Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Peranan kepemimpinan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai pada Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan

Abstract

INDONESIA:
Dalam suatu organisasi, faktor kepemimpinan memegang peranan yang penting karena pemimpin yang akan menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan suatu organisasi, maka perlu menggerakkan serta memantau pegawainya agar dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliknya. Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Seorang pemimpin perlu menegakkan disiplin dalam suatu organisasi yang dipimpinnya. Karena peraturan peraturan kedisiplinan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan kepada para pegawai dalam menciptakan tata tertib yang baik di dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan kepemimpinan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Yang menjadi objek penelitian ini adalah Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, dengan mengambil 6 Responden sebagai subyek penelitian. Peneliti menggunakan tenik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisis keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) peran kepemimpinan dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai pada dinas kopindag kabupaten Lamongan telah terlaksana dengan baik melalu pembinaan-pembinaan disiplin yaitu : memeberikan teladan kepemimpinan dengan bersikap disiplin, memberikan motivasi dan bimbingan kepada pegawai, dan melaksanakan penegakkan disiplin sesuai dengan prosedur-prosedur yang ada. (2) Di dalam penegakkan kedisiplinan pegawai seringkali terjadi hambatan yang di alami oleh pimpinan. Di dinas kopindag Lamongan pimpinan mendapati hambatan dalam menegakkan disiplin yaitu kurangnya kesadaran diri dan kurangnya tanggungjawab yang dimiliki para pegawai.
ENGLISH:
Leadership factors play an important role as a leader who will move the organization in achieving its objectives in an organization. In achieving the goals of an organization, it is necessary to mobilize and monitor its employees can develop the skills they have. Discipline is the key to the success of an organization in achieving its goals. A leader needs to enforce discipline within an organization they lead. The discipline rules are needed to give guidance to all employees in creating the discipline, both within the organization or outside. This study aimed to clarify the role of leadership in improving employee discipline.
This research method used qualitative approach with case studies. The object of this study was the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Lamongan, by taking 6 Respondents as research subjects. Researcher used data collection with techniques by observation, interviews, and documentation then analyzing the validity of the data using triangulation techniques.
The results of this study indicated that (1) a leadership role in improving employee discipline at the department of cooperatives Lamongan well implemented through training-coaching disciplines, namely: providing exemplary leadership by being disciplined, providing motivation and guidance to employees, and carrying out the enforcement of discipline in accordance with existing procedures. (2) In the enforcement of employee discipline was often a bottleneck experienced by the leadership, the leadership in the service kopindag Lamongan fund obstacles in enforcing discipline, namely a lack of self-awareness and a lack of responsibility owned by the employees
ARABIC:

في المنطمة، عوامل القيادة تلعب دورا هاما باعتبارها زعيما سوف تتحرك المنظمة في تحقيق أهدافها. لتحقيق أهداف المنظمة، فإنه من الضروري تعبئة ومراقبة موظفيها يمكن تطوير المهارات لديهم. الانضباط هو مفتاح نجاح المنطمة في تحقيق أهدافها. الزعيم يحتاج إلى فرض الانضباط في المنظمة التي يزعمها. بسبب قواعد الانضباط هناك حاجة لتوفير التوجيه للموظفين في خلق الانضباط الجيد في المنظمة. يهدف هذا البحث إلى توضيح دور القيادة في ترقية انضباط عمل الموظف.
ستخدمت الباحثة في هذ البحث المدخل النوعي بمنهج دراسة الحالة. وموضوع البحث هو إدارة التعاونيات والصناعة والتجارة لامونجان، باتخاذ ۶ المشاركون كمواضيع البحث. واستخدمت الباحثة تقنيات جمع البيانات عن طريق الملاحظة والمقابلات والوثائق ثم تحليل صحة البيانات باستخدام تقنيات التثليث.
تشير نتائج هذا البحث إلى أن (۱) دور القيادة في ترقية انضباط عمل الموظف في إدارة التعاونيات والصناعة والتجارة لامونجان تنفيذها بشكل جيد من خلال تدريبات الانضباط، وهي: توفير القيادة المثالية التي يجري منضبطة، وتوفير التحفيز والتوجيه للموظفين، وتنفيذ تطبيق الانضباط وفقا لالإجراءات القائمة. (۲) في تطبيق انضباط الموظف في كثير من الأحيان عنق الزجاجة التي يمر بها القيادة، والقيادة في إدارة التعاونيات والصناعة والتجارة لامونجان تجد عقبات في فرض الانضباط، وهي عدم وجود الوعي الذاتي وانعدام المسؤولية مملوكة من قبل الموظفين.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Konteks Penelitian
 Organisasi merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat hubungan kerja sama antar sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi tersebut, biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung. Salah satu faktor pendukung keberhasilan suatu organisasi itu adalah dengan adanya manajemen sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia menjadi kekayaan yang paling penting yang dimiliki oleh organisasi. Dengan melihat pentingnya sumber daya manusia dalam setiap kegiatan organisasi, pada era globalisasi ini dengan teknologi yang sudah sangat berkembang pesat, menuntut sumber daya manusia dalam pelaksanaan kegiatan organisasi diperlukan seseorang yang memiliki kemampuan yang terampil dibidangnya, memiliki kemauan yang besar, memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi, memiliki sikap yang bertanggung jawab, menghargai waktu, memiliki semangat tinggi dalam bekerja, dapat melaksanakan kewajibannya untuk kepentingan organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa pentingnya peran SDM tidak mungkin dipisahkan dari tujuan perusahaan atau intansi, baik pemerintah maupun 2 swasta. Salah satu bentuk optimalisasi pengelolaan SDM adalah peran kepemimpinan. Sutrisno (2009:213) dalam suatu organisasi, faktor kepemimpinan memegang peranan yang penting karena pemimpin itulah yang akan menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuan. Dalam artikel (Sayidiman Suryohadiprojo, Membangun Disiplin dari Pemimpin : 2014 ) Seorang dapat dinamakan “pemimpin” kalau ia menunjukkan kemampuan menjalankan kepemimpinan, yaitu kemampuan memotivasi dan mengajak orang-orang lain menjalankan sesuatu yang menjadi kepentingan bersama. Karena tidak semua atasan atau komandan dalam lingkungan militer adalah pemimpin. Hanya mereka yang memenuhi kriteria ini yang dapat dinamakan pemimpin. Menurut Roberrt dan Daniel (1977) dalam Sutarto (2012:18) “leadership,…,may be defined as a way of stimulating and motivating subordinates to accomplish assigned tasks”. Kepemimpinan,…,dapat diartikan sebagai cara membangkitkan semangat dan mendorong bawahan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diserahkan. Sedangkan menurut Gibson dkk (1977:p.334) dalam Hadari Nawawi (2003:21) mengatakan “kepemimpinan adalah upaya menggunakan berbagai jenis pengaruh yang bukan paksaan untuk memotivasi anggota organisasi agar mencapai tujuan tertentu”. Almitraf (2015:65) untuk mencapai tujuan yag telah ditetapkan oleh suatu organisasi, maka perlu menggerakkan serta memantau pegawainya agar dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliknya. Kedisiplinan 3 adalah kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Dengan disiplin yang baik berarti pegawai sadar dan bersedia mengerjakan semua tugasnya dengan baik sehingga ada tinggi harapan pegawai mempunyai prestasi kerja yang bagus. Seorang pemimpin perlu menegakkan disiplin dalam suatu organisasi yang dipimpinnya. Organisasi tanpa disiplin seperti salah satu grombolan orang yang tidak jelas arah tujuannya. Walaupun anggota organisasi itu sudah tergerak motivasinya dan bersedia untuk bersama-sama melaksanakan usaha untuk mencapai tujuan bersama, namun jika tidak disertai dengan disiplin yang kuat, tidak ada jaminan bahwa semangat mereka akan menciptakan hasil yang sesuai dengan yang dituju. Karena itu kewajiban seorang pemimpin untuk menimbulkan kesadaran dan kehendak pada anggotanya untuk mempunyai disiplin yang kuat. Untuk itu pemimpin sangat perlu menegakkan dan memelihara disiplin kerja yang mampu bersikap dan berperilaku bijaksana dan juga konsekwen dalam memberikan sanksi atau hukuman bagi setiap pegawai/anggota organisasi yang melanggar peraturan-peraturan organisasi. Seorang pemimpin dilingkungan organisasi harus dapat menunjukkan sikap perilaku yang baik agar dapat menjadi teladan disiplin yang baik bagi para pegawainya. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan tidak hanya semata-mata dalam hal pekerjaan pegawai, melainkan hal yang perlu di perhatikan adalah kedisiplinan yang telah diterapkan kepada pegawainya, apakah sudah dilakukan dengan baik atau tidak. Karena disamping kinerja pegawai yang 4 efektif dan efisien, salah satu komponen yang menjadi tercapainya tujuan suatu organisasi yaitu kedisiplinan dari pegawai organisasi itu sendiri. Untuk mencpai tujuan yang sudah ditetapkan oleh suatu organisasi, maka pemimpin perlu menggerakan pegawai serta memantau pegawainya agar dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki pegawainya. Menurut Theo Haimann (1982, p.326) dalam Hadari Nawawi (2003:330) mengatakan bahwa “disiplin adalah suatu kondisi yang tertib, dengan anggota organisasi yang berperilaku sepantasnya dan memandang peraturan-peraturan organisasi sebagai perilaku yang dapat diterima”. Disiplin dapat dikatakan baik apabila karyawan/anggotaa organisasi secara umum mengikuti aturan-aturan organisasi. Dengan menerapkan disiplin yang baik berarti pegawai itu sadar akan kewajibannya dan bersedia mengejakan tugasnya dengan baik, sehingga ada harapan yang tinggi untuk pegawaai menpunyai perstasi kerja yang bagus dan mendorong semangat kerja yang tinggi untuk terwujudnya tujuan organisasi.
Almitraf (2015:66) untuk tercapainya disiplin kerja pegawai, hal ini tidak lepas dari pengaruh Pimpinan Dalam Organisasi, peran Pimpinan sangat sentral sebagaimana yang dikemukakan oleh Siagian (1982:36) “Bahwa sukses tidaknya seseorang dalam melakukan tugas kepemimpinannya, tidak saja ditentukan oleh keterampilan teknis yang dimiliknya, namun juga di tentukan oleh keahlian dalam menggerakan bawahan untuk bekerja”. Dengan kata lain seorang pemimpin harus memperhatikan disiplin kerja pegawainya dengan mengingat pentingnya disiplin kerja dalam diri pegawai saat bekerja 5 yang berujung pada proses pencapian tujuan organisasi tersebut. Maka pada Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan ini dalam menegakkan dan melaksanakan kedisiplinan bagi para pegawainya telah mentapkan standar peraturan kedisiplinan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010. Peraturan kedisiplinan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan kepada para pegawai dalam menciptakan tata tertib yang baik di dalam organisasi, sebab kedisiplinan dalam suatu organisasi dikatatakan baik apaila pegawainya menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Karenanya setiap pemimpin selalu berusaha agar para pegawainya mempunyai disiplin yang baik, Hasibuan (2002: 193) disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorag terhadap tugas-tugas yang telah diberikan kepadanya, hal ini akan mendorong semangat kerja dan juga terwujudnya tujuan suatu organisasi. Oleh karena itu, setiap manajer akan selalu berusaha agara para bawahannya mempunyai perilaku disiplin yang baik. seorang pemimpin dapat dikatakan efektif dalam kepemimpinananya apabila para bawahannya menerapkan kedisiplinan dengan baik. Untuk memelihara dan mengenegakkan kedisiplinan yang baik adalah suatu hal yang sulit, karena akan terdapat banyak faktor yang akan mempengaruhinya.
Berdasarkan pengamatan langsung yang dilakukan oleh penulis pada saat kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) berlangsung pada tanggal 22 juni – 28 juli 2015 di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten 6 Lamongan, penulis melihat bahwa disiplin pegawai di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan yang disiplinnya sudah cukup baik. Tabel 1.1. Prosentase kedisiplinan Pegawai No Prosentase Klasifikasi 1 1 ˗ 25 % Tidak disiplin 2 26 - 50 % Cukup disiplin 3 51 - 75% Disiplin 4 76 - 100% Sangat disiplin Berdasarkan hasil analisis data absensi dari laporan tribulan ( Januari s/d Maret 2016 ) kehadiran PNS dalam pelaksanaan apel pagi di dinas kopindag diketahui 14 % izin, dan 12% alfa, jadi jumlah dari keseluruhan prosentase adalah 26%. Dapat dikategorikan disiplin di dinas kopindag masih cukup disiplin. Berdasarkan latar belakan dan pengamatan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA DINAS KOPERASI, INDUSTRI DAN PERDAGANGAN KABUPATEN (DINAS KOPINDAG) KABUPATEN LAMONGAN”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana peran kepemimpinan dalam meningkatkan kedisiplinan pada Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan kabupaten lamongan?
2. Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kedisplinan pada Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan kabupaten lamongan?
 1.3 Tujuan Penelitian
 1. Untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan dalam meningkatkan kedisiplinan pada Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan kabupaten lamongan.
2. Untuk mendeskripsikan apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kedisiplinan pada Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan kabupaten lamongan.
 1.4 Manfaat Penelitian
 Manfaat penelitian ini adalah :
 1. Bagi Peneliti Untuk memperluas wawasan, pengetahuan dan pengalaman ke dalam bidang yang sesungguhnya. Sebagai aplikasi ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Untuk memperoleh pengalaman praktis, pengetahuan dan penambahan wawasan
 2. Bagi Lembaga Akademik Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan, terutama yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan peranan kepemimpinan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai.
3. Bagi Instansi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan tentang peningkatan disiplin kerja kepada pihak instansi. 1.5 Batasan Masalah Agar penelitian lebih fokus dan tidak meluas dari pembahasan yang dimaksud dalam skripsi ini, penulis membatasinya pada ruang lingkup penelitian yaitu tentang disiplin dalam jam kerja dan kepemimpinan transformasional. Hal ini didasarkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan sebuah proses di mana para pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri ketingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi dengan mencoba menimbulkan kesadaran para pengikut dengan menyerukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai-niali moral seperti kemerdekaan, keadilan dan kemanusiaan, bukan didasarkan atas emosi seperti keserakahan, kecemburuan atau kebencian. Kepemimpinan transformasional berkaitan dengan nilai-nilai yang relevan bagi proses perubahan, seperti kejujuran, keadilan dan tanggung jawab.


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Peranan kepemimpinan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai pada Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan Kabupaten LamonganUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment