Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, April 18, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh EVA, MVA dan beta saham terhadap return saham pada perusahaan yang listing di JII periode 2008-2011

Abstract

INDONESIA:
Investor dalam menanamkan modalnya selalu mengharapkan return saham yang tinggi. Oleh karena itu para investor harus dapat menilai perusahaan mana yang memiliki laba yang tinggi, sehingga return sahamnya juga tinggi. Investor bisa menganalisis kinerja keuangan yang dapat mempengaruhi tingkat pengembalian atau return atas investasi yang dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang Listing di Jakarta Islamic Index (JII) dengan menggunakan EVA, MVA, dan Beta Saham yang dapat berpengaruh terhadap return sahamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EVA, MVA, dan Beta Saham terhadap return saham pada perusahaan yang listing di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2008-2011 secara simultan dan parsial. Obyek penelitian adalah perusahaan yang listing di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2008-2011 dan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 9 perusahaan yang tetap Listing di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2008-2011. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolonieritas,uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% yang diukur dengan EVA, MVA dan Beta Saham mempengaruhi secara signifikan terhadap return saham. Variabel-variabel dalam penelitian ini mampu menjelaskan perubahan return saham sebesar 50,4% sedangkan sisanya 49,6% dijelaskan oleh variabel bebas lain seperti faktor ekonomi makro dan rasio keuangan. Dari Hasil Analisis di peroleh tingkat signifikansi sebesar 0,035 dibandingkan dengan level of Signifikan 5% dan membuktikan bahwa secara simultan variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan perubahan return saham, sedangkan secara parsial hanya variabel EVA (Sig 0,019<0,05) dan MVA (Sig.0,041<0,05) yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham akan tetapi variabel Beta Saham (Sig. 0,308>0,05) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
ENGLISH:
Investor always expect a high stock return in making anINVESTMENT. Therefore, investors should be able to determine which companies that have high profit, so they also have a high stock return. Investors can analyze the financial performance that may affect the rate of return or the return on investments of the companies listed in Jakarta Islamic Index (JII) using EVA, MVA, and Beta Shares which may affect stock returns.
This study aims to simultaneously and partially determine the effect of EVA, MVA, and Beta Shares on the stock return of the companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) in the period of 2008-2011. The objects of research are the companies listed in JII. The samples are selected through purposive sampling method in order to obtain 9 companies as the samples that still listed in JII in the period of 2008-2011. The test equipment used in this research is the prerequisite test analysis which consists of normality and classic that includes multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation tests. The data analysis method employed is multiple regression analysis.


From the simultaneous analysis result, the 5% significant level measured by EVA, MVA and Beta stocks significantly affect the stock return. The variables in this study are able to explain changes in the stock return of 50.4% while the remaining 49.6% is explained by other variables such as macroeconomic and financial ratios factors. The analysis result shows that the 0.035 significance level compared to 5% significant level. It proves that independent variables in this study are able to explain changes in stock returns simultaneously and only EVA (Sig 0.019 <0.05) and MVA (Sig .0,041<0.05) vaiables that have a significant impact on stock returns partially but the variable beta stocks (Sig. 0.308> 0.05) has no significant effect on stock return.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Semakin berkembangnya perekonomian di dunia mengakibatkan perubahan yang signifikan di berbagai bidang kehidupan. Orang mulai melakukan transaksi ekonomi melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan menginvestasikan harta atau uangnya melalui pasar modal. Kehidupan yang semakin kompleks akan mendorong berbagai pihak untuk mencapai segala sesuatu secara instan, mudah dan terorganisasi. Melalui pasar modal sangat membantu para investor dan perusahaan melakukan transaksi ekonomi yaitu dalam bentuk investasi. Pasar modal merupakan pasar dari berbagai instrumen keuangan yang bersifatjangka panjang. Pasar modal berperan sebagai perantara atau media guna transferdana dari pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana (unit surplus) atauinvestor kepada pihak-pihak yang mengalami kesulitan dana dalam menjalankanusahanya (unit defisit). Inti dari kegiatan pasar modal adalah kegiatan investasi, yaitu kegiatan menanamkan modal baik langsung maupun tidak langsung denganharapan pada waktunya nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungandari hasil penanaman modal tersebut. Banyak pilihan sarana investasi, salah satunya adalah investasi di pasar modal syariah. Di pasar modal syariah tidak ada fasilitas perdagangan marjin 2 karena investor hanya boleh bertransaksi sebesar dana yang dimilikinya. Dana investor pun hanya diinvestasikan di saham yang perusahaan atau emitennya memenuhi ketentuan syariah atau halal.Tidak terdapat perbedaan fisik antara saham syariah dan non syariah.(http://forum.republika.co.id/showthread./Pasar-ModaSyariahSebagai-Pilihan-investasi) Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) bersama dengan PT Danareksa Investment Management (DIM) meluncurkan indeks saham yang dibuat berdasarkan syariah Islam, yaitu Jakarta Islamic Index (JII). Jakarta Islamic Index terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan syariah Islam.Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Setiap perusahaan selalu membutuhkan dana dalam membiayai kegiatan operasionalnya. Dana tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber, pertamaberasal dari dalam perusahaan yaitu modal pemilik maupun laba ditahan (retainedearnings), sedangkan sumber pembiayaan yang lain berasal dari luar yaitu dalambentuk pinjaman (hutang) dari pihak lain. Untuk perusahaan yang sudah go publicdalam upaya menambah dana kegiatan operasionalnya dapat diperoleh melaluipenjualan saham kepada para investor. Kegiatan penanaman modal oleh seorang investor dalam perusahaan tentumembutuhkan suatu informasi tentang keadaan suatu perusahaan yang dapat dijadikan landasan bagi investor dalam menentukan investasi antara lain 3 harga saham, kinerja perusahaan dan lingkungan ekonomi makro.Keberadaan pasar modal di suatu negara merupakan salah satu faktor signifikan dalam menentukan arah pembangunan ekonomi.Hal ini terbukti dari banyaknya industri dan perusahaan yang telah menggunakan institusi ini sebagai sarana untuk mendapatkan sumber pembiayaan usaha dan berinvestasi.
 Pada dasarnya investor mengukur kinerja perusahaan berdasarkankemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untukmenghasilkan laba.Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba merupakanfokus utama dalam penilaian kinerja perusahaan.Jikaperusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik maka investor akan tertarikmenanamkan modalnya, karena adanya harapan akan memperoleh keuntungandari penanaman modal tersebut. Investor bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal disebabkankarena perasaan aman akan berinvestasi dan tingkat return yang akan diperolehdari investasi tersebut. Untuk mendapatkan return yang maksimal, usaha yang harus dilakukan oleh investor adalah dengan melakukan analisa yang dapat mempengaruhi investasi dalam sahamnya, seperti dalam gambar berikut ini. 4 Gambar 1.1 Perkembangan Return JII Tahun 2008-2011 Sumber: infovesta.com Dalam gambar 1.1 dijelaskan bahwa perkembangan Return pada tahun 2008 JII menunjukkan hasil lebih baik daripada IHSG. Dengan hal ini untukmendapatkan tingkat pengembalian yang diharapkan, investor terlebih dahulu melakukan pengukuran pada kinerja keuangan perusahaan seperti dalam tabel berikut ini dapat dijadikan landasan investor dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi. Tabel 1.1 Kinerja Jakarta Islamic Index, IHSG dan DES periode 2008-2011 5 Kinerja Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 IHSG 1076 2019 3247 3800 DES 185 186 209 238 JII 216 417 532 537 Sumber: www.yahoofinance.com Pada tabel 1.1 menyimpulkan bahwa kinerja dari index di atas setiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya JII pada tahun 2008 ke 2009 pengalami peningkatan yang signifikan, hal ini juga dapat dijadikan landasan investor untuk berinvestasi, dan yang dapat dilakukan investor untuk mengambil keputusan dimana dia berinvestasi maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah dengan menganalisis laporan keuangan menggunakan alat pengukur kinerja yang dapat mempengaruhi terhadap tingkat pengembalian perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa Return memungkinkan investor untuk membandingkankeuntungan aktual ataupun keuntungan yang diharapkan yang disediakan olehberbagai investasi pada tingkat pengembalian yang diinginkan. Meskipun telah digunakan secara luas olehinvestor sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan investasi karenanilainya tercantum dalam laporan keuangan, penggunaan analisis rasio keuangansebagai alat pengukur akuntansi konvensional memiliki kelemahan utama, yaitumengabaikan adanya biaya modal sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatuperusahaan telah berhasil menciptakan suatu nilai atau tidak.Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dikembangkan suatu konsep yaituEconomic Value Added (EVA) 6 yang mencoba mengukur nilai tambah (valuecreation) yang dihasilkan suatu perusahaan dengan cara mengurangi beban biayamodal (cost of capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan. EVA adalah suatu sistemmanajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomis dalam suatu perusahaan,yangmenyatakan bahwa kesejahteraan dapat tercipta jika perusahaan mampu memenuhisemua biaya operasi (oprating cost ) dan biaya modal ( cost of capital), dimana EVA mencoba untuk mengukur nilai tambah (valuecreation) yang dihasilkan oleh perusahaan dengan cara mengurangi biayamodal (cost of capital) yang timbul sebagai akibat dari investasi yang telahdilakukan. EVA memberikan tolak ukur yang baik tentang apakahperusahaan telah memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. (Brigham danHouston, 2006) Menurut Pradhono (2004) EVA adalah ukuran kinerja keuangan yang paling baik untuk menjelaskan economic profit suatu perusahaan, dibandingkan dengan ukuran yang lain. EVA juga merupakan ukuran kinerja yang berkaitan langsung dengan kemakmuran pemegang saham sepanjang waktu.Penggunaan metode EVA membuat perusahaan lebih memfokuskan perhatian pada usaha penciptaan nilai perusahaan. Pengertian nilai diartikan sebagai nilai daya guna maupun benefit yang dinikmati oleh stakeholder (karyawan, investor,pemilik, pelanggan). Perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modalditandai dengan nilai EVA yang positif karena perusahaan mampu menghasilkantingkat pengembalian yang melebihi tingkat biaya modal.Tetapi apabila nilaiEVA negatif maka menunjukkan nilai perusahaan menurun karena tingkatpengembalian lebih rendah dari biaya modal.
Sedangkan MVA adalah Market Value Added (MVA) yang merupakan nilai pasar utang dan modal perusahaan dari total modal yang digunakan untuk mendukung nilai tambah. MVA adalah pengukuran kekayaan perusahaan yang diciptakan untuk investor.Akibatnya MVA memperlihatkan perbedaan antara kekayaan yang dimasukkan investor dengan apa yang mereka dapat peroleh. Perusahaan dengan EVA positif dari tahun ke tahun akan memperlihatkan kinerja MVA, ketika EVA negatif pada saat masuk dan keluar akan mempengaruhi MVA sebagai kerugian dalam persaingan pasar. Bila MVA jumlahnya positif, perusahaan akan menyebabkan menambah kekayaan pemegang saham. MVA yang negatif mengindikasikan berapa banyak kekayaan pemegang saham yang hilang.Oleh karena itu, MVA akan menjadi tujuan utama untuk setiap perusahaan bila pusatkan pada kesejahteraan pemegang saham. Di samping pengukuran kinerja perusahaan, investor juga harusmengukur tingkat risiko sistematis atau Beta suatu sekuritas. Beta merupakan suatu pengukur volatilitas (volatility) return suatu sekuritas atau portofolio terhadap return pasar. Beta dapat digunakan untuk membandingkan risiko sistematis dari saham-saham yang berbeda, sehingga investor dapat memperkirakan risiko suatu sahamnya.Jika β > 1 berarti saham cenderung naik dan turun lebih tinggi dibandingkan perubahan pasar. Jika β < 1 berarti saham cenderung turun atau naik lebih rendah dibandingkan perubahan pasar. Husniawati (2009), meneliti tentang Analisis Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added Terhadap ReturnSahampada Perusahaan  Food and Baverages Tahun 2003-2007, dari hasil uji analisis yang dilakukan menyimpulkan bahwa EVA dan MVA mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Siti Mardiah (2006), meneliti tentang Analisis Kinerja Bank Pemerintah dan Swasta dengan Metode EVA dan MVA Tehadap Return Saham periode 2004-2005. Dari hasil uji analisis yang dilakukan menyimpulkan EVA maupun MVA di 2004 tidak mempunyai pengaruh terhadap return saham.Namun berbeda ditahun 2005, EVA dan MVA ternyata memiliki perngaruh yang signifikan terhadap return saham. Hal ini menunjukkan bahwa penanam modal sebelum melakukan investasi saham di pasar modal terlebih dahulu menilai kinerja perusahaan dari sisi pasar keadaan intern perusahaan.. Dari beberapa penelitian diatas dalam mengukur kinerja keuangan perusahaanselainmenggunakan rasio keuangan peneliti ingin meneliti kembali menggunakan variabel selain dari rasio keuangan yaitu EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added). Adapun alasan peneliti mengambil variabel tersebut karena juga sering digunakan investor untuk menilai kinerja keuangan perusahaan untuk pengambilan keputusan investasi yang dapat berpengaruh terhadap harga dan return atas investasi yang dilakukan.
Di samping pengukuran kinerja perusahaan, investor juga harus memperhatikan risiko pasar saham.Risiko pasar disebut juga risiko sistematis. Untuk mengukur risiko ini dapat digunakan beta (β) yang menjelaskan return saham yang diharapkan. Beta merupakan pengukur yang tepat dari indeks pasar karena risiko suatu sekuritas yang di diversifikasikan dengan baik, tergantung 9 pada kepekaan masing-masing saham terhadap perubahan pasar yaitu pada beta saham tersebut. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan listing yang terdaftar di Jakarta Islamic Index(JII) periode 2008-2011. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul ” PENGARUH EVA, MVA DAN BETA SAHAM TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI JII PERIODE 2008-2011.”
1.2  Perumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah diatas, yang menjadi permasalahan adalah :
 1. Apakah terdapat pengaruh secara simultan EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan Beta Saham terhadap return saham pada perusahaan yang listing di JII periode 2008-2011 ?
2. Apakah terdapat pengaruh secara parsial EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan Beta Saham terhadap return saham pada pada perusahaan yang listing di JII periode 2008-2011 ?
1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan dari penelitian ini adalah
1. Untuk Mengetahui pengaruh secara simultan EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan Beta Sahamterhadap return saham pada pada perusahaan yang listing di JII periode 2008-2011.
2. Untuk Mengetahui pengaruh Apakah terdapat pengaruh secara Parsial EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan Beta Sahamterhadap return saham pada perusahaan yang listing di JII periode 2008-2011.
1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang bisa diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi investor, sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam melakukan pengambilan keputusan investasi.
2. Bagi perusahaan penerbit saham, sebagai bahan pertimbangan atas gejolak yang terjadi atas perdagangan sahamnya.
3. Bagi peneliti lain, sebagai bahan pembanding dari penelitian yang sejenis.
1.5 Batasan Penelitian
 Penelitian ini membatasi ruang lingkupnya hanya pada emiten atau perusahaan yang listingsebanyak 2 kalidi Jakarta Islamic Index (JII) selamaperiode 2008-2011, dan variabel yang digunakan peneliti hanya pada EVA, MVA. Sedangkan, untuk menilai risiko yang terjadi hanya menggunakan Beta Saham.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh EVA, MVA dan beta saham terhadap return saham pada perusahaan yang listing di JII periode 2008-2011Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment