Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Monday, April 10, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Analisis faktor internal dan eksternal terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha: Studi pada dealer Yamaha PT. Maju Bersama Kita Kecamatan Bululawang, Malang

Abstract

INDONESIA:
Latar belakang penelitian ini adalah sebuah fenomena yang terjadi di dunia sepeda motor indonesia. Data dari AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), menunjukkan peningkatan jumlah sepeda motor mulai tahun 1998-2004. Ditambah dengan kejadian bahwa tingkat penjualan sepeda motor Yamaha pada tahun 2007 pada bulan maret dan juli bisa mengungguli Honda yang merupakan rajanya sepeda motor di indonesia yang menguasai pasar sepeda motor sejak dulu, atau sekitar 33 tahun. Dari fenomena tersebut maka peneliti mencoba untuk meneliti perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sepeda motor Yamaha dari segi internal dan eksternal konsumen.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang data-datanya berupa angka-angka/ data-data yang diangkakan dengan menggunakan pendekatan survey. Penelitian ini menggunakan dealer PT. Maju Bersama Kita sebagai obyeknya. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 70 orang yang diperoleh menggunakan rumus Malholtra, sedangkan pengambilan sampel mengunakan metode accidental sampling. Variabel bebasnya terdiri dari motivasi, belajar, sikap, persepsi, kepribadian, kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan marketing mix sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan asumsi klasik sedangkan dalam melakukan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji F dan uji T.
Berdasarkan hasil pengujian koefisien regresi secara simultan (Uji F) didapatkan didapatkan F hitung adalah 4,309 dengan signifikansi 0,000. Karena signifikansi (0,000) lebih kecil dari (0,05), maka dapat dikatakan, motivasi, belajar, sikap, persepsi, kepribadian, kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan marketing mix secara serentak berpengaruh terhadap Keputusan pembelian. Hasil pengujian koefisien regresi secara parsial (Uji t) didapatkan Variabel motivasi (1,078), belajar (2,004), sikap (-1,541), persepsi (0,652), kepribadian (-0,002), kebudayaan (-0,344), kelas sosial (2,219), kelompok referensi (0,0221), dan marketing mix (2,338) dan t tabel 1,994 jadi dapat diketahui variabel belajar, kelas sosial dan marketing mix yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian dengan rumus uji t bahwa variable tersebut mempunyai nilai probabilitas dibawah 0,05 sedangkan variable yang lain tidak signifikan.
ENGLISH:
The research’s background is a phenomenon happening on Indonesia motorcycle selling. From the dab of AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) shows that motorcycle selling was increased from 1998-2004. Moreover, the Yamaha’s selling defeated Honda which is powerful in motorcycle business as long as 33 years. From that phenomenon, the researcher wants to find out the customer’s behavior from the internal and external side.
This research is formulated in quantitative method. The quantitative method is defined by the research method which uses the numerical either numbered data in its analysis. This research oF is PT Yamaha Maju Bersama Kita. According to Malholtra this research take 70 respondents as the sample which gathered by accidental sampling method. The dependent variable of this research are motivation, learning, attitude, perception, personality, culture, social level, preference group, and marketing mix while the independent variable is purchasing decision. The researcher use Validation, Reliability and Classical test to verify the data. However, to analysis the data the researcher use regression with F test and T test.

Based on the coefficient’s regression test simultantly (F test) found that F numeric is 4,309 by significant of 0,000. While significant (0,000) smaller than (0,05), concluded that motivation, learning, attitude, perception, personality, culture, social level, preference group, and marketing mix otomatically influenced in buying decission. The result of coefficient’s regression test partially (T test) found the variable of motivation (1,078), learning (2,004), attitude (-1,541), perception (0,652), personality (-0,002), culture (-0,344), social level (2,219), preference group (0.021), and marketing mix (2,338), then t table 1,994 known of learning variable, social level and marketing mix which have a significant influence to the buying decission by t test in order those variable has probability’s value less than 0,05 while another is unsignificant.
BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Industri sepeda motor di Indonesia sampai saat ini menunjukkan suatu fenomena yang menarik. Saat perekonomian Indonesia terpuruk, industri sepeda motor ternyata menunjukkan pertumbuhan yang mencengangkan. Hal ini bisa dilihat pada Grafik 1.1. yang menunjukkan trend naik dari tahun 1998-2004. Sumber: Http://www.Aisi.Or.id/Statistic.Html Menurut ketua AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), Ridwan Gunawan, ada banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan 1 2 penjualan sepeda motor tetap tinggi, antara lain, karena sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang murah dan terjangkau.
Dan harga transportasi ini sesuai dengan kondisi ekonomi yang masih belum pulih seutuhnya disebabkan krisis moneter yang menimpa pada tahun 1997-an.
 (http://www.wartaekonomi.com /detail). Ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga BBM bensin dan solar. Bensin naik dari Rp. 2.400 menjadi Rp. 4.500. sungguh suatu kejadian yang sangat menambah beban masyarakat Indonesia disaat krisis ekonomi. Untuk itu masyarakat lebih banyak menggunakan sepeda motor, karena lebih irit, simpel, tidak macet di jalan, dan sampai tempat tujuan tepat waktu. Mulai 33 tahun silam leader market sampai pada tahun 2006, untuk sepeda motor di Indonesia dipegang oleh Honda meninggalkan produk sepeda motor seperti Yamaha, Suzuki, Kawasaki, yang telah lama bersaing dengan Honda.
Bahkan pada waktu awal krisis moneter tahun 1997 banyak bermunculan sepeda motor China yang kita sebut dengan Mochin menjual produknya dengan harga murah dibanding dengan sepeda motor merk Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki yang sudah malang melintang di Indonesia namun Honda masih mendominasi pasar. Pada tahun 2007 pasar sepeda motor digemparkan dengan berita, Yamaha pada bulan Maret untuk pertama kalinya menurut AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), setelah menunggu 33 tahun silam Yamaha bisa mengungguli Honda. Yamaha secara meyakinkan meraih 3 pangsa pasar 43,7%, dengan penjualan 159.035 unit sepeda motor mengungguli Honda yang 41,5%, sebesar 151.074 unit. Hal ini sangat mengagetkan kalau melihat kenyataan sampai dengan kuartal pertama 2005 Yamaha masih di posisi ketiga di bawah Honda dan Suzuki (http://www.wartaekonomi.com/detail).
Yamaha bisa mematahkan dominasi Honda disebabkan Yamaha memiliki semangat untuk berjuang habis-habisan terhadap kualitas produknya, sementara Honda dalam posisi comfort, mapan, dan merasa tidak ada lagi tantangan menghadangnya. Posisi bawah sebelumnya justru menjadikan Yamaha memiliki mental pejuang, mental juara, bukan sebaliknya, mental pecundang dan terus mau berupaya dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas produknya. Mentalitas sebagai pemain urutan bawah menyebabkan Yamaha berpikir lebih keras, bekerja lebih keras, dan berinovasi habis-habisan. Inilah satu-satunya “kemewahan” yang dimiliki oleh setiap pemain papan bawah. Adapun Secara strategi Yamaha bisa unggul, Yamaha serius dan jeli melihat pasar dengan melakukan segmentasi yang kreatif dan inovatif. Hal ini bisa dilihat dengan portofolio produk yang diluncurkannya, Segmen-segmennya jelas dan tepat: Vega R untuk value-oriented customers; Mio untuk woman customers, Yupiter untuk style-oriented customers. Dengan segmentasi yang kreatif pula Yamaha bisa menemukan pasar atau celah yang sebelumnya tak pernah dilirik Honda, yaitu segmen 4 pengendara wanita. Maka, muncullah kategori baru sepeda motor wanita (matic) Yamaha Mio yang banyak disukai dan digemari kaum wanita bahkan para pria sekalipun. (http://www.wartaekonomi.com/detail) Penjualan Yamaha juga kembali mengungguli Honda, terjadi pada bulan juli 2007 dengan angka penjualan 161.016 unit dibanding Honda sebesar 143.233 unit.
Dengan adanya kekalahan tersebut, sudah seharusnya Honda harus berbenah dan cepat bertindak bukan sekedar ganti casing atau model body, tapi harus berani merilis model mutakhir seperti yang dilakukan competitor. Dari sini tersirat, kejayaan Honda bukan lagi bergantung pada nama besar semata, melainkan pada setrategi yang diterapkan (Majalah Otomotif, 20 Agustus 2007 ). Selain strategi pembentukan segmentasi, Yamaha juga melakukan promosi yang menarik dan berbeda dengan yang lain yaitu iklan sepeda motor Yamaha salah satunya di bintangi oleh pembalab juara dunia motor GP (grand prix) yaitu Valentino Rozy yang juga banyak difavoritkan oleh kaum muda di Indonesia yang akan membentuk “persepsi” terhadap konsumen sepeda motor Yamaha. Penelitian ini dilakukan di dealer Yamaha PT. Maju Bersama Kita Bululawang. Bululawang merupakan daerah kecamatan wilayah kabupaten Malang yang berdekatan dengan kota Malang. Dealer Yamaha PT. Maju Bersama Kita Bululawang dilihat dari hasil penjualan bulan 5 september sampai bulan oktober berhasil mencapai penjualan tertinggi diantara dealer-dealer Yamaha di wilayah kabupaten Malang yaitu wilayah Turen, Dampit, dan Gondanglegi. Tingkat penjualan di dealer Yamaha Bululawang pada bulan September sebesar 143 unit dan bulan Oktober 133 unit. Data bulan September penjualan sepeda motor jenis vega 52 unit, mio 24 unit, Jupiter mx 11 unit, fixion 2 unit, sisa Jupiter z. Di dealer Yamaha Turen penjualan bulan September 103 unit dan oktober 101 unit. Dealer Yamaha Dampit 80 unit bulan oktober, September 112 unit.
 Dealer Yamaha Gondanglegi 97 unit bulan oktober. Oleh karena itu peneliti mengambil penelitian di dealer Yamaha PT Maju Bersama Kita Bululawang. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis faktor intern dan eksternal yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk speda motor merk Yamaha dengan judul : Analisis Faktor Internal Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merk Yamaha (Studi Pada Dealer Yamaha PT. Maju Bersama Kita Bululawang. Malang). Rumusan Masalah Dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal sebelumnya maka dapat dibuat rumusan masalah yaitu pengaruh faktor internal yang terdiri dari motivasi, persepsi, belajar, sikap dan keperibadian serta faktor eksternal yang terdiri dari kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi,  marketing mix terhadap keputusan pembelian Sepeda Motor Merk Yamaha Di Dealer Yamaha PT. Maju Bersama Kita Bululawang Malang.
B.     Rumusan Masalah
Dari rumusan masalah di atas dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut:
1. Apakah faktor internal yang terdiri dari motivasi, belajar, sikap, persepsi dan keperibadian, serta faktor eksternal yang terdiri dari kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan marketing mix secara simultan berpengaruh atau signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha di dealer PT. Maju Bersama Kita Bululawang, Malang.
 2. Apakah faktor internal yang terdiri dari motivasi, belajar, sikap, persepsi dan kepribadian, serta faktor eksternal yang terdiri dari kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan marketing mix secara parsial berpengaruh atau signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha di dealer PT. Maju Bersama Kita Bululawang, Malang.
 C. Tujuan Penelitian
 Berdasarkan dari identifikasi permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendiskripsikan pengaruh faktor internal yang terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran, keperibadian dan sikap serta faktor eksternal yang terdiri dari kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga dan marketing mix terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merk yamaha.
2. Untuk mengetahui faktor internal (motivasi, persepsi, pembelajaran, keperibadian dan sikap) dan faktor eksternal (kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga dan marketing mix) sehingga nantinya akan diketahui hasilnya secara simultan, parsial, dan dominan yang mempengaruhi pembelian Sepeda Motor Merk Yamaha
 D. Batasan Penelitian
 Supaya penelitian ini lebih fokus maka penelitian ini hanya meneliti Analisis faktor internal dan eksternal konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk Yamaha.


E. Manfaat Penelitian
 1. Bagi Perusahaan.
 Dapat dipakai sebagai usaha untuk menjelaskan pengaruh dari motivasi, persepsi, pembelajaran, keperibadian dan sikap secara parsial terhadap keputusan pembelian Sepeda Motor Merk Yamaha di Dealer Merk Yamaha Bululawang sehingga dijadikan masukan bagi perusahaan yang terkait
2. Bagi Penulis untuk melatih manganalisis kondisi lapangan dan mengintegrasikan teori yang didapat dari meja kuliah dengan kondisi lapangan

 3. Bagi peneliti selanjutnya. Dapat dijadikan referensi dan pertimbangan dalam penelitian selanjutnya
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi :Analisis faktor internal dan eksternal terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha: Studi pada dealer Yamaha PT. Maju Bersama Kita Kecamatan Bululawang, Malang.Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment