Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Sunday, April 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi akutansi:Penerapan biaya diferensial dengan keputusan menjual keripik mentah atau mengolah menjadi keripik jadi untuk meningkatkan laba pada UKM Gizi Food di Kota Batu.

Abstract

INDONESIA:
Dalam pengambilan keputusan menjual mentah atau mengolah lanjutan keripik kentang salah satu hal yang terpenting adalah perhitungan biaya diferensial. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mengetahui besarnya perbedaaan biaya dan pendapatan diferensial dalam kepuusan menjual keripik mentah atau mengolah menjadi keripik matang pada UKM Gizi Food.
Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi langsung pada UKM Gizi Food. Data yang diperoleh adalah data yang berhubungan dengan biaya produksi dan seluruh informasi tentang UKM Gizi Food.
Berdasarkan hasil penelitian menyebutkan UKM Gizi Food memproduksi keripik kentang mentah dan matang. Dari 100% keripik kentang mentah, 20% diolah menjadi keripik matang. Dari tahun ketahun penjualan keripik kentang matang mengalami peningkatan sehingga terdapat permintaan yang tidak terpenuhi sebanyak 1.843 Kg selama tahun 2015. Dalam perhitungan biaya, UKM Gizi Food belum menerapkan analisis biaya diferensial dengan tepat. Setalah melakukan perhitungan biaya produksi lanjutan dan menghitung laba rugi dengan metode variable costing, hasil perhitungan pada keputusan mengolah lanjutan keripik kentang mentah menjadi keripik kentang matang menghasilkan laba tidak lebih besar dari pada menjual keripik kentang dalam bentuk mentah. Yaitu dalam kapasitas produksi selama satu tahun sebesar 10.080 Kg keripik kentang mentah menghasilkan laba sebesar Rp. 501.176.000. Jika mengolah lanjutan keripik kentangnya sebesar 12.096 Kg akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp. 633.999.800 namun harus menanggung biaya tambahan sebesar Rp. 206.665.200. Jadi jika mengolah lanjutan keripik kentangnya, maka UKM akan kehilangan pendapatan sebesar Rp. 73.841.400.
ENGLISH:
In taking the decision to sell advanced processing raw potato chips or one of the most important thing is the calculation of the cost differential. In this study, researchers sought to determine the magnitude of differences in costs and income differential in decision sell raw chips or processing into chips ripe in UKM Gizi Food.
The method used is descriptive qualitative method. The data obtained in this study originated from interviews, observation, and documentation directly to UKM Gizi Food. The data obtained is data relating to the cost of production and the entire information about UKM Gizi Food.

Based on the research mentioned UKM Gizi Food producing raw and ripe potato chips. 100% of raw potato chips, 20% is processed into chips overripe. Over the years, sales of ripe potato chips has increased so that there is unmet demand as much as 1,843 kg during 2015. In the calculation of fees, UKM have not yet implemented the Nutrition Food differential cost analysis appropriately. After calculating production costs further and calculate income on a variable costing method, the calculation in the decision process be continued raw potato chips ripe potato chips generate income no greater than potato chips sold in raw form. Namely in production capacity during the year amounted to 10,080 Kg of raw potato chips earned a profit of Rp. 501 176 000. If the advanced processing of 12 096 kg of potato chips will generate a net profit of Rp. 633 999 800 but must bear the additional cost of Rp. 206 665 200. So if the advanced process potato chips, UKM will lose revenue amounting to Rp. 73.8414 million.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
 Persaingan bisnis pada zaman sekarang ini sangatlah ketat yang mengharuskan pemilik usaha dapat mengambil keputusan yang bijak agar perusahaan dapat mendapatkan laba yang tinggi dari kegiatan opersasional. Persaingan dalam sektor bisnis mencakup seluruh usaha baik sektor manufaktur, jasa, maupun sektor usaha dagang. Persaingan bisnis pada era perdagangan bebas sekarang ini menuntut perusahaan mengefektifkan modal usaha yang ada agar perusahaan dapat menghasilkan kontribusi margin yang tinggi dalam proses operasionalnya. Hansen dan Mowen (2005: 122), menyebutkan bahwa Margin kontribusi (contribution margin), atau laba marginal (marginal income), adalah rasio laba operasi terhadap penjualan. Kontribusi margin merupakan selisih antara pendapatan penjualan dengan semua biaya variabel. Margin kontribusi dihitung dengan cara mengurangkan biaya variabel, baik untuk biaya produksi maupun nonproduksi, dari penjualan. Selain itu pada keadaan perekonomian yang tidak menentu ini memang sangat penting dilakukan efisiensi dalam segala sektor, yaitu bertujuan agar perusahan dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain. Indonesia adalah negara berkembang dengan kondisi perekonomian pada fase perkembangan yang memerlukan dukungan tinggi dari segala aspek usaha agar dapat memicu pertumbuhan perekonomian nasional. Dengan kondisi perekonomian global yang tidak menentu menyebabkan beberapa usaha dengan skala besar mengalami kerugian yang menyebabkan usaha dengan skala besar memutus hubungan kerja dengan para karyawannya. Hal ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Dengan adanya ketidak pastian pada perekonomian global, indonesia hadir dengan unit usaha kecil dan menengah yang disebut UKM. Dengan adanya UKM maka perekonomian indonesia masih dapat ditopang dengan adanya unit usaha kecil dan menengah disaat usaha dengan skala besar mengalami penurunan akibat kondisi perekonomian global yang tidak menentu.
Dengan adanya kondisi seperti pelemahan perekonomian global pada tahun 2015 maka indonesia perlu memperhatikan usaha mikronya untuk dapat bertahan dalam guncangan perekonomian global yang semakin tidak menentu. Dalam hal ini UKM harus diperhatikan oleh pemerintah untuk menjaga kesetabilan antara penawaran dan permintaan yang semakin menurun akibat pelemahan perekonomian global yang mengakibatkan penurunan daya beli oleh masyarakat. Sebagian besar usaha di Indonesia didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM), oleh karena itu semua pihak harus mendukung perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) baik dalam bentuk material seperti dana untuk pengembangan usahanya dan dukungan pemikiran seperti riset atau penelitian yang dapat memberikan wawasan sehingga usaha kecil dan menengah atau UKM dapat melakukan inovasi menjadi lebih baik. Bagi kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) prospek menghadap persaingan pasar global tidaklah selalu diliputi awan kelabu karena dikalangan mereka yang ternyata juga unggul dalam pasar.
Menurut pakar (UKM) APEC menyebutkan bahwa Indonesia adalah motornya, yang berarti sebagai penggagas utama berkembangnya unit usaha kecil dan menengah (UKM), Tritosudiro (1997: 26) Di Indonesia banyak sekali UKM yang melakukan produksi dengan berbagai macam produk atau dengan kata lain mempunyai produk yang berbeda-beda palam proses produksinya. Pemilik usaha dengan produk yang beraneka ragam seringkali dihadapkan dengan keputusan salah satunya adalah apakah harus menjual atau mengolah lanjutan produknya. Sutabiri (2005: 133) pengambilan keputusan dapat diidentifikasi sebagai penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sesungguhnya, pemilik secara periodik harus mengevaluasi keputusan masalalu yang berkaitan dengan produksi. Kondisi-kondisi yang menjadi dasar pembuatan keputusan sebelumnya mungkin telah berubah dan akibatnya pendekatan yang berbeda mungkin diperlukan. Manajemen atau dalam penelitian ini adalah pemilik usaha dituntut untuk bekerja keras agar perusahaan menghasilkan laba yang maksimal dengan menekan biaya produksi serendah mungkin yaitu dengan cara menyediakan informasi biaya yang baik.
 Dengan adanya data atau informasi yang sudah tersedia dengan baik, suatu unit usaha dapat mempertimbangkan beberapa alternatif yang ada dan memilih yang lebih tepat bagi usahanya. Selain itu pemilik usaha harus menganalisis berapa biaya yang harus dikeluarkan dan pendapatan diferensial yang akan diperoleh jika mengambil keputusan tertentu yang berbeda. Biaya diferensial (differential cost) adalah perbedaan atau selisih biaya antar dua alternatif atau lebih. Sedangkan pendapatan diferensial merupakan perbedaan atau seleish pendapatan antara dua alternatif pilihan atau lebih yang akan diambil, Samryn (2001: 279). Dengan beraneka ragamnya hasil produksi maka UKM harus dapat melakukan analisis mengenai biaya yang dikeluarkan dengan melakukan analisis biaya diferensial, hal ini bertujuan agar UKM tidak salah dalam mengambil keputusan dalam pengolahan biaya. Selain itu besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk proses produksi dapat mempengaruhi besar kecilnya beban pokok produksinya dan dapat berpengaruh secara langsung terhadap laba suatu unit usaha. Oleh karena itu apabila perusahaan ingin memperoleh laba yang tinggi, suatu unit usaha harus teliti dalam memilih biaya dan mengoptimalkan seluruh biaya yang ada agar kegiatan operasional lebih efektif dan tidak ada kegiatan yang sia-sia salah satunya adalah melakukan analisis biaya diferensial. Selain itu pemilik usaha harus dapat mengambil kebijakan yang baik agar dapat menekan biaya semaksimal mungkin dan terus melakukan inovasi sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang tinggi. UKM Gizi Food merupakan pusat pembuatan keripik kentang terbesar di Kota Batu dengan tingkat produksi dan penjualan yang meningkat dari tahun ketahun.
Hal ini karena UKM Gizi Food mempunyai cabang UKM yang menyuplai produk keripik lainnya dan mengemasnya dengan label Gizi Food. Dengan nama yang sudah terkenal maka UKM Gizi Food mempunyai prospek yang besar kedepannya. Selain itu pengiriman produk UKM juga tergolong besar yaitu sudah mencakup berbagai kota besar di Indonesia, diantaranya adalah Kota Surabaya, Kota Bandung, dan kota besar lainnya di Indonesia. Sebelum tahun 2002 UKM Gizi Food merupakan usaha yang bergelut pada bidang penyuplai bahan baku kentang kepada usaha sejenis yaitu keripik kentang, dalam usahanya meningkatkan pendapatan maka UKM Gizi Food melakukan terobosan baru yaitu mulai mengolah kentang mentah menjadi keripik kentang. Namun dalam penerapannya pemilik usaha masih menerapkan biaya tradisional dalam hal pengolahan biayanya. Dalam pengolahan biaya berdasarkan prinsip tradisional akan rawan terjadinya kesalahan jika UKM akan melakukan pengambilan keputusan khususnya keputusan dalam jangka pendek. Untuk menghindari kesalahan maka salah satu caranya yaitu manajer perusahaan harus melakukan analisis diferensial yang sangat teliti guna mempertimbangkan biaya-biaya yang akan digunakan dalam kegiatan operasionalnya untuk memperoleh pendapatan diferensial. Samryn (2001: 279) pendapatan diferensial (differential revenue) yaitu suatu perbedaan atau selisih pendapatan antara dua alternatif umumnya berupa incremental revenue atau sutu kenaikan atau tambahan pendapatan karena memilih suatu alternatif. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengetahui alternatif taerbaik antara keputusan apakah perusahaan harus menjual keripiknya dalam kondisi mentah ataukah memilih menjual keripik dalam bentuk kemasan yang sudah matang dengan cara melakukan analisis diferensial.
 Dalam uraian penelitian lain Ellis (2014) melakukan penelitian sejenis yaitu tentang biaya diferensial dengan keputusan menjual atau mengolah lanjutan pada industri pengolahan kacang sangrai. Dalam penelitiannya usaha yang diteliti yaitu usaha pengolahan kacang sangrai, Ellis menyebutkan bahwa industri tersebut harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengolah kacang sangrai menjadi kacang gula. Ellis juga menyebutkan bahwa jika perushaan memproduksi kacang sangria maka perushaan akan menghasilkan kacang sangria sebanyak 562 pack dengan nilai bersih sebesar Rp. 4.304.000 dan jika perushaan memilih mengolah lanjutan kacang sangrai menjadi kacang gula maka perusahaan akan menghasilkan kacang gula sebanyak 762 pack dengan nilai bersih sebesar Rp. 11.487.000. Pendapatan diferensial yang diperoleh jika mengolah lanjutan adalah sebesar Rp. 7.183.000 dengan biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 3.575.000. Dapat dilihat dengan besarnya pendapatan diferensial yang diterima jika melakukan proses lanjutan maka lebih baik jika setiap manajemen usaha melakukan analisis yang berhubungan dengan pemilihan alternatif pendapatan, diantaranya adalah dengan melakukan analisis biaya dan pendapatan diferensial. Dalam usaha meningkatkan laba maka UKM Gizi Food harus dapat menghitung besarnya biaya jika menjual keripik mentah atau mengolah menjadi keripik matang. Dengan menjual keripik secara mentah kadang sekilas akan dapat lebih menghemat biaya produksinya.
Dalam kenyataannya tidak selalu dengan mengeluarkan biaya yang lebih sedikit dapat menghemat biaya dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Kadang dengan kuantitas yang tinggi menjual keripik matang yang sudah jadi akan lebih menguntungkan meski biaya proses produksi lanjutan harus dikeluarkan, seperti biaya penggorengan dan biaya tenaga kerja langsung serta biaya overhead untuk melakukan proses produksi lanjutan. Oleh karena itu untuk mengefektifkan dan mengefisienkan biaya serta untuk memaksimalkan laba maka suatu unit usaha harus teliti dalam membedakan dan memilih biaya dan melakukan analisis biaya yang benar agar tidak salah dalam pengambilan keputusan, diantaranya dapat dilakukan dengan cara menerapkan analisis biaya diferensial dengan alternatif keputusan menjual produk mentah atau menjual produk matang yang sudah jadi. Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Biaya Diferensial Dengan Keputusan Menjual Keripik Mentah atau Mengolah Menjadi Keripik Jadi Untuk Meningkatkan Laba pada UKM Gizi Food di Kota Batu”
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti menetapkan rumusan masalah sebagai berikut : “Bagaimana penerapan biaya diferensial dengan keputusan menjual keripik mentah atau mengolah menjadi keripik jadi untuk meningkatkan laba pada UKM Gizi Food ?”
1.3  Tujuan Penelitian
 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis biaya diferensial dalam kaitanya dengan keputusan menjual keripik mentah atau mengolah menjadi keripik jadi diterapkan untuk meningkatkan laba pada UKM Gizi Food.
1.4  Manfaat Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian diatas penelitian ini bermanfaat secara teoritis maupun secara praktis :
1.4.1 Manfaat Teoritis
1. Sebagai pedoman dalam pembelajaran tentang penerapan biaya diferensial pada UKM Gizi Food.
2. Melatih mahasiswa dalam menerapkan teori yang didapat selama perkuliahan dalam sektor industri.
1.4.2 Manfaat Praktis
Secara praktis manfaat dari penelitian ini bermanfaat dalam menambah wawasan dan pengetahuan bagi :
1. Sebagai saran dan masukan kepada UKM Gizi Food untuk menerapkan analisis biaya diferensial dalam alternatif menjual keripiknya dalam bentuk mentah atau mengolah lanjutan menjadi keripik jadi.
2. Untuk mengetahui apa saja yang berpengaruh terhadap penerapan anlisis biaya diferensial pada UKM Gizi Food
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Akutansi : Penerapan biaya diferensial dengan keputusan menjual keripik mentah atau mengolah menjadi keripik jadi untuk meningkatkan laba pada UKM Gizi Food di Kota Batu.. .Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment