Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Saturday, May 13, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap nilai perusahaan BUMN dengan skor pemeringkatan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel pemoderasi

Abstract

INDONESIA:
Peningkatan nilai perusahaan merupakan tujuan jangka panjang yang harus dicapai setiap perusahaan untuk menarik para investor. Nilai perusahaan menjadi sangat penting karena mencerminkan kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parsial profitabilitas, leverage, dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap nilai perusahaan serta untuk mengetahui pengaruh moderasi variabel pemeringkatan Good Corporate Governance (GCG) pada pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap nilai perusahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang menempati peringkat CGPI tahun 2012-2015. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan berdasarkan kriteria yang telah dilakukan maka jumlah sampel diperoleh sebanyak 11 sampel perusahaan BUMN. Pengujian hipotesis penelitian digunakan teknik analisis regresi linear berganda dan Moderating Regression Analysis (MRA) dengan aplikasi SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan variabel skor pemeringkatan GCG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, serta variabel skor pemeringkatan Good Corporate Governance (GCG) mampu memperkuat pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap nilai perusahaan.
ENGLISH:
Increasing the value of a company's in long-term goals that must be achieved each company to be sympathized for investors. The value of the company to be very important because of reflecting the performance of the company that could affect investor perception of the company. The purpose of this study was to determine the effect of profitability, leverage, and Good Corporate Governance (GCG) to corporate value and to determine the effect of moderating of variable of ranking of Good Corporate Governance (GCG) on the profitability and leverage toward corporate value.
The population in this study was a state-owned company which was in ranks of CGPI year of 2012-2015. The sampling technique was conducted using purposive sampling method and based on the criteria that had been done then the number of samples obtained as many as 11 samples of state-owned enterprises. Research hypothesis testing used multiple linear regression analysis techniques and Moderating Regression Analysis (MRA) with SPSS applications.
The results showed that the variables of profitability and leverage had positive and significant effect on firm value. While variable of ranking GCG score did not affect the value of the company, as well as variable of ranking score of Good Corporate Governance (GCG) was able to strengthen effect of profitability and leverage on corporate value.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
 Penelitian Investasi adalah penanaman modal yang dilakukan dalam suatu aset yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Di Indonesia investasi dapat dilakukan di perbankan maupun di pasar modal. Di perbankan investasi dapat dilakukan dalam bentuk deposito, peminjaman kredit, dan asuransi, sedangkan dalam pasar modal investasi dapat dilakukan dengan dengan pembelian saham, obligasi, dan efek lainnya. Pasar modal adalah tempat bertemunya pembeli efek dan penjual efek dimana didalam jual beli tersebut penjual ataupun nasabah dibantu oleh seorang broker. Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan atau sekuritas jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri (Husnan, 2004 :1) Keberadaan pasar modal ini merupakan wadah yang dapat digunakan untuk para investor dan perusahaan. Berbagai instrumen keuangan dapat digunakan sebagai pilihan untuk menginvestasikan dana. Investasi pada pasar modal dibagi menjadi dua jenis yaitu investasi dalam surat kepemilikan (saham) dan investasi dalam surat hutang (obligasi). Pasar modal menyediakan informasi yang dipublikasikan untuk kepentingan pada pelaku pasar (investor), yaitu berupa informasi historical price, publikasi laporan keuangan perusahaan, informasi yang ada dilaporan tahunan, dan kejadian-kejadian dalam perusahaan. Informasi-informasi yang 2 dipublikasikan tersebut maupun informasi pribadi seringkali diperlukan investor dalam mengamati pergerakan harga saham dan melakukan transaksi jual beli saham dengan harapan memperoleh return. Return merupakan hasil dari investasi, return dapat berupa realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi di masa datang. Return realisasi (return realized) merupakan return yang telah terjadi dan dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi itu dapat digunakan sebagai salah satu untuk kinerja di perusahaan. Kebanyakan investor hanya memperhatikan tingkat pengembalian (return) dari investasi yang dilakukannya. Namun ada faktor lain yang harus diperhatikan oleh investior tersebut, yaitu risiko investasi. Pada dasarnya hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Dalam keadaan semacam itu, dikatakan bahwa investor tersebut menghadapi risiko dalam berinvestasi. Jogiyanto (2010 : 227) menyatakan return dan risiko merupakan dua faktor yang tidak terpisah, karena trade-off dari kedua faktor ini merupakan pertimbangan suatu investasi. Salah satu risiko dalam berinvestasi adalah risiko pasar yang sering kita kenal dengan istilah beta. Beta merupakan indikator yang menunjukan sensitivitas pergerakan return saham terhadap pergerakan return sahamsaham lainnya dipasar dan ini akan membantu investor dalam menganalisis kepekaan pergerakan return saham terhadap pergerakan saham. Tingkat pengembalian yang diminta (required return) adalah tingkat pengembalian yang diminta oleh investor dengan mempertimbangkan tingkat sensitivitas 3 saham terhadap pergerakan pasar yang diwakili oleh koefisien β dan juga mempertimbangkan premi risiko pasar sebagai varians antara return pasar dan tingkat pengembalian bebas risiko (Irfani dan Ibad, 2005). Premi risiko pasar merupakan tambahan pengembalian di atas tingkat bebas risiko yang diminta oleh investor sebagai kompensasi dari investor karena telah menanggung jumlah risiko rata-rata (Brigham & Houston, 2006 : 247). Selain risiko yang diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi, faktor lain yang diperhatikan oleh investor adalah likuiditas saham. Likuiditas menurut Bursa Efek Indonesia adalah kelancaran yang menunjukan kemudahan dalam mencairkan modal investasi. Hubungan antara likuiditas saham dengan tingkat pengembalian saham adalah semakin tinggi tingkat likuiditas saham maka semakin cepat dan semakin mudah saham itu diperdagangkan sehingga perubahan saham menjadi kas semakin cepat (reily dan brown, 2009 : 296). Oleh sebab itu investor akan sangat memperhatikan saham-saham yang likuid dalam berinvestasi dengan harapan akan menghasilkan return. Ukuran perusahaan juga mempengaruhi return saham. Penelitian menambahkan ukuran (size) perusahaan sebagai variabel bebas dengan alasan bahwa investor menanamkan modalnya dengan mempertimbangkan besar kecilnya perusahaan. Besar kecilnya perusahaan akan mempengaruhi kemampuan dalam menanggung risiko yang mungkin timbul akibat berbagai situasi yang dihadapi perusahaan berkaitan dengan operasinya (Ismail, 2004). 4 Size perusahaan biasanya diukur menggunakan total aktiva, penjualan dan modal yang dimiliki perusahaan. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata tigkat penjualan, dan rata-rata total aktiva. Perusahaan berskala besar akan dengan sangat mudah mendapatkan tambahan dana dari investor dibandingkan dengan perusaaan berskala kecil, sehingga tingkat pengembalian (return) saham yang didapat oleh perusahaan besar akan lebih tinggi dari pada tingkat pengembalian (return) pada saham perusahaan yang lebih kecil. Oleh karena itu investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada ukuran perusahaan yang lebih besar. Selain analisis rasio keuangan, indikator lain seperti ukuran perusahaan dan arus kas aktivitas operasi dapat menjadi indikator yang dijadikan pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan. Soleman (2008) menyatakan semakin meningkat ukuran perusahaan akan mencerminkan pula semakin tinggi kinerja perusahaan untuk dapat membiayai kebutuhan dananya pada masa yang akan datang.
Inggit Nugroho (2015) dan I G. K. A. Ulupui (2010), menyatakan bahwa likuiditas saham berpengaruh positif terhadap return saham. Sedangkan yuliya wungsih (2013) menyatakan bahwa likuiditas saham tidak berpengaruh terhadap return saham. Inggit Nugroho (2015) menyatakan bahwa risiko sistematis berpengaruh negatif terhadap return saham, Ratih Paramitasari (2014) dan Luh Putu Widiantari Kusuma pinatih (2014) menyatakan risiko sistematis 5 berpengaruh signifikan terhadap pengembalian yang diharapkan, Novel Paramitasari (2013) menyatakan bahwa risiko pasar berpengaruh negatif terhadap required return saham aktif dan berpengaruh positif terhadap required return saham tidak aktif. Ni nyoman devi septiani (2014) menyatakan beta tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Selain itu pada penelitian lain yang dilakukan mengenai ukuran perusahaan juga sudah dilakukan oleh beberapa peneliti yaitu Jundan adiwitama (2012) menyatakan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham. Hasil yang berbeda dinyatakan oleh Ni putu trisna windika pratiwi (2015) yang menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap return saham. Penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti ini mengalami ketidaksamaan dalam hasil penelitiannya. Oleh sebab itu peneliti memutuskan untuk meneliti kembali mengenai risiko pasar, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap return saham untuk mengklarifikasi kembali hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilakukan di perusahaan otomotif karena seiring berkembangnya zaman alat transportasi sangat dibutuhkan untuk mobilisasi sehari-hari, selain itu perkembangan industri otomotif juga mengalami kenaikan setiap tahunnya.
 Berikut jumlah kendaraan bermotor di indonesia periode 2011-2013 : 6 Tabel 1.1 Perkembangan penjualan kendaraan bermotor NO Tahun Mobil Penumpang (unit) Bis (unit) Truk (unit) Sepeda Motor (unit) lah (unit) 1 2011 9.548.866 2.254.406 4.958.738 68.839.341 85.601.351 2 2012 10.432.259 2.273.821 5.286.061 76.381.183 94.373.324 3 2013 11.484.514 2.286.309 5.615.494 84.732.652 104.118.969 Sumber : www.bps.go.id Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa setiap tahunnya jumlah kendaraan bermotor semakin meningkat, pada tahun 2011 jumlah kendaraan bermotor sebanyak 85.601.351 unit, pada tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 94.373.324 unit, pada tahun 2013 juga meengalami kenaikan menjadi 104.118.969 unit. Kenaikan ini menunjukan penjualan yang terus meningkat dari industri otomotif. Penjualan yang terus meningkat akan menghasilkan laba yang terus meningkat sehingga investor akan tertarik untuk menanamkan modalnya pada industri ini. Selain perkembangan penjualan diatas, dapat dilihat juga pergerakan return saham perusahaan otomoti yang terdaftar di BEI berikut ini : Gambar 1.1 Pergerakan return saham Otmotif -2,5 -2 -1,5 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2013 2014 2015 SMSM PRAM NIPS MASA LPIN INDS IMAS Sumber : Idx.com 7 Dari grafik diatas dilihat bahwa pergerakan return saham industri otomotif sangat berluktuasi setiap tahunnya. Bahkan jika dilihat hampir semua perusahaan di industri otomotif dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan return saham. sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada industri ini. Peneliti ingin melihat faktor yang mempengaruhi fluktuasi dari return saham industri otomotif. Apakah yang mempengaruhi adalah likuiditas perusahaan ataukah ukuran perusahaan atau mungkin dipengaruhi oleh risiko pasar. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, peneliti mengambil judul “Likuiditas, Risiko Pasar, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham” (Studi Kasus Pada Perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI periode 2013- 2015).
1.2.  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis mencoba merumuskan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini, sebagai berikut
: a. Apakah risiko pasar berpengaruh signifikan terhadap return saham?
 b. Apakah likuiditas berpengaruh signifikan terhadap return saham?
 c. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap return saham? 1.3.Tujuan Penelitian
 Tujuan dari adanya penelitian ini adalah sebegei berikut :
a. Untuk mengetahui pengaruh risiko pasar terhadap return saham
 b. Untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap return saham
 c. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap return saham.
 1.4.Manfaat Penelitian
 1.4.1. Akademisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi atau refrensi dalam mendukung penelitian selanjutnya tentang return saham serta faktor-faktor yang mempengaruhi return saham.
 1.4.2. Emiten Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapinya, sehingga perusahaan dapat terus menjaga kelancaran aktivitas bisnisnya.

 1.4.3. Investor Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan kepada investor dalam melakukan investasi di perusahaan perbankan



Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen : Pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap nilai perusahaan BUMN dengan skor pemeringkatan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel pemoderasiUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment