Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Perbankan Syariah:Implementasi bauran pemasaran di Bank Sampah Malang



Abstract

INDONESIA:
Permasalahan sampah menjadi fenomena umum di Kota Malang. Timbunan sampah yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai masalah, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Kota Malang dengan kader lingkungan Kota Malang membentuk Bank Sampah Malang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan 3 informan pokok dan 3 informan tambahan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi. Lokasi penelitian di Bank Sampah Malang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, implementasi bauran pemasaran di Bank Sampah Malang yaitu dengan mendesain produk penghimpunan dan penyaluran dalam bentuk tabungan (product), menentukan harga produk dengan survey pasar (price), melakukan sosialisasi kepada masyarakat (promotion), pengambilan sampah menggunakan armada kendaraan (place), keterlibatan karyawan dalam pemasaran (people), penjadwalan operasional Bank Sampah Malang (process) dan membedakan antara gudang produksi dengan kantor Bank Sampah Malang (physical evidance).
ENGLISH:
Waste problem becomes a common phenomenon in Malang. Uncontrolled waste piles can cause various problems, to overcome this Malang city government to establish environmental cadres Malang Malang Waste Bank.
This study used a qualitative approach with descriptive research. Determination of informants in this study using purposive sampling method with the three principal informant and three additional informants. Methods of data collection using observation, interviews and documentation. In testing the validity of the data, this study using triangulation techniques. The research location in Malang Waste Bank.
The results showed that, the implementation of the marketing mix in the Bank Trash Malang, by designing the product collection and distribution in the form of savings (product), pricing products to survey the market (price), to disseminate to the public (promotion), trash collection using a fleet of vehicles ( place), involvement of employees in marketing (people), operational scheduling Malang Waste Bank (process) and distinguish between the production warehouse with offices Malang Waste Bank (physical evidance).





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Sampah secara sederhana dapat diartikan sebagai sampah organik maupun anorganik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai lokasi di kota tersebut. Sumber sampah umumnya berasal dari perumahan dan pasar (sudradjat, 2006:5). Dampak yang ditimbulkan oleh sampah terhadap keadaan sosial dan ekonomi yaitu dengan pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat. Oleh karena itu, sampah menjadi salah satu masalah yang memerlukan penanganan yang tepat, karena jika tidak ditangani dengan baik masalah sampah ini akan menjadi masalah yang serius dan merugikan manusia. Bagi sebagian dari masyarakat sampah bukanlah masalah, hal inilah yang sangat mengkhawatirkan. Padahal permasalahan sampah tidak lain diakibatkan oleh perilaku masyarakat sendiri. Perilaku masyarakat tersebut antara lain membuang sampah disungai/lingkungan, membuang sampah tanpa memilah, penggunaan kantong plastik secara berlebihan, minimnya pemanfaatan sampah. Perilaku tersebut mengindikasikan masih minimnya kesadaran akan pengelolaan sampah. Masyarakat masih menganggap sampah adalah barang kotor, tidak berharga, tidak bermanfaat dan tidak mempunyai nilai ekonomi. Presepsi tersebut mendorong masyarakat untuk mencari cara yang paling mudah dan murah dalam menangani sampah rumah tangganya yaitu dengan membuang atau membakarnya. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan dalam 2 penanganan masalah sampah dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan mengubah paradigma lama pengelolaan sampah seperti kumpul-buang, sampah bertumpu pada tempat pembuangan sementara (TPS) dan dilanjutkan pembuangan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian melalui transformasi paradigma baru pengelolaan sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah spesifik yang berlandaskan UU nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, Pasal 20 ayat (1) yaitu pada penanganan sampah, pengurangan sampah dengan pembatasan timbunan sampah, pendaur ulang sampah dan/atau pemanfaatan kembali sampah. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat dalam menyelesaikan masalah sampah. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan baik lingkungan dan diri, lahir maupun batin. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan perintah Rasulullah SAW kepada umatnya melalui hadist yang berbunyi: ٌ ا ة لنَّظ اف ا ن ِ م الِ ٠ ﴿انِ رواه امحد﴾ ممي Artinya : “Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Ahmad) Dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga memerintahkan umat Islam untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui hadist yang berbunyi: االِ ِ ا ا ف م ُو ظَّف ن ت م ٌف ف ي ظِ ن ُ الم م ُ س نَّه ال ا نَّة ا مجل ُ ل ُ مدح م ٌف ي الّ ي ن ٠﴿رواه البيهقى﴾ ظِ Artinya : “Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orangorang yang bersih”(HR. Baihaqy). 3 Permasalahan sampah bukan hanya menimpa ibukota namun juga di daerahdaerah lain yang sedang berkembang, salah satunya Kota Malang. Perkembangan penduduk dan arus pereknomian yang terus meningkat menyebabkan produksi sampah di Kota Malang juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang, kepadatan penduduk di Kota Malang pada tanggal 1 September 2016 mencapai 890.636 jiwa. Tingginya populasi penduduk tersebut menggambarkan tingginya produksi sampah yang dihasilkan dengan total volume sampah pada tahun 2014-2015 adalah 1.300 ton/hari. Fakta tentang penanganan masalah sampah disebabkan volume sampah yang semakin menigkat dan pengelolaan sampah pada tempat pembuangan terakhir (TPA). Menurut data TPA milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, produksi sampah rumah tangga di Kota Malang mencapai 660 ton per hari. Jumlah sampah rumah tangga tersebut tersebar di 5 kecamatan yang ada di Kota Malang, yang diangkut oleh beberapa truk sampah menuju TPA. Dari sampah yang ada, DKP berhasil mengangkut 80 persen sampah untuk dikelola menjadi berbagai kebutuhan warga seperti kompos maupun dibuat kerajinan dengan memanfaatkan limbah plastik. Ada pula yang dibuang ke pekarangannya sendiri (Shobirin, 2015). Upaya penanggulangan sampah di Kota Malang di lakukan dengan berbagai hal, antara lain program bank sampah. Bank sampah merupakan kegiatan bersifat social engineering yang megajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah secara bijak dan pada gilirannya akan mengurangi sampah yang di angkut ke TPA.
Bank sampah sebagai suatu program pengelolahan lingkungan yang di rancang oleh pemerintah 4 Kota Malang untuk mengurangi volume sampah yang ada di Malang dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mengelolah sampah bersamasama. Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2012 Pasal ayat 1 dan 2 menjelaskan bahwa : kegiatan Reduse, reuse dan recycle atau batasi sampah. guna ulang sampah dan daur ulang sampah yang selanjutnya di sebut kegiatan 3R adalah segala aktifitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah, kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain, dam kegiatan mengelolah sampah untuk di jadikan produk baru. Bank Sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat di daur ulang dan/atau di guna ulang yang memilki nilai ekonomi. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dilihat bahwa pemanfaatan sampah dengan progam bank sampah selain dapat mengurangi volume sampah juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Malang. Dukungan dari pemerintah dan peran serta masyarakat dapat mendorong perkembangan BSM menjadi lebih baik dengan progam pembinaan. Sosialisasi gerakan lingkungan bersih dan pelatihan ekonomi kreatif. Dalam pelaksanaan progam BSM, pemerintah maupun lembaga terkait memerlukan strategi khusus. Strategi yang digunakan dalam mendukung keberhasilan dengan menyusun strategi pemasaran. Strategi pemasaran dituntut untuk dapat mengambil langkah cepat dalam memanfaatkan peluang. Bank sampah dalam hal ini sebagai lembaga baru yaitu pada tahpa pengenalan, dituntuk untuk meningkatkan sosialisasi dan perbaikan dalam pelayanan untuk mengambil peluang, dalam fase ini konsumen cenderung untuk 5 mencoba-coba dan membandingkan dengan jasa yang ada. Pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan melakukan pertukaran dengan individu atau kelompok lain semakin berkembang. Menurut Kotler (2000) dalam Alma (2013:4) marketing adalah proses dimana sesorang, atau kelompok dapat memenuhi kebutuhan dan mampu menciptakan, menawarkan dan menukarkan barang maupun jasa. Sedangkan menurut The American marketing association: marketing adalah proses merencanakan konsepsi, harga, promosi dan distribusi ide, mencipatakan peluang yang memuaskan individu dan sesuai dengan tujuan organisasi. Bank Sampah Malang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengepul dan keuangan. Menurut Arief (2007:12) jasa dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak berwujud, yang melibatkan tindakan atau unjuk kerja melalui proses dan kinerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain. Dalam produksinya, jasa bisa terikat pada suatu produk fisik, tetapi bisa juga tidak. Jadi pada dasarnya jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah, seperti kenyamanan, hiburan, kesenangan, atau kesehatan atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen. Bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan cerminan cara untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan demi mendapatkan laba. Marketing mix didefinisakan sebagai elemen dari manajemen pemasaran dimana organisasi dapat mengkoordinasikan dan mengontrol berbagai 6 posisi di pasar tujuan (Arief, 2007:60). Oleh karena itu, bauran pemasaran memuat rencana-rencana untuk keuntungan kompetitif dan upaya untuk dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar dibandingkan dengan usaha lain manapun juga kepada pasar sasaran. Dari fenomena tersebut sebagai konsekuensinya, pihak marketer atau pengelola Bank Sampah Malang harus senantiasa memahami perilaku konsumen secara keseluruhan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan dapat merumuskan strategi pemasarannya dengan cepat dan tepat. Oleh karena Bank Sampah Malang merupakan perusahaan yang menghasilkan produk berupa jasa pengepul maupun jasa keuangan yang harus dipasarkan kepada konsumen, maka dalam memilih sebuah produk jasa, konsumen banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor marketing mix yang terdiri dari 7P (yang meliputi: produk, price, promotion, place, peoplet, proses, dan physical evidence).
 Penelitian ini dilakukan di Bank Sampah Malang. Karena BSM tersebut sebagai satu-satunya Bank Sampah yang ada di Kota Malang. Hal ini disebabkan karena kepedulian masyarakat Kota Malang yang mendambakan kebersihan lingkungan bebas dari sampah. Oleh karena itu antusias masyarakat dalam memanfaatkan jasa-jasa yang ditawarkan oleh Bank Sampah Malang cukup berarti dan terus mengalami kenaikan dalam kuantitas yang terdapat dalam data jumlah nasabah BSM. 7 Tabel 1.1 Data Jumlah Nasabah BSM Tahun 2013-2015 Nasabah Per Unit 2013 2014 2015 Masyarakat 303 320 469 Sekolah 174 176 209 Instansi/Perusahaan 24 35 55 Individu 542 670 1.018 Lapak/Pengepul 14 15 30 Total Keseluruhan 1.057 1.216 1.781 Sumber: data diolah Dari tabel 1.1 diketahui jumlah anggota BSM dari tahun 2013-2015 mengalami peningkatan, peningkatan terjadi dikarenakan nasabah atau masyarakat sudah banyak yang mengetahui keuntungan dan manfaat apabila menjadi anggota Bank Sampah Malang. Jika ditelaah kembali tema mengenai implementasi bauran pemasaran (marketing mix) bank sampah telah banyak diteliti oleh penelitian lain. Beberapa penelitian yang terkait dengan penelitian ini antara lain Evi (2014), hanya berfokus pada strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh Koperasi Bank Sampah Malang (BSM) dalam rangka menyebarluaskan inovasi baru ini pada masyarakat Kota Malang. Penelitian didesain sebagai penelitian deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh Koperasi BSM dalam menyebarluaskan program Bank Sampah di Kota Malang yaitu dengan melakukan analisa situasi dan melakukan 8 tahap mengembangkan komunikasi yang efektif sebagaimana yang diungkapkan Uyung Sulaksana. Koperasi BSM menyusun pesan-pesan dalam komunikasi pemasaran sosialnya sedemikian rupa, yakni dengan menekankan manfaat-manfaat yang dapat 8 diperoleh masyarakat jika mengadopsi program Bank Sampah Malang. Selain itu, dalam komunikasi pemasaran sosialnya, tidak hanya melalui media massa atau saluran komunikasi personal. Koperasi BSM sangat mengoptimalkan saluran komunikasi personal untuk menjangkau masyarakat dan lebih dapat mengindividualisakan penyampaian pesan atau komunikasi yang dilakukannya. Dalam melakukan rangkaian proses komunikasi pemasaran sosial program Bank Sampah Malang, Koperasi BSM mendapati adanya beberapa keterbatasan sarana dan prasarana, dana, serta kuantitas sumber daya manusia. Pada penelitian Chiki (2015), fokus penelitian pada strategi pemasaran sosial bank sampah diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku sosial masyarakat tentang penanganan sampah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian didesain sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah strategi pemasaran sosial Bank Sampah Banyuwangi (BSB) sebagai upaya pengelolaan sampah di Banyuwangi yaitu dengan menerapkan beberapa sistem yaitu menetapkan fokus sasaran pasar (segmentasi), menentukan posisi kompetitif (positioning), mendesain produk sosial (product), penetuan harga produk (price), penetapan lokasi pemasaran produk (place), melakukan kegiatan promosi (promotion), menjalin kemitraan (partnership) dan pemasaran yang didukung oleh kebijakan (policy).
 Pada penelitian Ly, Duonghai, Mai, Thi Thu Trang (2013) hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa rencana pemasaran di Sacombank menyumbang porsi tinggi keberhasilannya dalam memenangkan pelanggan. Ada berbagai strategi 9 pemasaran yang kelompok Sacombank harus mempertimbangkan dengan hati-hati sebelum membuat keputusan pemasaran dalam setiap kegiatan perbankan. Dari ketiga penelitian diatas terdapat perbedaan, antara penelitian Evi dengan Chiki terdapat perbedaan di teori yang digunakan. Jika penelitian Evi menggunakan teori pemasaran komunikasi maka Chiki menggunakan teori bauran pemasaran sosial, kedua penelitian tersebut menggunakan objek penelitian yang sama yaitu bank sampah. Sedangkan perbedaan pada penelitian Evi dengan Ly, Duonghai, Mai, Thi Thu Trang terletak objek penelitian, objek penelitian yang digunakan oleh Ly, Duonghai, Mai, Thi Thu Trang adalah Bank marketing management Case: Sacombank group sedangkan penelitian Evi objek penelitian di Bank Sampah Malang. Dan perbedaan antara penelitian oleh Ly, Duonghai, Mai, Thi Thu Trang dengan Chiki adalah objek penelitiannya, sedangkan dari kedua penelitian ini memiliki persamaan teori yaitu marketing mix. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Implementasi Bauran Pemasaran Di Bank Sampah Malang”. Dari judul tersebut diharapkan dapat mengetahui pengelolaan/manajemen pemasaran Bank Sampah Malang.
 1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana implementasi bauran pemasaran (marketing mix) di Bank Sampah Malang ? 2. Apakah kendala yang dihadapi oleh Bank Sampah Malang dalam menerapkan bauran pemasaran ?
3. Bagaimanakah solusi atau penyelesaian kendala yang dilakukan oleh Bank Sampah Malang ?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui cara penerapan bauran pemasaran di Bank Sampah Malang
2. Untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan bauran pemasaran di Bank Sampah Malang
3. Untuk mengetahui cara penyelesaian kendala yang dilakukan oleh Bank Sampah Malang
 1.4 Manfaat Penilitian
 Manfaat penelitian yang diharapkan, dapat ditinjau dari segi teoritis dan praktis dengan uraian sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis Memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep, teori dan keilmuan pendidikan luar sekolah (pendidikan non formal) khususnya yang terkait dengan pemasaran produk bank sampah.
2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini nantinya dapat di gunakan sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan ilmu.
1.5 Batasan Penelitian
 Penelitian ini hanya berfokus pada koperasi Bank Sampah Malang, di Bank Sampah Malang terdapat 2 kantor yang berbeda yaitu gudang produksi Bank Sampah Malang dan koperasi Bank Sampah Malang
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Implementasi bauran pemasaran di Bank Sampah MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment