Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 12, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis perbandingan risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional: Studi pada saham JII dan LQ45 pada sektor industri barang konsumsi.

Abstract

INDONESIA:
Banyak sekali alternatif pilihan berinvestasi. Mulai dari investasi asset riil hingga sekuritas, mulai dari yang berjenis konvensional hingga berjenis syariah. Namun yang menjadi pilihan utama seseorang dalam berinvestasi adalah bagaimana return yang ditawarkan hingga seberapa risk yang mungkin terjadi. Sektor industri barang konsumsi merupakan salah satu sektor saham yang ada dalam jajaran BEI yang mempunyai kinerja cukup baik. Dan saham-saham dalam LQ45 merupakan kumpulan saham yang liquid yang ada di BEI dan JII juga merupakan kumpulan saham yang mempunyai kinerja bagus dalam kategori syariah.
Risk dan return antara saham syariah dan konvensional merupakan sesuatu yang perlu untuk diketahui terutama bagi investor muslim. Kemudian bagaimana perbandingannya risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional. Hal tersebut dapat dianalisis secara sederhana melalui return harian saham tersebut dan deviasi standar sebagai risiko dengan mengunakan uji T Test Independent. Kemudian didapatkan dua sampel dari saham syariah dan dua sampel juga dari saham konvensional dan diambil data harian harga saham dan juga deviden selama tahun 2011.
Hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata return harian saham syariah lebih kecil dibandingkan dengan saham konvensionl, begitu juga dengan risk saham syariah lebih kecil dibandingkan dengan saham konvensional. Namun perolehan return tertinggi dan terendah di tahun 2011 di dapatkan oleh saham syariah. Secara uji statistik dengan menggunakan uji T Test Independent dengan taraf signifikan 5% didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional dalam artian bahwa risk dan return antara saham syariah dan konvensional adalah sama
ENGLISH:
Lots of alternative INVESTMENT OPTIONS. Starting from real assets to securities investments, ranging from the conventional type to type of sharia. However, the main choice is how someone in anINVESTMENT return that is offered up to how much risk that may occur. Sectors of the consumer goods industry is one sector of stocks included in the ranks of BEI that has pretty good performance. And shares in LQ45 is a collection of existing liquid shares on the Stock Exchange and the JII is also a collection of stocks that have good performance in the category of sharia. Risk and return between Islamic and conventional stock is something that needs to be known primarily for Muslim investors.
Then how risk and return comparisons between Islamic stock with conventional stocks. It can be analyzed simply through the daily stock return and standard deviation as a risk by using Independent T test Test. Then obtained two samples of stocks and the two samples are also sharia from conventional stock and the data taken daily stock prices and dividends as well during the year 2011.

The analysis found that the average daily stock return of sharia is smaller than the stock conventional, so does the risk of sharia stock is smaller than the conventional stock. But the acquisition of the highest and lowest return in 2011 in getting the shares of sharia. In statistical tests using the Test Independent T test with significant level of 5% showed that there was no significant difference between risk and return of sharia with conventional stock shares in the sense that risk and return between Islamic and conventional stock is the same.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Dewasa ini sangat banyak sekali alternatif dalam berinvestasi mulai dari investasi asset riil hingga investasi dalam bentuk sekuritas. Investasi dalam bentuk riil pun masih terbagi banyak sekali macamnya, begitu juga dengan investasi dalam bentuk sekuritas diantaranya investasi dalam bentuk saham, reksadana, dan obligasi. Dan kini masyarakat juga bebas memilih jenis investasi yaitu investasi yang menggunakan sistem konvensional ataukah investasi dangan sistem syariah. Seiring dengan mudahnya berinvestasi kini perusahaan pialang juga semakin banyak mereka menyediakan jasa perantara bagi calon investor yang akan menginvestasikan dananya, perusahaanperusahaan tersebut juga telah menfasilitasi jenis investasi konvensional ataupun yang berbasis syariah. Kita perlu berinvestasi terutama masyarakat yang memiliki dana lebih.
 Karena dengan berinvestasi maka harta yang kita miliki tidak diam serta dapat menghasilkan keuntungan bagi kita serta dan juga dapat bermanfaat bagi pihak lain. Di dalam Islam sendiri juga telah mengajarkan kepada umatnya agar harta yang kita miliki tidak dianjurkan hanya disimpan saja namun diwajibkan kepada kita untuk dimanfaatkan salah satunya dengan berinvestasi. 2 Suatu investasi yang mengandung risiko lebih tinggi seharusnya memberikan return diharapkan yang juga lebih tinggi. Semakin tinggi risiko semakin tinggi pula return yang diharapkan. (M.Samsul 2006:289). Risk merupakan risiko atau penyimpangan dari return yang diharapkan dengan return yang sesungguhnya, sedangkan return merupakan keuntungan atau tingkat pengembalian dari investasi itu sendiri. Islam mengajarkan kepada kita untuk berinvestasi, dan mengembangkan harta kita namun tetap dalam aturan-aturan yang tidak bertentangan dengan Al-quran dan Al-hadist. Diantaranya adalah larangan adanya riba serta larangan berinvestasi pada investasi yang sistem pengelolaannya tidak sesuai dengan syariat Islam karena jika kita menginvestasikan sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip syariah Islam maka hasil yang kita peroleh nantinya akan diragukan kehalalannya dan jauh dari barokah Allah swt. ç m÷YÏB (#q ã _̍÷tGó¡n@ur $w ƒÌsÛ $V Jóss9 ç m÷ZÏB (#q è = à 2ù'tGÏ9 tóst7ø9$# t ¤ yÏ% © !$# uq è dur ¾Ï&Î#ôÒsùÆÏB (#q ä ótFö7tFÏ9ur ÏmŠÏù tÅz#uqtB šù= à ÿø9$# ts?ur $ygtRq Ý¡t6ù=s? Z puŠù=Ïm ÇÊÍÈ š cr 㠍 ä3ô±s? öN à 6 ¯ =yès9ur Artinya : dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat 3 bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.(QS 16:14) Kutipan ayat di atas megajarkan kepada kita bagaimana cara mencari keuntungan yang baik (return) serta mensyukurinya. Allah SWT telah menyiapkan segala sesuatu kebutuhan manusia di muka bumi ini, tinggal bagaimna manusia itu mendapatkan keuntungan tersebut dengan cara yang baik agar mendapatkan karunia-Nya serta tidak lupa untuk bersyukur. (#q è =ÏJtãur (#q ã ZtB#uä tûïÏ% © !$# žwÎ) ÇËÈ AŽô£ä z Å"s9 z`»|¡SM}$# ¨ bÎ) ÇÊÈ ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÌÈ ÎŽö9 ¢ Á9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÏM»ysÎ=» ¢ Á9$# Artinya : demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Ayat di atas mengajarkan kepada kita bagaimana agar kita tidak mendapatkan kerugian (Risk) yaitu dengan mentaati kebenaran serta menasehati supaya menetapi kebenaran. Hal tersebut juga dapat kita praktekkan dalam berinvestasi saham misal dengan menghindari short selling karena short selling bukan merupakan suatu kebenaran. Selain itu waktu juga menjadi hal pokok untuk tidak terjerumus dalam suatu kerugian, lebih-lebih dalam berinvestasi saham waktu sangatlah diperhitungkan dan menjadi sesuatu yang mahal. Banyak sekali pilihan berinvestasi, salah satu hal yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi adalah penilaian risk dan return dari investasi itu sendiri. Pada dasarnya, tujuan orang melakukan investasi adalah 4 untuk menghasilkan sejumlah uang. Tujuan investasi yang lebih luas adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor. (Tendelilin 2001:4). Ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan investasi, yaitu: tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return), tingkat risiko (rate of risk) dan ketersediaan jumlah dana yang akan diinvestasikan. (Abdul Halim 2005:4).
Risk merupakan risiko atau penyimpangan dari return yang diharapkan dengan return yang sesungguhnya, sedangkan return merupakan keuntungan atau tingkat pengembalian dari investasi itu sendiri. Salah satu investasi pada bursa saham yang diyakini memberikan tingkat pengembalian cukup tinggi adalah pada jajaran saham-saham LQ 45. Saham-saham yang terdaftar dalam LQ 45 sudah termasuk dalam saham unggulan hal tersebut dapat dibuktikan dengan return yang dihasilkan oleh saham-saham LQ 45 lebih tinggi daripada saham-saham yang tidak masuk dalam daftar LQ 45 banyak investor yang membidik saham yang terdaftar dalam LQ 45. Namun tidak semua saham yang masuk dalam LQ 45 lolos seleksi sehingga masuk dalam kategori JII baik saham yang masuk JII dan juga LQ 45 keduanya merupakan saham ungulan. JII pertama kali diluncurkan oleh BEI (pada saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta) bekerjasama dengan PT Danareksa Investment Management pada tanggal 3 Juli 2000. Meskipun demikian, agar dapat menghasilkan data historikal yang lebih panjang, hari dasar yang digunakan untuk menghitung JII adalah tanggal 2 Januari 1995 dengan angka indeks dasar sebesar 100. Metodologi perhitungan JII sama dengan yang digunakan 5 untuk menghitung IHSG yaitu berdasarkan Market Value Weigthed Average Index dengan menggunakan formula Laspeyres. Saham syariah yang menjadi konstituen JII terdiri dari 30 saham yang merupakan saham-saham syariah paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. BEI melakukan review JII setiap 6 bulan, yang disesuaikan dengan periode penerbitan DES oleh Bapepam & LK. Setelah dilakukan penyeleksian saham syariah oleh Bapepam & LK yang dituangkan ke dalam DES, BEI melakukan proses seleksi lanjutan yang didasarkan kepada kinerja perdagangannya. Adapun proses seleksi JII berdasarkan kinerja perdagangan saham syariah yang dilakukan oleh BEI adalah sebagai berikut: 1. Saham-saham yang dipilih adalah saham-saham syariah yang termasuk ke dalam DES yang diterbitkan oleh Bapepam & LK 2. Dari saham-saham syariah tersebut kemudian dipilih 60 saham berdasarkan urutan kapitalisasi terbesar selama 1 tahun terakhir 3. Dari 60 saham yang mempunyai kapitalisasi terbesar tersebut, kemudian dipilih 30 saham pasar reguler selama 1 tahun terakhir Sebuah tantangan baru bagi investor muslim apakah investasi syariah mampu mengungguli return dari investasi saham konvensial. Ataukah justru risikonya yang lebih besar dari saham syariah? Dari fenomena diatas itulah akhirnya penulis ingin membandingkan seberapa besar perbedaan risk dan 6 return antara saham syariah dengan saham konvensional. Sehingga para investor tidak ragu lagi menginvestasikan dananya pada saham-saham syariah karena selain memperoleh keuntungan investor juga memperoleh barokah. Sepanjang paruh pertama tahun 2010 ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah berhasil mencetak kenaikan sebesar 338,27 poin atau sekitar 13,13%. Kenaikan tersebut didukung oleh menguatnya saham-saham sektor tertentu yang pastinya berbeda antara yang satu dengan yang lain. Sepanjang Semester I 2010, tercatat ada 3 indeks sektoral yang tumbuh paling tajam, yaitu sektor barang konsumsi (41,93%), sektor aneka industri (32,22%), dan yang terakhir sektor manufaktur (29,94%).
Kenaikan tajam indeks sektoral tersebut banyak didukung oleh kenaikan emiten-emiten yang tergabung didalamnya. (Vibiznews – Stocks). Dan pada awal tahun 2011 sektor barang konsumsi mengalami kenaikan 41,93% dibandingkan sector lainnya, Oleh karena itu, dalam hal membandingkan risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional peneliti ingin menggunakan sampel saham yang bersal dari sektor industri barang konsumsi. Karena pada sektor tersebut terdapat saham-saham unggulan yang tidak dapat masuk pada kategori saham syariah karena tidak sesuai dengan prinsip syariah sehingga tidak lolos seleksi JII. Dan terdapat saham-saham unggulan yang termasuk pada kategori saham syariah sehingga lolos seleksi JII. 7 Pada penelitian-penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yoga Saltian (2006) Analisis Perbandingan Resiko Dan Tingkat Pengembalian Reksa Dana Syariah Dan Reksa Dana Konvensional. Sedangkan yang dilakukan oleh Wati Qori Perdana (2008) Analisis komparatif kinerja reksadana saham syariah dan reksadana saham konvensional dengan menggunakan metode sharpe, treynor dan jensen pada bursa efek Indonesia. Serta yang dilakukan oleh Ade Ali Nurdin (2009) Perbandingan Kinerja portofolio optimal saham-saham ungulan berbasis syariah dengan sahamsaham unggulan berbasis konvensional di bursa efek Indonesia. Dan penelitian yang dilakukan oleh Fahmi, Johan Tri Mahardi (2011) Analisis Perbandingan Risk And Return Saham Syariah dengan Saham Konvensional (Studi pada Saham LQ 45 dan Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia Periode 2005¬2008). Persamaan dan perbedaan dari penelitian terdahulu yakni sama-sama membandingkan risk dan return namun pada penelitian-penelitian terdahulu kebanyakan yang dibandingkan adalah reksadana saham untuk kali ini peneliti ingin membandingkan saham individual. Memang telah ada penelitian terdahulu yang membandingkan saham individual namun pada sektor yang berbeda serta di tahun yang berbeda pada penelitian kali ini Berdasarkan fakta dan permasalahan yang telah diungkapkan di atas maka peneliti semakin tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut menjadi penelitian skripsi dengan judul “Analisis Perbandingan Risk Dan 8 Return Antara Saham Syariah Dengan Saham Konvensional (Studi pada saham JII dan LQ 45 pada sektor industri barang konsumsi)”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang ada di atas, maka peneliti dapat merumuskan rumusan masalah yaitu sebagai berikut:
1.2.1 Bagaimana risk dan return saham syariah dan saham konvensional pada sektor industri barang konsumsi?
1.2.2Apakah ada perbedaan risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional pada sektor insustri barang konsumsi?
1.3 Tujuan dan kegunaan penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui serta menguji risk dan return saham syariah dan saham konvensional pada sektor industri barang konsumsi.
2. Untuk mengetahui serta menguji perbedaan risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional pada sektor industri barang konsumsi. 1.3.2 Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
a) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan keilmuan dan informasi tentang risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional.
b) Penelitian ini dapat dijadikan tambahan keilmuan dalam peramalan risk dan return saham secara umum dan saham syariah pada khususnya
c) Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan konstribusi bagi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tentang perbandingan risk dan return antara saham konvensional dengan saham syariah.
2. Kegunaan Praktis
a) Penelitian ini diharapkan menjadi pengetahuan serta wawasan bagi mahasiswa tentang berinvestasi dalam bidang finansial khususnya investasi yang berbasis syariah
 b) Dapat memberikan sumbangsih dan masukan pemikiran terhadap masyarakat tentang investasi terutama yang berbasis syariah
 1.4 Batasan Penelitian

 Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan wilayah dan batasan permasalahan yang diteliti supaya tetap fokus bahasannya serta dapat dipahami secara baik dan benar. Maka penelitian ini hanya membahas masalah saham syariah yang telah listing dalam JII dan saham non syariah yang masuk dalam LQ45 Obyek yang menjadi batasan dalam penelitian ini adalah sahamsaham pada sektor industri barang konsumsi yang telah terdaftar dalam JII pada periode Desember 2010 s/d Mei 2011 dan periode Juni 2011 s/d November 2011 dan juga LQ 45 pada periode Februari 2011 s/d Juli 2011 dan periode Agustus 2011 s/d Januari 2011. Serta data yang diambil adalah data harian di tahun 2011, karena pada tahun tersbut Indonesia telah meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Hal tersebut dapat mencerminkan bahwa pada tahun 2011 saham-saham syariah di Indonesia telah mampu bersaing dengan saham lainnya serta telah mengalami peningkatan dari tahuntahun sebelumnya

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis perbandingan risk dan return antara saham syariah dengan saham konvensional: Studi pada saham JII dan LQ45 pada sektor industri barang konsumsi."Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment