Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 5, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sukarela bank syariah di Indonesia.

Abstract

INDONESIA:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap luas pengungkapan sukarela laporan tahunan perbankan syariah yang terdaftar di Bank Indonesia periode tahun 2012-2011.
Penelitian ini menggunakan data sekunder laporan keuangan dan laporan tahunan perbankan syariah yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia selama tahun 2012-2011. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Perbankan yang tercatat di Bank Indonesia periode 2012-2011. Populasi dalam penelitian adalah perbankan syariah yang tercatat di Bank Indonesia sebanyak 40 perbankan syariah. Setelah melewati tahap purposive sample, maka sampel yang digunakan sebanyak 32 perbankan syariah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan variabel ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan sukarela. Sedangkan likuiditas, leverage dan efisiensi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap luas pengungkapan sukarela. Profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap luas pengungkapan sukarela. Sedangkan likuiditas, leverage dan efisiensi berpengaruh negatif signifikan terhadap luas pengungkapan sukarela. Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa bank syariah di Indonesia yang memiliki aset besar cenderung mengungkapkan lebih banyak informasi secara sukarela. Dengan demikian diharapkan bank syariah lebih meningkatkan asset perbankkan untuk meningkatkan pengungkapan sukarela kepada pihak ekternal yang disajikan dalam laporan tahunan bank syariah.
ENGLISH:
This study aimed to examine the effect of the firm size, liquidity, profitability, leverage and efficiency of the extensive voluntary disclosure the annual report of Islamic banking at Indonesia Bank in the period 2012-2011.
This study uses secondary data of financial statements and annual reports of Islamic banking that published by the Indonesian Bank for the years 2012 to 2011. The data that used in this study were obtained from the Financial Statements of publication Banking in Indonesian Bank in the period 2012-2011. The population in this study is Islamic banking at Indonesian Bank that recorded as many as 40 Islamic banking. After passing through the stage of purposive sample, the samples that used were 32 Islamic banking. The analysis of data was performed using multiple linear regression equation.


The results of the study showed that variables simultaneously of the firm size and profitability, significantly influence for the wider voluntary disclosure. Meanwhile, liquidity, leverage and efficiency is not influential significant on voluntary disclosure. Partial results of the study showed that the size of the enterprise had an significant positive effect on voluntary disclosure. Meanwhile, liquidity, leverage and efficiency had an significant negative effect for the extensive voluntary disclosure. The results of the study it can be concluded that Islamic banks in Indonesia that have great assets tended to showed more information voluntarily. Thus Islamic banks are expected to further enhance a banking assets to increase voluntary disclosure to external parties are presented in the annual reports of the Islamic banks.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Informasi pada laporan keuangan dan laporan tahunan sangat penting untuk membantu investor dalam mengambil keputusan melakukan transaksi investasi pada perusahaan. Laporan keuangan sendiri merupakan perangkat untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan. Kualitas informasi dapat dilihat dari sejauh mana pengungkapan laporan keuangan dan laporan tahunan di buat oleh perusahaan. Pengungkapan yang disampaikan dalam laporan keuangan tahunan oleh perusahaan dapat dikelompokan menjadi dua jenis yaitu, pengungkapan wajib dan pengungkapan sukarela.
Pengungkapan wajib yaitu pengungkapan informasi yang diharuskan dalam laporan keuangan yang diatur oleh pemerintah atau badan pembuat standar (IAI dan BAPEPAM). Sedangkan pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan diluar apa yang diwajarkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas. Untuk perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia, informasi yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan diatur oleh BAPEPAM LK. Namun cukup banyak perusahan yang mengungkapkan informasi lebih dari yang di atur. Financial Accounting Standar Board (2001) dalam Meythi (2012) menemukan 2 bahwa perusahaan yang mengungkapkan informasi bisnis dan keuangan secara sukarela mampu memberikan informasi yang lebih membantu investor dan kreditor untuk memahami perusahaan dengan lebih baik. Skandal perusaan besar dan krisis keuangan mendorong investor untuk memperhatikan pengungkapan informasi perusahan yang bersifat sukarela. Pengungkapan sukarela dapat menjadikan nilai tambah bagi perusahaan. Dengan melakukan pengungkapan sukarela perusahaan tidak hanya mengungkapkan informasi yang di atur oleh perundangan. Pengungkapan sukarela merupakan cara yang digunakan perusahaan untuk mempublikasikan informasi perusahaan kepada stakeholder. Kebijakan mengenai luas pengungkapan sukarela perusahaan berbeda-beda, hal ini disebabkan tidak ada standar baku yang mengatur tentang pengungkapan sukarela.
Manajemen memiliki beberapa pertimbangan dalam mengungkapkan informasi secara sukarela, salah satunya adalah faktor biaya dan manfaat. Manajer akan mengungkapkan informasi secara sukarela apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dai biaya yang dikeluarkan (Suripto, 1999). Pengungkapan informasi yang berbeda pada perusahaan dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan masing-masing seperti good corporate governance. Penelitian yang memfokuskan pada pengungkapan sukarela telah banyak dilakukan, khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sukarela. Penelitian sebelumnya memasukkan beberapa variabel sebagai faktor yang berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela 3 antara lain: good corporate governance, ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, likuiditas, net profit margin, return on equity, lingkup bisnis, umur listing, tipe kepemilikan, umur perusahaan, dan status perusahaan terhadap pengungkapan sukarela. Dari berbagai variabel independen di atas, variabel independen yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu: ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, leverage dan efisiensi. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya perusahaan. Penelitian mengenai ukuran perusahaan di lakukan oleh Nuryaman (2009) yang menunjukan hasil ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela. Hal tersebut sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Suta (2012), Adhi (2012), Haryanto (2008), Tristanti (2012), Wicaksono (2011), Almilia (2007) dan Putri (2010) yang mennunjukan ada pengaruh positif dan saignifikan antara ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sukarela. Penelitian terdahulu yang menguji likuiditas sebagai variabel independen menunjukan hasil yang beragam. Peneliti yang menggunakan likuiditas sebagai variabel independen berpengaruh secara segnifikan terhadap pengungkapan sukarela antara lain Suta (2012), Haryanto (2008), Tristanti (2012), dan Almilia (2007). Sedangkan dalam penelitian Putri (2012) menunjukan likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau profit. Penelitian yang menggunakan profitabilitas sebagai 4 variabel independen antara lain: Atmalia (2011) yang menunjukan hasil profitabilitas tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan sukarela.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Wicaksono (2011), Tristanti (2012), Haryanto (2008). Sedangkan dalam penelitian Putri (2010) yang melakukan penelitian di perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menunjukan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Leverage atau debt ratio adalah variabel yang sering digunakan dalam penelitian-penelitian terdahulu untuk menguji determinasi dari pengungkapan perusahaan. Leverage menunjukan kemampuan perusahaan atas proporsi penggunaan hutang dalam membiayai investasi perusahaan. Peneliti yang menguji leverage sebagai variabel independen antara lain: Atmalia (2011) dengan hasil penelitian secara parsial, leverage berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Hal tersebut sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Suta (2012), Haryanto (2008), Tristanti (2012), dan Putri (2010). Sedangkan dalam penelitian Adhi (2012), Wicaksono (2011), Almilia (2007) menunjukan leverage tidak secara signifikan mempengaruhi pengungkapan sukarela. Penelitian yang di lakukan oleh peneliti terdahulu sebagian besar menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian. Sedangkan pengungkapan sukarela dalam bank syariah masih belum dilakukan. Selain hal itu, hasil penelitian sebelumnya menunjukan hasil yang tidak konsisten, sehingga peneliti ingin  menguji kembali variabel ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, leverage dan efisiensi pada bank umum syariah dan unit usaha syariah bank syariah di Indonesia tahun 2012 dan 2011.
 Melihat dari latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengambil judul “FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SUKARELA BANK SYARIAH DI INDONESIA.”
1.2 Rumusan Masalah Seperti telah dijelaskan di atas maka perumusan masalah yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela?
2. Apakah likuiditas (Financing to Deposits Ratio) berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela?
3. Apakah profitabilitas (ROA) berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela?
4. Apakah leverage (Debt to Equity Ratio) berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela?
5. Apakah efisiensi (BOPO) berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela?
 1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas (financing to deposits ratio), profitabilitas (ROA), leverage (debt to equity ratio), dan efisiensi (BOPO) terhadap pengungkapan sukarela pada bank umum syariah dan unir usaha syariah yang ada di Indonesia tahun 2012 dan 2011.
1.4 Manfaat Penelitian
Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat member manfaat:
1. Bagi penulis sendiri, penelitian ini bermanfaat dalam memperluas wawasan dengan memebandingkan antara teori-teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktek yang sebenarnya di lapangan.
2. Bagi perbankan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan atau masukan yang berkaitan dengan penyajian pengungkapan sukarela dalam laporan keuangan dan laporan tahunan.
3. Bagi pihak-pihak lain, khususnya Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri maulana Malik Ibrahim Malang, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi penelitian
 1.5 Batasan Penelitian
Batasan penelitian yang akan di teliti dalam penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas (financing to deposits ratio), profitabilitas (ROA), leverage (debt to equity ratio), dan efisiensi (BOPO) pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah tahun 2012 dan 2011.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi Faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sukarela bank syariah di Indonesia.." silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment