Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis portofolio optimal saham syariah dengan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan: Studi pada Jakarta Islamic Index tahun 2011-2014


bstract

INDONESIA:
Portofolio merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengurangi risiko sekuritas melalui diversifikasi. Portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saham-saham yang dapat membentuk protofolio optimal dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda, dan korelasi konstan, mengetahui tingkat resiko dan return yang terbentuk serta melakukan uji beda.
Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indeks JII periode tahun 2011-2014. Penarikan sampel dilakukan dengan kriteria purposive sampling. Perusahaan yang berturut-turut masuk ke dalam periode penelitian dan yang memiliki laporan keuangan lengkap, berjumlah 14 sampel perusahaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data regresi linier berganda dan independent sample test dengan alat bantuan SPSS 16.
Pada perhitungan portofolio saham syariah dengan menggunakan metode indeks tunggal dan metode korelasi konstan terdapat 7 saham yang tergolong kandidat portofolio yaitu saham CPIN, saham ASRI, saham UNVR, saham LPKR, saham SMGR, saham INTP, saham KLBF. Sedangkan hasil portofolio dengan model indeks ganda terdapat 2 saham yang tergolong kandidat portofolio yaitu saham saham TLKM dan UNVR. Hasil uji beda pada nilai return portofolio model indeks ganda terdapat perbedaan dengan model indeks tunggal dan korelasi konstan, karena terdapat perbedaan variabel yang digunakan dalam model indeks ganda. Sedangkan hasil uji beda pada nilai resiko portofolio model indeks tunggal, indeks ganda, dan korelasi konstan terdapat perbedaan yang signifikan karena variabel yang menjadi acuan pada masing-masing model portofolio berbeda.
ENGLISH:
Portfolio is a way used to reduce security risks through diversification. The selected investor portfolio is a portfolio that fits the investor preference towards returns and the risks that are willing to bear. The purpose of this study was to determine the stocks that can form the optimal portfolio by using single index model, multi index, and constant correlation, determine the level of risk and return that form and perform different tests.
The population in this study is a company registered in JII Index 2011-2014 period. Sampling was done by purposive sampling criteria. Companies that successively entered into the study period and who has the complete financial statements, amounted to 14 sample companies. This research is a quantitative study using data analysis techniques multiple linear regression and independent sample test by means of SPSS 16.


In the calculation of sharia stock portfolio using single index and constant correlation methods are 7 stocks that are categorized as a candidate portfolio which CPIN stocks, stock ASRI, UNVR, stock LPKR, SMGR, INTP, stock KLBF. While the results of the portfolio with a multi index model there are two stocks that are categorized as candidate portfolio is stock TLKM and UNVR. Test results depending on the value of portfolio return multi index model there is a difference with a single index model and constant correlation, because there are differences in the variables used in the model double index. While the test results depending on the value of the portfolio risk single index model, multi index index, and constant correlation there were significant differences for the variable which is used in each model is different portfolios.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Investasi dapat dilakukan pada real assets maupun financial assets. Investasi pada real assets meliputi pembelian tanah, emas, mesin, dan bangunan. Sedangkan investasi pada financial assets meliputi deposito, saham, dan obligasi. Investor melakukan investasi dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan tingkat risiko tertentu. Seorang investor akan menanamkan modalnya di bidang usaha yang mempunyai prospek bisnis yang baik. Investor bisa memanfaatkan keberadaan pasar modal untuk berinvestasi. Pasar modal menghubungkan pembeli dan penjual untuk menginvestasikan dananya pada berbagai pilihan sekuritas yang ada. Perkembangan fasilitas investasi dan terbukanya akses informasi data memudahkan para investor dalam mengambil keputusan investasi. Investor dapat mengakses data real time dan perkembangan dunia keuangan melalui jaringan internet (Suryanto, 2013). Salah satunya adalah investasi syariah yang telah diakomodasi oleh pasar modal sebagai salah satu instrumen berinvestasi dalam bentuk indeks saham sesuai dengan prinsip syariah. Jakarta Islamic Index atau yang biasa disebut JII adalah salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung indeks harga rata-rata saham untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. Pembentukan JII tidak lepas dari kerja sama antara PT Bursa Efek Jakarta dengan PT Danareksa Invesment Management (PT DIM). 2 JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 Juli 2000. Pembentukan instrumen syariah ini untuk mendukung pembentukan Pasar Modal Syariah yang kemudian diluncurkan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003. Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk melakukan investasi di bursa efek. JII juga diharapkan dapat mendukung proses transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia. Berikut adalah data perkembangan saham syariah di Indonesia: Gambar 1.1 Perkembangan Saham Syariah Sumber: www.ojk.co.id Dari gambar 1.1 dapat dilihat bahwa perkembangan saham syariah di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya.. JII menjadi jawaban atas keinginan investor yang ingin berinvestasi sesuai syariah. Dengan kata lain, JII 3 menjadi pemandu bagi investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah tanpa takut tercampur dengan dana ribawi. Selain itu, JII menjadi tolak ukur kinerja dalam memilih portofolio saham yang halal. Dalam melaksanakan suatu investasi, Fabozzi (2000) mengatakan bahwa analisis investasi sering menghadapi masalah yaitu tentang penaksiran risiko yang dihadapi investor. Investor yang rasional akan menginvestasikan dananya dengan memilih saham yang efisien, yang memberi return maksimal dengan risiko tertentu atau return tertentu dengan risiko minimal. Teori keuangan menjelaskan bahwa bila risiko investasi meningkat maka tingkat keuntungan yang disyaratkan investor semakin besar. Untuk mengurangi kerugian/ risiko investasi maka investor dapat berinvestasi dalam berbagai jenis saham dengan membentuk portofolio. Pengembalian dan risiko memiliki hubungan yang sangat erat dimana semakin besar tingkat pengembalian yang diharapkan maka semakin besar pula tingkat risiko yang dihadapi, jadi antara pengembalian dan risiko tidak dapat dipisahkan. Risiko saham secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk). Risiko investasi yang dapat dihindari melalui diversifikasi saham dengan membentuk portofolio optimal adalah risiko tidak sistematis sedang risiko sistematis tidak dapat dihindari. Untuk membentuk portofolio optimal, model-model yang bisa digunakan adalah Model Indeks Tunggal, Indeks Ganda dan Model Korelasi Konstan. Tandelilin (2010:302) mengatakan bahwa Sharpe (1963) mengembangkan Model 4 Indeks Tunggal dengan angka yang menjadi acuan adalah ERB (excess return to beta). Metode Indeks Ganda lebih berpotensi dalam upaya untuk mengestimasi expected return, standar deviasi, dan kovarians efek secara akurat dibandingkan single-index model. Pengambilan aktual efek tidak hanya sensitif terhadap perubahan IHSG, artinya terdapat kemungkinan adanya lebih dari satu factor yang dapat mempengaruhinya. Sedangkan Model Korelasi Konstan pada intinya menggunakan asumsi bahwa koefisien korelasi (ρ) konstan dari tiap pasang saham. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam Model Korelasi Konstan antara lain koefisien korelasi antar aset konstan, tersedia aset bebas risiko, dan short selling tidak diizinkan. Model Korelasi Konstan menggunakan nilai ERS (excess return to standard deviation). Nilai ERS menggambarkan kemiringan garis yang menghubungkan saham yang berisiko dengan bunga bebas risiko. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suryanto (2013) menggunakan model indeks tunggal maupun model korelasi konstan dalam pembentukan portofolio optimal saham PEFINDO25 periode Agustus 2011- Juli 2012. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa model Indeks Tunggal menghasilkan 6 saham yang membentuk portofolio optimal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata kinerja portofolio optimal menggunakan model Indeks Tunggal dan kinerja portofolio optimal menggunakan model Korelasi Konstan. Eko (2008) menggunakan model indeks tunggal maupun model korelasi konstan dalam pembentukan portofolio optimal saham LQ 45 periode tahun 2002-2007. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa investor harus mengalokasikan dana terbesarnya pada 5 Saham TLKM, sedangkan portofolio optimal yang dibentuk dengan menggunakan model korelasi konstan memiliki kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan portofolio optimal yang dibentuk dengan menggunakan model indeks tunggal. Sukarno (2007) menggunakan metode indeks tunggal di Bursa Efek Jakarta periode 2004-2006, hasil penelitiannya 14 saham yang menghasilkan portofolio optimal. Dari hasil uji beda hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara return 14 saham kandidat dengan return 19 saham non kandidat portofolio. Bekhet dan Matar (2012) menggunakan metode indeks tunggal dan Markowitz pada saham yanglisting di ASE (Amman Stock Exchange). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode yang diuji dan jumlah saham dalam portofolio tidak mempengaruhi hasil ketika membandingkan dua model portofolio. Kamil (2004), menggunakan metode indeks tunggal pada saham KLSE (Kuala Lumpur Stock Exchange). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan analisis harian, diperoleh 5 saham yang menghasilkan portofolio optimal, sedangkan yang menggunakan analisis mingguan menghasilkan 2 saham. Endayani dan Nora (2012) menggunakan model indeks ganda pada saham LQ45 periode 2007-2011 menunjukkan bahwa dari perhitungan terhadap 15 saham anggota sampel, hasilnya menunjukkan hanya enam saham yang mempunyai nilai excess return to beta lebih besar dari nilai cut-of-rate(Ci) dan menjadi kandidat portofolio. 6 Fawzan (2014) menggunakan indeks ganda pada saham JII periode 2008- 2012 menunjukkan bahwa dari perhitungan terhadap 10 saham anggota sampel, hasilnya menunjukkan hanya 5 saham yang mempunyai nilai excess return to beta lebih besar dari nilai cut-of-rate(Ci) dan menjadi kandidat portofolio, Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Optimalisasi Portofolio Saham Syariah Dengan Model Indeks Tunggal, Indeks Ganda Dan Korelasi Konstan. (Studi Kasus Pada Jakarta Islamic Index Tahun 2011-2014)”
 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka dapat diidentifikasi berbagai jenis masalah sebagai berikut :
 1. Apa sajakah saham-saham syariah yang membentuk portofolio optimal dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan?
 2. Apakah ada perbedaan tingkat return portofolio yang dibentuk dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan? 
3. Apakah ada perbedaan tingkat risiko portofolio yang dibentuk dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan? 7 1.3 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui kombinasi saham apa saja yang dapat membentuk portofolio optimal dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan. 2. Menganalisis perbedaan tingkat return portofolio yang dibentuk dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan. 3. Menganalisis perbedaan tingkat risiko portofolio yang dibentuk dengan menggunakan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan. 1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi Investor Agar investor mengetahui model mana yang paling baik dalam melakukan portofolio saham dan model yang menghasilkan return paling tinggi diantara model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan. 2. Bagi penelitian selanjutnya Agar penelitian selanjutnya mengetahui langkah-langkah yang diambil untuk melakukan portofolio saham dan memperhatikan variabel-variabel yang digunakan dalam melakukan portofolio.
 3. Bagi perusahaan Agar perusahaan terus meningkatkan kinerja perusahaan agar investor memilih perusahaannya untuk melakukan portofolio saham. 
 1.5 Batasan Penelitian Adapun batasan penelitian ini terdapat pada jangka waktu penelitian selama kurun waktu tahun 2011-2014 dan objek penelitian pada Jakarta Islamic Index yang merupakan saham syariah. Karena untuk memberi akses para investor yang tidak menginginkan adanya riba atau gharar pada investasi yang dijalankannya.


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Analisis portofolio optimal saham syariah dengan model indeks tunggal, indeks ganda dan korelasi konstan: Studi pada Jakarta Islamic Index tahun 2011-2014Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment