Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, May 10, 2012

Hubungan Makna


Bahasa bersifat dinamis dan terjadi hubungan antarpemakai bahasa. Ke  dalam perkembangan termasuk penambahan makna, pengurangan makna,  pergeseran, dan perubahan serta penghilangan. Di dalam proses perkembangan  makna, pemakai bahasa sangat menentukan. Bila kita rinci perubahan makna terdiri  atas (1) perubahan secara logis, (2) perubahan secara psikologis, (3)  perubahan secara sosiologis (Firth, 1969: 11 dalam Djajasudarma, 1993).  Tahapan perubahan makna, yaitu (1) pengaruh konteks terhadap makna  khusus, (2) kutipan umum dari makna tertentu, (3) penggunaan kata baru di dalam  kombinasinya yang bebas (Stockleir dalam Firth, 1969 dalam Djajasudarma, 1993)  , kemudian (4) hubungan makna yang sekarang dengan makna yang lebih  dahulu ada (Sperber dalam Firth, 1969 dalam Djajasudarma, 1993).  
Hubungan makna di dalam hal ini seperti apa yang dikemukakan Nida  (1975) dalam Componential Analysis of Meaning, ada empat prinsip untuk  menyatakan hubungan makna, yakni (1) prinsip inklusi (inclusion), (2) tumpang  tindih (overlapping), (3) komplementasi (complementation), dan (4)  persinggungan (contiguity).  Bila ada orang yang mengatakan, “Mereka sedang berebutan kursi”,  informasi tersebut akan diberi makna yang berbeda-beda. Bagi orang awam akan  diberi makna memang mereka berebut kursi untuk sekadar duduk, sedangkan bagi  politisi lain lagi berebut kursi yang bermakna 'jabatan'. Akan tetapi, dari dua makna  yang berbeda itu masih kita lihat hubungan maknanya keduanya kursi menyatakan  'tempat duduk', karena yang menjabat tersebut kalau bekerja tentu di atas kursi juga  atau 'tempat duduk’. Oleh karena itu, dapat kita lihat adanya empat prinsip yang  menyatakan hubungan makna (Nida, 1975 dalam Djajasudarma, 1993). 

1.        Prinsip Inklusi 
Makna yang termasuk di dalamnya disebut hubungan makna dengan prinsip  inklusi (makna inklusif). Prinsip inklusi terjadi akibat (1) manusia (pemakai  bahasa) ingin dengan cepat mengungkapkan apa yang diacunya, atau (2)  sebagai akibat ketidakmampuan pemakai bahasa untuk menciptakan nama benda  (peristiwa) yang diacunya.  Berikut contoh kata-kata yang memiliki hubungan makna dengan prinsip  inklusi, yaitu: 
 Download Isi Lengkap  dari Makalah Ini :  
 


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment