Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, April 24, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis pengaruh dana pihak ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL dan suku bunga SBI terhadap penyaluan kredit: Studi pada bank umum yang terdaftar di BEI tahun 2009-2013

Abstract

INDONESIA:
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bank yang paling utama dalam menghasilkan keuntungan, tetapi risiko yang terbesar dalam bank juga bersumber dari pemberian kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikansi secara simultan dan parsial Dana Pihak Ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL, dan Suku Bunga SBI terhadap penyaluran kredit pada Bank Umum yang terdaftar di BEI tahun 2009-2013 serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan mempengaruhi penyaluran kredit.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 29 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji t dan uji F dengan tingkat signifikansi 5%.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa secara simultan variabel DPK, CAR, ROA, NPL, dan Suku Bunga SBI berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Sedangkan secara parsial variabel DPK berpengaruh positif signifikan. Variabel ROA, dan Suku Bunga SBI berpengaruh positif tidak. Sedangkan variabel CAR berpengaruh negatif tidak signifikan dan NPL berpengaruh negatif signifikan. Variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap penyaluran kredit adalah variabel DPK. Untuk meningkatkan penyaluran kredit Bank Umum harus melakukan penghimpunan dana secara optimal, mengoptimalkan kegunaan sumber daya finansial (modal) yang dimiliki, meningkatkan keuntungan bank dan memiliki manajemen perkreditan yang baik agar NPL tetap berada dalam tingkat yang rendah dan dalam batas yang disyaratkan oleh Bank Indonesia.
ENGLISH:
Credit channel is one of primary bank activities to obtain the profit, but it also one of the biggest risk. The objective of this research is to know both simultaneous and partial significance effect of third party fund, CAR, ROA, NPL, and SBI Rate Interest to the credit channelizing in conventional banks listed on BEI 2009-2013. It also mean to know the most dominant variable affecting credit channelizing itself.
This research is one of quantitative research. It use purposive sampling to collect the data from 29 corporations. The method of analysis used in this research is double linear regression, it testing “t” and “F”in the 5% of its significance level.

According to the result of this research, on the one hand, all of simultaneous variable of DPK, CAR, ROA, NPL, and SBI Rate Interest are influencing the credit channel. On the other hand, partially, the DPK variable give a positive and significance effect, while ROA, and SBI Rate Interest are only give a positive effect. Regretfully, CAR variable give a negative insignificance and NPL variable give a negative significance effect. Therefore, the most dominant variable is DPK. And to raise the credit channelin every conventional banks, They has to collect fund in an optimal way, use up its financial sources optimally, increase bank profit and owning a sound credit management method to stabilize NPL level to not exceed the standard limit set by Bank of Indonesia.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Menurut Undang-undang No. 10/1998 tentang perbankan menyebutkan bahwa Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dengan demikian, bank merupakan bagian dari lembaga keuangan yang memiliki fungsi intermediasi yang menjembatani kepentingan pihak yang kelebihan dana (penyimpan dana atau kreditor) dan pihak yang membutuhkan dana (peminjam dana atau debitor). Bank umum (commercial bank) mempunyai peranan yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia, karena lebih dari 95% Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional yang meliputi Bank Umum (Commercial Bank), Bank Syariah (Sharia Bank), dan Bank Perkreditan Rakyat (Rural Bank) berada di Bank Umum (Pratama, 2010). Dana pihak ketiga ini selanjutnya digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit. Pemberian kredit merupakan aktivitas bank yang paling utama dalam menghasilkan keuntungan, tetapi risiko yang terbesar dalam bank juga bersumber dari pemberian kredit. Oleh karena itu pemberian kredit harus diawasi dengan manajemen risiko yang ketat. Penyaluran kredit juga sangat membantu bagi dunia usaha. Dunia usaha akan selalu berkaitan dengan lembaga keuangan bank dan hal itu tidak bisa dilepaskan. Pihak bank akan menyalurkan kredit berupa kredit 2 investasi dan modal kerja yang dibutuhkan oleh pihak dunia usaha. Penyaluran kredit bertujuan untuk meningkatkan nilai kekayaan bank, dan bahkan laju atau tidaknya perekonomian di Negara Indonesia masih sangat bergantung pada kredit bank itu sendiri. Dengan naiknya kredit yang ditawarkan akan mendorong tumbuhnya investasi baru dan ekspansi usaha, menaikkan output industri, sekaligus menciptakan lapangan kerja (Huda, 2014) Menurut Dendawijaya (2003) dana-dana yang dihimpun dari masyarakat dapat mencapai 80-90% dari seluruh dana yang dikelola oleh bank dan kegiatan perkreditan mencapai 70-80% dari total aktiva bank. Meskipun kredit memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi, namun dalam pelaksanaannya tidak semua dana yang dihimpun dari masyarakat bisa disalurkan oleh bank secara optimal dan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum periode 2009-2013 yang masih berkisar antara 72,88-83,58% (dapat dilihat pada gambar 1.1), masih berada dibawah harapan Bank Indonesia. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, angka LDR yang ideal berada pada 85-110% (Manurung, Rahardja, 2004). Akan tetapi pada akhir 2013 LDR Bank Umum akhirnya mencapai 89,70%. Maka dari itu perlu dipertahankan agar besaran LDR tetap berada di kisaran ketentuan Bank Indonesia tersebut. 3 Gambar 1.1 LDR Rata-rata Bank Umum Periode 2009-2013 Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (diolah), 2014 LDR merupakan indikator dalam pengukuran fungsi intermediasi perbankan di Indonesia. LDR sendiri merupakan rasio perbandingan antara jumlah dana yang disalurkan masyarakat dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang dimiliki (Mulyono, 2001). Semakin tinggi LDR menunjukkan semakin besar pula DPK yang dipergunakan untuk penyaluran kredit, yang berarti bank telah mampu menjalankan fungsi intermediasinya dengan baik. Disisi lain LDR yang terlampau tinggi dapat menimbulkan risiko likuiditas bagi bank. Penyaluran kredit bertujuan untuk meningkatkan nilai kekayaan bank. Dengan adanya stabilitas ekonomi yang baik maka akan menarik minat para investor asing. Maka dari itu banyak pihak bank yang berlomba-lomba untuk meningkatkan sumber dana bank yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit. Sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank adalah dana yang dihimpun dari masyarakat yang disebut dengan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK memiliki kontribusi terbesar dari beberapa sumber dana sehingga 72.88 75.21 78.77 83.58 89.7 0 20 40 60 80 100 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata LDR Rata-rata LDR 4 jumlah DPK yang berhasil dihimpun oleh suatu bank akan mempengaruhi kemampuannya dalam menyalurkan kredit (Kasmir, 2008). Selain itu hal yang tidak kalah penting adalah permodalan. Kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha dan menampung risiko kerugian dana yang diakibatkan oleh kegiatan operasi bank ditunjukkan oleh rasio permodalan Capital Adequacy Ratio (CAR) (Ali, 2004).
Selain menjaga eksistensi, bank juga dapat menjaga kontinuitas bank melalui laba yang dihasilkan bank tersebut. Return On Assets (ROA) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan (Dendawijaya, 2005). Perbankan dalam menyalurkan kredit tentunya akan memiliki risiko kredit itu sendiri. Risiko kredit tersebut biasa disebut dengan NPL (Non Performing Loan). NPL mencerminkan risiko kredit, semakin tinggi tingkat NPL maka semakin besar pula risiko kredit yang ditanggung oleh pihak bank (Ali, 2004). Bank juga harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit agar tidak terjadi NPL yang tinggi. Salah satu cara yang dilakukan bank untuk mengurangi resiko kredit ialah mengalokasikan dananya pada instrumen lain seperti penempatan dana pada Bank Indonesia yang tentu saja memiliki tingkat risiko yang rendah. Penempatan dana pada Bank Indonesia dapat berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang merupakan instrumen yang paling aman karena diterbitkan oleh pemerintah melalui Bank Indonesia. 5 Besarnya rata-rata Dana Pihak Ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL, Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Total Kredit dari tahun 2009 hingga 2013 dipaparkan pada tabel 1.1 berikut: Tabel 1.1 Rata-rata DPK, CAR, ROA, NPL, Suku Bunga SBI dan Total Kredit Bank Umum periode 2009-2013 Indikator Utama 2009 2010 2011 2012 2013 DPK 1.973.042M 2.274.489M 2.688.364M 3.107.385M 3.520.616M CAR 17,42% 17,18% 16,05% 17,43% 18,13% ROA 2,60% 2,86% 3,03% 3,11% 3,08% NPL 3,63% 3,85% 3,12% 2,70% 2,17% SBI 6,59% 6,60% 5,04% 4,80% 7,20% TOTAL KREDIT 1.437.930M 1.710.677M 2.117.608M 2.597.026M 3.158.099M Sumber : Statistik Perbankan Indonesia BI, (diolah 2014) Berdasarkan tabel 1.1 dapat diketahui bahwa DPK mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal tersebut diimbangi dengan peningkatan total kredit per tahunnya. Pergerakan DPK yang searah dengan pergerakan total kredit yang disalurkan menunjukkan indikasi positif. Pergerakan CAR yang menurun dari tahun 2009-2011 dari 17,42% menjadi 16,05% tidak searah dengan pergerakan kredit (indikasi negatif), yang kemudian meningkat ditahun 2012-2013 dari 17,43% menjadi 18,13% searah dengan pergerakan kredit (indikasi positif). Sedangkan ROA pada tahun 2009-2012 mengalami peningkatan dari 2,60% menjadi 3,03% searah dengan pergerakan kredit (indikasi positif), dan pada tahun 2012-2013 mengalami penurunan dari 3,11% menjadi 3,08% tidak searah dengan pergerakan kredit (indikasi negatif). NPL mengalami kenaikan dari tahun 2009-2010 dari 3,63% menjadi 3,85% searah dengan pergerakan kredit (indikasi positif), yang kemudian menurun tahun 2011-2013 dari 3,12% menjadi 2,17% tidak searah dengan pergerakan kredit (indikasi negatif). Ketidak konsistenan 6 data juga terjadi pada Suku Bunga SBI, dimana Suku Bunga SBI pada tahun 2009-2010 dan tahun 2012-2013 mengalami peningkatan searah dengan pergerakan kredit (indikasi positif), yang kemudian pada tahun 2010-2012 mengalami penurunan tidak serah dengan pergerakan kredit (indikasi negatif). Penelitian seperti ini sudah banyak dilakukan, seperti dalam penelitiannya Meydianawathi (2006), Arisandi (2008), Ayu & Saryadi (2011) menunjukkan hasil bahda DPK dan ROA berpengaruh positif signifikan terhadap penyaluran kredit. Sedangkan dalam penelitiannya Subegti (2010) DPK berpengaruh tidak signifikan. Yuda (2010) ROA berpengaruh positif tidak signifikan. Hasil tersebut juga relevan dengan penelitiannya Oktaviani (2012) bahwa ROA berpengaruh positif tidak signifikan.
Dalam penelitian yang menganalisis variabel CAR, NPL dan SBI seperti yang dilakukan Meydianawati (2006), Subegti (2010), dan Oktaviani (2012) menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif signifikan. Sedangkan penelitiannya Yuwono (2012) dan Suindrawati (2015) CAR berpengaruh positif tidak signifikan. Penelitian Pratama (2010) CAR dan NPL berpengaruh negatif signifikan, SBI berpengaruh positif tidak signifikan. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Yuwono (2012) bahwa SBI berpengaruh negatif tidak signifikan. Ayu & Saryadi (2011) dan Subegti (2010) mendapatkan hasil bahwa NPL berpengaruh negatif tidak signifikan. Ketidakkonsistenan pergerakan rata-rata DPK, CAR, ROA, NPL dan SBI serta hasil penelitian sebelumnya menjadi motivasi peneliti untuk diuji dan diteliti kembali kebenarannya variabel Dana Pihak Ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL, dan 7 SBI terhadap penyaluran kredit. Ditentukannya objek penelitian bank umum periode tahun 2009-2013 karena lebih dari 95% Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional berada di Bank Umum. Bank Umum diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Kredit juga sebagai salah satu sumber dana yang paling penting dari setiap jenis kegiatan usaha dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL, Dan Suku Bunga SBI Terhadap Penyaluran Kredit (Studi Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2013)”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan oleh peneliti dan hasil penelitian terdahulu, maka dapat diturunkan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh secara simultan dan parsial Dana Pihak Ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL, dan Suku Bunga SBI terhadap Penyaluran Kredit pada Bank Umum?
 2. Variabel apakah yang paling dominan dalam Penyaluran Kredit pada Bank Umum?
 1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat ditentukan tujuan penelitian yaitu:
1. Untuk menganalisis pengaruh secara simultan dan parsial Dana Pihak Ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL, dan Suku Bunga SBI terhadap Penyaluran Kredit pada Bank Umum. 2. Untuk mengetahui variabel apa yang paling dominan dalam Penyaluran Kredit pada Bank Umum.
1.4 Manfaat Penelitian
 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Penulis Dapat dijadikan sarana sebagai upaya pengaplikasian teori-teori yang telah didapatkan selama proses perkuliahan di Perguruan Tinggi dengan keadaan yang ada dilapangan dan nyata di dunia pekerjaan khususnya pelayanan jasa perbankan.
2. Bagi perbankan dan Bank Indonesia selaku regulator, memberikan gambaran dan dapat dijadikan masukan dalam menentukan kebijakan dalam hal penyaluran kredit.
 3. Bagi akademisi terkait penyaluran kredit perbankan, digunakan sebagai pembanding hasil riset penelitian. Dan sebagai referensi bagi yang juga ingin mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi bank dalam menyalurkan kreditnya.

1.5 Batasan Penelitian Dalam penelitian ini, agar masalah tidak terlalu meluas maka penulis member batasan yaitu perusahaan yang diteliti hanya Bank Umum yang terdaftar di BEI Tahun 2009-2013, dan variabel yang digunakan hanya variabel DPK, CAR, ROA, NPL, dan Suku Bunga SBI.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis pengaruh dana pihak ketiga (DPK), CAR, ROA, NPL dan suku bunga SBI terhadap penyaluan kredit: Studi pada bank umum yang terdaftar di BEI tahun 2009-2013Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment