Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, April 18, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis perbedaan return, abnormal return, risiko, dan aktivitas volume perdagangan sebelum dengan sesudah pengumuman right issue: Studi pada perusahaan yang melakukan right issue di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2010-2012

Abstract

INDONESIA:
Seiring dengan meningkatnya minat berinvestasi dalam sebuah perusahaan, maka patut dipertimbangkan kebijakan-kebijakan yang akan mempengaruhi keuntungan dan risiko yang akan dihadapi oleh investor. Right issue merupakan salah satu kebijakan yang sering diambil oleh perusahaan karena dengan right issue perusahaan akan mendapatkan dana segar yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index (JII) yang melakukan right issue tahun 2010-2012, dalam hal ini terdapat 3 perusahaan yaitu PT. Bakrie Land Development Tbk, PT. Lippo Karawaci Tbk dan PT. Uniterd Tractor Tbk, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Hystorical Price masing-masing perusahaan yang dipublikasikan dan diunduh melalui situs Yahoo Finance. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Beda Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel return, abnormal return dan risiko tidak memiliki perbedaan antara periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini menunjukkan adanya right issue tidak mempengaruhi variabel return, abnormal return dan risiko. Sedangkan untuk variabel aktivitas volume perdagangan menunjukkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue. dibuktikan dengan nilai signifikansi 2-tailed 0,030 yang lebih kecil dari nilai signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya right issue mempengaruhi variabel aktivitas volume perdagangan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa right issue masih mempengaruhi keputusan investor dalam mengambil keputusan menggunakan bukti rightnya. Khususnya dilihat dari perubahan aktivitas volume perdagangan perusahaan sampel.
ENGLISH:
Along with the increasing of interest of investing in a company, it is important to consider the policies which influence the advantages and risks that will be faced by the investors. Right Issue is one of the policies which mostly taken by the company to get fresh capital which can be used to develop its performances.
The sample in this research consists of companies listed in Jakarta Islamic Index (JII) which perform right issue on 2010-2012. There are three companies: PT. Bakrie Land Development Tbk., PT. Lippo Karawaci Tbk., and PT. United Tractor Tbk., by using purposive sampling technique. The data used is secondary data which obtained from Historical Price of each company which published and downloaded through Yahoo Finance website. The analysis method used is Difference Testing Paired Sample t-test with significance level of 5%.

From the analysis result using Paired Sample t-test, it shows that return variable, abnormal return, and risk do not have differences between period before and after the right issue announcement. The variable of trading volume activity shows the result that there are significance differences between period before and after right issue announcement. It can be proved by the 2-tailed significance level of 0.030 which smaller than significance level of 5%. It means there is a right issue which has no influence on return variable, abnormal return and risk. But, there is a right issue which has an influence on the trading volume activity variable. From the result, it can be concluded that a right issue has no information which cause the market to react negatively
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Aktivitas pasar modal di indonesia dimulai sejak tahun 1921 di jakarta. Efek yang diperdagangkan pada saat itu adalah saham milik perusahaan orang Belanda dan obligasi yang diperdagangkan adalah obligasi milik pemerintah Hindia Belanda. Aktivitas pasar modal ini berhenti ketika terjadi perang dunia II. Ketika indonesia merdeka, pemerintah menerbitkan obligasi pada tahun 1950. Pengaktifan pasar modal di Jakarta ini ditandai dengan diterbitkannya Undang-undang darurat tentang Bursa Nomor 13 Tahun 1951 yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang Nomor 5 tahun 1952 yang berkaitan dengan pasar modal (Manan, 2009:13). Di era globalisasi, pasar modal atau bursa efek merupakan sumber pendanaan yang cukup penting. Pasar modal dapat diibaratkan dengan pusat perbelanjaan. Tapi jika pusat perbelanjaan umum menyediakan berbagai macam barang kebutuhan hidup, maka pasar modal hanya menjajakan produk-produk pasar modal, seperti obligasi dan efek. pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang membutuhkan modal dengan pihak yang kekurangan modal (Tandelili, 2010:26). Pasar modal merupakan salah satu alternatif untuk menambah kekayaan, dengan cara berinvestasi, investor dapat melakukan investasi dibeberapa perusahaan yang diinginkan melalui pembelian efek-efek baru yang ditawarkan atau diperdagangkan di pasar modal. Di dalam pasar modal 2 terdapat beberapa indeks di antaranya lq-45, kompas100, IHSG, JII dan lainlain. Menurut Sitepu (2010) Jakarta Islamic Index (JII) merupakan salah satu indeks yang menjadi indikator bagi para investor yang mencari sahamsaham yang tidak melanggar syariah dalam Islam (halal). JII sering dijadikan tolak ukur mengenai saham-saham prospektif yang halal. Dimana dalam indeks JII tergabung 30 emiten saham yang di review setiap 6 bulan sekali. Diharapkan dengan adanya indeks JII, bisa meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham-saham lokal tanpa takut melanggar syariah. Berikut kriteria pemilhan saham yang berhak masuk dalam JII: 1. Saham-saham yang akan dipilih berdasarkan Daftar Efek Syariah (ES) yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK 2.
Memilih 60 saham dari DES tersebut berdasarkan urutan kapitalisasi terbesar selama 1 tahun terakhir 3. Dari 60 saham tersebut, dipilih 30 saham berdasarkan tingkat likuiditas yaitu nilai transaksi di pasar reguler selama 1 tahun terakhir. Gambar 1.1 3 Perkembangan Kinerja Jakarta Islamic Index Tahun 2009-2012 www.Duniainvestasi.com Selain Jakarta Islamic Index (JII) mengelola saham-saham syariah, JII juga termasuk indek yang kinerjanya cukup bagus hal itu dapat dilihat pada gambar 1.1 tentang perkembangan kinerja JII pada periode 2009-2012. hal tersebut merupakan alasan penulis mengambil JII sebagai objek penelitian. Salah satu indikator untuk mempelajari perilaku investor dalam perdagangan saham adalah dengan melihat pola perubahan volume perdagangan saham atau yang disebut trading volume activity (Istanti, 2007:7). Menurut suryawijaya (1998) dalam astanti (2007, 7) Trading volume activity (TVA) merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui pergerakan aktivitas volume perdagangan saham di pasar. 4 Sedangkan untuk menarik investor di pasar modal, perusahaan umumnya melakukan corporate action. Corporate action merupakan aktivitas emiten yang berpengaruh terhadap jumlah lembar saham yang beredar komposisi kepemilikan saham, risiko sistematis saham, serta pergerakan harga saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2001:123) dalam Dewi (2010:6). Sedangkan menurut Samsul (2006:186-187) corporate action merupakan tindakan perusahaan untuk melakukan Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pengeluaran saham baru melalui right issue, pengeluaran saham baru melalui warrant, pengeluaran saham baru melalui convertible bonds, menambah jumlah saham melalui split, menambah jumlah saham melalui saham bonus dan menambah jumlah saham melalui dividen saham. Beberapa tindakan corporate action di atas yang dapat mempengaruhi indeks harga saham riil adalah tindakan pengeluaran saham baru melalui right issue, pengeluaran saham baru melalui warrant, pengeluaran saham baru melalui convertible bonds, menambah jumlah saham melalui split, menambah jumlah saham melalui saham bonus dan menambah jumlah saham melalui dividen saham, karena dapat mempengaruhi harga saham di pasar. Tindakan pengeluaran saham baru melalui right issue, pengeluaran saham baru melalui warrant dan pengeluaran saham baru melalui convertible bonds juga mempengaruhi harga saham teoritis, karena total nilai dasar per saham berubah. Sedangkan tindakan menambah jumlah saham melalui split, menambah jumlah saham melalui saham bonus dan menambah jumlah saham melalui dividen saham tidak mempengaruhi indeks 5 harga saham teoritis karena total nilai dasar tidak berubah, atau perubahan nilai dasar per saham seimbang dengan perubahan harga pasar yang disesuaikan (Samsul, 2006:186-187). Sedangkan tindakan corporate acion menurut Hantaz antara lain aliansi strategis, diversivikasi, akuisisi, merger, konsolidasi, right issue, reverse stock, stock split, private plancement, tender offer, dan dilusi. (http://blogsiffahartas.blogspot.com/2011/07/corporateaction.html). Dari beberapa kegiatan corporate acion di atas, Right issue merupakan salah satu corporate action yang sering dilakukan oleh emiten jika dibandingkan dengan stock split dan reserve stock. Hal ini dapat dilihat dari data jadwal corporate action di www.Britama.com pada table 1.1 dan gambar 1.1 sebagai berikut : Tabel 1.1 Perbedaan Jumlah Tindakan Corporate Action Corporate Action 2010 2011 2012 Total Right Issue 23 16 13 52 Stock Split 4 9 14 27 Reserve stock 3 3 3 9 Sumber: www.Britama.com (data sekunder diolah) Gambar 1.2 Perbedaan Jumlah Tindakan Corporate Action 6 Sumber: www.Britama.com (data sekunder diolah) Perbedaan jumlah tindakan kebijakan corporate action dari 3 tahun terakhir yaitu 2010, 2011 dan 2012 yang ditunjukkan grafik di atas merupakan alasan penulis memilih corporate action right issue untuk diteliti. Alasan diterbitkan right issue sendiri pada hakikatnya menurut Halim (2005:100) dikeluarkan emiten dalam rangka menghimpun dana segar. Sedangkan menurut Samsul (2006:187) right issue dapat mempengaruhi indeks harga saham riil karena dapat mempengaruhi harga saham di pasar, dan juga mempengaruhi harga saham teoritis, karena total nilai dasar per saham berubah. Menurut Husnan (2004:379-380) perusahaan menerbitkan Right Issue seringkali adalah untuk menghemat biaya emisi, dan juga untuk menambah jumlah lembar saham yang diperdagangkan. Umumnya diharapkan penambahan harga saham di bursa akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham tersebut (istilahnya adalah meningkatkan likuiditas saham). Merujuk pada beberapa teori tujuan dilakukannya right issue di atas telah banyak penelitian yang telah dilakukan, akan tetapi menunjukkan hasil 0 5 10 15 20 25 1 2 3 Right Issue Stock Split Reserve 7 yang berbeda-beda, bahkan menunjukkan hasil yang kontradiktif.
 Hal ini terlihat dari beberapa temuan empiris yang dilakukan oleh Andriyani (2007) yang menunjukka hasil antara return, abnormal return dan Trading Volume Activity (TVA) pada periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue tidak mempunyai kandungan informasi yang dapat mempengaruhi prefensi investor dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal. Serta penelitian yang dilakukan oleh Armando (2009) yang memperoleh hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return saham pada periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Penelitian di atas kontradiktif dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2010), yang mengatakan bahwa terdapat perbedaan abnormal return pada periode sebelum dan sesudah pengumuman Right Issue. Serta penelitian yang dilakukan oleh Armando (2009) yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan pada Trading Volume Activity (TVA) pada periode sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Mengacu pada berbagai penelitian yang telah dilakukan, penulis tertarik untuk menganalisa lebih lanjut mengenai seberapa besar perbedaan terhadap return saham dan volume perdagangan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Maka dilakukan penelitian dengan judul “ANALISIS PERBEDAAN RETURN, ABNORMAL RETURN, RISIKO, DAN AKTIVITAS VOLUME PERDAGANGAN SEBELUM DENGAN SESUDAH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE (Studi pada Perusahaan yang Melakukan Right Issue di Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2010- 2012)”
1.2  Rumusan Masalah
 Apakah terdapat perbedan return, abnormal return, risiko, dan aktivitas volume perdagangan antara periode sebelum dengan sesudah peristiwa pengumuman right issue di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2010-2012?
1.3  Tujuan Masalah
 Mengetahui perbedan return, abnormal return, risiko, dan aktivitas volume perdagangan antara periode sebelum dengan sesudah peristiwa pengumuman right issue pada Jakarta Islamic Index tahun 2010-2012
1.4  Manfaat Penelitian
 Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah :
1. Bagi peneliti
 a. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam aplikasi ilmu yang telah diperoleh serta mngetahui gambaran umum mnegenai pasar modal dan aktivitas di dalamnya.
b. Mengetahui lebih jauh tentang reaksi pasar modal terhadap peristiwa right issue, yang ditunjukkan dari perbedaan abnormal return, return, risiko dan trading volume activity sebelum dan sesudah peristiwa.
 2. Bagi Akademis sebagai bahan refrensi untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan penelitian ini serta menjadi bahan masukan dan mengatasi permasalahan yang sejenis
3. Bagi perusahaan di pasar modal  Sebagai informasi mengenai reaksi investor di pasar modal terhadap peristiwa right issue sehingga perusahaan emiten dapat mempetimbangkan hal yang seharusnya dilakukan dalam mengambil keputusan tentang kebijakan right issue.

 4. Bagi investor Sebagai informasi dan bahan masukan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis perbedaan return, abnormal return, risiko, dan aktivitas volume perdagangan sebelum dengan sesudah pengumuman right issue: Studi pada perusahaan yang melakukan right issue di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2010-2012Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment