Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, April 3, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba pada perbankan syariah di Indonesia





Abstract

INDONESIA:
Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan selama ini didasari pada akuntansi akrual karena masih relevan dalam pengukuran kinerja keuangan perusahaan. Proses dari dasar akrual memungkinkan adanya perilaku manajer dalam melakukan rekayasa laba guna menaikkan atau menurunkan angka akrual dalam laporan laba rugi. Selama ini diketahui bahwa pada perbankan syariah juga terdapat indikasi praktik manajemen laba. Adanya praktek manajemen laba menyebabkan kualitas laba menjadi tidak bagus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas terhadap kualitas laba pada perbankan syariah di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data sekunder laporan keuangan tahunan perbankan syariah yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia selama tahun 2011 dan 2012. Kualitas laba diproksi dengan manajemen laba (discretionary accrual) yang telah disesuaikan dengan karakteristik perbankan. Pengujian pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas terhadap kualitas laba dilakukan dengan regresi berganda.
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa tingkat manajemen laba di perbankan syariah rendah sehingga perbankan syariah dalam penelitian ini memiliki kualitas laba tinggi. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laba. Sedangkan hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa struktur modal dan likuiditas mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap kualitas laba, pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kualitas laba, sedangkan profitabilitas mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba.

ENGLISH:
The financial statements produced by companies are employing accrual- based accounting because it is relevance to the measurement of company financial performance. The process of accrual basis makes possible to the existence of manager behavior in conducting earnings management in order to increase or decrease the accrual rate in the income statement. It is known that in Islamic banking there was an indication of earnings management practices. The practice of earnings management makes the earnings quality become bad. The objective of this study is to examine the effect of capital structure, earnings growth, company size, liquidity, profitability to the earnings quality in Indonesian Islamic banking.
This study uses secondary data from the annual financial statements of Islamic banking published by Central Bank of Republic Indonesia during 2011 and 2012. Earnings quality is measured by earnings management (discretionary accruals) which has been adapted to the characteristics of banking. The examination of the effect of capital structure, earnings growth, company size, liquidity, profitability to the earnings quality is done by multiple regressions.


The result of descriptive statistical analysis shows earnings management level in Islamic banking is low so earnings quality of Islamic banking is high. The result of simultaneously test shows independent variables have a significant influence on earnings quality. The result of partially test shows that capital structure and liquidity have a non-significant negative effect on earnings quality; earnings growth and firm size have a positive effect but non-significant on earnings quality, while profitability significantly and positively influences the earnings quality.







BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Kualitas informasi laba merupakan hal yang sangat penting dari produk pelaporan keuangan yang terkandung didalam laba perusahaan yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena investor akan “membeli” laba perusahaan dimasa mendatang (future earnings) yang berasal atau terdapat didalam laba tahun berjalan (current earnings) yang dilaporkan perusahaan. Pentingnya informasi laba bagi para penggunanya menjadikan tiap perusahaan berlombalomba meningkatkan labanya.
Namun, bagi pihak tertentu ada yang melakukan cara tidak sehat guna mencapai tujuan individunya terhadap informasi laba perusahaan. Hal ini yang menjadikan praktek manipulasi laba pada sekarang ini juga tidak jarang dilakukan oleh manajemen perusahaan yang mengetahui kondisi internal perusahaan.
Hal ini dilakukan dengan maksud untuk menarik para investor agar menginvestasikan dananya pada perusahaan mereka. Kejadian ini yang mengakibatkan laba perusahaan yang tidak berkualitas. Kasus-kasus perusahaan multinasional seperti kasus Enron, WorldCom, dan Xerox merupakan contoh konkrit yang berkaitan dengan permasalahan kualitas informasi laba. Permasalahan yang muncul adalah apakah laba tahun berjalan (current earning) memiliki kualitas yang baik. Laba tahun berjalan 2 memiliki kualitas yang baik jika laba tersebut bisa menjadi indikator yang baik untuk laba dimasa mendatang atau berasosiasi secara kuat dengan arus kas operasi dimasa mendatang (future operating cash flow) (Penman, 2003 dan Cohen, 2003 dalam Pagalung, 2006:3).
Dengan demikian diharapkan pihak manajemen perusahaan mengelola dengan baik kebijakan akuntansinya agar laba yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi sehingga aktivitas perusahaan dapat berlangsung terus menerus atau berkesinambungan (sustainable). Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan selama ini didasari pada akuntansi akrual (accrual-based accounting), karena masih relevan dalam pengukuran kinerja keuangan perusahaan. Implikasi penerapan aplikasi akuntansi akrual tersebut antara lain dapat mengurangi masalah ketepatan waktu (timing) dan penandingan (matching) yang terjadi pada akuntansi arus kas. Implikasi lainnya adalah bahwa laba (earnings) menjadi sumber informasi utama bila dibandingkan dengan informasi lainnya (Pagalung, 2006:2). Laba yang tidak dilaporkan sesuai dengan fakta yang terjadi dapat diragukan kualitasnya.
Laba dapat dikatakan berkualitas tinggi apabila laba yang dilaporkan dapat digunakan oleh para pengguna (users) untuk membuat keputusan yang terbaik, yaitu laba yang memiliki karakteristik relevansi, reliabilitas dan komparabilitas atau konsistensi (Sutopo, 2009 dalam Adriani, 2011:4). Rendahnya kualitas laba akan dapat membuat kesalahan dalam pembuatan keputusan para pemakainya seperti investor dan kreditor, sehingga 3 nilai perusahaan akan berkurang (Siallagan dan Machfoedz, 2006 dalam Adriani, 2011:4). Proses dari dasar akrual memungkinkan adanya perilaku manajer dalam melakukan rekayasa laba atau earnings management guna menaikkan atau menurunkan angka akrual dalam laporan laba rugi. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) memberikan kelonggaran (flexibility principles) dalam memilih metode akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Kelonggaran dalam metode ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai laba yang berbeda-beda di setiap perusahaan. Perusahaan yang memilih metode penyusutan garis lurus akan berbeda hasil laba yang dilaporkan dengan perusahaan yang menggunakan metode angka tahun atau saldo menurun.
Praktik seperti ini dapat memberikan dampak terhadap kualitas laba yang dilaporkan (Boediono, 2005 dalam Aprilia, 2010:1). Praktek manajemen laba, seperti perataan laba dapat mengurangi kualitas laba. Kualitas laba dianggap baik jika manajemen tidak mengelola laba (Shaw, 2003 dalam Jaffar et. al, 2007:27). Kualitas laba adalah laba yang secara benar dan akurat menggambarkan profitabilitas operasional perusahaan. Dalam literatur penelitian akuntansi, terdapat berbagai pengertian kualitas laba dalam perspektif kebermanfaatan dalam pengambilan keputusan (decision usefulness). Sutopo (2009) dalam Paulus (2012:15) mengelompokkan konstruk kualitas laba dan pengukurannya berdasarkan cara menentukan kualitas laba, yaitu berdasarkan: sifat runtun- 4 waktu dari laba, karakteristik kualitatif dalam rerangka konseptual, hubungan laba-kas-akrual, dan keputusan implementasi.
Pada umumnya, baik bank konvensional maupun bank syariah merupakan salah satu lembaga keuangan yang memberikan alternatif sumber dana bagi masyarakat, baik digunakan untuk pembiayaan jangka pendek maupun jangka panjang. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang memiliki tugas utama sebagai perantara keuangan (financial intermediary), yaitu mempertemukan pihak yang kelebihan dana (surplus saving) dengan pihak yang kekurangan dana (defisit saving) untuk menghasilkan keuntungan (Ismail, 2011:46).
 Walaupun bank konvensional dan bank syariah mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai financial intermediary, namun keduanya mempunyai prinsip yang berbeda dalam sistem operasionalnya. Seperti yang kita ketahui bahwa sistem perbankan konvensional menggunakan bunga (interest) sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan perbankan syariah menggunakan prinsip bagi hasil (profit sharing) sebagai landasan dasar bagi sistem operasionalnya secara keseluruhan.
Prinsip perbankan syariah adalah berdasarkan kaidah almudharabah yang menjadikan bank syariah sebagai mitra bagi penabung maupun bagi pengusaha yang meminjam dana (Achsan, 2013). Penilaian kinerja bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional (Zahara dan Veronica, 2009 dalam Setiawati, 2010:3-4). Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah juga terdapat manajemen laba dalam bank syariah. Zahara dan Veronica (2009) dalam Setiawati (2010:4) telah meneliti 5 adanya indikasi praktik manajemen laba di perbankan syariah selama periode 2005-2006 yang diproksikan dengan akrual diskresioner, sehingga terdapat indikasi pula bahwa kualitas laba di sektor perbankan syariah adalah kurang berkualitas. Penelitian kualitas informasi laba dapat dilakukan dengan dua pendekatan (Francis et. al, 2004 dalam Pagalung, 2006:3). Pendekatan pertama adalah penelitian yang berkaitan dengan mengkaji faktor-faktor apa yang menyebabkan sehingga laba yang dihasilkan berkualitas, dan pendekatan kedua adalah sejauh mana kualitas informasi laba direspon oleh para pemakai laporan keuangan.
Pendekatan pertama berkaitan dengan kajian faktor-faktor penentu yang menghasilkan kualitas informasi laba. Fokus pendekatan ini berkaitan dengan faktor-faktor internal perusahaan yang terkait dengan faktor inheren atau faktor intrinsik yang melekat di perusahaan itu sendiri, sehingga banyak penelitian memberikan istilah dengan faktor spesifik atau karakteristik perusahaan (firm spesifics or firm characteristics). Sedangkan pendekatan kedua berkaitan dengan faktor eksternal yang merupakan respon pemakai informasi keuangan atau laporan keuangan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa struktur modal yang diproksikan dengan leverage memiliki pengaruh negatif dengan kualitas laba. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Harris dan Raviv (1990) dalam Murwaningsari dan Mulyani (2007). Sedangkan penelitian Puspitasari (2003) menunjukkan bahwa struktur modal tidak mempunyai pengaruh terhadap kualitas laba.
Hasil penelitian Collins dan Kothari (1989) dalam Tiolemba dan Ekawati (2008) menunjukkan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh positif terhadap kualitas laba, sedangkan hasil penelitian Lesia, et. al, (2007) menyatakan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laba. Berdasarkan penelitian dan Puspitasari (2003), ukuran perusahaan berhubungan positif dengan kualitas laba. Namun berbeda dengan hasil penelitian Rachmawati dan Triatmoko (2007) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Likuiditas berpengaruh positif terhadap kualitas laba berdasarkan penelitian Lesia, et. al, (2007), hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian dari Irawati (2012) yang menunjukkan bahwa likuiditas mempunyai pengaruh negatif terhadap kualitas laba. Dalam beberapa literatur menyatakan bahwa profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba.
Oleh karena itu, peneliti ingin menguji pengaruh dari profitabilitas terhadap kualitas laba. Merujuk dari ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya yang telah diuraikan di atas, maka peneliti ingin mengkonfirmasi kembali hasil penelitian terdahulu dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba, sehingga penelitian ini menggunakan variabel struktur modal, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba. Selain itu, penelitian-penelitian sebelumnya banyak yang menggunakan perusahaan manufaktur dan non manufaktur yang  terdaftar di BEI atau Jakarta Stock Exchange sebagai obyek penelitian seperti penelitian dari Puteri (2012), Paulus (2012), Adriani (2011), Aprilia (2010), Rahmawati dan Triatmoko (2007).
Berdasarkan uraian tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa belum ada penelitian mengenai kualitas laba di perbankan syariah, sehingga masih terdapat kemungkinan untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba pada bank syariah. Maka penelitian ini mengambil judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laba pada Perbankan Syariah di Indonesia”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka permasalahan yang hendak diuji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap kualitas laba bank syariah?

1.3  Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu menemukan bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap kualitas laba bank syariah.

1.4  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
 a) Aspek teoritis
 1) Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan akuntansi keuangan.
2) Bagi penelitian yang akan datang diharapkan dapat menjadi bahan acuan atau pertimbangan terutama untuk penelitian mengenai struktur modal, ukuran perusahaan, pertumbuhan laba, profitabilitas, likuiditas dan kualitas laba.
b) Aspek Praktis
1) Bagi manajemen perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melaporkan laba.
2) Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan investasi.

1.5  Batasan Penelitian

Adapun batasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia dan melaporkan kondisi keuangannya di Bank Indonesia selama periode 2011- 2012.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi : Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba pada perbankan syariah di Indonesia" Ini silakan klik link dibawah ini
Download




Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment