Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Wednesday, April 5, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Perancangan sistem informasi akuntansi pada tempat pelelangan ikan KUD Minatani Brondong Kabupaten Lamongan

Abstract

INDONESIA:
Potensi perikanan dan kelautan di indonesia sangat berlimpah sehingga perlu pengelolaan yang baik. Tempat Pelelangan Ikan yang ditunjuk sebagai pengelola sektor utama bidang perikanan dan kelautan di masing-masing daerah harus menjalankan dengan baik, tentunya dengan sistem yang baik pula. Berdasarkan observasi awal, sistem berjalan secara tradisional baik itu terkait transaksi keuangan atau non keuangan. Sementara aktifitas operasional yang berjalan meliputi penjualan tunai maupun kredit, pelelangan, pembayaran retribusi dan penggajian.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif sehingga data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer meliputi informasi yang bersumber langsung dari obyek penelitian baik wawancara maupun observasi, sedangkan data sekunder meliputi data tertulis baik itu buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi dari obyek penelitian tersebut.
Hasil yang diperoleh dari pada penelitian ini menemukan sistem pelelangan yang sudah tidak dipakai, proses penjualan berjalan kurang efektif dan efisien serta bukti-bukti transaksi masih manual, sehingga untuk memperbaiki aktifitas operasional tempat pelelangan ikan ini peneliti merancangkan sistem penjualan, sistem pelelangan, prosedur pembayaran retribusi dan prosedur penggajian.
ENGLISH:
The potential for fisheries and maritime in indonesia is very abundant that need good management. Place fish auctions appointed as the management of the main sector of fisheries and maritime in each region have to run well, of course with the system as well. Based on preliminary observations, walking system traditionally good was related to the financial transactions or non financial.While operational activity that runs includes cash as well as the sale of credit auction the payment of levies and salary.
This research included in the qualitative study so that the data collected data of primary and secondary data. The primary data includes information comes directly from the object of research either interviews and observations , while secondary data covering data written good book, scientific, magazine, the archives, personal documents and an official document of an object of this research.

The results obtained from this study found a system of auctions that have not used , the selling process running less effective and efficient as well as evidence of the transaction still manual , so as to improve the operational activities of this fish auctions researchers devised a system of sales , auction system , the procedure of the payment of levies penggajian and procedures .
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Indonesia berada di posisi 94o 40' BT – 141o BT dan 6o LU – 11o LS, terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia; dan antara Benua Asia dan Benua Australia, serta terletak di atas tiga lempeng aktif yaitu lempeng Indo Australia, Eurasia, dan Pasifik. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki sekitar 17.508 pulau, dan garis pantai sepanjang 81.290 km, yang disatukan oleh laut seluas 5,8 juta km2, dengan wilayah daratan seluas 1.860.359,67 km2. Luas laut Indonesia dapat dirinci sebagai berikut : Tabel 1.1 Zona Perairan Indonesia No Perairan Luas (Km2) 1 Perairan kepulauan/Laut Nusantara 2,3 Juta 2 Perairan territorial 0,8 Juta 3 Perairan ZEE Indonesia 2,7 Juta Berdasarkan konvensi hukum laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS), perairan dibagi dalam beberapa zona seperti gambar di bawah. Gambar 1.1 Zona Perairan di indonesia Sumber : Konvensi hukum laut UNCLOS 2 Pernyataan di atas menunjukkan bahwa potensi kelautan indonesia sangat banyak sehingga menumbuhkan sektor perikanan sebagai mata pencaharian penduduknya. Dari sektor perikanan inilah yang menjadi sorotan dari tahun ketahun oleh pemerintah karena sering terjadi permainan harga hasil tangkapan nelayan.
Pemerintah juga telah memberikan berbagai kebijakan, salah satunya adalah dengan adanya pengelolaan pemasaran ikan melalui TPI. Tempat Pelelelangan Ikan (TPI) merupakan salah satu fungsi utama dalam kegiatan perikanan dan juga merupakan salah satu faktor yang menggerakkan dan meningkatkan usaha dan kesejahteraan nelayan (Wiyono, 2005). Dalam sejarahnya Tempat Pelelangan Ikan sudah ada sejak tahun 1922, dengan tujuan untuk memfasilitasi nelayan dalam memasarkan ikan hasil tangkapannya. Hal ini dikarenakan sering kali nelayan dipermainkan harga oleh tengkulak dalam penjualan hasil tangkapannya. Sementara Tempat Pelelangan Ikan KUD Minatani Brondong Kabupaten Lamongan merupakan pihak swasta yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah daerah Kabupaten Lamongan dengan bekerja sama melalui Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengelola potensi perikanan di daerah pesisir utara Lamongan tersebut. Kerjasama ini juga sesuai dengan kesepakatan bahwa Tempat Pelelangan Ikan KUD Minatani sebagai pengelola dikenakan retribusi 1,5% untuk daerah, 0,1% untuk Perum Perindo, dan 0,25% untuk pelayanan kesehatan nelayan. Prosentase tersebut diambil dari setiap transaksi jual beli ikan yang terjadi. Tempat Pelelangan Ikan menjadi unit bisnis utama dari KUD Minatani berdasarkan produksi ikan yang semakin berkembang, seperti data berikut : 3 Tabel 1.2 Produksi & Nilai Produksi Ikan Tahun 2003 – 2012 No Tahun Produksi (Ton) Nilai Produksi (x Rp. 1.000) 1 2003 30.288 107.165.722 2 2004 45.947 209.729.756 3 2005 39.947 229.885.367 4 2006 46.569 306.464.220 5 2007 60.769 421.183.449 6 2008 52.249 442.323.513 7 2009 57.198 495.413.039 8 2010 46.432 437.815.289 9 2011 49.278 511.785.120 10 2012 57.763 610.997.703 Sumber : Profil KUD Minatani Data tersebut menunjukkan bahwa produksi ikan semakin berkembang dan sudah seharusnya memiliki sistem yang efektif dan efisien untuk mengoperasionalkan seluruh kegiatannya.
Sementara kegiatan operasional yang ada pada tempat pelelangan ikan meliputi aktifitas penjualan tunai maupun kredit, aktifitas pembayaran retribusi serta penggajian yang berhubungan dengan pengeluaran dan penerimaan kas saja, sama halnya dengan prosedur-prosedur transaksi belum dibuat secara rinci. Sedangkan untuk mengoperasionalkan sebuah perusahaan yang telah memiliki omset yang besar seharusnya memiliki sistem yang baik agar tujuan bisa tercapai. Sistem merupakan sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi, 2008:1). Sehingga sistem yang baik akan mampu mengendalikan transaksi tersebut serta memperkecil risiko kesalahan. Setiap Perusahaan selalu mengevaluasi sistem yang digunakannya dengan tujuan untuk memberi informasi 4 sebaik mungkin kepada yang membutuhkan. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan adalah sub sistem informasi bisnis yang mencakup kumpulan prosedur yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan, mulai dari diterimanya order penjualan sampai mencatat timbulnya Tagihan/Piutang Dagang.
Menurut Mulyadi (2008:27) tujuan dari penyusunan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi bagi pengelola usaha baru, untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan sistem yang sudah ada, memperbaiki pengendalian dan pengecekan intern, untuk menekan biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi, Pengembangan sistem informasi akuntansi sering digunakan untuk menghemat biaya informasi yang merupakan barang ekonomi, sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya. Praktek yang terjadi di lapangan, biasanya setelah nelayan memperoleh ikan, mereka lalu mencoba menjual hasil tangkapannya sendiri kepada konsumen setempat melalui cara barter atau dengan nilai uang tertentu. Kegiatan ini tidak terorganisir dengan baik dan mungkin kurang efisien dan tidak produktif, mutu ikan tidak dijaga sehingga harga ikan cenderung menurun. Nelayan memperoleh nafkah dari hasil penjualan ikan hasil tangkapannya. Bila dijual langsung ke pasar yang berjarak cukup jauh dari Pelabuhan ataupun Pangkalan Pendaratan sulit untuk dilakukan karena memerlukan waktu lama. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, ikan dijual secara lelang. Saat ini hampir pada setiap 5 Pelabuhan terdapat Tempat Pelelangan Ikan (Wiyono, 2005). Pernyataan ini berbanding terbalik dengan apa yang ada pada TPI Brondong karena sistem pelelangan ikan sudah lama tidak digunakan sejak era 1998. Sistem pelelangan tidak digunakan karena ada yang merugikan beberapa pihak, berdasarkan alasan tersebut sistem pelelangan dihapuskan sehingga sistem penjualan hanya dengan tunai dan kredit. Berjalannya sistem yang ada pada tempat pelelangan ikan secara tradisional, bahkan untuk bukti pembelian juga masih manual belum mengikuti perkembangan. Proses penjualan ikan dari nelayan kepada tengkulak, orang pribadi maupun badan yang sekarang sudah mencapai ekpor impor. Perkembangan ini juga yang seharusnya diikuti oleh manajemen operasional yang baik pula agar nelayan ikut tersejahterakan.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas terdapat beberapa hal-hal yang perlu dianalisis pada Tempat Pelelangan Ikan, khususnya TPI Brondong Kab. Lamongan. Sehingga bisa menjadi acuan untuk merancangkan sebuah sistem yang efektif dan efisien dalam menjalankan aktifitas operasionalnya dan peneliti juga tertarik untuk meneliti dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KUD MINATANI BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN”.
 1.2 Rumusan Masalah
Sistem informasi akuntansi memiliki peranan penting dalam operasional dan pengembangan suatu perusahaan. Melihat peranan penting tersebut, maka peneliti merumuskan masalah penelitian yaitu: Bagaimana rancangan sistem  informasi akuntansi yang efektif dan efisien diterapkan pada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Minatani Brondong Kab. Lamongan?.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi akuntansi yang efektif dan efisien diterapkan pada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Minatani Brondong Kab. Lamongan.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmiah bagi berbagai pihak dan secara global akan memberikan kontribusi kepada:
 1. Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan bentuk aplikasi keilmuan peneliti yang diperoleh selama perkuliahan. Hal ini diharapkan dapat memperluas wawasan, pengetahuan, dan pengalaman peneliti untuk berfikir kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan.
2. Bagi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan dapat direkomendasikan sebagai sistem informasi akuntansi yang baru di tempat pelelangan tersebut, sehingga nelayan tidak dirugikan lagi.
 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini diharapkan juga bermanfaat sebagai sumber informasi bagi peneliti-peneliti selanjutnya denga topik yang berkaitan dengan penelitian ini. Baik yang bersifat melanjutkan atau menyempurnakan.
1.4 Batasan Penelitian
 Tulisan ini secara khusus akan merancangkan sistem informasi akuntansi pada salah satu profit centre di antara 8 unit bisnis lainnya, yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Minatani Brondong Kabupaten Lamongan.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi Perancangan sistem informasi akuntansi pada tempat pelelangan ikan KUD Minatani Brondong Kabupaten Lamongan" silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment