Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Sunday, April 23, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis pengukuran efisiensi terhadap pertumbuhan laba pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dengan metode data envelopment analysis (DEA) periode 2010-2012

Abstract

INDONESIA:
Efisiensi dalam dunia perbankan adalah salah satu parameter kinerja yang cukup populer, banyak digunakan karena merupakan jawaban atas kesulitan- kesulitan dalam menghitung ukuran-ukuran kinerja perbankan. Mengukur efisiensi biaya dapat juga meningkatkan laba perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efisiensi terhadap pertumbuhan laba dan untuk mengetahui perbedaan tingkat efisiensi yang signifikan antar BPD di Indonesia.
Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif, data yang digunakan data sekunder, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data- data kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode DEA yang bertujuan untuk mengukur efisiensi BPD di Indonesia dan untuk menghubungkan efisiensi dengan pertumbuhan laba. Metode analisis yang digunakan adalah metode Data Envelopment Analysis (DEA), Uji kenormalan One Sample Kolmogorov Smirnov dan Uji Korelasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efisiensi dengan pertumbuhan laba yang menggunakan metode DEA pada BPD di Indonesia. Adanya korelasi positif yang searah dan hubungannya cukup atau sedang, artinya semakin tinggi efisiensi maka semakin meningkat pertumbuhan laba yang berdasarkan teori dari Ang (1997) yang menyatakan bahwa semakin perusahaan efisien dalam menggunakan seluruh aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan bersihnya dan semakin cepat perputaran aktiva suatu perusahaan untuk menunjang kegiatan penjualan bersihnya, maka pendapatan yang diperoleh meningkat sehingga laba yang didapat meningkat juga. Dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan memiliki efisiensi yang tinggi yang dapat menghasilkan output yang optimal dengan input yang seminimal mungkin. Jadi dari output yang optimal tersebut perusahaan dapat menghasilkan laba yang optimal pula.
ENGLISH:
Efficiency in the banking sector is one of the performance parameters are quite popular, widely used as an answer to the difficulties in calculating the measures of bank performance. Measuring cost efficiency can also increase its profit. The purpose of this study was to determine the relationship between the efficiency of the earnings growth rate and to know the difference between BPD significant efficiency in Indonesia.
This research type using quantitative methods, data used secondary data, data collection techniques in this study using the documentation. Analysis of the data used by collecting the data is then processed and analyzed using the DEA method that aims to measure the efficiency of BPD in Indonesia and to connect with the efficiency of profit growth. The analytical method used was method of Data Envelopment Analysis (DEA), Test One Sample Kolmogorov Smirnov normality and correlation test.

The results showed that there was a significant relationship between earnings growth efficiency with DEA method in BPD in Indonesia. The existence of a direct and positive correlation relationship or being enough, meaning that the higher the efficiency the increased earnings growth based on the theory of Ang (1997) which states that the company's efficient use of the entire assets of the company to generate net sales and the faster turnover of assets of a company to support the activities of net sales, increased revenue earned thus obtained income increased as well. It can be deduced that the company has a high efficiency that can generate optimum output with minimum input. So from the optimal output company can produce optimal profit anyway.
 BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar belakang
 Dalam upaya meningkatkan kinerja perbankan nasional, Bank Indonesia telah menetapkan peraturan-peraturan yang salah satu diantaranya tertuang dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang wajib bagi setiap bank (Ghulam, 2011). Dengan dibuatnya peraturan Bank Indonesia maka perbankan akan mencapai visinya yang sehat, kuat dan efisien. Perbankan di Indonesia telah banyak yang beroperasi salah satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kinerja BPD di Indonesia selama lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang pesat, terutama jika dilihat dari perkembangan indikator keuangan. Aset BPD seluruh Indonesia per Desember 2012 juga menduduki peringkat keempat dengan total aset Rp 368,24 triliun (Oktavianti, 2013). Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam persaingan industri perbankan nasional, serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional khususnya di daerah. Sebagaimana diketahui ukuran untuk melakukan penilaian kinerja bank antara lain Capital, Assets quality, Management, Earnings, dan Liquidity atau disingkat dengan CAMEL (Kasmir, 2005). Rasio-rasio yang digunakan adalah CAR (capital adequency ratio), ROA ( return on assets), ROE ( return on equity), dan LDR ( loan to deposit ratio). Selain penilaian kinerja bank tersebut, ada juga 2 rasio likuiditas dan rasio solvabilitas yang dapat mengukurnya. Rasio likuiditas adalah Current Ratio, Quick ratio, Net Working Capital Ratio, dan Cash Flow Liquidity Ratio(Fahmi, 2013).
Sedangkan rasio solvabilitas adalah Debt to Equity Ratio, Debt Ratio, dan Time Interest Earned (Sawir, 2009). Rasio-rasio tersebut dapat menggambarkan kinerja keuangan secara keseluruhan. Selain rasio-rasio tersebut ada juga rasio dalam mengukur efisiensi yaitu dengan memperbandingankan output dan input yang digunakan. Menurut Muharam dan Pusvitasari (2007) pengukuran efisiensi dengan pendekatan rasio akan dinilai memiliki efisiensi yang tinggi apabila dapat memproduksi jumlah output yang maksimal dengan jumlah input yang seminimal mungkin. Efisiensi dalam dunia perbankan adalah salah satu parameter kinerja yang cukup populer, banyak digunakan karena merupakan jawaban atas kesulitankesulitan dalam menghitung ukuran-ukuran kinerja perbankan. Sering kali, perhitungan tingkat keuntungan menunjukkan kinerja yang baik, tidak masuk dalam kriteria “sehat” atau berprestasi dari sisi peraturan (Suswadi, 2007). Pengukuran efisiensi perbankan dapat dilakukan dengan 3 pendekatan antara lain pendekatan rasio, pendekatan regresi, dan pendekatan frontier. Pendekatan frontier antara lain pendekatan parametrik terdiri dari Stochastic Frontier Approuch (SFA), Distribution Free Approach (DFA) dan Thick Frontier Approuch (TFA), sedangkan non-parametrik meliputi Data Envelopment Analysis (DEA). Pentingnya efisiensi diukur untuk melihat apakah hasil yang telah didapatkan telah sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Tujuan pencapaian efisiensi tidak lain adalah untuk mengukur seberapa baik perusahaan mengelola 3 input menjadi output atau jumlah keluaran yang dihasilkan dari satu input yang dipergunakan. Mengukur efisiensi biaya dapat juga meningkatkan laba perusahaan. Laba juga merupakan representasi dari kinerja sebuah bank. Untuk menghitung seberapa besar laba diperoleh dalam satu periode tertentu dalam suatu perusahaan dapat membuat laporan laba rugi. Jika terlalu besar biaya maka memperlihatkan bahwa laporan tersebut lebih besar kerugiannya dibandingkan laba, dan begitu pula sebaliknya (Fahmi, 2013). Dengan demikian diharapkan perusahaan menyusun perencanaan laba yang baik agar memperoleh laba sesuai dengan yang direncanakan. Pentingnya laba bagi manajemen sama dengan pentingnya pencapaian efisiensi karena efisiensi dapat menghasilkan output yang optimal dengan input yang ada (Abidin dan Endri, 2009). Jadi dari output yang maksimal itu dapat menghasilkan laba yang maksimal pula. Oleh karena itu pihak manajemen harus selalu merencanakan input dan outputnya serta besar perolehan laba setiap periode, yang ditentukan melalui target yang harus dicapai untuk tujuan utama perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahanya yaitu mengenai perolehan laba atau keuntungan. Penilaian efisiensi diperbankan telah banyak dilakukan antara lain oleh Adenovia (2011) menunjukkan bahwa pengaruh antara kinerja keuangan (CAR, ROA, LAR, LDR dan NPL) dan efisiensi operasional yang diukur dengan BOPO terhadap pertumbuhan laba pada BPD di Indonesia maka dapat dikatakan mempunyai pengaruh yang signifikan. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan 4 oleh Harefa (2011) menyatakan bahwa rasio untuk mengukur kinerja bank antara lain Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), Loan to Asset Ratio (LAR), dan efisiensi operasional (BO/PO) secara simultan mempengaruhi Pertumbuhan Laba pada Bank yang terdaftar di BEI selama periode 2006-2009. Beberapa penelitian yang menggunakan metode DEA untuk industri perbankan antara lain Muharam dan Pusvitasari (2007) menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai efisiensi yang signifikan antara BUS dan UUS. Namun berbeda dengan hasil penelitian dari Mochtar et al. (2006) mengungkapkan bahwa tingkat efisiensi teknis dan biaya bank syariah mengalami peningkatan meskipun secara efisiensi masih kalah dengan bank konvensional. Penelitian yang dilakukan Fauzi (2013) menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang sinifikan antara BUK dan BUS.
 Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian dari Purwanto (2011) menyatakan bahwa BUS sedikit lebih baik dari pada BUK di Indonesia dalam hal efisiensinya. Penelitian yang dilakukan Indarto (2010) menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat efisiensi yang signifikan, baik antara Bank Syariah devisa dan Bank Syariah non devisa maupun antara kelompok Bank Umum Syariah dan kelompok Unit Usaha Syariah. Sedangkan penelitian yang dilakukan Maflachatun (2010) menyatakan bahwa bank-bank syariah yang tetap mengalami efisiensi 100 persen adalah Bank Muamalat Indonesia pada BUS serta Bank Niaga Syariah dan Bank Permata Syariah pada UUS, sedangkan bank-bank syariah lainnya 5 mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami inefisiensi selama tahun pengamatan. Penelitian Susanto (2012) menunjukkan bahwa BPR Syariah lebih efisien dibandingkan dengan BPR Konvensional. Berbeda dengan penelitian Paramita (2008) menunjukkan bahwa Efisiensi DEA memiliki hubungan yang positif dengan modal inti dan nilai kesehatan. Sedangkan efisiensi SFA memiliki hubungan yang negatif dengan modal inti dan memiliki hubungan yang positif dengan nilai kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi BPR dengan pendekatan SFA justru malah menurunkan modal inti BPR. Sedangkan penelitian yang dilakukan Mohamad et al. (2007) yang menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efisiensi bank konvensional dengan bank syariah. Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan Tahir dan Sudin (2008) menyatakan bahwa Efisiensi pada bank Malaysia naik tiap periodenya dan efisiensi bank domestik lebih efisien dari pada bank asing. Bank Pembangunan Daerah (BPD) merupakan salah satu badan usaha milik daerah (sahamnya sebagian besar dimiliki pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota) yang bertugas mengembangkan perekonomian dan menggerakkan pembangunan daerah melalui kegiatannya sebagai bank. BPD memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian daerah dan wilayah operasional BPD memang lebih dominan di daerah (Hamudy, 2013). Di tengah perlambatan laba industri perbankan, BPD justru membukukan pertumbuhan laba. Pada Agustus 2013, laba bank milik pemerintah daerah itu 6 tumbuh 22,36 persen atau lebih tinggi dari posisi tahun lalu sebesar 14,82 persen. Kenaikan pertumbuhan laba BPD terjadi karena naiknya pertumbuhan kredit. Hingga Agustus 2013, pertumbuhan kredit BPD mencapai 22,97 persen atau naik jika dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 22,34 persen. Padahal secara industri, laju kredit tengah melambat ke level 22,1 persen (Wisnu, 2013). Dari uraian tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang efisiensi terhadap pertumbuhan laba pada
Bank Pembangunan Daerah (BPD) di indonesia, guna melihat tingkat efisiensi dari keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi bank tersebut dalam menghasilkan laba, yang kemudian digunakan oleh bank sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dimasa yang akan datang. Dari alasan-alasan yang telah peneliti kemukakan sebelumnya dan untuk melihat sejauh mana tingkat efisiensi dan pertumbuhan laba yang telah dicapai oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di indonesia, maka dalam penyusunan skripsi ini peneliti mengambil judul: “Analisis Pengukuran Efisiensi terhadap Pertumbuhan Laba pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dengan Metode DEA (Data Envelopment Analysis) periode 2010-2012”.
1.2.  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya maka rumusan masalahnya penelitian ini diantaranya :
1. Apakah terdapat perbedaan tingkat efisiensi yang signifikan antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dengan menggunakan metode DEA ?
 2. Adakah hubungan antara efisiensi terhadap pertumbuhan laba pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia ?
1.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
 1.3.1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah :
 1. Untuk mengetahui perbedaan tingkat efisiensi yang signifikan antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dengan menggunakan metode DEA.
 2. Untuk mengetahui hubungan antara pengukuran efisiensi terhadap pertumbuhan laba pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.
1.3.2. Kegunaan Penelitian
 a. Bagi Perusahaan Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan kegiatan operasinya selalu menggunakan prinsip kehati-hatian sehingga kinerjanya akan dinilai sehat oleh Bank Indonesia pada khususnya dan masyarakat 8 pada umumnya dan sebagai informasi menegenai tingkat efisiensi antar Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.
b. Bagi Peneliti Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan mampu dijadikan instrument pengetahuan dan pengalaman tentang perbankan khususnya Bank Pembangunan Daerah.
c. Bagi Pihak Lain Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai sumber referensi dan tambahan pengetahuan dalam kerangka pengembangan penelitian selanjutnya yang sejenis.
 1.4. Batasan Masalah

 Adapun batasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Bank Pembangunan Daerah yang terdaftar di Bank Indonesia dan melaporkan kondisi keuangannya di Bank Indonesia selama periode 2010-2012.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis pengukuran efisiensi terhadap pertumbuhan laba pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dengan metode data envelopment analysis (DEA) periode 2010-2012Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment