Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja melalui budaya organisasi sebagai variabel intervening pada karyawan PT. BRI (Persero) Tbk Blitar

Abstract

INDONESIA:
Dalam suatu kajian keilmuan, disiplin dipandang sebagai suatu pemahaman teoritis yang menuntut wujud aplikasinya secara mental terhadap karyawan atau siapapun yang menjadi bagian dari suatu perusahaan ataupun organisasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tegak tidaknya suatu disiplin kerja dalam suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain: (1) Ada tidaknya pengawasan pimpinan, (2) Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin.
Penelitian ini dilakukan pada PT. BRI (Persero) Tbk Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah model penelitian pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data yang berupa angka. Sampel yang digunakan sebanyak 90 responden dengan teknik nonprobability sampling dengan pendekatan sampel jenuh. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, uji linieritas, uji F, uji t dan analisis jalur (path analysis) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung antara variabel pengawasan terhadap disiplin kerja melalui budaya organisasi sebagai variabel intervening.
Dasi hasil uji F menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara variable pengawasan, budaya organisasi terhadap disiplin kerja. Dalam hal ini bentuk hubungannya searah (positif) yang berarti jika variabel pengawasan dan budaya organisasi meningkat maka disiplin kerja karyawan juga akan meningkat. Untuk uji T terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pengawasan terhadap disiplin kerja, pengawasan terhadap budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan dan untuk budaya organisasi terhadap disiplin kerja adanya pengaruh positif dan signifikan. Dalam hal ini pengawasan berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap disiplin kerja dan pengawasan berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap disiplin kerja melalui budaya organisasi sebagai variabel intervening dengan hasil yang lebih efektif.
ENGLISH:
In a scholarly study, discipline is seen as a theoretical understanding that demanding the application form against an employee or anyone who is part of a company or organization mentally. There are several factors that influence whether or not a work discipline in a company. These factors include: (1) there is any supervision of the leadership or nothing, (2) created habits that support the establishment of discipline.
This research was conducted at PT. BRI (Persero) Tbk Blitar. This type of research was quantitative approach to research models to collect data in the form of numbers. Used as a sample of 90 respondents with non-probability sampling technique with sample approaches saturation. In this study used analysis of data validity, reliability, normality test, linearity test, F test, t test and path analysis (path analysis) in order to determine the effect of direct and indirect influence between variables of Monitoring to the work discipline through organizational culture as intervening variables.
From F test results showed the presence of positive and significant influence between variable of Monitoring, organizational culture on work discipline. In this case the relationship of was positive, which means that if the variable of Monitoring and organizational culture increased, the discipline of employees will also increase. T test, there was positive and significant correlation between Monitoring of work discipline, Monitoring of organizational culture and a positive and significant impact on organizational culture on work discipline. In this case the monitoring influenced positive and significant directly on the work discipline and Monitoring influenced positive and significant indirectly on work discipline through the culture of the organization as an intervening variable with more effective results.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Disiplin kerja erat kaitannya dengan performance kerja. Dalam suatu kajian keilmuan, disiplin dipandang sebagai suatu pemahaman teoritis yang menuntut wujud aplikasinya secara mental terhadap karyawan atau siapapun yang menjadi bagian dari suatu perusahaan ataupun organisasi. Namun hal yang tidak dapat dipungkiri bahwasanya disiplin adalah sesuatu yang menjadi bagian pokok atau faktor penentu keberhasilan pencapaian tujuan organisasi/perusahaan ataupun tujuan individu (Darodjat, 2015:93). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tegak tidaknya suatu disiplin kerja dalam suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain: (1) Ada tidaknya pengawasan pimpinan, (2) Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin (Saydam dalam Darodjat, 2015:96). Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan dan budaya organisasi mempengaruhi disiplin kerja. Perusahaan perlu memberikan pengawasan kepada karyawan terlebih dalam menegakkan kedisiplinan dengan tujuan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaikbaiknya (Permatasari, 2015). Pengawasan merupakan tindakan-tindakan perbaikan dalam pelaksanaan kerja agar segala kegiatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, petunjuk-petunjuk dan instruksi-instruksi sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai (Sukarna, 1992:111). Jenis pengawasan juga dapat dibagi menjadi pengawasan internal (internal control) dan pengawasan eksternal (external control). Pengawasan Internal adalah pengawasan yang dilakukan secara mandiri oleh setiap pekerja terhadap tugas yang dibebankan terhadapnya, tidak perlu menunggu pimpinan mengawasinya atau tidak. Pengawasan Eksternal adalah pengawasan yang dilakukan terhadap seseorang atau bagian oleh orang lain atau oleh bagian di luar bagian yang di awasi (biasanya bagian yang lebih tinggi) (Sule, 2006:328). Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja karyawan hal ini sesuai dengan hasil penelitian Permatasari (2015). Fitrianingrum (2015:1) dalam hasil penelitiannya juga menyebutkan bahwa ada pengaruh yang kuat antara pengawasan dengan disiplin kerja pada Kantor Ulu Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Utari (2015:31) juga menyebutkan hasil penelitiannya bahwa ada pengaruh positf yang signifikan antara pengawasan terhadap disiplin kerja. Penelitian ini sejalan dengan Prabowo (2014) yang menyebutkan bahwa seluruh variabel independen (kompensasi, pengawasan pimpinan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependennya (disiplin kerja). Begitu juga dengan hasil penelitian Asmawar, Yunus, Amri (2014:10-11) yang menyebutkan bahwa kompensasi dan pengawasan berpengaruh terhadap disiplin kerja secara positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya. Tidak berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (2013) menyebutkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara pengawasan terhadap disiplin kerja. Hasil penelitian Wardani (2011) juga menyebutkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara pengawasan terhadap disiplin kerja karyawan PT. Bank Jatim Surabaya. Tidak berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Purba (2010) mengatakan bahwa besarnya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustina dan Bismala (2014:125) yang mengatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengawasan terhadap disiplin kerja. Selain itu, Nurwati (2013:40) dalam hasil penelitiannya menyebutkan bahwa ada pengaruh positif antara pengawasan terhadap budaya organisasi jika ada faktor yang berkontribusi terhadap budaya organisasi pada KUD di Sulawesi Selatan. Budaya organisasi memiliki peran yang sangat penting dalam perusahaan karena di dalamnya tercipta suatu organisasi yang efektif dan menjadi suatu ciri khas dari perusahaan tersebut.
 Menurut Heelen dan Hunger (1986) secara spesifik mengemukakan sejumlah peran penting yang dimainkan oleh budaya perusahaan, yaitu membantu menciptakan rasa memiliki jati diri bagi pekerja, dapat dipakai untuk mengembangkan ikatan pribadi dengan perusahaan, membantu stabilisasi perusahaan sebagai suatu sistem sosial, dan menyajikan pedoman perilaku sebagai hasil dari norma-norma perilaku yang sudah terbentuk (Sopiah, 2008:136). Budaya organisasi (organizational culture) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan internal organisasi, karena keragaman budaya yang ada dalam suatu organisasi sama banyaknya dengan jumlah individu yang ada di dalam organisasi (Tampubolon, 2004:178). Riset paling baru mengemukakan tujuh karakteristik primer berikut yang bersamasama, menangkap hakikat dari budaya suatu organisasi. (1) Inovasi dan pengambilan risiko, (2) Perhatian ke rincian, (3) Orientasi hasil, (4) Orientasi orang, (5) Orientasi tim, (6) Keagresifan, (7) Kemantapan. Maka dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu (Robbins, 2001:248). Budaya organisasi berpengaruh positif yang signifikan terhadap kedisiplinan, hal ini dikemukakan oleh Maryadi (2012:177). Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Tintami, Pradhanawati, dan Susanto (2012:1-2) yang menyebutkan bahwa ada peningkatan budaya organisasi yang terdapat pada perusahaan dan gaya kepemimpinan transformasional yang dimiliki oleh pimpinan harus dilakukan melalui peningkatan disiplin kerja sehingga tercapai kinerja yang maksimal. Namun berbeda dengan hasil penelitian Artina, Isyandi, dan Indarti (2014:16) yang menyebutkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh positif terhadap disiplin kerja karyawan. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kota Blitar merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perbankan dan telah go public. Bank Rakyat Indonesia Cabang Kota Blitar memiliki visi dan misi yang sama dengan BRI seluruh Indonesia serta memiliki sistem yang sama, dan struktur organisasi yang sama karena setiap cabang berada pada naungan serta SOP yang sama bahkan dengan 20 Ikrar Budaya Organisasi yang sama, namun dalam praktek di lapangan suatu budaya sebagai nilai dan norma akan nampak berbeda karena budaya adalah hal yang abstrak yang dapat di rasakan. Bentuk budaya organisasi yang ada pada Bank Rakyat Indonesia telah dirumuskan menjadi 20 tindakan budaya kerja yang mana di dalamnya dapat terlihat bahwa budaya kerja yang diinginkan adalah budaya kerja yang membentuk norma dan aturan yang berlaku untuk semua karyawan BRI mulai dari atasan hingga bawahan. Selain itu dari kondisi lingkungan yang ada di BRI memang memberikan gambaran tentang bagaimana pentingnya penerapan budaya kerja yang baik, di mana para karyawan membangun pertemanan dan persaudaraan yang baik sehingga memungkinkan mereka saling bekerja sama ketika mengalami kesulitan dalam pekerjaannya
. Selain dilihat dari budaya organisasi yang ada pada Bank Rakyat Indonesia, ada satu sisi yang menarik yaitu dari segi pengawasan, dimana semua karyawan diawasi oleh pimpinan meskipun tidak secara langsung. Seperti yang ada pada bagian teller dan customer service mendapatkan pengawasan yang ketat dan langsung diawasi oleh supervisor bagian teller dan customer service. Pengawasan tersebut seperti jam istirahat, ketika karyawan hendak beristirahat ataupun yang selesai beristirahat harus mengisi buku yang telah disediakan guna untuk melihat tingkat kedisiplinan karyawan dalam melayani nasabah. Namun hal ini berbeda dengan bagian lain yang pengawasannya tidak terlalu ketat. Bagian lain ketika hendak beristirahat pun tidak perlu mengisi buku, meskipun telah diberikan waktu 1 jam untuk beristirahat namun ada beberapa karyawan yang jam istirahatnya melebihi waktu yang ditentukan pimpinan atau membiarkan nasabah menunggu untuk dilayani. Tidak hanya mengenai jam istirahat yang mendapat pengawasan, ketika melayani nasabah pun karyawan tetap diawasai oleh supervisor masing-masing bagian, supervisor mengawasi bagaimana karyawan melayani nasabah, bagaimana keramahan dan kesabaran karyawan kepada nasabah yang bermacam-macam karakternya. Melalui pengamatan dan hasil wawancara kepada salah satu karyawan yang dilakukan peneliti masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa karyawan, salah satunya mengenai kedisiplinan masuk jam kerja dimana perusahaan telah menetapkan jam masuk kerja pukul 07.00 untuk melaksanakan doa pagi yang sudah menjadi budaya dari perusahaan tersebut dan juga menjadi suatu kewajiban yang harus diikuti oleh semua karyawan BRI. Karyawan dikatakan terlambat ketika tidak mengikuti doa pagi dan juga masuk kantor lebih dari pukul 07.30.
Ketika ada karyawan yang terlambat dan tidak mengikuti doa pagi mereka tidak mendapat teguran dari atasan melainkan secara otomatis mereka mendapatkan sanksi berupa pemotongan gaji pokok. Meskipun demikian masih ada karyawan yang datang terlambat sehingga tidak mengikuti doa pagi dan mereka masih bisa melakukan absen di unit-unit terdekat yang ada di Kota Blitar. Ketika kesalahan tersebut terus diulang-ulang maka akan menjadikan karyawan tidak disiplin dan juga secara tidak sadar hal tersebut akan menjadikan budaya yang tidak baik yang nantinya akan berdampak negatif kepada perusahaan itu sendiri. Selain itu cara karyawan dalam melayani nasabah dilihat dan diawasai langsung oleh supervisor masing-masing bagian, jadi ketika ada karyawan yang kinerjanya tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan perusahaan dalam melayani nasabah maka tugas supervisor untuk memperingatkan bahkan menegur langsung karyawan yang dirasa nantinya akan merugikan perusahaan karena ketidaksesuaian dalam melayani nasabah. Dengan adanya teguran dari supervisor secara langsung diharapkan karyawan tidak lagi melakukan kesalahan-kesalahan yang nantinya akan merugikan perusahaan dan bisa lebih menerapkan disiplin dengan baik terlebih dalam melayani nasabah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Analisis Jalur (Path Analysis). Menurut Riduwan dan Kuncoro (2008) Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan diantara variabel. Model ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Koefisien Jalur (Path) adalah koefisien regresi yang distandarkan, yaitu koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang telah diset dalam angka baku (Z-score) (Supriyanto dan Maharani, 2013:74). Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti ingin tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan PT. BRI (Persero) Tbk Blitar”.
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang dan kontradiksi diatas, permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
 1. Apakah pengawasan berpengaruh terhadap disiplin kerja secara langsung?
 2. Apakah pengawasan berpengaruh terhadap disiplin kerja secara tidak langsung melalui budaya organisasi?
 1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja secara langsung.
2. Untuk mengetahui pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja secara tidak langsung melalui budaya organisasi.
1.4 Kegunaan Penelitian
a. Bagi Penulis Menjadikan pengalaman dan memberikan pengetahuan baru dalam mengkaji karya ilmiah, terutama berupa kajian Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan PT. BRI (Persero) Tbk Blitar.
b. Bagi Perusahaan Dapat memberikan suatu yang relevan di lapangan ataupun dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan suatu kebijakan dan keputusan dalam suatu perusahaan sehingga secara terus menerus dapat menciptakan produktivitas kinerja karyawan.

c. Bagi Lembaga Kampus Hasil ini diharapkan dapat menambah keilmuan dan manfaat bagi civitas akademika serta sebagai bahan perbandingan dalam mempelajari masalah yang sama.Jh d. Bagi Peneliti Lain Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian maupun pengembangannya pada bagian yang sama.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja melalui budaya organisasi sebagai variabel intervening pada karyawan PT. BRI (Persero) Tbk BlitarUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment