Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis perbedaan pengaruh variabel makro terhadap return top gainer saham syariah di Indonesia dan Malaysia (periode 2010-2014)

Abstract

INDONESIA:
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi return suatu investasi. Salah satunya faktor eksternal, seperti pengaruh kebijakan moneter dan fiskal, perkembangan sektor industrinya, faktor ekonomi misalnya terjadinya inflasi, perubahan nilai kurs, tingkat suku bunga yang berlaku, perubahan GDP (Gross Domestic Product), dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga, inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara parsial dan simutan terhadap return saham syariah sektor konsumsi di Indonesia dan Malaysia. Selain itu untuk mengetahui perbedaan pengaruh suku bunga, inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara simultan terhadap return saham syariah di Indonesia dan Malaysia
Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data penelitian ini menggunakan data saham syariah yang terdaftar dalam Bursa Malaysia dan Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2010-2014. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda,uji beda man whitney dan uji koefisien determinasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap return saham syariah di Indonesia. Sedangkan Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham syariah di Indonesia. Variabel suku bunga dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap return saham di Malaysia. Sedangkan Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham syariah di Malaysia Secara simultan menunjukkan bahwa suku bunga , inflasi, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap return saham syariah di Indonesia dan Malaysia. Hal ini ditunjukkan dengan dengan nilai F sebesar 14,213 untuk Indonesia dan nilai F sebesar 9.512 untuk Malaysia. Hasil analisis regresi menghasilkan R2 sebesar 0,504 untuk Indonesia. Sedangkan hasil analisis regresi Malaysia menghasilkan R2 sebesar 0,394. Untuk Uji Man Whitnest menunjukkan variabel suku bunga,inflasi memiliki perbedaan pengaruh di Indonesia dan Malaysia. Sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi tidak ada perbedaan pengaruh.
ENGLISH:
Many factors affect the return of an investment. One of these external factors, such as the effects of monetary and fiscal policy, the development of industrial sector, for example the economic factors of inflation, changes in exchange rates, the interest rate applicable, changes in GDP (Gross Domestic Product), and so on. This study aimed to determine the effect of macro variables which consist of interest rates, inflation and economic growth partially and simultaneously to return of sharia stock of consumption sector in Indonesia and Malaysia. In addition to know the effect of the difference in interest rates, inflation and economic growth simultaneously to the stock return of sharia in Indonesia and Malaysia
This study was a quantitative research. Data of this study used stocks Sharia data listed in Bursa Malaysia and Indonesia Sharia Stock Index period 2010- 2014. Data were analyzed using multiple linear regression analysis, different test of man Whitney and the determination coefficient test.
The results showed that the Interest Rates and economic growth had significant effect on stock return of sharia in Indonesia. While inflation was negative and there was no significant effect on stock return of sharia in Indonesia. Variable of interest rates and economic growth had a significant effect on stock returns in Malaysia. While inflation was negative and there was no significant effect on stock return of sharia in Malaysia. Simultaneously indicated that interest rates, inflation, economic growth had positive effect on stock return of sharia in Indonesia and Malaysia. This was indicated by the F value of 14.213 to Indonesia and F value of 9512 for Malaysia. Regression analysis produced R2 was 0,504 for Indonesia. While the results of the regression analysis of Malaysia produced R2 of 0.394. Man Whitnest Test indicated a variable interest rate, inflation had a different effect in Indonesia and Malaysia. While economic growth variables there was no difference of effect.
ARABIC:
وهناك عوامل كثيرة تؤثر على العائد من الاستثمار. واحد من هذه العوامل الخارجية، مثل آثار السياسة النقدية والمالية، وتطوير القطاع الصناعي، على سبيل المثال العوامل الاقتصادية من التضخم والتغيرات في أسعار الصرف، ومعدل الفائدة المطبق، والتغيرات في الناتج المحلي الإجمالي (الناتج المحلي الإجمالي)، وهلم جرا. وتهدف هذه الدراسة إلى تحديد تأثير المتغيرات الكلية التي تتكون من أسعار الفائدة والتضخم والنمو الاقتصادي جزئيا في وقت واحد للعودة القطاع استهلاك المخزون الشريعة في اندونيسيا وماليزيا. بالإضافة إلى معرفة أثر الاختلاف في معدلات الفائدة والتضخم والنمو الاقتصادي في وقت واحد لعودة الأسهم الشريعة في اندونيسيا وماليزيا
وكانت هذه الدراسة البحث الكمي. يستخدم بيانات هذه الدراسة البيانات الأسهم الشريعة المدرجة في بورصة ماليزيا واندونيسيا مؤشر الاسهم الشريعة الفترة 2010- 2014. البيانات تم تحليلها باستخدام تحليل الانحدارمتعدد الخطي، اختبار المختلف مان ويتني والاختبار ومعامل التحديد.
وأظهرت النتائج أن معدل النمو الاقتصادي وتأثير كبير على عوائد الأسهم الشريعة في اندونيسيا. في حين أن التضخم هو تأثير سلبي وكبير على عوائد الأسهم الشريعة في اندونيسيا. أسعار الفائدة المتغيرة والنمو الاقتصادي لها تأثير كبير على عوائد الأسهم في ماليزيا. في حين أن التضخم هو تأثير سلبي وكبير على عوائد الأسهم الشريعة في ماليزيا تشير في الوقت نفسه إلى أن معدلات الفائدة والتضخم والنمو الاقتصادي له تأثير إيجابي على عوائد الأسهم الشريعة في اندونيسيا وماليزيا. ويدل على ذلك أن قيمة ف من 14.213 إلى إندونيسيا و قيمة ف 9,512 لماليزيا. تحليل الانحدار ينتج R2 يعنى 0,504 لاندونيسيا. في حين أن نتائج تحليل


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Investasi merupakan salah satu kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan dalam Islam karena dengan berinvestasi, harta akan menjadi produktif dan mendatangkan kemaslahatan bagi orang lain. Al-Quran dengan tegas melarang penimbunan (iktinaz) harta yang dimiliki (Q.S 9:34). Salah satu bentuk investasi tersebut yaitu dengan menanamkan harta di pasar modal. Pasar modal merupakan suatu wadah bagi pihak yang memiliki kelebihan harta (investor) untuk menyertakan modalnya kepada perusahaan yang membutuhkan dana (emiten) sehingga perusahaan tersebut dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas. Institusi pasar modal syariah merupakan salah satu jawaban atas anjuran untuk berinvestasi. Pasar modal syariah menjadi alternatif investasi bagi pelaku pasar yang bukan sekedar ingin mendapatkan return terbaik, namun juga dapat memberikan ketenangan dari aktivitas investasinya.Kegiatan investasi terutama di pasar modal merupakan aktivitas yang sangat mempengaruhi kondisi perekonomian suatu negara (Tandelilin,2001). Saat ini di Indonesia sudah mulai berkembang instrumen keuangan berbasis syariah seperti Bank Syariah, Pasar Modal Syariah, 2 dan Pasar Komoditi Syariah.Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia menunjukkan kemajuan seiring dengan meningkatnya indeks yang ditunjukkan dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). ISSI merupakan respon akan kebutuhan informasi mengenai investasi secara Islami. Tujuannya adalah sebagai tolak ukur standar dan kinerja (benchmarking) bagi investasi saham secara syariah di pasar modal dan sebagai sarana untuk meningkatkan investasi di pasar modal secara syariah. Indeks Islam atau Indeks syariah telah mengambil tempat pada proses Islamisasi pasar modal dan menjadi awal dari pengembangan pasar modal syariah. Perkembangan saham syariah di Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan antara tahun 2007 sampai tahun 2013.Hal ini bisa dilihat pada gambar 1.1 dibawah ini. Gambar 1.1 Sumber: ojk.go.id Dari grafik di atas menunjukkan bahwa tren saham syariah dari tahun ke tahun mengalami tren positif.Hal ini dapat dilihat dari jumlah saham dari tahun 3 2007 sampai 2013, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 174 saham menjadi 331 saham. Pada lingkup Asia Tenggara, terdapat dua negara yang telah memiliki pasar modal syariah, yaitu Indonesia dan Malaysia.
Karena perbedaan masingmasing negara dalam menetapkan kriteria saham syariah, maka kinerja yang dihasilkan oleh pasar modal tersebut berbeda pula(www.kemendag.co.id). Di Indonesia, seluruh sahamsaham syariah tergabung dalam Indonesia Shariah Stock Index (ISSI), dan proses penyaringannya dilakukan oleh Dewan Syariah NasionalMajelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sementara di Malaysia, daftar sahamsaham syariah tergabung dalam Islamic Market Malaysia (IMM) dan penyeleksiannya ditentukan oleh Shariah Advisory Council (SAC). Baik DSNMUI maupun SAC, keduanya memberlakukan kriteria-kriteria tertentu terhadap laporan keuangan perusahaan yang akan masuk indeks syariah. Perkembangan saham syariah di Indonesia antara 2007-2013 mengalami trend yang positif. Ini bisa dilihat dari bertambahnya jumlah saham syariah di Indonesia. Bertambahnya jumlah saham mengindikasikan bahwa investasi syariah sudah banyak diminati oleh masyrakat muslim khusunya Indonesia.Namun secara jumlah saham Syariah Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan dengan Malaysia tetapi apabila dilihat dari pertumbuhannya terjadi kondisi terbalik. Jumlah saham Syariah di Bursa Malaysia mengalami penurunan pada tahun 2013 dibandingkan dengan 2012, tetapi sebaliknya untuk di Indonesia,justru mengalami peningkatan jumlah saham 4 Syariah(www.icmspecialist.com).Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini Gambar 1.2 Kinerja Pasar Saham Syariah di Indonesia dan Malaysia antara tahun 2012-2013 (Dalam prosentase) Sumber : data diolah Dari gambar diatas dapat dilihat pangsa pasar kapitalisasi pasar saham Syariah terhadap total pasar saham, pada tahun 2013 pangsa pasar saham Syariah di Bursa Malaysia mengalami penurunan dibandingkan dengan 2012, tetapi di Indonesia justru mengalami peningkatan. Bahkan, pangsa pasar kapitalisasi saham Syariah pada tahun 2013, antara Bursa Malaysia dengan Bursa Efek Indonesia relatif sama(www.kemendag.co.id). Kondisi hampir sama terjadi pada perbandingan return saham syariah. Kedua indeks saham Syariah Malaysia yang diwakili EMAS Shariah dan Hijrah 0 10 20 30 40 50 60 70 80 jumlah saham kapitalisasi return Ind 2012 Mal 2012 Ind 2013 Mal 2013 5 Shariah, menunjukkan kinerja yang positif hal ini juga terjadi pada return saham syariah di Indonesia. Pada tahun 2012 performa saham emiten barang konsumsi (consumer goods) tampil mencuri perhatian (www.Investasi.Kontan.co.id).Kondisi sektor konsumsi di Indonesia mengalami trend yang cukup baik. Sejak awal tahun atau year to date (ytd), indeks saham consummer goods hingga, Kamis (12/9/2012), masih mencetak gain 19,55%. Sementara, di periode sama IHSG hanya mencetak kenaikan 0,92%. Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, ada empat saham emiten barang konsumsi yang menjadi penggerak utama indeks di tahun ini. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin daftar saham dengan kenaikan harga paling tinggi. Sejak akhir 2012 hingga kemarin, harga saham UNVR sudah melesat 47,96% ke Rp 30.850 per saham. Menyusul UNVR adalah saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Secara year to date, harga KLBF sudah melejit 26,42% ke Rp 1.340 per saham. Saham emiten barang konsumsi lain yang kinerjanya juga mentereng adalah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Harga saham ini sudah naik 25% menjadi Rp 9.750 dari posisi akhir 2012. Disaat sektor konsumsi di Indonesia mengalami kenaikan.Perekonomian Malaysia mencatat pertumbuhan sebesar 8,9% pada kuartal kedua tahun 2010 ini, dan terus berkisar antara 2-3% hingga tahun 2015 (www.kemendag.go.id). Pertumbuhan ini didorong ekspansi dan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam permintaan domestik juga eksternal. Permintaan meningkat 9% disebabkan konsumsi swasta yang meningkat dan adanya perbaikan berkelanjutan di sektor 6 swasta dan publik. Konsumsi sektor publik meningkat sejalan dengan meningkatnya gaji. Sektor ekonomi utama mencatat ekspansi yang kuat, didorong sektor manufaktur dan jasa. Sektor manufaktur meningkat 15,9% dengan didukung pertumbuhan di seluruh kelompok dan sektor jasa tumbuh sebesar 7,3% didukung kinerja yang kuat perdagangan grosir dan eceran, keuangan, asuransi serta transportasi dan sub-sektor penyimpanan. Menurut Ang dalam Kristianti dan Lathifah (2013), terdapat faktor-faktor yang memengaruhi returnsuatu investasi. Pertama, faktor internal perusahaan seperti kualitas dan reputasi manajemennya, struktur permodalannya,struktur utang perusahaan dan sebagainya. Kedua menyangkut faktor eksternal, misalnya pengaruh kebijakan moneter dan fiskal, perkembangan sektor industrinya, faktor ekonomi misalnya terjadinya inflasi, perubahan nilai kurs, tingkat suku bunga yang berlaku, perubahan GDP (Gross Domestic Product), dan sebagainya. Menurut Tandelilin (2007) disebutkan bahwa return saham di pasar modal juga dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi. Indikator ekonomi makro yang seringkali dihubungkan dengan pasar modal adalah fluktuasi tingkat bunga, inflasi, kurs rupiah, dan pertumbuhan PDB. Penelitian mengenai faktor makro ekonomi yang berpengaruh terhadap returnsaham sudah pernah dilakukan. Salah satunya oleh Anam (2013) mengenai pengaruh variabel ekonomi makro terhadapreturn saham syariah. Variabel makro yang digunakan adalah inflasi, suku bunga dan nilai tukar.
 Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah adalah variabel yang memberikan dampak negatif signifikan terhadap return saham syariah. Penelitian 7 lain yang dilakukanNazwar (2008) mengenai pengaruh variabel ekonomi makro terhadapreturn saham syariah. Variabel makro yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi dan suku bunga. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa variabel Suku Bunga SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap returnsaham syariah di Indonesia dan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap returnsaham. Penelitian Poon dan Tong (2010) mengenai pengaruh variabel ekonomi makro terhadapreturn saham.Variabel makro yang digunakan adalah inflasi dan suku bunga. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa variabel inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap returnsaham di US, Korea dan Filipina variabel output growth berpengaruh secara signifikan di US, Korea, Philipina berpengaruh positifdan signifikan. Titman dan Warga (1989) meniliti mengenai pengaruh variabel ekonomi makro terhadapreturn saham.Variabel makro yang digunakan adalah inflasi dan suku bunga.Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa inflasi dan suku bunga berpengaruh positif terhadap return. Hal senada juga diungkapkan dilakukan Mulyani (2014), Artajaya (2014) bahwa variabel makro ekonomi inflasi memberikan pengaruh positif terhadap return saham. Penelitian lain Luthfi (2014) meneliti mengenai pengaruh variabel ekonomi makro terhadapreturn saham syariah. Variabel makro yang digunakan adalah inflasi, suku bunga, size dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Suku Bunga SBI memberikan pengaruh positif terhadap return saham syariah di Indonesia. Selain itu Ho,Catherine S. F. (2011) meneliti mengenai pengaruh 8 variabel ekonomi makro terhadapreturn saham syariah. Variabel makro yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi, suku bunga dan nilai tukar. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stock Market Performance di Malaysia dan Thailand. Penelitian yang berkenaan dengan pengaruh karakteristik perusahaan, industry dan variabel makro terhadap return saham syariah juga pernah dilakukan oleh Ulum (2008).Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan dan variabel makro berpengaruh signifikan terhadapreturn dan beta saham. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya terhadap industri atau kelompok perusahaan yang berbeda serta teori yang mendasari, menunjukkan masih adanya research gap terhadap kinerja makro ekonomi. Tidak konsistennya hasil penelitian tersebut menunjukkan perlu dilakukannya penelitian lanjutan terutama tentang Pengaruh variabel makro ekonomi terhadap returnsaham, khususnya saham syariah, sehingga pada akhirnya akan diketahui bagaimana pengaruh kinerja makro ekonomi terhadap returnsaham.Dalam penelitian ini mengambil sampel di Indonesia dan Malyasia karena di kawasan Asia tenggara baru dua negara ini yang mempunyai indeks saham syariah.
Selain itu mayoritas masyrakat muslim yang besar di Indonesia dan Malaysia memberikan peluang untuk berinvestasi pasar saham syariah.Belum adanya penelitian yang membahas return saham syariah di Indonesia dan Malaysia secara bersama,serta belum adanya penelitian terhadap return saham saham top gainer. Dan juga belum ada 9 penelitian yang fokus pada suatu sektor di bursa saham membuat peniliti ingin melihat kembali pengaruh suku bunga,inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap return saham syariah, Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul“ANALISIS PERBEDAAN PENGARUH VARIABEL MAKRO TERHADAPRETURNTOP GAINER SAHAM SYARIAH SEKTOR KONSUMSI DI INDONESIA DAN MALAYSIA (PERIODE 2010-2014)”.
1.2 Rumusan Masalah
 1. Bagaimana pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga , inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap returnsaham syariah di Indonesia periode 2010-2014 ?
 2. Bagaimana pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga , inflasi, dan pertumbuhan ekonomiterhadap returnsaham syariah di Malaysia periode 2010-2014 ? 3. Apakah ada perbedaan pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga, inflasidan pertumbuhan ekonomiterhadapreturnsaham syariah di Indonesia dan Malaysia periode 2010-2014 ?
1.3 Tujuan 1.Untuk mengetahui pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga , inflasi, dan pertumbuhan ekonomibaik secara parsial maupun simultan terhadap returnsaham syariah di Indonesia periode 2010-2014. 10 2. Untuk mengetahui pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga , inflasi, dan pertumbuhan ekonomibaik secara parsial maupun simultan terhadap returnsaham syariah di Malaysia periode 2010-2014.
3. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh variabel makro yang terdiri dari suku bunga , inflasi, dan pertumbuhan ekonomi, terhadap returnsaham syariah di Indonesia dan Malaysia periode 2010-2014.
 1.4 Manfaat Penelitian
1. Pelaku bisnis dan investor Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dan pengambil keputusan dalam melakukan investasi syariah.
 2. Pemerintah Dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan bagi investasi syariah di Indonesia.
 3. Akademisi Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi literature sebagai bukti empiris dibidang manajemen keuangan syariah.
4. Peneliti Penelitian ini dilakukan sebagai media untuk menerapkan teoriteori dalam manajemen keuangan syariah yang telah dipelajari di perkuliahan sehingga dapat memahami ilmu yang telah dipelajari tersebut dengan lebih baik, menambah referensi dan wawasan teoritis mengenai analisis saham syariah.
 1.5 Batasan Penelitian

Penelitian ini hanya mengacu pada variabel suku bunga, Inflas, dan pertumbuhan ekonomi dengan variabel terikat return saham syariah untuk periode pengamatan 2010-2014. Tandelilin (2007) mengungkapkan bahwa variabel makro yang berpengaruh terhadap return saham adalah suku bunga, inflasi dan pertumbuhan ekonomi.


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Analisis perbedaan pengaruh variabel makro terhadap return top gainer saham syariah di Indonesia dan Malaysia (periode 2010-2014)Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment