Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh prosedur, pencairan, dan pengawasan pemberian kredit terhadap risiko kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Sawojajar Malang

Abstract

INDONESIA:
Prosedur pemberian kredit, pencairan kredit dan pengawasan kredit merupakan variabel yang sangat erat kaitanya dalam mengurangi risiko kredit macet. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prosedur pemberian kredit, pencairan kredit, dan pengawasan kredit ini terhadap risiko terjadinya kredit macet, baik secara parsial maupun simultan.
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Sebelum melakukan uji regresi maka dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi.
Dari hasil penelitian ini prosedur pemberian kredit sudah memenuhi syarat prinsip-prinsip 5c & 7p kredit. secara simultan dengan level of significant 10%, prosedur pemberian kredit, pencairan kredit, dan pengawasan kredit berpengaruh signifikan dalam mengurangi tingkat risiko kredit macet. Secara parsial variabel prosedur pemberian kredit dan pengawasan kredit berpengaruh signifikan terhadap tingkat risiko kredit macet, akan tetapi dalam penelitian ini variabel pencairan kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat risiko kredit macet karena pencairan kredit akan dilaksanakan jika prosedur dan syarat-syarat pengajuan kredit telah dilakukan oleh nasabah.variabel yang paling dominan dalam penelitian ini adalah pengawasan kredit dengan pendekatan kekeluargaan. Variabel bebas yang terdiri dari (prosedur pemberian kredit, pencairan kredit, dan pengawasan kredit) dapat menjelaskan model variabel terikat yaitu kredit macet sebesar 61,2% sedangkan sisanya 38,8% dijelaskan oleh variabel bebas lainnya.
ENGLISH:
Lending procedures, loan disbursement and credit monitoring is a variable that is closely related in reducing the risk of bad debts. Therefore, this study aimed to determine the effect of credit procedures, loan disbursement, and monitoring these credits toward the risk of bad debts, either partially or simultaneously.
The Testing conducted using multiple linear regression. Before doing the regression test classical assumption test is performed, including tests of normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation.

From these results the procedure already qualified lending principles 7p & 5c credit. Simultaneously with a significant level of 10%, lending procedures, loan disbursement, and oversight of credit have a significant effect in reducing the risk of bad debts. Partial variable lending procedures and controls have a significant credit risk toward the level of bad credit, but in this study the variable loan disbursement has no significant effect on the risk of bad debts because of credit disbursement will be made if the procedures and terms of credit have been made by the customer.The most dominant variable in this study is the supervision of credit with a family approach. Independent variables which consist of (lending procedures, loan disbursement, and credit control) could explain the model of the dependent variable that is non-performing loans amounting to 61.2% while the remaining 38.8% is explained by other independent variables.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Masalah Perkembangan dunia perbankan sejalan dengan perkembangan ekonomi suatu negara, yang merupakan bagian utama dari kegiatan pemerintah dalam menggalakkan sistem perkreditan bagi masyarakat. Paska krisis ekonomi dan moneter di Indonesia memberikan gambaran nyata betapa peran strategi sektor perbankan sangat penting. Ketika sektor perbankan terpuruk, perekonomian nasional juga ikut terpuruk. Demikian sebaliknya, ketika perekonomian mengalami stagnasi, sektor perbankan juga terkena imbasnya dimana fungsi intermediasi tidak berjalan normal. (Kiryanto, 2007) Kegiatan usaha bank yang utama adalah penghimpunan dan menyalurkan dana masyarakat. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun. Kegiatan usaha bank tersebut salah satunya adalah dalam bentuk perkreditan bagi masyarakat perseorangan atau badan usaha. Kredit tersebut mempunyai suatu kedudukan yang strategis dimana sebagai salah satu sumber uang yang diperlukan dalam membiayai kegiatan usaha yang dapat dititikberatkan sebagai salah satu kunci kehidupan bagi bank. Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank merupakan asset terbesar bagi bank. Sehingga bila tidak dikelola dengan baik dan disertai pengawasan 2 yang memadai akan mengancam kelangsungan hidup bank tersebut. (Wardani, 2010) Usaha mikro, kecil dan menengah juga memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi karena tingkat penyerapan tenaga kerjanya yang relative tinggi dan kebutuhan modal investasinya yang kecil. Hal ini membuat UMKM tidak rentan terhadap berbagai perubahan eksternal sehingga pengembangan pada sektor UMKM dapat menunjang diversifikasi ekonomi dan percepatan perubahan struktural yang merupakan prasyarat bagi pembangunan ekonomi jangka panjang yang stabil dan berkesinambungan. (http://www.siap-bos.blogspot.com) Apabila kita teliti sisi aktiva neraca bank dengan cermat, akan nampak bahwa bagian terbesar dana operasional setiap bank diputarkan dalam kredit yang diberikan. Kenyataan ini menggambarkan bahwa kredit adalah sumber pendapatan bank (bunga) yang terbesar, namun sekaligus merupakan sumber resiko operasi bisnis yang terbesar. (Gusvita, 2004:12) Salah satu kebijakan yang umum digunakan manajemen untuk menghindari resiko tersebut adalah dengan menetapkan prosedur pemberian kredit dan pengawasan kredit yang melekat pada sistem akuntansi yang ada pada perusahaan. Dalam analisis akan dikaji berbagai faktor yang mempengaruhi realisasi pemberian kredit pada nasabah serta harapan dari nasabah mengenai variabel dari pelaksanaan pemberian kredit. 3 Dalam memberikan fasilitas kredit, bank harus melakukan sebuah penilaian kredit dengan menilai kriteria-kriteria serta aspek penilaian analisis 5C & 7P kredit. Adapun penjelasan untuk analisis dengan 5C kredit adalah : (a) Character (watak), penilaian watak calon debitur dimaksudkan untuk mengetahui kemauannya untuk membayar (willingness to pay). Penilaian tersebut meliputi moral, sifat, perilaku, tanggung jawab, cara hidup atau gaya yang dianutnya, keadaan keluarga, dan hoby. Ini semua merupakan ukuran kemauan membayar, (b) Capacity (kemampuan), penilaian kemampuan membayar dapat dilihat dari kegiatan usaha dan kemampuan mengelola usaha uang akan dibiayai melalui kredit, (c) Capital (modal), penilaian terhadap capital perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah modal yang dimiliki calon debitur cukup memadai untuk menjalankan usahanya. Makin besar jumlah modal yang ditanam oleh calon debitur kedalam usaha yang akan dibiayai dengan kredit, makin menunjukan keseriusan calon debitur menjalankan usahanya, (d) Collateral (jaminan), penilaian ini dilakukan untuk mengetahui nilai barang jaminan yang diserahkan calon debitur untuk menutupi risiko kegagalan pengembalian kredit yang akan diperolehnya, (e) Condotion (keadaan), penilaian condition ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pada suatu saat disuatu daerah yang mungkin akan mempengaruhi kelancaran usaha calon debitur. Kondisi ekonomi ini mencakup juga peraturan atau kebijaksanaan pemerintah yang memiliki dampak terhadap 4 keadaan perekonomian yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan usaha calon debitur.
Sedangkan penilaian dengan analisis 7P kredit adalah sebagai berikut : (a) Personality, menilai nasabah dari segi kepribadiannya juga tindakan dalam menghadapi masalah dan menyelesaikannya. (b) Party, mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu. (c) Purpose, untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. (d) Prospect, menilai usaha nasabah di masa akan datang menguntungkan atau tidak. (e) Payment, ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit. (f) Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba. (g) Protection, bagaimana menjaga agar kredit yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan sehingga kredit yang diberikan benar- benar aman. Menurut Tjiptoadinugroho (1994:176) pemberian kredit pada hakikatnya harus mempunyai sumber dana. Bagi perbankan sumber dana tersebut berasal dari deposito-deposito yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank. Dari segi ekonomi sumber usaha perkreditan mempunyai tujuan memanfaatkan idle money yang ada di tangan masyarakat dengan penyaluran lewat perbankan. Penyaluran kredit merupakan salah satu peranan bank dalam menyalurkan dananya kepada masyarakat yaitu dalam 5 bentuk bantuan dana bagi pengembangan usaha masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Sutojo (1997:2). Menurut Hakimah dalam skripsinya, penyelesaian kredit macet melalui arbitrase itu dibenarkan karena proses penyelesaiannya lebih cepat. Begitu juga dengan Dianauli (2006), Hasil penelitian adalah prosedur pemberian kredit yang sangat selektif. Pihak kredit melakukan pronsip kehati-hatian di dalam mengeluarkan kredit. Bank Rakyat Indonesia atau biasa disingkat BRI adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Bank Rakyat Indonesia didirikan pada 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah. Tanggal tersebut dijadikan hari jadi Bank Rakyat Indonesia. Bank Rakyat Indonesia didirikan oleh Raden Aria Wirjaatmadja. Pada awal dibentuknya, bank ini bernama Hulpen Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Sampai sekarang, Bank Rakyat Indonesia (Persero) tetap konsisten pada pelayanan masyarakat kecil. Bentuk pelayanan tersebut antara lain memberikan fasilitas kredit pada golongan pengusaha kecil. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya Kredit Usaha Kecil (KUK) dari tahun ke tahun. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan Indonesia, Bank Rakyat Indonesia pun berkembang semakin pesat. Bank Rakyat Indonesia pun telah tersebar diseluruh pelosok Indonesia. Selain tersebar di seluruh 6 pelosok Indonesia, Bank Rakyat Indonesia pun memiliki perwakilan di luar negeri, seperti kantor Perwakilan Hongkong. Jika dilihat dari sisi prosedur pemberian kredit, semua bank di Indonesia khususnya Bank Rakyat Indonesia pasti mempunyai prosedur yang sudah ditetapkan secara baik, akan tetapi kita tidak mengetahui bagaimana ketika proses pencairan telah dilaksanakan, (1) apakah dalam prosedur yang sudah ditetapkan dapat mengurangi tingkat resiko kredit macet (2) apakah setelah pencairan terdapat masalah dalam hal pengembalian atau kredit macet yang dapat mempengaruhi tingkat resiko, (3) apakah pengawasan yang dilakukan pihak-pihak tertentu kurang maksimal sehingga terdapat kredit macet dan masalah dalam pengembalian kredit, dan (4) jika nasabah atau debitur tidak dapat mengembalikan pinjaman kreditnya apakah jaminan yang diberikan dapat dilelang oleh pihak bank. Dengan memperhatikan kaitan yang erat antara perlunya prosedur pemberian kredit yang memadai dengan usaha untuk memperkecil resiko tidak tertagihnya kredit, maka penulis ingin melakukan penelitihan dengan judul “Pengaruh Prosedur, Pencairan, dan Pengawasan Pemberian Kredit Terhadap Resiko Kredit Macet Pada Bank Rakyat Indonesia (BRI)”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan Latar Belakang tersebut diatas maka dapat di rumuskan permasalahannya adalah :
1. Apakah prosedur pemberian kredit pada Bank Rakyat Indonesia sudah mengikuti prinsip-prinsip pemberian kredit dengan menggunakan 5C dan 7P kredit?
2. Apakah prosedur, pencairan, dan pengawasan kredit pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Unit Sawojajar berpengaruh seacara simultan dan parsial terhadap tingkat risiko kredit macet?
3. Variabel manakah yang paling dominan terhadap tingkat risiko kredit macet?
1.3 Tujuan Penelitian
 Tujuan yang akan dicapai untuk penelitian yang berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas adalah :
1. Untuk menganalisis prosedur pemberian kredit pada Bank Rakyat Indonesia ini sudah menggunakan analisis 5C dan 7P kredit.
2. Untuk menganalisis pengaruh prosedur, pencairan, dan pengawasan kredit secara simultan dan parsial terhadap tingkat risiko kredit macet pada Bank Rakyat Indonesia.
 3. Untuk mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap tingkat risiko kredit macet.
1.4 Kegunaan Penelitian
 Kegunaan atau manfaat yang bisa diambil dalam penelitian ini adalah :
 1. Bagi nasabah dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi nasabah yang akan mengajukan kredit.
2. Bagi perusahaan, dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk masa yang akan datang dalam prosedur pemberian kredit Bank Rakyat Indonesia.
3. Bagi penulis, penelitian ini dapat memberikan peluang untuk menambah wawasan berpikir memperluas pengetahuan, baik dalam teori maupun praktek.
1.5 Batasan Penelitian
 Untuk menghindari keluasan masalah, peneliti membatasi permasalahan pada pengaruh prosedur, pencairan, dan pengawasan pemberian kredit terhadap risiko kredit macet pada Bank Rakyat Indonesia khususnya pada nasabah atau debitur yang memperoleh pinjaman kredit umum pedesaan (Kupedes).
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh prosedur, pencairan, dan pengawasan pemberian kredit terhadap risiko kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Sawojajar Malang." Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment