Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan To Deposit Ratio (LDR), dan Beban Operasional Pada Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas: Studi kasus pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2013-2015

Abstract

INDONESIA:
Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas yang tinggi dapat berpengaruh terhadap profitabilitas suatu bank. Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas antara lain: beban operasioanal, kredit, dan dana pihak ketiga,. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Beban Operasional pada Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015 dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis data regresi linier berganda, uji simultan, uji parsial.
Hasil penelitian secara simultan NPL, NIM, LDR, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perbankan. Sedangkan secara parsial NIM berpengaruh positif terhadap profitabilitas perbankan disebabkan jika suatu bank meningkatkan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola maka laba bank akan meningkat, dan BOPO berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perbankan dikarenakan semakin efesien bank dalam pengeluaran biaya/beban dalam menjalani aktivitas usahanya maka semakin meningkatkan laba bank. NPL dan LDR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan,
ENGLISH:
Developments in the banking world is very rapid and high level of complexity can affect the profitability of a bank. The factors the affect to the profitabily of the bank are: operational load, credit, and third party funds. The purpose of this study is to determine the Non Performing Loan (NPL), Net Iinterest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), and operating expenses in operating income affect to the profitability of banks listed on the Indonesia Stock Exchange at the 2013-2015 period.
This type of research is a quantitative research using secondary data. Methods of data collection in this study use the documentation method. Samples were from banking companies listed in Indonesia Stock Exchange 2013-2015 period by using purposive sampling. This study uses data analysis multiple linear regression, simultaneous test, partial test and coefficient of determination.
The results of the study simultaneously stated that the NPL, NIM, LDR, and ROA has significant effect on bank profitability. While partially NIM has positive effect on bank profitability caused if a bank increases interest on assets managed, the profit will increase, and BOPO negatively affect bank profitability due to the more efficient banks in spending/expenses in the lead business activities, the more boost bank profits. NPL and LDR have no effect on bank profitability.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Bank adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa (Kasmir, 2012:12). Bank dalam beroperasi banyak menggunakan dana dari masyarakat dibanding dengan modal sendiri. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh kinerja yang dicapai oleh perbankan itu sendiri dengan memelihara kesehatan bank dan bagaimana upaya manajemen perbankan mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi di lingkungannya baik nasional maupun global. Kestabilan ini tidak saja dilihat dari uang beredar, namun juga dilihat dari jumlah bank yang ada sebagai perangkat penyelenggaraan keuangan. Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas yang tinggi dapat berpengaruh terhadap performa suatu bank. Kompleksitas usaha perbankan yang tinggi dapat meningkatkan risiko yang dihadapi oleh bank-bank yang ada di Indonesia. Permasalahan perbankan di Indonesia antara lain disebabkan depresi rupiah, peningkatan suku bunga, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sehingga menyebabkan meningkatnya kredit bermasalah. Lemahnya kondisi internal bank seperti manajemen yang kurang memadai, pemberian kredit kepada kelompok atau grup usaha sendiri serta modal 2 2 yang tidak dapat mencover terhadap risiko-risiko yang dihadapi oleh bank tersebut menyebabkan kinerja bank menurun. Globalisasi yang terjadi saat ini telah merubah aspek dalam ekonomi, politik, serta budaya. Ekonomi lebih cepat tumbuh membuat lebih banyak pula modal yang diperlukan untuk meningkatkan perekonomian suatu negara, modal yang yang berasal dari dalam negeri ataupun dari luar negeri. Salah satu sumber pembiayaan yang diperlukan antara lain adalah tabungan masyarakat yang merupakan potensi modal dalam perekonomian. Berbagai krisis di Indonesia yang terjadi sejak tahun 1997 berawal dari krisis moneter dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menhancurkan sendi-sendi ekonomi termasuk perbankan. Akibatnya banyak bank lumpuh dihantam dengan kredit macet (Statistik Indonesia dalam Alifah (2014)). Kinerja keuangan perbankan secara umum di Indonesia masih terjaga dengan baik dan relatif stabil. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi yang berjalan normal, permodalan yang kuat, rentabilitas perbankan yang masih terjaga dengan baik dan efesiensi perbankan yang masih bagus walaupun mengalami sedikit penurunan di tahun 2015 bila dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis OJK, laba bank umum pada agustus anjlok 8,9% menjadi Rp 68,35 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 75,06 trliliun. Penurunan ini terjadi karena beban (beban bunga maupun beban operasional) lebih besar daripada pendapatan keduanya. Salah satu penyebabnya adalah Non Performing Loan (NPL) atau Non Performing Finance 3 3 (NPF) yang bertambah karena kondisi ekonomi yang kurang baik (‖sebuahcatatan-perbankan,‖2015). Sehat tidaknya kinerja keuangan perbankan dapat dilihat melalui kinerja profitabilitas suatu bank tersebut.
Menurut Nasser dan Aryati (2000) tingkat kesehatan bank dapat dinilai dari beberapa indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuanga bank yang bersangkutan. Berdasarkan laporan itu akan dapat dihitung sejumlah rasio yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kesehatan bank. Dalam peraturan tentang penilaian tingkat kesehatan bank terdapat perbedaan dari peraturan terdahulu dalam beberapa hal yang bersifat menyempurnakan. Pada peraturan sebelumnya yang dikeluarkan oleh bank Indonesia melalui Surat Keputusan Direksi BI No.30/277/KEP/DIR tahun 1997 dan Keputusan Direksi BI No.30/277/KEP/DIR tahun 1998 analisis CAMEL (Capital, Asset Quality, Management, Earning, Liquidity) ditetapkan sebagai panduan untuk menilai tingkat kesehatan bank. Hasil kesehatan bank yang dikatagorikan sebagai berikut: sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat. Rasio tersebut dapat digunakan sebagai indikator keuangan yang dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu periode tertentu. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan maka diikuti pula dengan meningkatnya risiko yang harus ditanggung oleh bank, maka bank Indonesia menambahkan faktor penilaian tingkat kesehatan perbankan dengan mengantisipasi risiko yang akan ditanggung oleh bank. Dalam peraturan yang 4 4 baru tersebut menambahkan faktor penilaian tingkat kesehatan perbankan dengan mengantisipasi risiko yang akan ditanggung oleh bank. Dalam peraturan yang baru tersebut ditambahkan faktor sensitivitas terhadap risiko pasar karena dianggap sangat pengting diperhitungkan dalam kehidupan perbankan saat ini. Atas dasar tersebut Bank Indonesia sebagai lembaga yang bertugas mengawasi dan menilai perbankan di Indonesia mengeluarkan peraturan Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April yang berisi tentang panduan dalam menilai tingkat kesehatan bank menggunakan analisis CAMELS (Capital, Asset Quality, Management, Earning, Liquidity, Sensitivity to Market Risk). Salah satu sumber utama indikator yang dijadikan dasar penilaian kinerja keuangan bank adalah laporan keuangan bank. Analisis rasio keuangan kemungkinan manajemen untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan poko pada trend jumlah, dan hubungan serta alasan perubahan tersebut. Menurut Nasser dan Ariyati (2000) hasil analisis laporan keuangan akan membantu menginterpretasikan berbagai hubungan kunci serta kecenderungan yang dapat memberikan dasar pertimbangan mengenai potensi keberhasilan perusahaan di periode mendatang. Informasi laporan keuangan ini akan lebih bermanfaat jika terdapat proses penguraian pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan sehingga mempunyai makna, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Meskipun laporan keuangan hanya menggambarkan pengaruh keuangan dari periode yang lalu, peranannya tetap sangat penting dalam proses 5 5 pengambilan keputusan, terutama keputusan yang berdampak terhadap perusahaan diperiode yang akan datang. Hal ini sangat sesuai dengan penyajian laporan keuangan, yaitu menyediakan informasi yang menyangkut posisi laporan keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disajikan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Salah satu informasi penting dalam keuangan adalah informasi laba. Informasi ini sangat penting karena laba dapat menjelaskan bagaimana kinerja keuangan perusahaan selama satu periode di periode yang lalu. Selain mempunyai fungsi intermediate dan fungsi spesifik lainnya, tujuan utama berdirinya bank adalah untuk mencapai profitabilitas, memaksimalkan laba, dan nilai perusahaan.
Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat profitabilitas adalah dengan mencermati laporan kinerja keuangan bank. Bank yang memiliki kinerja keuangan yang bagus menandakan bahwa bank tersebut dapan menghasilkan laba yang maksimal. Laba merupakan indikator yang penting dalam laporan kinerja keuangan perusahaan karena memiliki berbagai kegunaan. Laba pada umumnya digunakan untuk menilai kondisi perusahaan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Laba yang tinggi menunjukkan apakah perusahaan tersebut memiliki prospek yang bagus di masa mendatang, semakin tinggi probitabilitas yang dicapai suatu perusahaan maka semakin terjamin kelangsungan hidup perusahaan. Selain itu tingginya profitabilitas dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan bagi investor untuk menanamkan dananya. Apabila profitabilitas yang dihasilkan 6 6 tinggi maka investor akan beranggapan bahwa perusahaan tersebut memiliki perkembangan yang bagus sehingga modal yang ditanamkan dapat bertambah dan tingkat pengembalian investasi tinggi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi profitabilitas diantaranya Net Interest Margin (NIM), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan faktor-faktor lainnya (Putri dan Suhermin:2015). Berdasarkan penelitian dari hasil penelitian Aziz (2016) yang berjudul analisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Net Interest Margin (NIM), Financing to Deposit Ratio (FDR), biaya operasional terhadap pendapatan operasional terhadap profitabilitas pada bank syariah di Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier, uji hipotesi menggunakan t statistik,F-statistik, dan koefisien determinasi. Hasil penelitan menyatakan bahwa secara parsial CAR, FDR, BOPO tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan NPF, dan NIM berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan secara simultan CAR, NPF, NIM, FDR, BOPO berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Dari hasil penelitian Arifianto (2016) yang berjudul pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional pada Pendapatan Operasional (BOPO), Loan To Deposit Ratio (LDR)dan Net Interest Margin (NIM) terhadap profitabilitas bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alat analisis penelitian adalah analisis regresi linier berganda. menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap 7 7 profitabilitas, NPL berpengaruh negatif terhadap profitabilitas, BOPO berpengaruh negatif terhadap profitabilitas, LDR berpengaruh positif dan tidak signfikan terhadap profitabilitas, NIM berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas sudah banyak yang meneliti, namun banyak perbedaan dari hasil penelitian terdahulu. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti kembali pengaruh NPL, NIM, LDR, BOPO terhadap profitabilitas perbankan. Perbedaan penelitian yang akan dilakukan penelitian sebelumnya adalah variabel independen dimana variabel yang digunakan adalah NPL, NIM, LDR, dan BOPO. Sedangkan persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah salah satu variabel dependen yaitu profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas. Oleh karena itu peneliti mengangkat judul: “Pengaruh Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan To Deposit Ratio (LDR), dan Beban Operasional pada Pendapatan Operasionla (BOPO) Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015)”. 8
1.2  Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang diatas, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apakah Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015?
 2. Apakah Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015?
 1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan:
 1. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial pengaruh Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015. 2. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan pengaruh Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 9 9 terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi peneliti Penelitian ini merupakan pelatihan intelektual yang diharapkan dapat meningkatkan daya pikir ilmiah serta meningkatkan kompetensi keilmuan sebagai sarana untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas di perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.
2. Bagi akademisi Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan kajian dalam kegiatan penelitian selanjutnya dan sebagai kepustakaan dalam proses belajar dan mengajar dalam dunia pendidikan.
3. Bagi perusahaan Penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan kepada pihak yang berkepentingan pada perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia agar dalam pemanfaatannya terhadap laba dapat diperhitungkan lebih baik dan lebih optimal.
 1.5 Batasan Penelitian
Batasan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Adapun penelitian ini dibatasi oleh beberapa variabel NPL, NIM, LDR, dan BOPO, dan Variabel dependen penelitian ini adalah ROA

2. Penelitian ini dibatasi oleh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015 yang sudah dipublikasikan di www.idx.co.id.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Pengaruh Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan To Deposit Ratio (LDR), dan Beban Operasional Pada Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas: Studi kasus pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2013-2015Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD





Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment