Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Pengaruh asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Abstract

INDONESIA:
Laporan keuangan merupakan sarana penyampaian informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Adanya keleluasaan dalam memilih metode akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan memungkinkan dilakukannya manajemen laba. Asimetri informasi yang terjadi antara manajer dan pemegang saham juga memberikan peluang bagi manajer untuk melakukan manajemen laba.
Berdasarkan latar belakang, penulis ingin melihat apakah asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan berpengaruh signifikan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena menitikberatkan pada pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis yang telah dibuat. Dalam penelitian ini, Manajemen laba merupakan variabel terikat, sedangkan asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan merupakan variabel bebas. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009 sampai 2010. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan didapatkan 37 perusahaan sebagai sampel penelitian.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya pengaruh signifikan asimetri informasi terhadap manajemen laba, begitu juga tidak ditemukan adanya pengaruh signifikan pengungkapan laporan keuangan terhadap praktik manajemen laba. Pengujian secara simultan tidak dapat membuktikan adanya pengaruh signifikan asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan terhadap praktik manajemen laba. Hal ini dimungkinkan karena variabel bebas yang digunakan hanya bisa menerangkan sebagian kecil dari variabel terikat, hal ini ditunjukkan dengan hasil koefisien determinasi simultan (R2) hanya sebesar 2,5% sementara sisanya diterangkan oleh variabel bebas lain yang tidak dipakai dalam penelitian ini.
ENGLISH:
Financial statements are the means of delivering financial information to outside parties of the company. The existence of discretion in choosing accounting methods used in preparing financial statements allows for earnings management. Information asymmetry between managers and shareholders also provide an opportunity for managers to make profit management.
Based on this background, the author want to see whether the asymmetry of information and the disclosure of financial report have significant effect on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
This study uses a quantitative approach because it focuses on hypothesis testing. This study uses regression analysis to test the hypotheses that have been made. In this study, Management of earnings is the dependent variable, while the asymmetry of information and the disclosure of the financial statements are free variables. The population of this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2009 to 2010. The sampling method used was purposive sampling and it was found 37 companies as the sample study.

Based on the results of the analysis has been conducted, it did not reveal any significant effect of information asymmetry on earnings management, it also did not reveal any significant effect of the financial statements disclosure on earnings management practices. Simultaneous testing can not prove the existence of significant influence of information asymmetry and disclosure of financial statements toward earnings management practices. This is possible because the independent variables used can explain only a small fraction of dependent variables, as shown by the results of simultaneous determination coefficient (R2) is only 2.5% while the rest is explained by other independent variables which are not used in this study.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
 Permasalahan Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan keuangan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada para investor dan kreditor dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan investasi dana mereka. Dalam penyusunan laporan keuangan, dasar akrual dipilih karena lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil. (Halim, dkk., 2005:117). Dalam prinsip akuntansi yang juga biasa dikenal sebagai Generally Accepted Accounting Principle (GAAP) menerangkan tentang keleluasaan bagi manajemen dalam memilih metode akuntansi yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan. Pemilihan metode akuntansi tersebut diperbolehkan selama tidak menyimpang dari Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. Namun adanya keleluasaan tersebut mengakibatkan manajemen, memungkinkan melakukan manajemen laba (earnings management). Hal tersebut terjadi apabila manajemen tidak berhasil mencapai target laba yang telah ditentukan, maka manajemen dapat memanfaatkan keleluasaan yang diperbolehkan oleh standar akuntansi dalam menyusun laporan keuangan yaitu dengan melakukan modifikasi atas jumlah laba yang dilaporkan. 2 Deteksi atas kemungkinan dilakukannya manajemen laba (earnings management) oleh manajer dalam laporan keuangan diteliti melalui penggunaan akrual. Jumlah akrual yang tercermin dalam perhitungan laba terdiri dari discretionary dan nondiscretionary accrual. Discretionary accrual adalah akrual yang jumlahnya dipengaruhi oleh diskresi manajemen, sedangkan nondiscretionary accrual adalah akrual yang besarnya tergantung pada kegiatan operasi perusahaan. Kebijakan-kebijakan akrual yang dilakukan oleh manajemen perlu diungkapkan dalam laporan keuangan dalam bentuk catatan atas laporan keuangan,
yang digunakan untuk memperkecil kesenjangan informasi antara manajemen sebagai penyusun laporan keuangan dengan pihak luar perusahaan yang menggunakan laporan keuangan. Tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan akan membantu pengguna laporan keuangan untuk mengetahui isi dari laporan keuangan tersebut. Terdapat tiga tingkatan pengungkapan, yaitu pengungkapan penuh, pengungkapan wajar, dan pengungkapan cukup. Pengungkapan penuh mengacu pada seluruh informasi yang diberikan oleh perusahaan, baik informasi keuangan maupun nonkeuangan. Pengungkapan cukup adalah pengungkapan yang diwajibkan oleh standar yang berlaku. Dan pengungkapan wajar sendiri adalah pengungkapan cukup ditambah dengan informasi lain yang dapat berpengaruh pada kewajaran laporan keuangan. Tingkat pengungkapan yang makin mendekati pengungkapan penuh (full disclosure) akan mengurangi 3 asimetri informasi yang terjadi antara manajer atau pihak penyusun laporan keuangan dengan pihak-pihak yang memakai laporan keuangan. Asimetri informasi merupakan suatu kondisi dimana pihak lain memiliki informasi yang tidak diketahui oleh pihak lain. Bid-ask spreads adalah salah satu ukuran dalam likuiditas pasar yang digunakan secara luas dalam penelitian terdahulu sebagai pengukur asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham perusahaan. Keberadaan asimetri informasi dianggap sebagai penyebab manajemen laba. Richadson (1998) dalam Rahmawati, dkk., (2006:2), berpendapat adanya hubungan yang sistematis antara magnitut asimetri informasi dan manajemen laba. Fleksibilitas manajemen dalam memanajemeni laba dapat dikurangi dengan menyediakan informasi yang lebih berkualitas bagi pihak luar.
Kualitas laporan keuangan akan mencerminkan manajemen laba. Semakin baik laporan keuangan maka akan mengurangi asimetri informasi sehingga peluang manajemen untuk melakukan manajemen laba semakin kecil. Dalam penulisan skripsi ini, penulis mencoba menguraikan “Pengaruh Asimetri Informasi dan Pengungkapan Laporan Keuangan Terhadap Praktik Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
1.2.  Rumusan Masalah
 Berdasarkan uraian pada latar belakang permasalahan di atas, penulis menarik suatu rumusan masalah yaitu, “apakah asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?”.
1.3.  Tujuan Penelitian
 Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.4.  Manfaat Penelitian
Dari tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka manfaat penelitian yang hendak dicapai adalah:
1. Bagi ilmu pengetahuan Penelitian ini diharapkan dapat melengkapi penelitian-penelitian terdahulu mengenai praktik manajemen laba.
2. Bagi penulis Memberikan tambahan pengetahuan mengenai asimetri informasi, pengungkapan laporan keuangan, manajemen laba, serta pengaruh asimetri informasi dan pengaruh pengungkapan laporan keuangan terhadap praktik  manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3. Bagi investor Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu masukan tambahan dalam pengambilan keputusan investasi.
4. Bagi pembaca Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya.
1.5. Batasan Penelitian

 Untuk mempermudah masalah yang akan dibahas dan mempermudah dalam pengumpulan data, maka perlu adanya pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya meneliti perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek indonesia (BEI), pada tahun 2009- 2010, dengan pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi :Pengaruh asimetri informasi dan pengungkapan laporan keuangan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek IndonesiaUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment