Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, April 18, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian minuman sari buah pada laboratorium home agroindustri model Malang

Abstract

INDONESIA:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk minuman buah di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang. Karena pada dasarnya perusahaaan tidak dapat mengoptimalkan opersional industry tanpa suatu strategi tertentu. Maka dari itu beuran pemasaran diperlukan dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode uji asumsi klasik, uji F, uji T, dan analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner yang disebar kepada 80 responden konsumen Laboratorium Home Agroindustri Model Malang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang merupakan pemilihan sampel secara acak. Variabel independen yang diteliti yaitu: bauran pemasaran (X) yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), promosi (X3), dan distribusi (X4), dengan variabel dependen yaitu keputusan pembelian konsumen minuman buah di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan: Y= 0,277+0,574X1.1+0,327X1.2+0,591X1.3+0,462X1.4+0,05 Dari hasil analisis regresi linear berganda diperoleh hasil bahwa variabel produk (X1), harga (X2), promosi (X3), dan distribusi (X4) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) minuman sari buah pada Laboratorium Home Agroindustri Model secara linear. Dan variabel yang paling berpengaruh adalah produk (X1) dengan kontribusi sebesar 51,7%. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,620, artinya 62% keputusan pembelian minuman sari buah tersebut dipengaruhi oleh variabel bauran pemasaran, sedangkan sisanya yaitu 38% dipengaruhi oleh variabel lain. Melalui uji F dapat diketahui bahwa seluruh variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis menggunakan uji T menunjukkan bahwa dari keempat variabel independen terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen.
ENGLISH:
The background of this study aims to determine to determine the effect of the marketing mix on consumer purchasing decisions in buying fruit beverage products in Laboratory Model Home Agroindustri Malang. Because, basically, firms are not able to serve operational industry without a specific strategy, The marketing mix needed in order to increase consumer purchasing decisions.
Independent variables studied are: the marketing mix (X) consisting of the product (X1), price (X2), promotion (X3), and distribution (X4), the dependent variable is the consumer purchase decision fruit drinks in Laboratory Model Home Agro Malang.This study use sample of 80 respondents in the area of consumer Laboratory Model Home Agro Malang. The test is used to test the research instrument in the form of test validity and reliability test. Hypothesis testing using the F test and T test, and for analyzing the data, which is used is multiple regression analysis.

The results showed that based on the results of multiple regression analysis Equation: Y= 0,277+0,574X1.1+0,327X1.2+0,591X1.3+0,462X1.4+0,05 From the results of multiple linear regression analysis result that product variable (X1), price (X2), promotion (X3), and distribution (X4) influence on purchase decisions fruit juice (Y) on the Laboratory Model Home Agro is linear. And the most influential variable is the product (X1) with a coefficient of 51.7%. The coefficient of determination (R2) of 0.620, meaning that 62% fruit juice beverage purchase decisions are influenced by marketing mix variables, while the remaining 38% is influenced by other variables. Through the F test can be seen that all the independent variables are simultan eously influence the dependent variable. Hypothesis testing using T test showed that of the four independent variables found to significantly affect the dependent variable

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Persaingan bisnis yang sangat tajam pada saat ini merupakan sebuah tantangan bagi pengusaha untuk tetap berada dalam persaingan industri. Persaingan yang terjadi akan memaksa produsen untuk beradu daam menciptakan inovasi dan variasi produk yang dapat membuat konsumen mereka puas. Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik, karena preferensi dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu konsumen berasal dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan dibutuhkan juga berbeda. Masih terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Produsen perlu memahami perilaku konsumen terhadap produk atau merek yang ada di pasar, selanjutnya perlu dilakukan berbagai cara untuk membuat konsumen tertarik terhadap produk yang dihasilkan. Assael (1995) dalam Sodik (2004) mengembangkan model perilaku konsumen dengan menetapkan tiga faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Faktor pertama yang berpengaruh pada konsumen adalah stimuli. Stimuli menunjukkan penerimaan informasi oleh konsumen dan pemprosesan informasi terjadi saat konsumen mengevaluasi informasi dari periklanan, teman atau dari pengalaman sendiri. Pengaruh kedua berasal dari karakteristik pribadi konsumen meliputi persepsi, sikap, manfaat serta karakteristik konsumen (demografi, kepribadian, gaya hidup). Pengaruh yang ketiga respon konsumen yaitu hasil akhir dari proses keputusan dan suatu pertimbangan yang menyeluruh dari semua faktor di atas. Kegiatan pemasaran umumnya memfokuskan diri pada produk, penetapan harga, kebijakan distribusi, dan cara promosi yang dalam hal ini dikenal sebagai bauran pemasaran. Setelah perusahaan memutuskan strategi pemasaran kompetitifnya secara keseluruhan, perusahaan harus mulai 2 menyiapkan perencanaan bauran pemasaran yang rinci, yang selanjutnya dipahami sebagai bauran pemasaran. Pengertian bauran pemasaran menurut Kotler & Armstrong (2005) adalah seperangkat alat pemasaran taktis dan terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran. Kombinasi dari strategi produk, harga, promosi, dan distribusi dalam mencapai tujuan pemasaran dinamakan “Marketing Mix” yang dikenal dengan strategi 4P (Product, Price, Promotion, and Placement) dalam pemasaran merupakan alat bagi produsen untuk mempengaruhi konsumen. Secara umum pemasaran dapat dikatakan sebagai pola pikir yang menyadari bahwa perusahaan tidak dapat bertahan tanpa adanya transaksi pembelian. Perusahaan harus dapat memasarkan barang atau jasa yang diproduksi kepada konsumen agar dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain. Menurut Kotler dan Amstrong (2001) kualitas produk merupakan senjata strategis yang potensial untuk mengalahkan pesaing. Jadi hanya perusahaan dengan kualitas produk paling baik yang akan tumbuh dengan pesat, dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yang lain. Suatu perusahaan dalam mengeluarkan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan begitu maka produk dapat bersaing di pasaran, sehingga menjadikan konsumen memiliki banyak alternatif pilihan produk sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk yang ditawarkan. Keunggulan-keunggulan dari produk dapat diketahui oleh konsumen dan bisa membuat konsumen tertarik untuk mencoba dan kemudian akan mengambil keputusan untuk membeli suatu produk tersebut. Menurut Tjiptono (1997) harga adalah jumlah uang (satuan moneter) dan/atau aspek lain (non moneter) yang mengandung utilitas/kegunaan tertentu yang diperlukan untuk mendapatkan suatu produk. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan 3 pendapatan bagi organisasi. Keputusan mengenai harga tidaklah mudah dilakukan.
Disatu sisi, harga yang terlalu mahal dapat meningkatkan laba jangka pendek, tetapi disisi lain akan sulit di jangkau konsumen sedangkan Harga yang rendah atau harga yang terjangkau menjadi pemicu untuk meningkatkan kinerja pemasaran (Ferdinand, 2000). Namun harga juga dapatmenjadi indikator kualitas dimana suatu produk dengan kualitas tinggi akan berani dipatok dengan harga yang tinggi pula. Harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Promosi merupakan salah satu penentu faktor keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu tidak akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya (Tjiptono, 1997). Media promosi yang sering digunakan untuk menyampaikan informasi tentang produk adalah media periklanan. Periklanan merupakan salah satu media yang digunakan perusahaan, bisa diklasifikasikan menurut tujuannya yaitu, untuk memberikan informasi, membujuk dan mengingatkan (Tjiptono, 1997). Inti dari periklanan adalah untuk memasukan sesuatu dalam pikiran konsumen dan mendorong konsumen untuk bertindak atau adanya kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera, meskipun banyak juga penjualan terjadi pada waktu mendatang. Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan periklanan adalah untuk meningkatkan penjualan yang menguntungkan (Dharmmesta, 2007). Setelah barang selesai diproduksi dan siap dipasarkan, tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menentukan metode dan rute yang dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar. Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan produsen untuk menyalurkan barang sampai pada konsumen. 4 Obyek dalam penelitian ini adalah Labolatorium Home Agroindustri Model. Laboratorium Home Agroindustri Model yang berada di jurusan sosial ekonomi fakultas pertanian Universitas Islam Malang yang pendiriannya diperoleh dari PHK A2 yang didanai oleh DIKTI pada tahun 2007 sampai 2009. Letak Home Agroindustri Model ini berada di Jl MT Hariyono No 193 ( Di belakang gedung F yang tepatnya bersebelahan langsung dengan koperasi Universitas Islam Malang). Keberadaan Laboratorium Home Agroindustri ini sangat mendukung jurusan untuk bisa menghasilkan suatu produk pertanian yang nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi produk tersebut. Laboratorium Home Agroindustri Model di dalamnya terdapat alat-alat yang mendukung untuk proses pengembangan wirausaha dikalangan mahasiswa Fakultas Pertanian Prodi Agrobisnis khususnya. Dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang ada maka mahasiswa dapat berlatih untuk berwirausaha. Adapun usaha yang selama ini telah berkembang di Labolatorium Home Agroindustri yaitu pengembangan usaha minuman berbasis buah dan sayur. Usaha minuman berbasis buah cukup semarak karena peluang pasar yang cukup potensial. Khususnya, pada produk kemasan yang siap minum. Program ini berkelanjutan dengan adanya alat mesin pembuatan kripik buah dan sayur. Alat mesin pengelolahan produk tersbut bisa bermanfaat untuk mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) khususnya Prodi Agrobisnis dan juga disamping itu untuk masyarakat di luar kampus berupa pelatihan.
Semantara itu, kepuasan konsumen merupakan tolak ukur keberhasilan dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Kesinambungan produk merupakan keuntungan yang didapat oleh Laboratorium Home Argo bisnis. Keuntungan tersebut ditentukan pada aspek – aspek kegiatan aplikasi dalam bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, promosi, dan distribusi. Produk - produk yang dihasilkan oleh Labolatorium Home Agroindustri Model adalah sebagai berikut ini : 5 Tabel 1.1 Produk Agriseta No Jus (minuman) Kripik 1 Wornas (Wortel dan Nanas) Pepaya 2 Sirsak Sayur 3 Jambu Merah Nangka 4 Sari apel Mangga 5 Sari temulawak Rambutan 6 Mapisa (mangga dan pisang) Apel 7 Dan lain – lainya Salak, dan lain – lainnya Sumber : data Lab. Home Agroindustri Model Tabel 1.2 Harga Munuman Agriseta No Jus (minuman) Harga (per Gelas) kemasan kecil Harga (per Gelas) kemasan besar 1 Wornas (Wortel dan Nanas) Rp. 1500,- Rp. 2000,- 2 Sirsak Rp. 1500,- Rp. 2000,- 3 Jambu Merah Rp. 1500,- Rp. 2000,- 4 Sari apel Rp. 1500,- Rp. 2000,- 5 Sari temulawak Rp. 1500,- Rp. 2000,- 6 Mapisa (mangga dan pisang) Rp. 1500,- Rp. 2000,- 7 Dan lain – lainya Rp. 1500,- Rp. 2000,- Sumber : data Lab. Home Agroindustri Model Tabel 1.3 Data Penjualan Tahun 2008 - 2012 No Tahun Jus (minuman) Jumlah (Dos) 1 2008 Wornas (Wortel dan Nanas) 100 Sirsak 150 Jambu Merah 150 Sari apel 250 Sari temulawak 105 6 Mapisa (mangga dan pisang) 110 Total 865 2 2009 Wornas (Wortel dan Nanas) 100 Sirsak 175 Jambu Merah 140 Sari apel 260 Sari temulawak 100 Mapisa (mangga dan pisang) 100 Total 875 3 2010 Wornas (Wortel dan Nanas) 100 Sirsak 150 Jambu Merah 150 Sari apel 200 Sari temulawak 100 Mapisa (mangga dan pisang) 100 Total 800 4 2011 Wornas (Wortel dan Nanas) 110 Sirsak 150 Jambu Merah 100 Sari apel 210 Sari temulawak 100 Mapisa (mangga dan pisang) 100 Total 770 5 2012 Wornas (Wortel dan Nanas) 100 Sirsak 150 Jambu Merah 125 Sari apel 200 Sari temulawak 100 Mapisa (mangga dan pisang) 100 Total 775 Sumber : data Lab. Home Agroindustri Model Pada saat ini, Laboratorium Home Agroindustri Model masih berskala industri kecil dengan daerah pemasarannya di Malang dan sekitarnya.
Akan  tetapi, dengan keinginan yang kuat untuk membangun kekuatan dalam bersaing di dunia bisnis dan melakukan evaluasi agar dapat bertahan secara terus menerus dalam persaingan. Melihat penjualan pada tahun 2008 sampai tahun 2012, terdapat tingkat volume penjualan produk yang naik turun.Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan bisnis khususnya bagian minuman jus buah, dengan merek “Agriseta“ masih kurang maksimal. Menurut Samsul,2012 yang juga melakukan penelitian di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang, mengemukakan bahwa masih terdapat beberapa kendala yang ada pada laboratorium tersebut. Seperti, (brand) merek belum dikenal secara luas, perencanaan standar produk, pengendalian kualitas, pengendalian proses produksi, penyediaan bahan baku dan pengendalian harga. Merek yang belum dikenal luas menunjukkan bahwa belum terlaksana secara maksimal proses promosi dan distribusinya. Dengan kondisi tersebut, Laboratorium Home Agroindustri Model harus mewaspadai ketatnya persaingan dalam usaha minuman buah. Perubahan konsumen yang sangat sensitif terhadap produk, harga, promosi, dan distribusi memaksa manajemen Laboratorium Home Agroindustri Model untuk benar – benar memperhatikan strategi pemasaran yang tepat. Salah satunya melihat dari bauran pemasaran. Dengan melihat hasil penelitian terdahulu dan permasalahan yang ada pada perusahaan Laboratorium Home Agroindustri Model maka penulis tertarik untuk membandingkan antara hasil penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan ini, serta mengadakan penelitian dengan mengambil judul: “ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN SARI BUAH PADA LABORATORIUM HOME AGROINDUSTRI MODEL MALANG”.
1.2  Rumusan Masalah
 Suatu penelitian dilakukan tentunya memiliki beberapa rumusan masalah. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
 1. Apakah bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian minuman di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang?
2. Apakah bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian minuman di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang?
3. Elemen bauran pemasaran manakah, diantara variabel bauran pemasaran yang berpengaruh signifikan atau dominan terhadap keputusan pembelian minuman di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang?
1.3 Tujuan Penelitian
 Suatu penelitian dilakukan tentunya memiliki beberapa tujuan. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi secara simultan terhadap keputusan pembelian minuman di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang.
2. Untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi secara parsial terhadap keputusan pembelian minuman di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang.
3. Untuk mengetahui varabel bauran pemasaran manakah yang berpengaruh signifikan atau dominan terhadap keputusan pembelian minuman di Laboratorium Home Agroindustri Model Malang.
 1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Peneliti Sebagai khasanah dalam memperkaya wawasan keilmuan di bidang Pemasaran, terutama di bidang yang berkaitan dengan bauran pemasaran dan keputusan pembelian.
1.4.2 Bagi Perusahaan atau Obyek yang diteliti Hasil penelitian ini diharapkan memberikan masukan bagi manajemen Laboratorium Home Agroindustri Model untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam upaya mempertahankan keputusan pembelian konsumen terhadap produknya.

1.4.3 Bagi pihak lain Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi tambahan bagi penelitian – penelitian di bidang Pemasaran di masa yang akan datang, khususnya dalam aspek bauran pemasaran dan keputusan pembelian.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian minuman sari buah pada laboratorium home agroindustri model MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment