh dasar pendidikan dan kebutuhankebutuhannya seperti yang dijelaskan oleh Sihotang (2007:245) motivasi kerja melibatkan dua jenis faktor-faktor, faktor yang pertama yaitu faktor individual 2 yang meliputi kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan orang, sikap-sikap, kemampuan-kemampuan orang. Sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor organisasi yang meliputi pembayaran gaji/upah, keselamatan dan kesehatan kerja, para mandor (supervisi), para pengawas fungsional. Victor H. Vroom (dalam Sihotang, 2007) mengatakan bahwa “motivasi merupakan akibat dari keinginan seseorang untuk mencapai suatu hasil dan perkiraanya bahwa tindakan yang dilakukan akan mengarah pada hasil yang diinginkan itu”. Teori ini menyampaikan bahwa orang berperilaku dalam cara tertentu karena mereka mengharapkan hasil-hasil tertentu dari perilaku itu. Teori harapan ini menekankan pada: bila keinginan seseorang sangat besar untuk tercapai, maka dia akan termotivasi untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik, sebaliknya kalau harapan untuk mencapai cita-citanya “sangat tipis” maka motivasinya untuk melakukan pekerjaan itu menjadi lemah, menurun, atau mengendor. Bagi sebagian karyawan, harapan untuk mendapatkan uang adalah satusatunya alasan untuk bekerja, namun yang lain berpendapat bahwa uang hanyalah salah satu dari banyak kebutuhan yang terpenuhi melalui kerja.
Dengan pemberian kompensasi tentu saja akan memberikan motivasi kepada karyawan untuk lebih bersemangat dalam bekerja sehingga akan meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan. Dessler (1997:85) mengemukakan bahwa “Kompensasi merupakan salah satu bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan dan 3 timbul dari dipekerjakannya karyawan. Kompensasi itu sangat penting karena menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat luas suatu negara, semakin tinggi tingkat kompensasi suatu organisasi akan semakin makmur dan sejahtera karyawan suatu organisasi tersebut, dan semakin rendah kompensasi karyawan organisasi yang bersangkutan akan semakin terlihat nyata penderitaan dan kemiskinan para karyawan. Suatu kompensasi dapat bersifat finansial atau keuangan dan non finansial berupa fasilitas perumahan, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan fasilitas kesehatan seperti jasa dokter dan perawatan kesehatan, seperti melakukan general check-up kesehatan setiap tahun secara gratis atau sudah dibayar dengan pemotongan gaji untuk asuransi kesehatan. Pengertian kompensasi lebih luas daripada pembayaran gaji dan upah karena gaji atau upah lebih menekankan pada wujud finansial atau uang saja. Sedangkan kompensasi mencakup balas jasa berupa uang dan fasilitas-fasilitas lain berupa barang, fasilitas perumahan, tunjangan beras dan sembako, termasuk fasilitas kesehatan untuk berobat gratis pada dokter ahli dan spesialis. Dengan pengertian yang dikemukakan terdahulu maka Sihotang (2007:220) mendefinisikan kompensasi itu adalah pengaturan keseluruhan pemberian balas jasa bagi pegawai dan para manajer baik berupa finansial maupun barang dan jasa pelayanan yang diterima oleh setiap orang karyawan. Pabrik Gula Kebon Agung yang terletak di Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri 4 gula. Produksi gula Pabrik Gula Kebon Agung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan hasil produksi ini tentunya dibarengi dengan motivasi kerja karyawan yang bagus pula, dengan motivasi yang tinggi karyawan akan lebih tekun dan giat dalam bekerja sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai.
Seperti yang telah diberitakan bisnis-jatim.com MALANG-Produksi gula di Kabupaten Malang, Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir meningkat dari 4.500 ton cane per day (TCD) menjadi 10.000 TCD. Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan peningkatan kapasitas produksi tersebut terjadi di Pabrik Gula (PG) Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. “Dengan semakin meningkatnya kapasitas produksi PG Kebonagung akan menjadi harapan tersendiri, tidak hanya bagi karyawan tapi juga rakyat Indonesia,” kata Rendra, di Malang sepeti yang diberitakan bisnis jatim.com, Senin (6/5/2013). Kebutuhan gula di Indonesia masih belum bisa dipenuhi semua oleh produksi dari dalam negeri. Baru sekitar 50 % saja produk yang bisa disediakan dari dalam negeri. “Terlebih dengan perolehan produksi yang bagus tentunya perusahaan tidak lupa akan kewajibannya. Bahwa perolehan produksi yang bagus akan kembali kepada karyawan dalam berbagai bentuk berupa gaji atau jasa produksi dan lain-lain,” jelas dia. Dari data yang didapatkan dari hasil survei awal dan wawancara dengan bagian personalia Pabrik, Thomas pada Rabu, 08 Januari 2014 mengatakan bahwa sistem kompensasi khususnya pembayaran pokok gaji/upah yang diberikan kepada karyawan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Untuk karyawan tetap diberikan berbagai macam fasilitas seperti rumah dinas, fasilitas asuransi 5 tenaga kerja (astek), tunjangan hari tua (THT), dan pensiun serta tunjangan kematian. Bonus juga diberikan apabila kapasitas produksi gula melebihi jumlah standar dalam masa giling. Di Pabrik Gula Kebon Agung juga memberikan kenaikan gaji pokok berkala dan kenaikan pangkat atau jabatan. Dari uraian di atas dapat menjadikan bukti bahwa pemberian kompensasi di Pabrik Gula Kebon Agung mempengaruhi motivasi kerja para karyawannya. Bertitik tolak dari uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang”
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasaran uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah seperti tersebut di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:
 1. Apakah variabel kompensasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap motivasi kerja pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang?
2. Apakah variabel kompensasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang?
 3. Variabel kompensasi manakah yang paling dominan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang?
1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana terurai di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
 1. Untuk menguji dan menganalisis variabel kompensasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang.
 2. Untuk menguji dan menganalisis variabel kompensasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang.
3. Untuk menguji dan menganalisis kompensasi manakah yang paling dominan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang. 1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi akademik Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan.
 2. Bagi penulis Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan baik teori maupun praktik, khususnya mengenai pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan.
 3. Bagi perusahaan Diharapkan dapat memberikan informasi bagi perusahaan dalam mengambil keputusan, khususnya dalam memberikan kompensasi kepada karyawan sehinggga motivasi kerja tetap stabil.

 4. Bagi masyarakat umum Memperkaya kajian ilmiah tentang pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan pada Pabrik Gula Kebon Agung MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment