Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis sistem mengukur kinerja pebankan syariah menggunakan metode Angels : Studi kasus pada Bank Muamalat Indonesia 2013-2015

Abstract

INDONESIA:
Keberadaan sektor perbankan sebagai seb-sistem dalam perekonomian suatu negara memiliki peranan yang cukup penting. Bahkan dalam kehidupan masyarakat modern sehari-hari, sebagian besar hampir melibatkan jasa-jasa dari sektor perbankan. Melalui bank-bank dapat dihimpun dana-dana dari masyarakat dalam berbagai bentuk simpanan. Terkait hal tersebut maka sebuah perusahaan perbankan hendaknya selalu meningkatkan kinerja keuangannya dari tahun ke tahun sehingga kepercaaan masyarakat pada umumnya dan para investor pada khususnya akan semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sistem pengukuran apa yang sesuai dengan perbankan syariah. Penelitian ini mengunakan perusahaan perbankan syariah di Indonesia yaitu BMI (PT Bank Muamalat Indonesia.
Hasil dari analisis menunjukkan bahwa sistem pengukuran dan penilaian kinerja BMI (Bank Muamalat Indonesia) dapat menggunakan metode ANGELS (Amanah management, non-economic wealth, give out, Earning, Capital, and assets, Liquidity and sensitivity to market, dan socio economic wealth) yang didasarkan pada perbedaan prinsip pertanggung jawaban yang melekat pada BMI (PT Bank Muamamalat Indonesia.

Dari hasil penelitian tentang Metode ANGELS dikataka bahwa Bank Muamalat Indonesia (BMI) nenunjukkan bahwa bahwa Bank Muamalat Indonesia dikataka sehat, karena sudah dbuktikan dengan beberapa metode dalam pengukuran kinerja dan tingkah kesehatan Bank.
ENGLISH:
The existence of the banking sector as a sub-system in the economy of a country has an important role. Even in modern society, they engage the services of the banking sector. Through banks can be collected funds from the public in various forms of deposits. It is a banking company that shall always improve its financial performance from year to year so that public confidence and investors will increase. Therefore, this study was conducted to analyze what measurement system in accordance with Islamic banking. This study used Islamic banking company in Indonesia, namely BMI (PT. Bank Muamalat Indonesia).
The results of the analysis showed that the measurement system and performance assessment of BMI (Bank Muamalat Indonesia) can use the method of ANGELS (Amanah management, non-economic wealth, give out, Earnings, Capital, and assets, Liquidity and sensitivity to market, and socio economic wealth) which was based on different principles of accountability that was in BMI (PT Bank Muamamalat Indonesia).
From the results of research about method of ANGELS, it was said that Bank Muamalat Indonesia (BMI) showed that Bank Muamalat Indonesia was healthy bank, because it had been proven by several methods in the measurement of performance and Bank health ways.

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bank syariah adalah bank dengan sistem operasionalnya berdasarkan pada konsep syariat islam yang bertujuan untuk menghimpun dana penyalluran dana masyarakat. Dari penghimpunan dan penyaluran danalah bank syariah memperoleh keuntungan. Bank syariah mulai dikenal dan diakui ketika era krisis moneter yang pada saat itu hanya perbankan syariah yang bisa bertahan (sholihah,2014:1). Sebagai sebuah bank dengan prisip khusus, maka bank syariah diharapkan dapat menjadi lembaga keuangan yang dapat menjembatani antara pemilik modal atau pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana (sholihah,2014:1).
Bank syariah dikenal sebagai bank yang tidak menerapkan sitem bunga, melainkan dengan sistem bagi hasil, yang tidak hanya berdimensi materill belaka, tetapi berdasarkan immaterial (nilai ibadah). Kegiatan operasional yang dilakukaan oleh bank syariah dapat dibagi menjadi tiga yaitu: penghimpun dana, penyaluran dana, dan produk jasa-jasa perbankan (Huda dan heykal, 2010:40). Dari jenis-jenis kegiatan bank syariah tersebut menunjukkan bahwa, bank syariah memiliki konsep yang sangat bagus  dalam pengembangan produknya. Bank syariah berhasil menginovasi produk, menyesuaikan dan menjadi penyedia untuk kebutuhan masyarakat secara umum sehingga masyarakat tertarik untuk menjalin kemitraan (Huda dan heykal, 2010:40).
Semakin banyaknya jumlah bank syariah yang berperasi diindonesia, baik dakam bentuk Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dengan berbagai bentuk produk dan pelayanan yang diberikan dapat menimbulkan permasalahan di masyarakat.Permasalahan yang paling penting adalah bagaimana kualitas kinerja bank syariah yang ada. Bank syariah haruslah dapat memberi manfaat yang optimal bagi masyarakat dan peran dan tanggung jawab bank syariah selaku lembaga keuangan islam tidak hanya terbatas pada kebutuhan keuangan dari berbagai pihak, tetapi yang paling penting adalah kepastian seluruh kegiatan yang dijalankan oleh bank syariah sesuai dengan prinsip syariah (Homeed et al,. 2004).
Keberadaan sektor perbankan sebagai sub-sistem dalam perekonomian suatu negara memiliki peranan yang cukup penting.Bahkan dalam kehidupan masyarakat modern sehari-hari, sebagian besar hampir melibatkan jasa-jasa dari sektor perbankan.Melalui  bank dapat dihimpun dana-dana dari masyarakat dalam berbagai bentuk simpanan. Terkait hal tersebut maka sebuah perusahaan perbankan hendaknya selalu meningkatkan kinerja keuangan dalam tahun ke tahun sehingga kepercayaan masyarakat pada umumnya dan para investor pada khususnya akan semakin meningkat (Rahmat hidayat, 2010).
Perbankan Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar mengikuti perkembangan perekonomian yang terjadi.Yang menyebabkan kondisi perbankan di Indonesia dapat dikelempokkan dalam 4 periode.Pada awal juli 1997, terjadi gejolak nilai tukar dan pemerintah melakukan pengetatan likuiditas.Pengetatan likuiditas yang dilakukan pemerintah memberikan dampak buruk bagi bagi perbankan dan sektor rill.Hal ini memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional.Memasuki awal tahun 1998, dampak krisis yang menyangkut sektor perbankan terus meluas akhirnya Indonesia memasuki kondisi krisis yang menghancurkan perekonomian Negara (Rahmat hidayat, 2010).
Kemudian seiring dengan beberapa kejadian tersebut, yang khususnya berdampak segnifikan pada sektor perbankan Indonesia, lahirlah perbankan syariah.Dimana perkembangan perbankan syariah didorong oleh dua alasan utama yaitu adanya kehendak sebagian masyarakat untuk melaksanakan transaksi perbankan atau kegiatan ekonomi secara umum yang sejalan dengan nilai dan prinsip syariah, khususnya Bebas riba. Menurut peraturan BI No. 2/8/PBI/2000 bank syariah adalah bank umum yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariat islam, termasuk unit usaha syariah dan kantor cabang bank asing yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariat Islam
Bank syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini dikarenakan selama ini bank syariah mampu membidik pasar syariah loyalitas, yaitu konsumen yang meyakini bahwa bunga bank haram.Selain itu, bank syariah sedang mengalami kondisi persaingan yang ketat karena semua pihak yang terlibat dalam perbankan sama-sama bergerak dipasar rasional yang sensitif terhadap bunga. Para depositor sendiri sangat memperhatinkan return atau keuntungan yang mereka peroleh ketika menginvestasikan uangnya di bank. Haroon dan Azmi (2005) menunjukkan bahwa deposit pricing berfungsi untuk memproteksi dan meningkatkan profit dari bank dan dibandingkan untuk menambah nasabah baru dan merebut market share dari kompetitornya karena pada kenyataannya ketika dibuka satu jenis deposit plan baru oleh bank, maka para depositor akan membandingkan keuntungan yang akan mereka peroleh (Maya indriatuti, 2011)
Harapan stakeholder terhadap bank syariah tentu berbeda dengan bank konvensional. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwasanya bank syariah dikembangkan sebagai lembaga keuangan yang melaksanakan kegiatan usaha sejalan dengan prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi islam. Yakni tidak hanya terfokus pada tujuan komersil yang tergambar pada pencapaian keuntungan maksimal semata, tetapi juga mempertimbangkan perannya dalam memberikan kesejahteraaan secara luas bagi masyarakat, yang merupakan emplementasi peran bank syariah selaku pelaksana fungsi sosial.Perbedaan yang dominan pada bank syariah dan bank konvensional adalah pada sistem bungan yang digunakan (Rahmat hidayat, 2010).
Tingginya harapan stakeholder menuntut pihak perbankan untuk selalu menilai kinerjanya terutama yang terkait dengan kinerja keuangannya.Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat selalu going concern. Penilaian kinerja keuangan perbankan syariah dapat digunkan sistem ANGELS, sistem yang bertujuan memformulasikan sistem penilaian tingkat kesehatan bank syariah yang didasarkan dari pemikiran filosofi hingga pada pemikiran yang lebih konkrit, namun tidak sampai pada tataran teknis, analisis dimulai dari kritik terhadap dasar nilai etika utilitarianisme yang tekandung dalam konsep sistem penilaian tingkat kesehatan bank hanya semata-mata dikonsentrasikan pada stockholders (Rahmat hidayat, 2010).
Data Bank Indonesia menunjukkan sampai dengan pertengahan tahun 2015 kinerja penghimpunan dana perbankan syari’ah sempat melambat hingga pertengahan 2010, namun memasuki triwulan III 2010 mulai mengalami perkembangan dengan laju pertumbuhan 39,6%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di 2009 sebesar 35,19% (iwan triyono, 2012)
Untuk dapat memperoleh gambaran yang tepat tentang perkembangan perusahaan, kita perlu mengetahui kondisi bisnis yang dijalankan perusahaan dalam beradaptasi terhadap lingkungan usaha yang selalu berubah.Laporan keuangan yang merupakan ringkasan dari kegiatan ekonomi yang dijalankan suatu perusahaan dapat mencerminkan kondisi perusahaan itu.Maka perlu dilakukan penilaian kinerja keuangan terhadap kondisis perusahaan (Maya indriatuti, 2010).
PT. Bank Muamalat sebagai pelopor bank syariah di Indonesia yang pertama murni syariah, tentunya bisa dijadikan sebagai tolak ukur kinerja perbankan syariah Indonesia. Sebagaimana dikemukakan oleh Heri Sudarsono (2003) PT. Bank Muamalat telah memprakarsai terbentuknya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan lembaga keuangan syariah lain seperti asuransi syariah, koperasi syariah, dan reksadana syariah. Sebagai pelopor dalam industri perbankan syariah dan pendidikan lembaga keuangan syariah lain tentunya kesehatan PT. Bank Muamalat penting untuk diketahui oleh berbagai pihak untuk mengetahui kemampuan PT. Bank Muamalat dalam menjalankan proses bisnisnya (Iwan triyono, 2010)
Kajian mengenai sistem penilaian tingkat kesehatan perbankan syariah dilakukan oleh Iwaan Triyuwono dengan gagasannnya yang disebut dengan ANGELS yang merupakan singkatan dari Amanah management, Non-economic wealth, Give out, Earning, capital and assets, Liquidity to market, dan socio economic wealth. Konsep ANGELS menawarkan kelebihan-kelebihan dalam mengukur tingkat kesehatan bank syariah berdasarkan prinsip pertanggung jawabannya (Rahmat hidayat, 2010).
Mulai banyak hadir lembaga perbankan syariah menimbulkan masalah terutama terkait tata kelola dan kepercayaan masyarakat. Pengelolaan dana masyarakat belum dilakukan secara optimal dan kurang professional. Sehingga kepercayaan masyarakat untuk menginvestasikan dananya pada perbankan syariah menjadi rendah.Oleh karena itu perlu metode pengukuran kinerja perbankan syariah, apakah sudah mengelola lembaga secara amanah dan professional berdasarkan syariat dan peraturan undang undang yang telah dikeluarkan pemerintah (Maya Indriastuti, 2011)
Maka dari itu disini menggunakan mtode ANGELS karna dalam metode ANGELS terdapat sistem pengelolahan kinerja perbankan dengan AMANAH dan berdasarkan syariah islam (Rahmat hidayat, 2010).
Metode ANGELS sendiri menawarkan kelebihan-kelebihan dalam mengukur tingkat kesehatan bank syariah atau kinerja perbankan syariah berdasarkan prinsip pertanggung jawaban dalam syariah yang meliputi tuhan, manusia dan alam (Rahmat hidayat, 2010).
Metode Angels ini juga sangat berperan dalam pengkuran tingkat kinerja perbankan syariah karena metode angels ini memiliki kelebihan didalam melakukan analisisnya dalam perbankan syariah misalkan dalam amanahnya dalam menilai perbankan syariah, dengan menggunakan metode ANGELS ini bisa diktahui apakah didalam perbankan syariah (Muamalat malang) bisa dikatagorikan amanah dan profesional dalam menjalankan perusahaannya (Iwan triyono, 2012).
Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang mayoritas beragama Islam, namun dalam mengoptimalkan lembaga keuangan syariah lembaga media transaksi dan investasi saat ini belum begitu terwujud secara maksimal.Hal ini terkait dengan tata kelola, kepercayaan masyarakat dan kinerja perbankan syariah yang tidak dapat terpantau secara obyektif oleh masyarakat umum (Iwan triyono, 2012).
.           Berdasarkan manfaat dari penilaian kinerja terhadap perusahaan perbankan syariah maka penulis merasa perlu untuk melakukan pengujian terhadap kinerja perbankan sebagai usulan judul :
“Analisis Sistem Mengukur Kinerja Perbankan Syariah Menggunakan Metode Angels (Study Kasus Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tahun 2013-2015)”
1.2. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang sudah dikemukakan diatas, maka penulis merumuskan permasalahannya sebagai berikut :
1.      Bagaimana  kinerja keuangan pada perbankan syariah (PT Bank  Muamalat indonesia) dengan menggunakan metode ANGELS (Amanah management, Non-economic wealth, Give out, Earning, capital and assets, Liquidity to market, dan socio economic wealth) ?
2.      Apakah kinerja PT Bank Muamalat Indonesia berada pada tingkat sehat?
1.3  Tujuan Penelitian
            Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan dan manfaat yang ingin di capai oleh penulis adalah sebagai berikut:
1.      Untuk menganalisis dan mengetahui kinerja keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan metode ANGELS.
2.      Untuk mengetahui tingkat kesehatan PT Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan metode ANGELS.
1.4  Manfaat Penelitian
1.      Bagi perbankan
Sebagai informasi dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk menjadikan perbankan lebih baik lagi baik buat perbankan sendiri maupun terhadap nasabah.
2.      Bagi nasabah
Sebagai refrensi agar nanti nasabah tidak salah dalam memilih perbankan dalam berinvestasi didalamnya.
3.      Peneliti selanjutnyaSebagai refrensi dan acuan  buat peneliti selanjutnya.
1.5  Batasan Penelitian
Agar pembahasan dan penelitian terarah dan tidak meluas, maka pokok pembahasan perlu dibatasi. Agar peneliti ini terarah maka penulis membatasi permasalahan sebagai berikut:
1.      Pada peneliti ini peneliti membatasi pada kajian tentang kinerja keungan perbankan  syariah.

2.      Obyek yang diteliti adalah PT. Bank Muamalat Indon

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis sistem mengukur kinerja pebankan syariah menggunakan metode Angels : Studi kasus pada Bank Muamalat Indonesia 2013-2015Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment