Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, April 22, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Penerapan konsep EVA, MVA, dan CVA untuk mengukur kinerja keuangan bank BUMN yang listed di bursa efek Indonesia

Abstract

INDONESIA:
Kinerja keuangan merupakan alat pengukur tingkat keberhasilan manajemen dalam mengelola sumberdaya keuangan yang dimiliki perusahaan. Penggunaan pendekatan Economic Value Added (EVA) dalam penelitian ini didasarkan bahwa pendekatan ini mampu mengukur kinerja perusahaan dan mampu menggambarkan efisiensi perusahaan periode tertentu. Pendekatan Market Value Added (MVA) menggambarkan seberapa besar kekayaan yang dapat diciptakan oleh perusahaan kepada investor dan perusahaan. Sedangkan Cash Value Added (CVA) adalah ukuran kinerja perusahaan yang terlihat berapa banyak uang perusahaan yang dihasilkan melalui operasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja Bank BUMN mempunyai nilai baik apabila diukur menggunakan metode EVA, MVA, dan CVA, dan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan Bank BUMN apabila diukur menggunakan metode EVA, MVA, dan CVA.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan penerapan Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), dan Cash Value Added (CVA) untuk mengukur kinerja keuangan Bank BUMN. Jenis data Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu berupa laporan keuangan Bank BUMN. Obyek penelitian yang dianalisis dalam penelitian ini adalah seluruh Bank BUMN yang Listed di Bursa Efek Indonesia.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Keuangan Bank BUMN yang Listed di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari PT. Bank Mandiri. Tbk, PT. Bank BRI. Tbk, PT. Bank BNI. Tbk, dan PT. Bank BTN. Tbk diukur dengan konsep EVA mempunyai nilai EVA yang positif, ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis bagi pemegang saham dan investor. Selanjutnya kinerja keuangan Bank BUMN yang diukur dengan konsep MVA mempunyai nilai positif dan ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan dilaksanakan secara efektif dan efisien karena mampu menambah kekayaan bagi pemegang saham. Dan kinerja keuangan Bank BUMN yang diukur dengan konsep CVA mengalami peningkatan dan penurunaan secara fluktuatif, ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu untuk menghasilkan nilai kas yang diperoleh oleh perusahaan.
ENGLISH:
Financial Performance is the instrument used to measure the management achievement level in managing the company’s financial resource. The implementation of Economic Value Added (EVA) approach in this research is based on the point that this approach can measure the company’s financial performance and depict the company’s efficiency in certain periods. The Market Value Added (MVA) depicts the possible amount of wealth which can be gained by the company and its investors. Nevertheless, Cash Value Added (CVA) is the measurement of the company’s noticeable performance that is the company’s wealth produced through the operation. This research aims to know whether or not the State-Owned Banks can have a good performance if they are measured using EVA, MVA, and CVA method. It also aims to discover any difference of State-Owned Banks financial performance when it is measured using EVA, MVA, and CVA methods.
This research employs a qualitative method using Economic Value Added (EVA) and Cash Value Added (CVA) to measure the State-Owned Banks financial performance. The data used are secondary data in form of State-Owned Banks financial report. The research objects are all State-Owned Banks listed in Indonesia Stock Exchange.

The research results point out that State-Owned Banks listed in Indonesia Stock Exchange, consisting PT. Bank Mandiri. Tbk, PT. Bank BRI. Tbk, PT. Bank BNI. Tbk, and PT. Bank BTN. Tbk which are measured using EVA concept, produce a positive EVA value. It indicates that the company management can produce an economic value added for the stockholders and investors. Further, the financial performance of State-Owned Banks measured using MVA concept produces a positive value. It indicates that the company financial performance is performed effectively and efficiently since it can increase the stockholders’ wealth. The financial performance of State-Owned Banks measured using CVA concept, meanwhile, experiences fluctuated increase and decrease. It indicates the incapability to produce cash value which is gained by the company.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Dunia usaha merupakan salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan dengan usaha kecil menengah bisa menyerap tenaga kerja, menghasilkan devisa dan membuat berjalannya sistem perekonomian. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan persaingan bisnis dalam dunia usaha menjadi semakin kompetitif. Oleh karena itu, tujuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya tidak lagi relevan karena tanggung jawab perusahaan bukan hanya terbatas pada pemilik saja, melainkan kepada seluruh stakeholder. Hal ini menuntut perusahaan untuk menimbang semua strategi yang diambil dan dampaknya kepada stakeholders, sehingga berdampak pada pergeseran tujuan semula. (Tamba, 2012:1) Laba berubah menjadi maksimalisasi nilai perusahaan. Penetapan tujuan ini sangat berpengaruh pada proses penyusunan strategi dan pengukuran kinerja perusahaan untuk menghasilkan keputusan yang tepat. Dalam menilai kinerja suatu perusahaan, tentunya diperlukan informasi yang relevan dan penentuan alat ukur kinerja perusahaan yang tepat. 1 2 Laporan keuangan merupakan suatu dasar pengukuran kinerja perusahaan, dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan akan diperoleh informasi yang benar dan lengkap atas kinerja perusahaan bagi para pemegang saham atau penyandang dana. Pemilik atau pemegang saham menggunakan laporan keuangan untuk melihat perolehan hasil yang ditanamnya kepada perusahaan yang bersangkutan dan untuk membuat perbandingan dengan perusahaan lain yang berkaitan dengan tingkat kesuburan perusahaan. Menurut Hanafi (2005: 51) Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dinilai dengan menggunakan beberapa alat analisis keuangan, salah satunya yaitu laporan keuangan dengan menggunakan pendekatan beberapa rasio keuangan misalnya rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio laverage dan lain-lain. Laporan keuangan perusahaan merupakan salah satu sumber informasi yang penting disamping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa pasar perusahaan, kualitas manajemen dan lainnnya. Alat untuk menilai kinerja dan menganalisa laporan keuangan perusahaan yang lazim dipakai selama ini adalah analisis rasio financial yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Penggunaan alat analisis rasio finansial ini belum dapat memuaskan keinginan pihak ketiga yaitu pihak investor atau para penyandang dana (kreditur dan pemegang saham). Pihak manajemen dengan analisis rasio finansial tersebut belum cukup untuk mengetahui apakah telah terjadi nilai tambah pada perusahaannya, sedang bagi para penyandang dana belum cukup mempunyai keyakinan, apakah modal yang telah ditanamkan 3 dimasa yang akan datang akan dapat memberikan tingkat hasil seperti yang diharapkan. Wahyudi (2009:19) Dalam penelitian ini peneliti mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan pendekatan Economic Value Added (EVA) dimana EVA sebagai pengukur kinerja dapat mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah. Selain itu EVA merupakan pengukur kinerja yang memuat total faktor kinerja karena memasukkan semua unsur dalam laporan laba/rugi dan neraca perusahaan. Berbeda dengan pendekatan-pendekatan yang telah disebutkan diatas (rasio finansial), kinerja dan prestasi manajemen yang diukur dengan pendekatan rasio-rasio keuangan tidak dapat dipertanggung-jawabkan, karena rasio keuangan yang dihasilkan sangat bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan. Dengan adanya distorsi akuntansi ini maka pengukuran kinerja berdasarkan laba per saham (earning per share), tingkat pertumbuhan laba (earning growth) dan tingkat pengembalian (rate of return) tidak efektif lagi. Karena pengukuran berdasarkan rasio ini tidak dapat diandalkan dalam mengukur nilai tambah yang tercipta dalam periode tertentu (Rudianto, 2006:340). Menurut Rudianto (2006: 340) pengertian EVA adalah: Suatu sistem manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital). EVA sebagai indikator dari keberhasilan manajemen dalam memilih dan mengelola sumber-sumber dana yang ada di perusahaan tentunya juga akan berpengaruh positif terhadap return pemegang saham. Di dalam konsep EVA memperhitungkan modal saham, sehingga memberikan pertimbangan yang adil bagi para penyandang dana perusahaan. Analisis sekuritas menemukan bahwa harga saham mengikuti EVA jauh lebih 4 dekat dibanding faktor lainnya seperti laba per saham, marjin operasi. Korelasi ini terjadi karena EVA benar-benar diperhatikan investor. Selain EVA ada pendekatan lain yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan, pendekatan tersebut adalah pendekatan Market Value Added (MVA) dan Cash Value Added (CVA). Market Value Added (MVA) adalah menggambarkan seberapa besar kekayaan yang dapat diciptakan oleh perusahaan kepada investor dan perusahaan, dan Cash Value Added (CVA) adalah menggambarkan seberapa besar nilai kas yang dihasilkan oleh perusahaan . Menurut Wiagustini (2010:96) MVA adalah MVA digunakan untuk mengukur seluruh pengaruh kinerja manajerial sejak perusahaan berdiri hingga sekarang. MVA diperoleh dengan melalui selisih antara nilai pasar
ekuity dengan modal ekuitas yang disetor pemegang saham. Nilai pasar ekuitas diperoleh dengan mengalikan jumlah saham beredar dengan harga saham, sedangkan modal ekuitas disetor pemegang saham sama dengan total ekuitas perusahaan atau nilai buku ekuitas. Dalam Jurnal Fredrik Weissenrieder yang berjudul Value Based Management: Economic Value Added or Cash Value Added (1997:5) CVA (Nilai Tunai Added ) adalah model Net Present Value yang periodizes. Perhitungan Net Present Value dan mengklasifikasikan investasi ke dalam dua kategori: Investasi Strategis dan non strategis. Investasi Strategis adalah mereka yang tujuannya adalah untuk menciptakan nilai baru bagi pemegang saham, seperti ekspansi, sedangkan Investasi Non strategis adalah orang-orang yang dibuat untuk mempertahankan nilai Strategic Investments. Di Indonesia perkembangan industri perbankan semakin meningkat pasca krisis ekonomi yang melanda ekonomi pada tahun 1997. Dampak krisis ekonomi 5 tersebut menyebabkan banyak bank pemerintah dan bank swasta yang mesti di beku operasikan, dilikuidasi, diakuisisi dan dimerger oleh pemerintah. Namun seiring dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi Indonesia dengan trend pertumbuhan yang stabil dan meningkat serta memberikan dampak positif terhadap bangkitnya kembali industri perbankan di tanah air. Tabel 1.1 Perkembangan sektor perbankan BUMN dari tahun 2009-2012 Perusahaan 2010 2011 2012 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk 449.774.551 551.891.704 635.618.708 PT. Bank BRI (Persero) Tbk 404.285.602 469.899.284 551.336.790 PT. Bank BNI (Persero) Tbk 248.580.529 299.058.161 333.303.506 PT. Bank BTN (Persero) Tbk 68.385.539 89.121.459 111.748.593 Sumber:www.idx.co.id Dalam perkembangan sektor perbankan dari tahun 2010 sampai tahun 2012 mengalami peningkatan secara terus menerus sehingga penulis tertarik untuk meneliti di sektor perbankan yang listed dalam Bursa Efek Indonesia. Sektor perbankan yang listed di BUMN memiliki tanggung jawab yang besar kepada pemilik dan para stakeholdernya, dan harus benar-benar mengamati bagaimana kinerja keuangannya sehingga bisa menentukan langkah yang tepat dalam mengatur keuangan di perusahaannya. Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah go public memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengelolaan kinerja keuangannya, Kinerja keuangan yang dimiliki nantinya dapat digunakan sebagai dasar
 pengambilan keputusan-keputusan strategis perusahaan sehingga dapat sukses dalam persaingan di  dalam maupun diluar negeri dan sebagai bahan pertimbangan investor ketika akan menanamkan modalnya. Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis akan mengangkat judul “ Penerapan Konsep EVA, MVA, dan CVA untuk mengukur Kinerja Keuangan Bank BUMN yang Listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) 1.2 Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah kinerja keuangan Bank BUMN mempunyai nilai yang baik apabila diukur dengan menggunakan pendekatan EVA, MVA dan CVA?
2. Apa ada perbedaan kinerja keuangan Bank BUMN apabila diukur dengan menggunakan pendekatan EVA, MVA, dan CVA?
1.3 Tujuan Penelitian
 Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
 1. Untuk mengetahui apakah kinerja keuangan Bank BUMN baik apabila di ukur dengan menggunakan pendekatan EVA, MVA dan CVA.
2. Untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan Bank BUMN apabila di ukur dengan menggunakan pendekatan EVA, MVA, dan CVA.
 1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan dibidang keuangan berdasar metode Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Cash Value Added (CVA) dan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perusahaan.
2. Bagi Penulis Sebagai pembelajaran atas teori-teori yang didapatkan di bangku dan Membantu peneliti dalam memahami dan mendalami masalah Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA) dan Cash Value Added (CVA) dalam menilai kinerja keuangan perusahaan.
3. Bagi Universitas Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk pengembangan penelitian selanjutnya dan Sebagai bahan bacaan yang bermanfaat bagi yang memerlukan sehingga dapat menambah pengetahuan.
1.5 Batasan Masalah

Dengan keterbatasan penulis dalam berbagai hal baik yang berkaitan dengan waktu, tenaga, biaya, referensi, dan kemampuan agar diperoleh hasil yang optimal, maka penelitian ini hanya difokuskan pada Penerapan Konsep EVA, MVA dan CVA 8 untuk mengukur Kinerja Keuangan Bank BUMN yang Listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) ( Periode 2010 sampai 2012).
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Penerapan konsep EVA, MVA, dan CVA untuk mengukur kinerja keuangan bank BUMN yang listed di bursa efek IndonesiaUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment