Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi: Studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2012-2015

Abstract

INDONESIA:
Nilai perusahaan adalah salah satu tolak ukur untuk menilai bagaimana fungsi-fungsi manajemen dilakukan, jika saham suatu perusahaan tinggi maka semakin tinggi pula tingkat penerimaan para pemilik perusahaan. Nilai perusahaan merupakan presepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan, pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan, mengetahui ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi nantinya akan dapat memoderasi atau tidak leverage terhadap nilai perusahaan dan mengetahui ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi nantinya akan dapat memoderasi atau tidak pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2012-2015.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian sejumlah 9 perusahaan yang terdaftar di JII selama periode 2012-2015. Sedangkan teknik sampel yang digunakan di dalam penelitian ini teknik purposive sampling. Penentuan teknik sampel pada penelitian ini didasarkan pada beberapa kriteria. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder Analisis data yang digunakan dengan menggunakan model uji Partial Least Square (PLS) dengan alat bantu software SmartPLS versi 2.0.m3.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), profitabilitas (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV) dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Secara moderasi, ukuran perusahaan mampu memoderasi secara negatif (memperlemah) hubungan leverage (DER) terhadap nilai perusahaan (PBV) dan hubungan profitabilitas (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV).
ENGLISH:
The value of the company is a benchmark for assessing how management functions performed, if a company's stock higher, the higher the level of acceptance of the owners of the company. The value of the company is an investor perception of the level of success of the company that is closely related to its stock price. The purpose of this study was to determine the effect of leverage on firm value, influence the profitability of the company's value, the effect of firm size on firm value, determine the size of the company as a moderating variable will be moderate or no leverage on the value of the company and know the size of the company as a moderating variable later will be able to moderate or no effect on the profitability of the enterprise value of companies listed in the Jakarta Islamic Index 2012-2015 year.
This study uses a quantitative research study sample are 9 companies listed in JII during the period 2012-2015. While the sampling technique used in this research is purposive sampling technique. The determination technique of sampling in this study was based on several criteria. The data used is secondary data analysis of the data used to test the model using Partial Least Square (PLS) with software tools SmartPLS 2.0.m3 version.

The results of this study indicate that leverage (DER) a significant negative effect on firm value (PBV), profitability (ROE) and a significant positive effect on firm value (PBV) and the size of the company and no significant positive effect on firm value (PBV). In moderation, the size of the companies able to moderate negatively (weaken) relationships leverage (DER) to firm value (PBV), and relationship profitability (ROE) to firm value (PBV).




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Masalah Pada era modern ini banyak terdapat perusahaan yang bergerak di berbagai macam sektor yang bersaing sangat ketat. Pada dasarnya setiap perusahaan yang didirikan bertujuan untuk mendapatkan laba. Dan tentunya perusahaan menginginkan laba yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu perusahaan perlu menjamin nilai perusahaannya tumbuh secara berkelanjutan. Saat ini informasi keuangan yang hanya dalam bentuk laba saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan perusahaan. Perusahaan perlu memberikan informasi lain yang dibutuhkan oleh stakeholder dalam hal pengambilan keputusan (Hastuti, 2014). Strategi untuk memenangkan pasar menjadi hal yang mutlak bagi setiap perusahaan. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, banyak perusahaan dalam rangka mengembangkan usahanya melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan modal. Perusahaan sangat membutuhkan tambahan modal untuk mendorong kinerja operasional perusahaan. Salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan modal adalah dengan menawarkan kepemilikan perusahaan tersebut kepada masyarakat atau public (go public). Perusahaan berusaha untuk mendapatkan tambahan modal tentunya untuk memenuhi tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba atau keuntungan dan memaksimalkan nilai perusahaan yang dapat dilakukan melalui peningkatan kemakmuran para pemilik atau pemegang 2 saham. Laba yang tidak menunjukkan informasi yang sebenarnya tentang kinerja manajemen dapat menyesatkan pihak pengguna laporan keuangan. Jika laba seperti ini digunakan oleh investor untuk membentuk nilai pasar perusahaan, maka laba tidak dapat menjelaskan nilai pasar perusahaan yang sebenarnya. Nilai perusahaan merupakan presepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya (Soejoko dan Soebiantoro,2007). Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa mendatang (Hermuningsih, 2013). Nilai perusahaan dapat di ukur dari suatu ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang. Dengan demikan, penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan dapat mencerminkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan juga dapat di ukur dengan PBV (Price to Book Value), yaitu perbandingan antara harga saham dengan nilai buku per saham atau book value per share (Sundjaja dan Berlian, 2002:109). Indikator price book value (PBV) digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan, semakin tinggi rasio tersebut semakin berhasil perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang saham, dengan mengetahui rasio PBV, investor bisa mengidentifikasi saham mana yang harganya wajar, undervalued, dan overvalued. Penggunaan PBV sebagai proksi yang mewakilkan nilai perusahaan juga digunakan pada sebagian besar penelitian yang menggunakan nilai perusahaan dalam variabel penelitiannya dan PBV ini merupakan rasio yang sudah secara luas dipakai di berbagai analisis sekuritas dunia. 3 Menurut Analisa (2011), nilai perusahaan dapat pula dipengaruhi oleh besar kecilnya profitabilitas yang dihasilkan oleh perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas sendiri merupakan rasio dari efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari penjualan dan investasi. Rasio yang meningkat menunjukkan bahwa kinerja manajemen meningkat dalam mengelola sumber dana pembiayaan operasional efektif untuk menghasilkan laba bersih ( profitabilitas meningkat). Jadi, dapat dikatakan bahwa selain memperhatikan efektivitas manajemen dalam mengelola investasi yang dimiliki perusahaan, investor juga memperhatikan kinerja manjemen yang mampu mengelola sumber dana pembiayaan secara efektif untuk meciptakan laba bersih yang maksimum. Sehingga investor dapat melihat seberapa efisien perusahaan menggunakan asset dan seberapa aktif perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya untuk menghasilkan keuntungan yang menjadi tujuan sebuah perusahaan (Kusumajaya,2011). Suatu perusahaan untuk dapat melangsungkan aktivitas operasinya, haruslah berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable). Tanpa adanya keuntungan akan sulit bagi perusahaan untuk menarik modal dari luar. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan memberikan indikasi prospek perusahaan yang baik sehingga dapat memicu investor untuk ikut meningkatkan permintaan saham. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diukur dengan return on equity (ROE). Return on equity (ROE) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih untuk 4 pengembalian ekuitas terhadap pemegang saham. ROE menunjukkan keuntungan yang akan dinikmati oleh pemilik saham. Adanya pertumbuhan ROE menunjukkan prospek perusahaan yang semakin baik karena berarti adanya potensi peningkatan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Hal ini ditangkap oleh investor sebagai sinyal positif dari perusahaan sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor serta akan mempermudah manajemen perusahaan untuk menarik modal dalam bentuk saham. Apabila terdapat kenaikkan permintaan saham suatu perusahaan, maka secara tidak langsung akan menaikkan harga saham tersebut di pasar modal. Nilai perusahaan juga bisa dihubungankan dengan kebijakan hutang perusahaan (leverage). Leverage adalah salah satu alat yang dipergunakan perusahaan untuk meningkatkan modal mereka dalam rangka meningkatkan keuntungan (Singapurwoko, 2011). Dalam meningkatkan keuntungan, maka mereka memerlukan leverage. Karena leverage merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa jauh perusahaan menggunakan pendanaan utang. Namun, rasio hutang yang tinggi akan meningkatkan ancaman kebangkrutan untuk menjadi lebih berhati-hati dan tidak menghambur-hamburkan uang para pemegang saham.
Kebanyakan pengambil alihan perusahaan dan pembelian melalui hutang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dengan mengurangi arus kas bebas yang tersedia bagi para manajer (Brigham & Houston, 2004:96). Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Leverage di dalam penelitian ini memiliki fungsi positif yaitu dapat mendongkrak posisi keuangan perusahaan, lebih tepatnya leverage berguna 5 untuk mendongkrak kemampu-labaan perusahaan. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity (DER). DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin besar struktur modal yang berasal dari hutang digunakan untuk mendanai ekuitas yang ada, seperti yang dikemukan oleh Warren et al. (dalam Mahendra, 2011:6) menyatakan bahwa semakin kecil rasio DER, semakin baik kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi yang buruk. Rasio DER yang kecil menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Salah satu teori yang menjelaskan tentang utang adalah teori trade-off, teori ini menjelaskan bahwa semakin tinggi perusahaan melakukan pendanaan menggunakan hutang maka semakin besar pula risiko mereka untuk mengalami kesulitan keuangan karena membayar bunga tetap yang terlalu besar bagi para debtholders setiap tahunnya dengan kondisi laba bersih yang belum pasti (Brigham & Houston, 2004:86). Berdasarkan teori tersebut, semakin besar hutang sebuah perusahaan maka akan semakin besar pula risiko kebangkrutan yang akan mereka hadapi. Namun dewasa ini, banyak perusahaan yang mengabaikan tentang teori tersebut, bahkan mereka lebih memilih untuk memperbesar proporsi hutang sebagai alternatif mereka agar bisa terus berkembang. Salah satu faktor yang juga mempengaruhi nilai perusahaan yaitu ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan suatu indikator yang menunjukkan kekuatan finansial perusahaan. Ukuran perusahaan adalah rata–rata total penjualan bersih untuk tahun yang bersangkutan sampai beberapa tahun. Dalam hal ini 6 penjualan lebih besar daripada biaya variabel dan biaya tetap, maka akan diperoleh jumlah pendapatan sebelum pajak. Sebaliknya jika penjualan lebih kecil daripada biaya variabel dan biaya tetap maka perusahaan akan menderita kerugian (Brigham dan Houston:2001).Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Karena semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Suatu ukuran perusahaan dapat diukur melalui penjualan bersihnya menurut Brigham dan Houston (dalam Widianto, 2011:44), dan juga dapat dicerminkan dari total asset yang dimilikinya pada neraca akhir tahun menurut Sujoko dan Soebiantoro (dalam Sulistiono, 2010:37). Perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang besar tentu akan mudah dikenali oleh masyarakat, dan dianggap memiliki keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang kecil. Hal ini mengakibatkan masyarakat akan percaya terhadap produk dan jasa yang dipasarakan oleh perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang besar,
dengan hal ini akan dapat meningkatkan penjualan perusahaan sehingga profitabilitas perusahaan meningkat, dan kesejahteraan pemegang saham yang menjadi tolak ukur nilai perusahaan akan meningkat. Dengan ukuran perusahaan yang tinggi perusahaan memiliki total asset yang tinggi yang dapat memudahkan mendapatkan biaya operasional berupa hutang sehingga diperkirakan ukuran perusahaan dapat meningkatkan leverage yang dapat mengakibatkan tingginya tingkat resiko perusahaan. 7 Dewasa ini, sebagian investor lebih tertarik dengan produk- produk syariah, hal tersebut dikarenakan perkembangan pasar modal syariah dilengkapi dengan perangkat peraturan, ketentuan, pedoman, serta landasan hokum yang jelas. Pasar modal syariah sendiri merupakan sebuah kegiatan dalam pasar modal sebagaimanayang diatur dalam UUPM (Undang-Undang Penanaman Modal) yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, pasar modal syariah bukanlah suatu sistem yang terpisah dari sitem pasar modal secara keseluruhan. Pasar modal syariah biasanya dikenal dengan perusahaan yang terdaftar di JII (http://www.bapepam.go.id/syariah/introduction.html). Gambar 1.1 Pergerakan Indeks JII Tahun 2012-2015 Sumber : www.infovesta.com Gambar 1.1 diatas menunjukkan bahwa pergerakan indeks Jakarta Islamic Index mengalami kenaikan mulai dari tahun 2012, dan sempat menurun di akhir 8 tahun 2013. Namun, pada pertengahan tahun 2014 kembali bergerak naik hingga tahun 2015. Berkembangnya pasar modal syariah akan mengakomodir kebutuhan umat Islam di Indonesia yang ingin melakukan investasi di produk-produk pasar modal yang sesuai dengan prinsip dasar syariah. Perkembangan pasar modal syariah menunjukkan kemajuan seiiring dengan meningkatnya indeks Jakarta Islamic Index (JII). Pertumbuhan pasar modal syariah mulai meningkat dari tahun ke-tahun (www.finance.detik.com). Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai katagori masing-masing, termasuk yang tergabung di dalam Jakarta Islamic Indeks (JII). Pasar modal Jakarta Islamic Indeks yaitu pasar modal yang menggunakan prinsip, prosedur, asumsi, sekaligus instrumentasi, dan aplikasi bersumber AlQuran dan Sunnah Achsien (dalam Fidiana, 2009). Jakarta Islamic Indeks dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolak ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Melalui indeks ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuitas secara syariah (Fidiana, 2009). Keunikan dari JII adalah indeks pasar modal yang berbasis syariah yang dioperasikan padaperdagangan reguler atas panduan dari Dewan Syariah Nasional MUI. Indeks harga saham yang baik adalah indeks yang dapat merepresentasikan dan merespon dengan akurat setiap pergerakan IHSG keseluruhan. Setiap indeks mempunyai track record dan kinerjanya masing-masing, namun secara umum 9 terdapat kemiripan (similar) pola satu indeks dengan lainnya. Begitu pula dengan indeks JII yang mewakili pasar modal melalui 30 saham syariah. Alasan penulis memilih objek penelitian Jakarta Islamic Index karena JII merupakan indeks saham perusahaan yang memenuhi yang memenuhi kriteria investasi di pasar modal berdasarkan system Syariah Islam sehingga mendapatkan perhatian yang cukup besar terhadap kebangkitan ekonomi Islam saat ini. Sahamsaham tersebut juga merupakan saham-saham dengan kapitalisasi besar sehingga penelitian terhindar dari potensi penggunaan saham tidur. Beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya terdapat inkosistensi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Hermuningsih (2013) dan Analisa (2011) yang sama-sama menyatakan bahwa, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Analisa (2011) menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun di penelitian Sari dan Abundanti (2013) dan Utama (2016) dinyatakan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan Analisa (2011) ukuran perusahaan dinyatakan berhubungan positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun dalam penelitian Fau (2013) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan tidak dapat diterima. Penelitian Caroline Thesman dan Juniarti (2014) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. 10 Menurut Mahdaleta (2016) dan Utama (2016) ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Namun dalam penelitian Suci (2014) ukuran perusahaan secara signifikan memperkuat hubungan leverage terhadap nilai perusahaan. Dari sini peneliti menemukan kesenjangan hasil penelitian dari penelitian terdahulu mengenai ukuran perusahaan sebagai moderasi hubungan leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil kebaharuan dari sisi metode analisis data. Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis jalur (Partial Least Square) dengan maksud untuk menghindari tidak terpenuhinya asumsi yang dikarenakan fluktuatifnya data keuangan dalam penelitian ini. Metode Partial Least Square mempunyai keunggulan tersendiri diantaranya data tidak harus berdistribusi normal dan ukuran sampel datanya tidak harus besar, yaitu jumlah sampel kurang dari 100 bisa dilakukan analisis. Selain itu, metode analisis Partial Least Square juga dapat digunakan untuk menganalisis teori yang masih dikatakan lemah karena metode analisis ini dapat digunakan untuk prediksi dan hasil tetap kokoh walaupun terdapat data tidak normal. Dari beberapa teori dan penelitian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut terhadap pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi untuk menemukan kesimpulan yang tepat dan berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal tersebut. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic 11 Index karena dengan melihat perkembangan dan minat investor terhadap Jakarta Islamic Index lebih besar dan untuk menghindari kesamaan dengan penelitian sebelumnya. Berdasarkan paparan latar belakang diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian guna mengetahui hasil yang sebenarnya terjadi dengan data yang relevan. Dari uraian diatas maka peneliti mengambil penelitian yang berjudul “ Pengaruh Leverage dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Pemoderasi (Studi pada Perusahaan JII Tahun 2012- 2015)”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
 1. Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan?
2. Apakah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan?
 3. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan? 4. Apakah ukuran perusahaan dapat memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan? 5. Apakah ukuran perusahaan dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan?
 1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujuan penelitian yang dapat disusun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
 1. Untuk mengetahui pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.
2. Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
3. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadao nilai perusahaan.
4. Untuk mengetahui ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi nantinya akan dapat memoderasi atau tidak leverage terhadap nilai perusahaan.
5. Untuk mengetahui ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi nantinya akan dapat memoderasi atau tidak pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah berupa pengetahuan dan wawasan mengenai pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk pengambilan kebijakan oleh manajemen perusahaan mengenai penerapan 13 leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi, sehingga bisa bisa memaksimalkan nilai perusahaan sebagai tujuan utama. Selain itu, manfaat bagi investor diharapkan dapat memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan atas keputusan investasi yang direncanakan.
 1.5 Batasan Penelitian

Batasan Penelitian Masalah yang diangkat dalam penelitian ini terlalu luas jika diteliti secara menyeluruh.Maka dari itu agar masalah tidak melebar penulis hanya meneliti rasio leverage (DER) dan Profitabilitas (ROE) sebagai variabel independen, nilai perusahaan sebagai variabel dependen, ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi: Studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2012-2015Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment