Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen: Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan studi pada CV. Cita Intrans Selaras Malang



Abstract

INDONESIA:
Setiap organisasi didirikan berdasarkan tujuan dan target tertentu. Begitu pula dengan perusahaan. Setiap perusahaan pasti mempunyai tujuan masing-masing. Tujuan itu pun tidak akan terwujud tanpa didukung dengan sumber daya manusia yang memadai. Karena sumberdaya manusia sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan atau tidaknya sebuah perusahaan dalam pencapaian tujuan.
Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan perilaku anggota-anggotanya. Budaya organisasi juga dapat membentuk sikap serta perilaku karyawan yang erat kaitannya dengan kepuasan kerja yaitu sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Dengan adanya budaya organisasi yang baik serta kepuasan kerja karyawan yang tinggi diharapkan dapat menciptakan kinerja karyawan yang baik pula. Ada nilai yang di jadikan sebagai spirit untuk meningkatkan kinerja organisasi dan menjadi wujud dari sebuah keragaman yang di miliki olh setiap karyawan, Sehingga kedepannya proses kerja organisasi dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi organisasi.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi bergandengan metode analisa uji t dan uji f. Variabel bebas budaya organisasi yang terdiri dari variabel Inovasi dan Pengambilan Keputusan (X1), Perhatian Pada Rincian (X2), Orientasi pada Hasil (X3), Orientasi pada Orang (X4), Orientasi pada Tim (X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) sebagai variabel dependen dan kinerja karyawan (Y) sebagai variabel independen.
Dari hasil uji analisis regresi bergandengan dan analisa uji t dan uji f menunjukkan X1, X2, X3, X4, X5, X6 dan X7 berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang mana angka tersebut kurang dari 0,05 (0,00 < 0,05). Variabel bebas Budaya organisasi yang terdiri dari variabel Inovasi dan Pengambilan Keputusan (X1) nilai sig. t = 0,046, Orientasi pada Hasil (X3) nilai sig. t = 0,003, Orientasi pada Orang (X4) nilai sig. t = 0,036, Agresivitas (X6) nilai sig. t = 0,010, Kemantapan (X7) nilai sig. t = 0,036 berpengaruh secara parsial, sedangkan variabel Perhatian Pada Rincian (X2) nilai sig. t = 0,295 dan Orientasi pada Tim (X5) dengan nilai sig. t = 0,871, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap variabel Kinerja Karyawan adalah variabel Agresivitas (X6). Dengan nilai sig.T=0,010.
ENGLISH:
Each organization is established based on the objectives and specific targets. So as the company. Each company must have a goal. The goals will not be reached without be supported by human resources satisfied. Because human resources extremely take effect to the success or failure of a company in achieving the goals.
Organizational culture is belief spreading systems and values progress in an organization and guiding its members behavior . Organizational culture also can form employees attitude and behavior which are closely related to job satisfaction namely individuals general attitude towards occupation. With the organizational culture as well as high employee’s job satisfaction is expected to create the employee's performance is also good. There is a value using as a spirit to improve organizational performance and it be a manifestation of a diversity which is owned by every employee, so that the future organization job process can be proceed convenient with the vision and mission of the organization.
This research uses quantitative methods by using regression analysis coupled, T and F analysis method test . The variable of free organizational culture consists of variable Innovation and Decision Making (X1), Attention On Details (X2), oriented on results (X3), oriented in People (X4), Oriented on Team (X5), Aggressiveness (X6), Stability (X7) as the dependent variable and employee performance (Y) as independent variables.
From the Regression analysis test and T and F analysis test results shows the X1, X2, X3, X4, X5, X6 and X7 taking significant effect simultaneously on Employee Performance with a significance value of 0.000, which is amount less than 0.05 ( 0.00 <0.05). The variable of free organizational culture that consists of Innovation variable and Decision Making (X1) sig. t = 0.046, Orientation on Results (X3) sig. t = 0.003, Orientation Person (X4) sig. t = 0.036, Aggressiveness (X6) sig. t = 0.010, Stability (X7) sig. t = 0.036 taking partial effect, whereas variable Caution On the Details (X2) sig. t = 0.295 and Oriented on Team (X5) with sig. t = 0.871, doesn’t take significant effect on employee performance. From the results analysis of research data showing the most dominant variable influence to the variable of Employee Performance is Aggressiveness variable (X6). With sig.T value = 0.010.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap organisasi didirikan berdasarkan tujuan dan target tertentu. Begitu pula dengan perusahaan. Setiap perusahaan pasti mempunyai tujuan masing-masing. Tujuan itu pun tidak akan terwujud tanpa didukung dengan sumber daya manusia yang memadai. Karena sumberdaya manusia san gatlah berpengaruh terhadap keberhasilan atau tidaknya sebuah perusahaan dalam pencapaian tujuan tertentu. Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan perilaku anggotaanggotanya (Soedjono, 2005: 204). Selanjutnya budaya organisasi dapat menjadi instrumen keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi mendukung strategi organisasi, dan bila budaya organisasi dapat menjawab atau mengatasi tantangan lingkungan yang berubah dengan cepat dan tepat. Bila organisasi tidak memiliki nilai-nilai yang diyakininya, organisasi cenderung mempasrahkan dirinya pada nasib, menjadi sulit untuk mencapai tujuan yang dikehendakinya. Nilainilai yang telah diyakini oleh kebanyakan anggota organisasi sebagai suatu aturan main yang sah membuat nilai-nilai itu menjadi nyata. Arti penting budaya organisasi karena aneka fungsi yang dijalankan, yaitu menetapkan tapal batas; membawa identitas anggota organisasi; mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dari kepentingan individual; meningkatkan kemantapan sistem sosial serta mekanisme 2 pembuat makna dan kendali pembentuk sikap serta perilaku karyawan. (Robbins, 2002:186). Disisi lain Robbins (2002: 195) berpendapat bahwa terdapat tujuh karakteristik primer untuk memahami hakikat dari budaya organisasi, yaitu: (1) inovasi dan pengambilan keputusan (innovation and risk taking), (2) perhatian pada rincian (attention to detail), (3) orientasi pada hasil (outcome orentation), (4) orientasi pada orang (people orentation), (5) orientasi pada tim (team orentation), (6) Agresivitas (agresiveness) dan (7) kemantapan (stability). Keutamaan budaya organisasi merupakan pengendali dan arah dalam membentuk sikap dan perilaku manusia yang melibatkan diri dalam suatu kegiatanorganisasi. Secara individu maupun kelompok seseorang tidak akan terlepas dengan budaya organisasi dan pada umumnya mereka akan dipengaruhi oleh keaneka ragaman sumber-sumber daya yang ada sebagai stimulus seseorang bertindak. Sedangkan Menurut Kreitner (2003:79) budaya organisasi adalah wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut merasakan , memikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beragam. Secara spesifik budaya dalam organisasi akan ditentukan oleh kondisi tim, pimpinan, karakteristik dari organisasi serta proses administrasi yang berlalu. Budaya organisasi berperan penting karena merupakan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam kegiatan organisasi yang mewakili normanorma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Selain itu budaya organisasi juga dapat membentuk sikap serta 3 perilaku karyawan yang erat kaitannya dengan kepuasan kerja yaitu sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Dengan adanya budaya organisasi yang baik serta kepuasan kerja karyawan yang tinggi diharapkan dapat menciptakan kinerja karyawan yang baik pula. Ada nilai yang di jadikan sebagai spirit untuk meningkatkan kinerja organisasi dan menjadi wujud dari sebuah keragaman yang di miliki oleh setiap karyawan, Sehingga kedepannya proses kerja organisasi dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Kinerja mempunyai arti penting bagi pegawai, adanya penilaian kinerja berarti pegawai mendapat perhatian dari atasan, disamping itu akan menambah gairah kerja pegawai karena dengan penilaian kinerja ini mungkin pegawai yang berprestasi dipromosikan, dikembangkan dan diberi penghargaan atas prestasi, sebaliknya pegawai yang tidak berprestasi mungkin akan didemosikan.
Anwar Prabu (2004:67) menjelaskan, pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sedangkan Bernard, John dan Russel (1993:379), mendefinisikan kinerja sebagai suatu catatan prestasi yang dihasilkan selama periode tertentu. Byars dan Rue (1995:499) mengartikan kinerja adalah seperangkat hasil usaha seseorang yang dimodifikasikan dengan kemampuan, sifat atau karakteristik individu dan persepsinya terhadap peran yang harus dilakukannya. Usaha dalam hal ini adalah sejumlah energi yang dikerahkan individu terhadap pelaksanaan pekerjaannya baik 4 energi fisik maupun mental. Kemampuan dan sifat merupakan karakteristik individu yang tercakup dalam kinerjanya. Dari beberapa definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya budaya organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja yang merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat diukur berdasarkan dekat hasil yang diperoleh dari beberapa proses tersebut terhadap target atau tujuan yang diharapkan. Pada dasarnya setiap individu yang berada dalam kehidupan organisasi berusaha untuk menentukan dan membentuk sesuatu yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak agar dalam menjalankan aktivitasnya tidak berbenturan dengan berbagai sikap dan perilaku dari masing-masing induvidu. Sesuatu yang dimaksud itulah adalah budaya organisasi sebagai pedoman atau acuan bagi suatu organisasi/perusahaan yang memuat tentang norma-norma dan nilai-nilai yang diakui tentang kebenarannya dan dipatuhi dalam bertindak.hal inilah yang menjadi faktor terciptanya budaya di dalam meningkatkan kinerja karyawan di dalam seautu organisasi atau perusahaan Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Salah satunya adalah karateristik atau budaya organisasi dimana karyawan itu bekerja. Menurut Davis (dalam lako 2004: 29) budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai-nilai organisasi yang dipahami, dijiwai dan dipraktekkan oleh organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi. 5 Hal yang sama juga diungkapkan oleh Mangkunegara (2005: 113) yang menyatakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai-nilai organisasi yang diyakini dan dijiwai oleh seluruh anggotanya dalam melakukan pekerjaan sebagai cara yang tepat untuk memahami, memikirkan, dan merasakan terhadap masalah-masalah terkait, sehingga akan menjadi sebuah nilai atau aturan di dalam lingkungan organisasi tersebut. Keadaan lingkungan suatu organisasi akan berdampak secara sistemik terhadap kinerja seorang karyawan. Sebab, ketika karyawan merasa nyaman dalam menjalankan tugas ataupun pekerjaannya di dalam situasi yang di timbulkan di dalam suatu organisasi, maka ada dampak yang positif juga terhadap laju dan produktifitas dalam suatu organisasi tersebut.
Begitupun sebaliknya, jika di dalm sebuah organisasi budaya yang di timbulkan tidak sesuai dengan yang di inginkan atau dengan kata lain terdapat nilai atau sistem keyakinan yang kurang baik, maka kinerja karyawan tentu juga kurang baik dalam mengemban tugas dari suatu organisasi ataupun suatu perusahaan. Berdasarkan observasi sementara yang di lakukan pada bulan juni 2015 di CV. Cita Intrans Selaras, menunjukkan bahwa keadaan pada intstansi tersebut tergolong cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan kedekatan emosional yang 6 erat baik secara horizontal maupun vertikal. Akan tetapi, dengan keadaan tersebut justru memberikan dampak negatif. Misalnya, masih terdapat beberapa hal yang tampak antara lain: Pertama, antar karyawan tampak lebih sering bersenda gurau dengan sesama karyawan bahkan saat sedang melayani pelanggan. Padahal secara etika, hal tersebut bisa saja menimbulkan kesan tidak dianggap pada hati pelanggan. Kedua, bagian pengecekan dan perbaikan perlengkapan kantor yang secara status berada dibawah garis instruktif HRD (human resource development) terkesan lebih menggurui dan mengatur pihak HRD. Ketiga terdapat fenomena yang menarik untuk di lakukan sebuah penelitian dimana CV. Cita Intrans selaras Malang berawal dari organisasi non profit yang didirikan oleh para anak muda yang solid, kreatif dan mempunyai semangat yang tinggi yakni pada tahun 2005 yakni komunitas diskusi dan riset penilitian hingga pada sebuah perjalanan usianya ke-3 tahun 2008 beralih pada organisasi profit, yakni sekolompok usaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. Selanjutnya Peneliti terinspirasi untuk mengembangkan teori budaya organisasi lewat penelitian ilmiah dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi sebagai alat untuk meneliti. Berdasarkan pemaparan diatas, penulis berinisiatif mengambil judul penelitian “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan” studi kasus CV. Cita Intrans Selaras Malang.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah yang akan dibahas adalah : 1. Apakah ada pengaruh budaya organisasi yang meliputi Inovasi dan pengambilan keputusan (X1), Perhatian pada rincian (X2), Orientasi pada hasil (X3), Orientasi pada orang (X4), Orientasi pada tim ( X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) terhadap kinerja karyawan CV. Cita Intrans Selaras Malang secara simultan?.
 2. Apakah ada pengaruh budaya organisasi yang meliputi Inovasi dan pengambilan keputusan (X1), Perhatian pada rincian (X2), Orientasi pada hasil (X3), Orientasi pada orang (X4), Orientasi pada tim ( X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) terhadap kinerja karyawan CV. Cita Intrans Selaras Malang secara parsial?.
3. Variabel manakah yang paling dominan di antara Inovasi dan pengambilan keputusan (X1), Perhatian pada rincian (X2), Orientasi pada hasil (X3), Orientasi pada orang (X4), Orientasi pada tim( X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) ?.
1.3 Tujuan Penelitian
 Tujuan penelitian pada umumnya mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian yang mengacu pada isi dari rumusan masalah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi yang meliputi pengaruh budaya organisasi yang meliputi Inovasi dan pengambilan keputusan (X1), Perhatian pada rincian (X2), Orientasi pada hasil (X3), Orientasi pada orang (X4), Orientasi pada tim ( X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) terhadap kinerja karyawan CV. Cita Intrans Selaras Malang secara simultan?.
2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi yang meliputi pengaruh budaya organisasi yang meliputi Inovasi dan pengambilan keputusan 8 (X1), Perhatian pada rincian (X2), Orientasi pada hasil (X3), Orientasi pada orang (X4), Orientasi pada tim ( X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) terhadap kinerja karyawan CV. Cita Intrans Selaras Malang secara parsial?.
3. Untuk menguji dan menganalisis variabel Inovasi dan pengambilan keputusan (X1), Perhatian pada rincian (X2), Orientasi pada hasil (X3), Orientasi pada orang (X4), Orientasi pada tim ( X5), Agresivitas (X6), Kemantapan (X7) yang paling dominan mempengaruhi kinerja.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti Peneliti dapat mengetahui pengembangan budaya organisasi pada kinerja pegawai CV. Cita Intrans Selaras Malang.
2. Bagi Universitas Sebagai bahan refrensi tambahan yang nantinya dapat dijadikan sebagai perbandingan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

3. Bagi Perusahaan Sebagai bahan pertimbangan untuk manajer sumber daya manusia dalam mengontrol kebijakan yang berhubungan dengan hasil penelitian ini

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan studi pada CV. Cita Intrans Selaras MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment