Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, April 24, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Manajemen modal kerja dalam menjaga tingkat likuiditas: Studi kasus pada UD. Blitar Buah bulan juli-september

Abstract

INDONESIA:
Suatu usaha tidak lepas dari modal dan juga dana untuk keberlangsungan usaha. Salah satu bentuk sumber dana dan modal yang digunakan oleh sebuah usaha adalah dalam bentuk pinjaman baik berupa pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang. Modal kerja erat hubungannya dengan likuiditas suatu usaha, sedangkan likuiditas adalah kemampuan usaha untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan modal kerja pada UD. Blitar Buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan modal kerja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Fokus penelitian yang meliputi rasio likuiditas Net Working Capital, Quick Ratio, dan Current Ratio. Data dikumpulkan dengan cara observasi, interview (wawancara), dokumentasi. Analisa data melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tiga bulan, bulan Juli- September 2015 ketiga rasio (Net Working Capital, Quick Ratio, dan Current Ratio) mengalami perbedaan. Net Working Capital dari UD. Blitar Buah mengalami peningkatan, sedangkan Quick Ratio dan Current Ratio mengalami tingkat likuiditas yang belum baik tapi hanya cukup baik saja. Karena dari ketiga rasio tersebut tidak mengalami hasil yang maksimal, hanya sampai dengan baik saja, belum sangat baik. Nilai yang dicapai kurang dari 200%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan modal kerja yang ada sangat berpengaruh dalam hal tingkat likuiditas.
ENGLISH:
An establishment not separated from capital and also for the sustainability of funds business. One form of source of funds and capital used by a need to be is in a form of loan both short-term loans as well as long-term. Strongly associated with working capital liquidity an undertaking, while liquidity is the ability to pay their short term business. This is how a problem of the research working capital management at UD. Blitar Buah. The purpose of this research is to find the management of working capital.
This study used the quantitative descriptive. focus which includes liquidity the ratio of net working capital, quick ratio, and current ratio. Data was gathered by means of observation, the interview (interview), documentation. Data analysis through three stages: data reduction, presentation of data, and the withdrawal of conclusion.

From the results of research shows that for three months, months Juli- September third 2015 the ratio of experienced the difference. Net working capital from UD. Blitar Buah experienced an increase in, while quick and current ratio ratio experienced the level of liquidity that has not been good but will only be enough fine. Because of the three the ratio did not experience the maximum results, only up to fine, not very good. The value of reached less than 200 %. So as to be drawn conclusions working capital of which there are a major influence in the level of liquidity.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering kali dihubungkan dengan modal yang terbatas, yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang dalam melakukan sebuah usaha. Umumnya, jenis usaha ini erat berkaitan dengan kategori masyarakat kelas menengah ke bawah. Walaupun demikian, jenis usaha ini tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Kehadirannya telah membuka mata masyarakat banyak, khususnya mereka yang ingin bergelut dalam dunia bisnis. Karena itu, tidak mengherankan kalau ditemukan fakta bahwa tidak sedikit pengusaha yang memulai usaha mereka dengan jenis usaha ini kemudian berkembang menjadi pengusaha yang sukses. (Raja dkk, 2010:1) Sebelum memulai usaha tentunya perlu menyusun rencana usaha yang akan dijalankan. Di dalam rencana usaha terdapat hasil studi pasar, rencana produksi, perkiraan biaya (untuk modal kerja dan modal investasi), sumber biaya (dana sendiri, atau kredit), serta tenaga kerjanya. Manajemen yang harus dipersiapkan oleh UMKM adalah melakukan pencatatan setiap transaksi keuangan secara detail. Transaksi itu meliputi catatan produksi, catatan penjualan, catatan pembelian bahan baku, dan catatan lainnya. Catatan tersebut sangat perlu dan akan bermanfaat bagi UMKM. Dari hasil catatan dapat dilihat perkembangan usaha dan perputaran uang dan juga perputaran modal kerjanya sehingga dapat dipakai untuk kegiatan usaha selanjutnya. (Raja dkk, 2010:167) 2 Sesuai data yang di peroleh dari dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Blitar, gambaran industri kecil Kabupaten Blitar menurut sensus kelompok industri adalah sebagai berikut : Tabel 1.1 Gambaran Industri Kecil Kabupaten Blitar No Jenis Industri Jumlah Unit Usaha Jumlah Tenaga Kerja (org) 1.’ Industri Kecil Formal · Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan 462 3.723 · Industri Aneka 163 651 · Industri logam, mesin dan Kimia 53 214 2. Industri Kecil Non Formal · Industri Hasi Pertanian dan Kehutanan .748 17.110 · Industri Aneka 4.955 20.948 · Industri logam, mesin dan Kimia 110 475 Sumber: Disperindag Kabupaten Blitar tahun 2014 Modal kerja perusahaan berasal dari arus kas (cash flow) perusahaan yang dimana digunakan untuk operasional perusahaan. Modal kerja perusahaan harus senantiasa berputar agar perusahaan dapat terus bisa beroperasi dengan baik dan bisa berkembang. Perputaran modal kerja dimulai dari kas yang diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai kembali lagi menjadi kas. Untuk dapat menambah modal kerja perusahaan diantaranya perusahaan harus dapat menjual barang atau jasa kepada konsumen yang dimana diantaranya dapat dilakukan dengan cara kredit yang akan menghasilkan piutang. Meskipun analisis pengelolaan modal kerja belum seluas penelitian-penelitian keputusan bidang permodalan dan investasi jangka panjang, tetapi modal kerja yang tepat 3 merupakan syarat keberhasilan suatu perusahaan apalagi
bagi perusahaan kecil, di samping itu modal kerja sangat menentukan posisi likuidasi perusahaan dan likuidasi adalah persyaratan keberhasilan serta kontinuitas perusahaan. (Ahmad, 1997: 1) Semakin pendek periode perputaran modal kerja berarti semakin cepat perputarannya (turnover) atau makin tinggi tingkat perputaran. Lamanya periode perputaran tergantung sifat atau kegiatan operasi suatu perusahaan, lama atau cepatnya perputaran ini akan menentukan pula besar atau kecilnya kebutuhan modal kerja. (Ahmad, 1997: 7) Karena itulah sebuah usaha yang telah berjalan membutuhkan aset likuid, aset likuid tersebut dapat diubah menjadi kas dengan cepat dan murah juga untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga dan besar. Perusahaan juga mempunyai aset dengan derajat likuiditas berbeda. Misalnya, piutang dan persediaan barang jadi umumnya cukup likuid. Ketika persediaan dijual dan pelanggan membayar tagihan mereka, uang mengalir ke dalam perusahaan. (Brealey dkk, 2006: 77) Dalam penelitiannya Astuti dan Maelona (2013) telah mengahasilkan bahwa modal kerja memiliki pengaruh terhadap likuiditas pada PT Mayora Indah Tbk dimana setiap modal kerja meningkat maka likuiditaspun meningkat. Sedangkan pada penelitian Prasetyo (2010), pengaruh likuiditas terhadap terhadap efisiensi modal kerja terbukti berpengaruh signifikan. Hal ini secara teoritis bahwa semakin baik likuiditas semakin efisien modal kerja, selain itu likuiditas merupakan inti dari operasional bank. Hasil penelitian ini dibuktikan dengan uji statistik dengan tingkat signifikansi yang kurang dari 5 %. Hal ini 4 dapat dijelaskan bahwa semakin kuatnya posisi likuiditas perbankan jelas bank tersebut mampu melakukan kewajiban financialnya, karena lembaga keuangan perbankan bertugas dalam menarik dan menghimpun dana dari masyarakat oleh sebab itu perlu adanya kepercayaan masyarakat secara penuh. Pada dasarnya usaha dagang harus selalu berusaha agar dana yang telah dibelanjakan untuk membiayai kegiatannya dapat kembali masuk ke dalam usaha dagang tersebut melalui penjualan barang-barang atau buah-buahan yang dilakukannya. Ukuran baik untuk menilai keberhasilan usaha dagang ini bukanlah terletak pada besarnya laba yang dihasilkan usaha dagang, tetapi lebih ditekankan pada efisiensi pengelolaan modal usaha dagang yang digunakan untuk menghasilkan laba, yang perlu diperhatikan jika usaha dagang memperoleh modal tersebut dari pinjaman maka usaha dagang akan menanggung risiko yaitu berupa biaya bunga yang harus dibayar atas pinjaman tersebut, semakin besar modal yang dipinjam akan semakin besar pula biaya bunga yang harus ditanggung oleh usaha dagang. Dengan demikian berkembangnya usaha dagang, maka manajemen usaha dagang dituntut untuk bekerja lebih profesional agar berbagai potensi yang ada di dalam usaha dagang dan keunggulan yang tidak dimiliki usaha lain dapat di daya gunakan secara optimal. Berbagai potensi dan keunggulan harus dilaksanakan dalam operasional nyata untuk menjaga tingkat likuiditas. Mengingat pentingnya modal kerja dalam perusahaan menejemen keuangan harus dapat merencanakan dengan baik besarnya modal kerja yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena jika terjadi kelebihan atau kekurangan dana hal ini akan mempengaruhi tingkat likuiditas perusahaan (Nusa 5 Muktiadji:2007). Hal ini menuntut UD Blitar Buah untuk mampu melakukan pencatatan segala transaksi dengan sistem yang tepat. Kebutuhan modal kerja perlu diperhitungkan secara cermat dan tepat, sehingga pengusaha pada UD. Blitar Buah dapat mengalokasikan modal kerja secara baik dan tepat, dalam arti menggunakannya secara efektif dan efisien. Di samping itu, efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva yang menghasilkan laba tersebut. Sedangkan menurut Riyanto (1993:85) dalam mengukur atau menentukan tingkat likuiditas, suatu perusahaan perlu mempertimbangkan pengukuran yang mapan terhadap modal kerja, karena akibat kesalahan dalam penetapan, perusahaan akan dihadapkan pada hambatan dalam menyelenggarakan aktivitas perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan harus menjaga agar jumlah modal kerjanya dapat mencukupi kegiatan usahanya. Apabila tingkat likuiditas tinggi maka semakin tidak efektif karena aset lancar yang terlalu besar akan berakibat timbulnya aset lancar yang menganggur, dan menuntut para manajer untuk mengambil tindakan dalam mengalokasikan aset lancar yang menganggur, sehingga akan sangat berpengaruh terhadap perputaran modal kerja. Pembahasan mengenai modal kerja, selama ini lebih banyak ditujukan untuk perusahaan industri dan masih jarang yang ditujukan untuk sebuah usaha yang masih bertaraf UMKM seperti UD. Blitar Buah. Manajemen dalam sebuah UMKM juga membutuhkan modal kerja seperti halnya manajemen perusahaan lainnya. Pengelolaan modal kerja dari suatu UMKM juga sangat diperlukan untuk menjamin kontinyuitas atau menunjang kelancaran usaha. Manajemen modal 6 kerja pada UMKM digunakan untuk membeli persediaan barang yang diperlukan oleh para pelanggan, membayar gaji pegawai, membayar hutang dagang, membayar bunga pinjaman serta untuk mendanai kegiatan lain yang menjadi kegiatan rutin usaha tersebut. Manajemen UMKM ini atau sebuah Usaha Dagang harus dapat merencanakan dengan tepat jumlah kebutuhan modal kerjanya, agar berbagai kegiatan dari usaha dagang dapat dilakukan dengan lancar. Permasalahan yang timbul pada UD. Blitar Buah yaitu ketika peristiwa menjelang hari Raya Idul Fitri tahun 2014 usaha tersebut mengalami perputaran modal yang sangat tinggi dan tingkat pengembalian yang tidak sesuai jatuh tempo. Peristiwa tersebut akan menghambat kelancaran usaha yang dijalankan. UD Blitar Buah adalah sebagai salah satu pelaku usaha dalam industri bisnis suplayer yang berfokus memasarkan produk buah-buahan segar, sudah selayaknya menerapkan manajemen modal kerjanya yang baik. Dalam hal ini tidak terlepas dari kebutuhan pengelolaan modal kerja yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan Usaha Dagang Blitar Buah sebagai salah satu bentuk UMKM yang teloh dikelola secara profesional dalam menentukan hasil guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Alternatif tersebut membutuhkan pengelolaan modal kerja yang lebih baik sehingga dapat terhindar dari kekurangan maupun kelebihan. Kekurangan maupun kelebihan modal kerja menunjukkan pengelolaan modal kerja kurang efektif atau kurang produktif dan pada akhirnya menimbulkan kerugian karena kesempatan memperoleh profitabilitas yang wajar telah disiasiakan. 7 Untuk menghindari kekurangan modal kerja diperlukan suatu tingkat modal kerja yang sesuai kebutuhan untuk menjamin operasional usaha dagang dapat secara efisien dan meningkatkan pelayanan secara efektif kepada para pelanggan. Dalam menjalankan operasional sehari-hari secara efisien dan kegiatan pelayanan secara efektif, usaha dagang tidak luput dari berbagai masalah yang dapat mengganggu pelaksanaan dari berbagai usahanya untuk menjaga tingkat likuiditas. Saat ini UD. Blitar Buah dilihat dari usaha yang dikelola telah mengalami peningkatan dan kemajuan, dengan kata lain hal ini menunjukkan bahwa UD. Blitar Buah memiliki kinerja yang cukup baik (wawancara dengan Hasan Ashari selaku pemilik UD. Blitar Buah). Hal tersebut merupakan aspek yang penting dan berpengaruh pada kegiatan operasional usaha dagang, apabila efektivitas menurun dan kinerja usaha dagang akan buruk, maka dari itu pada UD.
 Blitar Buah ini sangat penting sekali untuk dinilai laporan keuangannya agar pihak pengelola usaha dagang dapat mengambil keputusan yang tepat dalam penetapan modal kerja demi semakin berkembangnya dan meningkatkan likuiditas usaha dagang itu sendiri. Mengingat begitu pentingnya pengelolaan modal kerja pada usaha dagang, peneliti berkeinginan untuk menganalisis bagaimana perusahaan tersebut mengelola dan memanfaatkan modal kerja yang dimiliki. Berdasarkan latar belakang yang sudah dikemukakan di atas maka judul penelitian ini adalah “Manajemen Modal Kerja dalam Menjaga Tingkat Likuiditas (Studi pada UD. Blitar Buah)”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan dari uraian latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah: Bagaimana pengelolaan modal kerja pada UD. Blitar Buah bila dianalisis dengan rasio likuiditas (Net Working Capital, Quick Ratio atau Acid-Test Ratio, Current Ratio, dan Cash Ratio)?
1.3  Tujuan Penelitian
 Berdasarkan arah permasalahan yang ada maka tujuan penelitian yang ingin dicapai atau diketahui dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan modal kerja bila dianalisis dengan rasio likuiditas (Net Working Capital, Quick Ratio atau Acid-Test Ratio, Current Ratio, dan Cash Ratio).
1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti, untuk menambah dan mengembangkan wawasan pengetahuan penulis mengenai manajemen modal kerja dalam menjaga tingkat likuiditas.
2. Bagi Peneliti selanjutnya, sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan penelitian selanjutnya yang sejenis.
 3. Bagi para praktisi, sebagai bahan masukan utuk pengambilan keputusan mengenai manajemen modal kerja dalam menjaga tingkat likuiditas.
1.5 Batasan Penelitian
 Pembatasan masalah bertujuan agar masalah dapat dipecahkan, diselesaikan dan dikaji secara mendalam. Dengan pembatasan masalah yang  jelas maka peneliti dapat mengarahkan perhatiannya lebih seksama dan dapat merumuskan masalah yang jelas. Selain itu juga, peneliti membatasi masalah yang diteliti dikarenakan keterbatasan informasi data yang diperoleh. Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah yang dibahas adalah sebagai berikut; Rasio Likuiditas (Net Working Capital, Current Asset, dan Quick Ratio).
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Manajemen modal kerja dalam menjaga tingkat likuiditas: Studi kasus pada UD. Blitar Buah bulan juli-september. Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment