Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, April 6, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Pengaruh debt ratio, debt to equity ratio, longterm debt to equity ratio, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap profitabilitas pada Perusahaan LQ 45

Abstract

INDONESIA:
Struktur Modal merupakan pembelanjaan permanen yang menceminkan pertimbangan antara jangka panjang dan modal sendiri baik yang berasal dari sumber internal maupun sumber eksternal. Struktur kepemilikan merupakan jenis institusi atau perusahaan yang memegang saham terbesar dalam suatu perusahaan. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba atau keuntungan selama periode tertentu, dibandingkan dengan modal dan aset yang dinyatakan dalam persentase, yang merupakan hasil bersih dari berbagai kebijaksanaan dan keputusan yang diterapkan oleh manajemen perusahaan. Return on asset (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial struktur modal (DR, DER, dan LDER) dan kepemilikan terhadap profitabiltas (ROA).
Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang termasuk dalam LQ 45. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan purposive sampling dengan kriteria yang ditetapkan.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Secara simultan struktur modal dan kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (ROA). Secara parsial hanya variabel Debt Ratio, Debt to Equity Ratio,dan kepemilikan Institusional saja yang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas(ROA). Sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) adalah variabel Long term Debt Equity Ratio, dan variabel Kepemilikan Manajerial.

ENGLISH:
Capital structure is permanent expenditure that represents a trade-off between long-term and equity both derived from internal sources and external sources. The ownership structure is a type of institution or company that holds the largest stake in a company. Profitability is the ability of a company to generate profits or gains during the period, compared with capital and assets expressed as a percentage, which is the net result of various policies and decisions implemented by the companymanagement. Return on assets (ROA) is a profitability ratio that measures a company's ability to generate earnings from assets that were used. The purpose of this study was to determine the effect simultaneously and partial of capital structure (DR, DER, and LDER) and ownership of profitability (ROA).
This study used multiple regression analysis and classical assumption. The population in this study was a company listed on the Indonesia Stock Exchange that included in LQ 45. Sampling was conducted using purposive sampling with specified criteria.

Based on the analysis conducted in this study it can be concluded that: Simultaneously, capital structure and ownership have a significant effect on profitability (ROA). Partially only variable of Debt Ratio, Debt to Equity Ratio, and Institutional ownership were significant effect on profitability (ROA). While no significant effect on profitability (ROA) was variable of Long Term Debt Equity Ratio, and variable of Managerial Ownership.


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap perusahaan pada dasarnya menjalankan berbagai aktivitas baik secara operasional maupun non-operasional guna mencapai keuntungan (profit). Untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut dibutuhkan dana yang tidak hanya diperlukan pada saat dibangunnya suatu usaha namun juga dana yang dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan perusahaan guna untuk melaksanakan kegiatan operasional sehari-hari. Sumber pendanaan bukan hanya berupa modal sendiri yang seringkali dirasa kurang cukup. Hutang seringkali menjadi bagian penting dalam struktur modal perusahaan, karena sifatnya tidak permanen dan lebih mudah untuk diadakan.
Keputusan pendanaan merupakan keputusan mengenai seberapa besar tingkat penggunaan hutang dibanding dengan ekuitas dalam membiayai investasi perusahaan. Tujuan keputusan pembelanjaan ini adalah untuk menentukan tingkat struktur modal uang optimal, yaitu tingkat bauran hutang dan ekuitas yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan. (Seftianne dan Handayani, 2011). Oleh karena itu, struktur modal diperlukan untuk meningkatkan nilai perusahaan karena penetapan struktur modal dalam kebijakan pendanaan perusahaan menentukan profitabilitas perusahaan. Struktur modal ini diharapkan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan yang pada akhirnya dapat mensejahterakan pemilik perusahaan serta peningkatan kemakmuran.
 Baik buruknya struktur modal akan memiliki pengaruh langsung terhadap struktur finansial perusahaan. Suatu perusahaan yang memiliki struktur modal yang tidak baik yaitu hutang yang sangat besar akan memberikan beban yang berat bagi perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan perlu melakukan analisis laporan terhadap laporan keuangan, karena laporan keuangan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Laporan keuangan sebagai sumber informasi, akan lebih bermanfaat jika dilihat secara komprehensif misalnya dengan membandingkan suatu periode dengan periode yang lain. Salah satu cara pengukuran kinerja perusahaan dapat dilihat dari tingkat profitabilitasnya. Profitabilitas ini merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja suatu perusahaan yang menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset dan modal saham tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan dapat dinilai melalui berbagai cara bergantung pada laba dan aktiva atau modal yang akan diperbandingkan satu dengan yang lainnya. Dengan perkembangan era globalisasi ini tidak hanya struktur modal saja yang diperhitungkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.
Struktur kepemilikan merupakan hal yang penting juga untuk perusahaan. Struktur kepemilikan suatu perusahaan terdiri atas kepemilikan saham yang dimiliki oleh institusi dan kepemilikan saham oleh publik (Anggraini, 2009). Struktur kepemilikan saham mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimalisasi nilai perusahaan. Hal ini disebabkan karena adanya kontrol yang dimiliki oleh para pemegang saham. Struktur kepemilikan 3 saham dalam perusahaan pada umumnya meliputi kepemilikan instusional, kepemilikan manajerial, serta kepemilikan saham oleh individual atau publik (Apriada, 2013). Profitabilitas mempunyai arti penting bagi perusahaan untuk mempertahankan aktivitas operasional dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek baik dimasa yang akan datang. Dengan demikian setiap badan usaha akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu badan usaha maka kelangsungan hidup badan usaha tersebut akan terjamin. Ada beberapa penelitian sebelumnya yang meneliti tentang pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas, seperti: Faradila Hervandi, 2010; Dewa Kadek Oka Kusumajaya, 2011; Yuliana, dkk, 2012; Faizatur Rosyada, dkk, 2012; Nurhasanah, 2012; dan Rirind Lahmi Febria, 2013.
 Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu menunjukkan bahwa ada hubungan antara strutur modal terhadap profitabilitas. Kemudian ada juga penelitian terdahulu yang meneliti tentang struktur kepemilikan, seperti: Warih Sulistyani, 2010; Zulkifli, 2011; Yulius Ardy Wiranata dan Yeterina Widi Nugrahanti, 2013; dan Wirawati, 2013. Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan antara struktur kepemilikan terhadap profitabilitas. Penelitian yang akan dilakukan ini mempunyai perbedaan yang salah satunya menggunakan rasio leverage yang terdiri dari Dept Ratio (DR), Dept to Equity Ratio (DER), dan Longterm Dept to Equity Ratio (LDER), Kepemilikan 4 Institusional dan Kepemilikan Manajerial terhadap Profitabilitas. Penelitian yang akan dilakukan ini belum ada yang mengkaitkan antara struktur modal dan struktur kepemilikan perusahaan terhadap profitabilitas. Perbedaan yang lainnya yaitu, peneliti menggunakan data sekunder peusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang termasuk dalam LQ 45. Penelitian ini, peneliti menggunakan obyek penelitian terhadap perusahaan yang termasuk dalam LQ 45. Alasan peneliti menggunakan obyek tersebut dikarenakan saham yang masuk dalam LQ 45 merupakan saham-saham unggulan yang berdasarkan pada kapitalisasi pasar 12 bulan terakhir, masuk dalam urutan 60 terbesar dari total transaksi saham di pasar regular, serta keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhan dari perusahaan pemilik saham harus baik. Bagi para pelaku pasar modal, LQ 45 telah diakui dan di percaya bahwa tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar dalam perusahaan baik.
 Berdasarkan latar belakang di atas menarik perhatian peneliti untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar di LQ 45 sehingga penelitian ini mengambil judul tentang: “Pengaruh Debt Ratio, Debt To Equity Ratio, Longterm Debt To Equity Ratio, Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Lq 45”.
1.2  Rumusan Masalah
 Dari latar belakang tersebut di atas, peneliti menarik beberapa rumusan masalah, yaitu:
 1. Apakah ada pengaruh secara simultan dan parsial Debt ratio, Debt to Equity ratio, Long Term to Equity ratio, kepemilikan Institusional dan kepemilikan Manajerial terhadap profitabiltas (ROA)?
2. Apakah ada pengaruh dominan antara Debt ratio, Debt to Equity ratio, Long Term to Equity ratio, kepemilikan Institusional dan kepemilikan Managerial terhadap profitabilitas (ROA)?
1.3 Tujuan Penelitian
 Dari rumusan masalah yang di paparkan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial Debt ratio, Debt to Equity ratio, Long Term to Equity ratio, kepemilikan Institusional dan kepemilikan Manajerial terhadap profitabiltas (ROA).
2. Untuk mengetahui pengaruh dominan antara Debt ratio, Debt to Equity ratio, Long Term to Equity ratio, kepemilikan Institusional dan kepemilikan Manajerial terhadap profitabilitas (ROA).
1.4 Manfaat Penelitian
 Dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat/kegunaan antara lain:
1.      Secara Teoritis
Untuk menambah pengetahuan, wawasan ilmu, serta kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah. Dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan struktur modal dan struktur kepemilikan terhadap profitabilitas.
2.      Secara Praktisi
 Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan industri sepatu yang telah go public dalam melakukan pendanaan terhadap perusahaannya sendiri. Sebagai bahan pemikiran untuk mengambil keputusan yang sebaik-baiknya dalam bidang manajemen keuangan. Memberikan sumbangan informasi yang dapat digunakan bagi pihak yang berkepentingan serti halnya investor.
 1.5 Batasan Penelitian

 Penelitian ini dibatasi rasio leverage yaitu Dept Ratio (DR), Dept to Equity Ratio (DER), dan Longterm Dept to Equity Ratio (LDER) kepemilikan Institusional dan kepemilikan Manajerial terhadap Return On Asset (ROA). Adapun objek penelitian ini dibatasi hanya perusahaan yang go publik dalam LQ 45. Serta data yang dipakai merupakan data sekunder. Jangka waktu dari data penelitian ditentukan selama tiga (3) tahun terakhir yaitu mulai tahun 2012-2014.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi Pengaruh debt ratio, debt to equity ratio, longterm debt to equity ratio, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap profitabilitas pada Perusahaan LQ 45." silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment