Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh variabel internal (keuangan) perbankan terhadap profitabilitas bank: Studi pada bank yng terdaftar di LQ-45 tahun 2006-2010.

Abstract

INDONESIA:
Profitabilitas bank merupakan salah satu aspek penting yang tidakBOLEH diabaikan manajemen. Untuk meningkatkan kualitas manajemen dalam melakukan analisis tersebut, manajemen perlu mengenali variabel-variabel apa saja yang mempengaruhi profitabilitas bank. Variabel-variabel tersebut salah satunya dapat diselidiki dari rasio-rasio keuangan. Analisis rasio keuangan tersebut antara lain: CAR, BOPO, DPK, LDR, dan NPL. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi sebuah kinerja perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi pengaruh CAR, BOPO, DPK, LDR, dan NPL, baik secara parsial maupun simultan terhadap tingkat profitabilitas pada perbankan yang terdaftar di LQ-45.
Penelitian ini bersifat expalanatory research yaitu jenis penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan antar variabel terhadap profitabilitas. Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di LQ-45. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, maka sampel yang memenuhi kriteria adalah 6 perusahaan perbankan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel CAR, LDR dan NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA yang ditunjukkan dengan besarnya nilai signifikan masing-masing yaitu 0,595, 0,314 dan 0,097 lebih besar dari 0,05. Sedangkan variabel BOPO dan DPK berpengaruh signifikan terhadap ROA yang ditunjukkan dengan besarnya nilai signifikan masing-masing yaitu 0,000 dan
0,017 lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel CAR, BOPO, DPK, LDR dan NPL secara simultan atau bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap profitabitas, yaitu ditunjukkan dengan besarnya nilai signifikan 0,001 nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Variabel- variabel tersebut dapat menjelaskan sebesar 56,7%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada variabel lain yang berpengaruh terhadap profitabilitas bank.
ENGLISH:
Bank profitability is one of the important aspects that can’t be ignored by management. To increase the quality of management when doing the analysis, it should be known the variables which influence bank profitability. One of the variables can be investigated from finance ratio. The finance ratio’s analysis are: CAR, BOPO, DPK, LDR, and NPL. The finance ratio’s analysis can be used to evaluate a bank work. This research purposed to know the influence of CAR, BOPO, DPK, LDR and NPL partialy and simultaniously to the level of profitability in bank which is listed in LQ-45.
This research is explanatory research, the purpose of the usearch is to explain the relation between variable to the profitability. Population this research is bank company which is listed in LQ-45. By using purposive sampling technique, so sample which is include are 6 bank companies. While data analysis technique the used is double linear regression.

The result shows that variable CAR, LDR and NPL not influence significanctly to ROA which is shown by each significant value, they are 0,595, 0,314 and 0,097 bigger than 0,05. While BOPO and DPK variables infuence significant value, they are 0,000 and 0,017 smaller than 0,05. The result of the research also shows that variable of CAR, BOPO, DPK, LDR, and NPL simultaneously influence together significantly to profitability, it is shown by significant value 0,001, that the value is smaller those 0,05. That variables can explain 56,7%. It shows that there are still other variables that affect the profitability of banks.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
 Kestabilan perekonomian disuatu negara ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah sektor perbankan. Sektor perbankan merupakan jantung dalam sistem perekonomian sebuah negara dan sebagai alat dalam pelaksanaan kebijaksanaan moneter pemerintah. Perkembangan perekonomian di Indonesia membutuhkan modal yang cukup besar, yang sebaiknya dibiayai dengan biaya domestik. Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan adanya iklim penggalian dana masyarakat melalui sektor perbankan. Lembaga perbankan yang mempunyai fungsi sebagai lembaga perantara (intermediate role) adalah lembaga yang menjembatani antara kreditur dan debitur atau menghubungkan pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (defisit unit). Hal ini terlihat dari aktifitas perbankan dalam menghimpun dana dari masyarakat melalui giro, deposito dan tabungan yang selanjutnya menyalurkan dana-dana tersebut melalui pemberian kredit kepada pihak-pihak yang membutuhkan, mengadakan transaksi pembayaran luar negeri, pelayanan penukaran mata uang asing (money changer) dan lain-lain (Siamat, 2001: 94). Sistem perbankan yang sehat dibangun dengan pemodalan yang kuat sehingga akan mendorong kepercayaan nasabah (stakeholder) yang selanjutnya 2 akan membantu bank untuk mampu memperkuat permodalan melalui pemupukan perubahan laba ditahan. Sehingga diharapkan perbankan nasional yang beroperasi secara efisien akan mampu meningkatkan daya saingnya sehingga tidak hanya mampu bersaing di segmen pasar domestik tetapi justru diharapkan produk dan jasa perbankan yang ditawarkan bank nasional mampu bersaing di pasar internasional. Untuk dapat mengetahui sebuah bank yang beroperasi sehat atau tidak, dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan fundamental dan teknikal. Mencermati sisi fundamental merupakan pendekatan melalui kinerja keuangan bank. Sedangkan mencermati sisi teknikal merupakan penilaian atas kinerja saham bank-bank yang telah listing di BEI (Jumono, 2008: 2). Sumber utama indikator yang dijadikan dasar penilaian perusahaan adalah laporan keuangan yang bersangkutan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian kinerja perusahaan. Analisis rasio keuangan perusahaan merupakan salah satu alat untuk memperkirakan atau mengetahui kinerja perusahaan. Apabila kinerja perusahaan publik meningkat nilai perusahaan akan semakin tinggi. Sebagai suatu perusahaan atau entitas ekonomi, bank memberi laporan keuangan untuk menunjukkan informasi dan posisi keuangan yang disajikan untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi akuntansi seperti yang tercantum dalam pelaporan keuangan dapat digunakan oleh investor sekarang dan potensial dalam memprediksi penerimaan kas dari dividen dan bunga di masa yang akan datang. Deviden yang akan diterima oleh investor tergantung pada 3 jumlah laba yang diperoleh perusahaan pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, prediksi profitabilitas perusahaan dengan menggunakan informasi laporan keuangan menjadi sangat penting untuk dilaksanakan. Profitabilitas merupakan indikator penting dari laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan. Profitabilitas pada umumnya dipakai sebagai suatu dasar pengambilan keputusan investasi, dan prediksi untuk meramalkan perubahan laba yang akan datang. Investor mengharapkan dana yang diinvestasikan ke dalam perusahan akan memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi sehingga laba yang diperoleh jadi tinggi pula. Perubahan laba akan berpengaruh terhadap keputusan investasi para investor dan calon investor yang akan menanamkan modalnya ke dalam perusahaan. Menurut Prastowo dan Julianty (2005: 78) salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja bank adalah dengan analisis profitabilitas, yang menunjukkan kemampuan suatu perusahaan itu menghasilkan laba. Dari sudut manajemen, rasio ROA (Return on Asset) dipandang sebagai alat ukur yang berguna karena mengindikasikan seberapa baik pihak manajemen memanfaatkan sumberdaya total yang dimiliki oleh perusahaan yang menghasilkan profit. Hall dan Weiss (1967:98) dalam penelitian menggunakan rasio ROA sebagai alat untuk mengkur kinerja manajemen perusahaan. Sedangkan Altman (1968) dalam Zamelia (2009), menggunakan ROA sebagai salah satu variabel untuk memprediksikan kebangkrutan perusahaan pada masa yang akan datang. Variabelvariabel tersebut salah satunya dapat diselidiki dari rasio-rasio keuangan. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi bagaimana sebuah bank 4 bekerja dan bagaimana manajemen dalam implementasi perencanaan dan pengendalian keuangan. Profitabilitas bank adalah kemampuan suatu bank dalam memperoleh laba. Tujuan fundamental bisnis perbankan adalah untuk memperoleh laba optimal dengan jalan memberikan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Bagi investor, menanamkan modalnya pada bank bertujuan untuk memperoleh penghasilan berupa dividen atau meningkatkan harga pasar saham yang dimilikinya. Analisis profitabilitas penting bagi beberapa pihak, antara lain bagi manajemen, karena profitabilitas merupakan indikasi prestasi dari kemampuan manajemen. Variabel-variabel yang mempengaruhi profitabilitas meliputi: 1). Capital Adequacy Ratio (CAR), CAR menunjukkan seberapa jauh aktiva bank yang mengandung risiko (surat berharga, kredit, dan lain-lain) ikut dibiayai dari modal sendiri bank baik dari dana masyarakat maupun dari pinjaman (Wijaya, 2009: 40). Semakin tinggi CAR mengindikasikan bahwa bank telah mempunyai modal yang baik dalam menunjang kebutuhannya, sehingga kenaikan rasio CAR akan diikuti oleh pemenuhan laba yang lebih baik pula karena dengan naiknya CAR membuat bank leluasa dalam pengembangan usahanya dan lebih baik dalam menampung kemungkinan adanya risiko kerugian, 2). Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional (BOPO), semakin tinggi biaya operasional mengindikasikan bahwa laba akan semakin rendah, karena digunakan untuk menutup biaya operasionalnya 3). Loan to Deposit Ratio (LDR). Pada sektor perbankan rasio likuiditas dapat diketahui dengan LDR yang merupakan rasio kredit yang diberikan terhadap dana 5 pihak ketiga yang diterima oleh bank yang bersangkutan. Besarnya LDR akan berpengaruh terhadap laba melalui penciptaan kredit. LDR yang tinggi mengindikasikan adanya penanaman dana dari pihak ketiga yang besar kedalam bentuk kredit. Kredit yang besar akan meningkatkan laba. Jika bank mempunyai LDR terlalu rendah atau terlalu tinggi maka akan sulit untuk meningkatkan labanya. Jadi, dengan demikian LDR sifatnya harus stabil. Dengan ini maka dapat disimpulkan bahwa jika LDR yang stabil akan berpengaruh positif terhadap profitabilitas, 4). Dana Pihak Ketiga (DPK), pengaruh DPK ini adalah semakin meningkat pangsa pasar dana pihak ketiga, semakin meningkat kredit yang diberikan. Meningkatnya kapasitas kredit menyebabkan perolehan pendapatan bunga meningkat sehingga laba yang diperoleh bank juga meningkat., 5). Financial Investment, pengaruhnya semakin banyak pengalokasian dana untuk investasi maka memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas, 6). Non Performing Loans (NPL) merupakan rasio keuangan yang mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasional pokok bank. Data ini diperoleh dari laporan Laba Rugi. 7). RORA (Return On Risked Assets), adalah rasio yang mengukur kemampuan bank dalam mengoptimalkan aktiva yang dimiliki untuk memperoleh laba. Data RORA diperoleh dari laporan perhitungan rasio keuangan bank dengan perbandingan antara operating income dengan total loan dan investments yang dimiliki. Data-data ini diperoleh dari laporan laba rugi. Laporan laba-rugi tersebut didapatkan dari laporan keuangan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.
 Saham-saham yang ada dia Bursa Efek Indonesia diklasifikasikan menjadi empat yaitu (IDX: 49): 1. Saham-saham Blue Chip (LQ-45) yaitu 45 saham yang likuid di pasar modal (BEI, 2010: 49). LQ45 merupakan suatu forum yang didalamnya berisi perusahaan – perusahaan yang saham – sahamnya memiliki tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Tidak sembarang perusahaan yang dapat masuk dalam kriteria LQ45. Kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh saham-saham peserta pasar modal untuk bisa masuk ke dalam jajaran top 45 ini adalah sebagai berikut: a. Saham tersebut harus masuk dalam rangking 60 besar dari total transaksi saham di pasar regular (yang dilihat adalah rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir). b. Saham tersebut juga harus masuk ke dalam jajaran teratas dalam peringkat berdasarkan kapitalisasi pasar (yang dilihat adalah rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir). c. Saham tersebut harus tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama miniman 3 bulan. d. Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhan dari perusahaan pemilik saham harus baik begitu juga frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi di pasar regulernya juga harus baik. 2. Saham-saham Syariah (Jakarta Islamic Index “JII”) yaitu saham-saham yang kegiatan utama emitennya sesuai dengan syariah. Sedangkan emiten yang 7 kegiatan utamananyatidak sesuai dengan syariah, sahamnya akan dikeluarkan dari komponen JII. Jumlah saham yang ada di JII sebanyak 30 saham. 3. Saham-saham Papan Utama yaitu diperuntukkan bagi perusahaan besar dengan track record yang baik. 4. Saham-saham Papan Pengembang, saham ini diperuntukkan untuk mengakomodasi perusahaan-perusahaan yang belum bisa memenuhi persyaratan Papan Utama, tetapi masuk pada ketegori perusahaan berprospek dan diperuntukkan bagi perusahaan yang mengalami restrukturisasi atau pemulihan performa. Berdasarkan pernyataan dan hal-hal di atas yang mengulas profitabilitas bank dengan variabel-variabel yang mempengaruhinya, peneliti mencoba menguji kembali apakah benar hal tersebut yang akan dituangkan dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Variabel Internal (Keuangan) perbankan terhadap Profitabilitas Bank. (Studi pada Bank yang Terdaftar di LQ-45 tahun 2006-2010)”
1.2.  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis mencoba merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
 1. Apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional (BOPO), Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR),dan Non Performing Loans (NPL) secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas Bank yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006 - 2010?
 2. Apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional (BOPO), Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR),dan Non Performing Loans (NPL) secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas pada bank yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006 - 2010? 3. Variabel apakah yang paling dominan mempengaruhi profitabilias bank yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006 - 2010?
1.3. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengidentifikasi Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional (BOPO), Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR),dan Non Performing Loans (NPL) secara parsial mempengaruhi profitabilitas pada bank yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006-2010.
2. Untuk mengidentifikasi Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional (BOPO), Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR),dan Non Performing Loans (NPL) secara parsial mempengaruhi profitabilitas pada bank yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006-2010.
 3. Untuk mengidentifikasi variabel apakah yang paling dominan mempengaruhi profitabilitas bank yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006- 2010. 1.4. Kegunaan Penelitian Kegunaan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah :
1. Bagi peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan peneliti di bidang keuangan khususnya di dunia perbankan yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diterima peneliti selama di bangku kuliah di dunia kerja.khususnya perusahaan perbankan.
2. Bagi perusahaan Dengan penelitian ini, pihak perusahaan dalam hal ini adalah perusahaan perbankan dapat menjadikannya sebagai masukan tentang pentingnya pengelolaan keuangan perusahaan secara general, serta memberikan informasi bagaimana peranan penting bagi seorang manajemen dalam mengelola perusahaan. Disamping itu, hasil analisis dari laporan keuangan ini dapat memberikan masukan kepada manajer dalam mengambil keputusan kerja baik yang bersifat jangka pendek maupun yang bersifat jangka panjang.
3. Bagi pemerintah Melalui Bank Indonesia penelitian ini diharapkan digunakan untuk mengawasi jalannya usaha dari kepentingan tertentu dan untuk dapat mendeteksi kebangkrutan sedini mungkin, sehingga pemerintah dapat mengantisipasi kemungkinan tersebut. Selain itu dari keadaan perbankan yang sebenarnya terjadi di lapangan, dapat dijadikan referensi bagi 10 pemerintah dalam menetapkan kebijakan yang bersifat konstruktif bagi dunia perbankan di Indonesia.
4. Bagi pihak investor Bagi investor, informasi hasil peneltian ini akan menjadi pertimbangan untuk melakukan kerjasama dengan bank.
5. Bagi universitas Hasil penelitian ini tentunya diharapkan mampu menambah informasi bagi penelitian selanjutnya dan menambah perbendaharaan karya ilmiah bagi universitas atau lembaga terkait lainnya. Bagi penelitian selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi referensi mengenai profitabilitas perusahaan dalam hal ini adalah perusahaan perbankan.
1.5. Batasan Penelitian
 Pembahasan mengenai profitabilitas dapat dikaji dari berbagai sudut pandang, bersifat kompleks dan sangat luas. Pembahasan secara komprehensif tersebut akan membutuhkan banyak biaya, waktu, tenaga. Oleh karena itu, agar pembahasan selanjutnya tidak terlepas dari topik yang dipilih, maka pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan perbankan di Indonesia dalam penelitian ini dibatasi pada hal-hal berikut :
 1. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan perbankan di Indonesia yang terdaftar di LQ-45 tahun 2006-2010.
2. Penelitian ini hanya menguji variabel internal (keuangan) perbankan yang dibatasi pada: Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional atas 11 Pendapatan Operasional (BOPO), Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR),dan Non Performing Loans (NPL) terhadap Profitabilitas Bank yang terdaftar di LQ-45 dari tahun 2006-2010.
1.6. Asumsi Penelitian
 “Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian” (PPKI-UM. 2000:13). Asumsi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Laporan keuangan yang dipublikasikan adalah sesungguhnya dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.

2. Variabel-variabel lain di luar penelitian seperti RORA (Return On Risked Assets) dan Financial Investment dianggap konstan atau tidak berpengaruh.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh variabel internal (keuangan) perbankan terhadap profitabilitas bank: Studi pada bank yng terdaftar di LQ-45 tahun 2006-2010.."Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment