Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI Tahun 2010-2014

Abstract

INDONESIA:
Corporate governance menjadi masalah yang banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun belakangan ini. Perbincangan mengenai corporate governance meningkat dengan pesat seiring dengan terbukanya skandal keuangan berskala besar seperti skandal Enron di Amerika Serikat yang melibatkan akuntan, dimana merupakan salah satu elemen penting dari good corporate governance. Pada dasarnya, Corporate Governance merupakan suatu cara yang digunakan untuk melakukan pengendalian terhadap perilaku para eksekutif puncak demi melindungi kepentingan pemilik perusahaan atau pemegangsaham. Dan tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data sekunder dan juga menggunakan metode analisis data regresi linier berganda beserta uji asumsi simultan dan parsial. Penelitian ini dilakukan di BEI Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (pojok bursa) FakultasEkonomi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial Dewan Direksi, Komite Audit, Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI, akan tetapi Dewan Komisaris berpengaruh negative dan signifikan. Hal ini dikarenakan nilai rata-rata ukuran dewan komisaris cukup banyak. Namun rata-rata jumlah dewan komisaris masih dibawah jumlah dewan direksi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
ENGLISH:
Corporate governance is an issue that has been widely discussed in recent years. The discourse about corporate governance is increasing rapidly along with the opening of a large-scale financial scandal such as the Enron scandal in the United States involving accountants, which is one of the important elements of good corporate governance. Basically, Corporate Governance is a means used to control the behavior of the top executives in order to protect the interests of the owner of the company or shareholders. And the purpose of this study was to determine the influencegood corporate governance toward financial performance partially and simultaneously.
This research was a quantitative research;it uses secondary data and multiple linear regression analysis of data along with simultaneous and partial assumption test. This research was conducted on the Stock Exchange of the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang (exchange corner) of Faculty of Economics.
The analysis showed that partially Board of Directors, Audit Committee, Institutional Ownership and Managerial Ownership had a positive and significant impact on financial performance (ROA) of Banking Companies Listed on the Stock Exchange, but the Board of Commissionerhad significant negative effect. This was because the value of the average board size was quite a lot. However, the average number of commissioner was under the board of director. The results also showed that there were other variables that had been not observed in this research.




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Corporate governance menjadi masalah yang banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun belakangan ini. Perbincangan mengenai corporate governance meningkat dengan pesat seiring dengan terbukanya skandal keuangan berskala besar seperti skandal Enron di Amerika Serikat yang melibatkan akuntan, dimana merupakan salah satu elemen penting dari good corporate governance. Pada kasus Enron, skandal mulai terungkap pada tahun 2002, perhitungan atas total revenue Enron di tahun 2000 yang sebelumnya berjumlah 100,8 milyar USD menjadi hanya 9 milyar USD. Hal ini membawa dampak yang sangat besar, yaitu ketidak percayaan publik atas akuntan sehingga mengakibatkan rusaknya citra profesi akuntan.Bagi perusahaan, skandal ini menyebabkan kepailitan pada Enron (Widiatmaja, 2010). Sutedi (2011:7) mendefinisikanCorporate Governanceadalah seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan. 2 Khairandy dan Malik (2007:63) juga mendefinisikan tentang Corporote Governance yang artinyaCorporate Governance sebagai sistem hukum dan praktik untuk menjalankan kewenangan dan control dalam kegiatan bisnis perusahaan. Kegiatan itu meliputi hubungan khusus antara pemegang saham, dewan direksi, dewan komisaris dan komite-komitenya. Pada dasarnya, Corporate Governance merupakan suatu cara yang digunakan untukmelakukan pengendalian terhadap perilaku para eksekutif puncak demi melindungi kepentinganpemilik perusahaan atau pemegang saham. Pemegang saham tentu mengharapkan agar manajemenbertindak secara profesional dalam mengelola perusahaan dan setiap keputusan yang diambil hendaknya memperhatikan kepentingan bagi pemegang saham dan sumber daya yang digunakanuntuk kepentingan pertumbuhan perusahaan. Di Indonesia ada sebuah lembaga swadaya yang setiap tahun melakukan pemeringkatan praktek GCG untuk perusahaan publik, yaitu Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Pemeringkatan yang dilakukan berdasarkan survei terhadap praktik GCG yang menghasilkan skor Corporate Governance Perception Index (CGPI).
Di tahun 2015 ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Institute for Corporate Directorship (IICD) mengumumkan penghargaan kepada perusahaan dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) terbaik. 3 Tabel 1.1 Tabel Daftar Penerima Award 2015 1. The Best Overall 1. PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2. PT Bank CIMB Niaga Tbk 3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk 2. The Best Finacial Sector 1. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 2. PT Bank Mandiri Indonesia Tbk 3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 3. The Best Non Financial sector 1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk 2. PT XL Axiata Tbk 3. PT Jasa Marga (Persero) Tbk 4. The Best State Owned Enterprise 1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2. PT Telkom (Persero) Tbk 3. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 5. The Best Responsibility of the Board 1. PT Bank OCBC NISP Tbk 2. PT Bank Central Asia Tbk 6. The Best Disclosure and Transparancy 1. PT Bank Permata Tbk 2. PT Bank Maybank Indonesia Tbk 7. The Best Equitable Treatment of Shareholders 1. PT Bank Pan Indonesia Tbk 2. PT Astra Internasional Tbk 8. The Best Right of shareholders 1. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk 9. The Best Role of Stakeholders 1. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 2. PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk Sumber :www.detik.com/finance Penelitian ini mengambil obyek perusahaan perbankan dikarenakanBank telah menduduki posisi yang dominan dalam system pertumbuhan ekonomi dan bank juga sebagai sumber dari pembiayaan suatu perusahaan.Dengan adanya pengelolaan perusahaan perbankan yang baik, 4 maka akan meningkatkan efisiensi perbankan dan juga pertumbuhan ekonomi untuk itu penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi permasalahan yang penting dalam dunia perbankan.Menurut Warsono, Amalia, Rahajeng (2009:6) menyatakan bahwa ada tiga alasan yang mendasari perlunya penerapan Corporate Governance secara optimal, alasanpertama pelajaran dari masa lalu, maksudnya yaitu seperti pada kasus enron, pada kasus tersebut telah memberikan pelajaran akibat kelemahan implementasi Corporate Governance, alasan kedua reaksi positif investor terhadap Corporate Governance, yang dimaksud disini adalah bahwasanya studi empiris yang ada di Jerman menunjukkan bahwa perusahaan dengan Corporate Governance yang baik mampu meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan tersebut, dan alasan yang ketiga pemenuhan harapan di masa datang maksudnya adalah agenda Corporate Governance di masa datang mencakup usaha pencapaian tujuan jangka panjang seperti pencapaian tujuan kesejahteraan stakeholders yang merujuk kepada pihak-pihak yang mempengaruhi oleh keputusan, kebijakan, dan operasi perusahaan. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) juga dinilai dapat memperbaiki citra perbankan yang sempat buruk, melindungi kepentinganstakeholdersserta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan etika-etika umum pada industri perbankan dalam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat. Corporate governance berperan sebagai variabel independen yang berindikatorDewan Komisaris(X1),Dewan Direksi(X2), Komite Audit(X3), 5 Kepemilikan Institusional(X4) dan Kepemilikan Manajerial(X5), sedangkan kinerja keuangan sebagai variabel dependen.
Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai proses pengkajian secara kritis terhadap keuangan perusahaan yaitu review data, menghitung, mengukur, menginterpretasi, dan memberi solusi terhadap keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu (Jumingan, 2006:240). Erat hubungannya dalam mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan, laporan keuangan sering dijadikan sebagai dasar penilaian kinerja keuangan perusahaan.Dan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dapat menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan menurut (Kasmir, 2010:104) kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka yang lainnya. Agar laporan keuangan dapat dibaca sehingga menjadi berarti, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu. Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan bank sesuai dengan standar yang berlaku, namun tidak semuarasio keuangan dibahas, hanya beberapa rasio keuangan bank yang dianggap penting yang menjadi pokok bahasan seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.
 Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan perbankan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Rasio solvabiitas merupakan ukuran kemampuan perusahaan perbankan dalam mencari sumber dana untuk membiayai kegiatannya. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai 6 kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan (Kasmir, 2010:221-234). Salah satu keberhasilan mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan khususnya Bank yaitu dengan mengukur tingkat pengembalian atas asset atau Return On Assets (ROA) yang tentunya bisa menjadi tolak ukur dalam pengambilan keputusan perusahaan. Return On Assets (ROA)dapat digunakan untuk menilai kondisi rentabilitas perbankan di Indonesia. Semakin tinggi ROA, berarti bank semakin efektif dalam penggunaan aktiva untuk menghasilkan keuntungan.Peningkatan ROA dapat direalisasikan jika bank dapat bekerja dengan efisien (Hamidah dkk, 2013). Secara teoritis hubungan antara Good Corporate Governance dengan kinerja keuangan perusahaan sangat berpengaruh karenadiakui oleh (Pramono, 2006:84)bahwa dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance dapat mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya kembali, mudah memperoleh dana pembiayaan yang lebih murah karena faktor kepercayaan yang pada akhirnya akan meningkatkan corporate value dan juga dapat meningkatkan kinerja keuangan suatu perusahaan dengan melalui terciptanya pengambilan keputusan yang lebih baik. Berdasarkan penelitian Widyati (2013) yang berjudul Pengaruh Dewan Direksi, Dewan Komisaris, Komite Audit, Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan menunjukkan bahwa(1) Secara bersama-sama (simultan) dewan direksi, dewan komisaris, 7 komite audit, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. (2) Secara individual (parsial) variabel dewan komisaris dan kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dewan direksi, komite audit, dan kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian Kusdiyanto (2015) yang berjudul Pengaruh Good Corporate Governancedan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2013-2014) menyatakan bahwa Berdasarkan hasil uji t menunjukkan variabel Dewan Direksi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, variabel Komisaris Independen memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerjakeuangan, variabel Komite Audit memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, dan variabel Leverage memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan.Berdasarkan hasil uji F menunjukkan Fhitung< 2,72 dan nilai signifikansi > 0,05 yaitu 0,943> 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel dewan direksi, komisaris independen, komite audit, dan leverage tidak dapat berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel kinerja keuangan.Berdasarkan koefisien determinasi menunjukkan R square sebesar 0,256 artinya bahwa 25,6% variabel kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh variabel dewan direksi, komisaris independen, komite audit dan leverage. Sisanya 74,4% dijelaskan oleh faktor diluar model penelitian. 8 Hasil penelitian yang dilakukanAnton (2012) yang berjudul Analisis Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh langsung yang positif signifikan dari penerapan good corporate governance terhadap EVA Momentum sebagai alat ukur kinerja perusahaan.
 Berdasarkan jurnal hasil penelitianWidhianningrum dan Amah (2012) yang berjudul PengaruhMekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Selama Krisis Keuangan Tahun 2007-2009 dapat diambil kesimpulan bahwavariabel Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen dan Kepemilikan Manajerial secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan perusahaan (ROI). Sedangkan secara parsial dari ketiga variabel bebas Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen dan Kepemilikan Manajerial, hanya variabel Komisaris Independen yang berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan perusahaan (ROI). Dengan hasil tersebut, maka H1 dan H3 ditolaksedangan H2 diterima. Berdasarkan jurnal penelitianWedahwati dkk(2015) yang berjudul Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governancedan Struktur KepemilikanTerhadap KinerjaKeuangan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010-2012 yang menunjukkan hasil bahwa Variabel jumlah dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap ROA dan ROE. Variabel proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan ROE.Variabel jumlah dewan direksi tidak berpengaruh terhadap ROA dan ROE.Variabel kepemilikan manajerial tidak berpengaruh 9 terhadap ROA dan ROE.Variabel kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap ROA dan ROE.Dan Variabel size perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Dari fenomena diatas peneliti ingin mengetahui pengaruhGoodCorporate Governance yang telah disesuaikandengan kondisi lingkungan bisnis di Indonesia, pengukuran dalam penelitian ini menggunakan Return On Assets (ROA) sebagai indikator dari kinerja keuangan sehingga penelitian ini mengambil judul tentang ”Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014”
1.2  Rumusan Masalah
 Dari pemaparan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ini mempunyai rumusan masalah antara lain:
 1. Apakah Good Corporate Governance yang terdiri dari Dewan Komisaris(X1), Dewan Direksi(X2), Komite Audit(X3), Kepemilikan Institusional(X4) dan Kepemilikan Manajerial(X5)berpengaruh secara parsial terhadap kinerja keuangan (Y) perusahaan perbankan?
 2. Apakah Good Corporate Governance yang terdiri dari Dewan Komisaris(X1), Dewan Direksi(X2), Komite Audit(X3), Kepemilikan Institusional(X4) dan Kepemilikan Manajerial(X5)berpengaruh secara simultan terhadap kinerja keuangan (Y) perusahaan perbankan?
 1.3 Tujuan Penelitian
 Dari pemaparan rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penelitian ini antara lain:
 1. Untukmengetahui pengaruh secara parsial antara Good Corporate Governance yang terdiri dari Dewan Komisaris(X1), Dewan Direksi(X2), Komite Audit(X3), Kepemilikan Institusional(X4) dan Kepemilikan Manajerial(X5)terhadap kinerja keuangan (Y) perusahaan perbankan.
2. Untukmengetahui pengaruh secara simultan antara Good Corporate Governanceyang terdiri dari Dewan Komisaris(X1), Dewan Direksi(X2), Komite Audit(X3), Kepemilikan Institusional(X4) dan Kepemilikan Manajerial(X5)terhadap kinerja keuangan (Y) perusahaan perbankan.
 1.4 Manfaat Penelitian
 Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat digunakan sebagai acuan oleh berbagai pihak yang berkepentingan:
1. Bagi pengembangan teori dan pengetahuan mengenaicorporate governance serta konsekuensinya terhadap kinerja keuangan.
2. Penelitian ini dapat menjadi referensi mengenai hubungan corporate governance dan kinerja manajemen terutama pada perusahaan yang telah memisahkan antara kepemilikan dan pengendalian.
3. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini juga bermanfaat kepada para pemegang saham dari perusahaan yang ingin mewujudkan konsep Good Corporate Governance. Temuan penelitian ini juga diharapkan dapat 11 memberikan manfaat dalam memberikan masukan kepada para pemakai laporan keuangan dan praktisi penyelenggara perusahaan dalam memahami Good corporate governance, sehingga dapat meningkatkan nilai dan pertumbuhan perusahaan
1.5 Batasan Penelitian
Pembahasan tentang Good Corporate Governance dapat dikaji dari berbagai sudut pandangdan sangat luas, oleh karena ituagar pembahasan yang selanjutnya tidak terlepas dari topik atau tema yang sudah dipilih, maka pembahasan tentang Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan perbankan dalam penelitian ini dibatasi pada halhal sebagai berikut:
1. Penelitian ini terbatas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Penelitian ini hanya mengambil laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan periode 2010-2014.

3. Variabel Independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Corporate Governance yang berindikator Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Manajerial, sedangakan Variabel Dependen yang digunakan adalah Kinerja keuangan yang diukur dengan rasio profitabilitas (ROA)


Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI Tahun 2010-2014Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment