Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:nalisis variabel yang mempengaruhi struktur modal serta dampaknya terhadap harga saham: Study kasus pada perusahaan industri Consumer Goods periode 2011 - 2014

Abstract

INDONESIA:
Dalam melakukan kegiatan usaha ekonomi, salah satu faktor produksi yang perlu disediakan para pelaku bisnis adalah ketersediaan modal. Perusahaan yang sedang berkembang membutuhkan modal yang dapat berasal dari hutang maupun ekuitas. Dalam persaingan yang ketat ini, perusahaan harus memiliki pendanaan yang tepat, dimana perlu adanaya peran manajer dalam menentukan struktur modal yang paling optimal. Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang memaksimumkan harga saham perusahaan, dan ini memerlukan rasio utang yang lebih rendah daripada rasio hutang yang memeaksimumkan EPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal dan harga saham.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuntitatif diskrptif. Data diperoleh dengan cara dokumentasi yang mana metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh data sekunder yang terdapat di dalam laporan keuangan perusahaan, dan seluruh informasi melalui jurnal-jurnal, dan media informasi lainnya. Objek penelitian ini terdapat di perusahaan Industri Consumer Goods Periode 2011-2014. Analisa data menggunakan path analysis dengan sampel 12 perusahaan.
Hasil penelitian ini profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Ukuran perusahaan dan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap harga saham.
ENGLISH:
In conducting economic activities, one of the factors of production is the availability of capital. Growing company needs capital that can be derived from debt or equity. In this competition, the company must have the appropriate funding, where the need for the manager's role in determining the most optimal capital structure. The capital structure is the optimal capital structure that maximizes the company's stock price, and this requires a lower debt ratio than the debt ratio that maximizes EPS. The purpose of this study was to analyze the effect of profitability, asset structure, company size, sales growth, as well as business risk to capital structure and stock price.
This research used descriptive quantitative approach. Data obtained by the documentation that this method was done by collecting the entire secondary data contained in the financial statements of the company, and all the information were through journals, and other information media. The object of this study were in the company of Consumer Goods Industry 2011-2014 period. Data were analyzed using path analysis with a sample of 12 companies.
The results of this study the profitability influenced significant negative on the capital structure. The size of the company had a positive and significant impact on the capital structure. The size of the company and its capital structure influenced significant positive on stock prices. While profitability had no effect on stock prices.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ekonomi global yang terus maju akan menimbulkan persaingan usaha atau bisnis yang semakin ketat. Karenanya, para manajer perusahaan harus meningkatkan produktivitas kegiatan produksi atau operasional, pemasaran, serta strategi perusahaan. Kegiatan tersebut berkaitan dengan usaha perusahaan untuk memaksimalkan laba atau keuntungan di persaingan ekonomi global yang sangat ketat ini. Namun bukan hanya berorientasi pada pencapaian laba yang maksimal, tetapi perusahaan juga harus meningkatkan nilai perusahaan dan kemakmuran pemiliknya serta pemegang saham. Maka dari itu, perusahaan harus memiliki rencana yang strategis yang disusun untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Untuk memenuhi tujuan perusahaan tersebut, maka diperlukan pengambilan keputusan yang tepat dari para manajer perusahaan baik keputusan investasi, keputusan pendanaan maupun keputusan deviden. Dalam melakukan kegiatan usaha ekonomi, salah satu faktor produksi yang perlu disediakan para pelaku bisnis adalah ketersediaan modal. Modal adakalanya berasal dari internal perusahaan, maupun eksternal perusahaan. Menurut ketentuan fiqh, istilah modal dapat diartikan sebagai “Segala sesuatu (kepemilikan harta) yang memungkinkan dapat menghasilkan harta lain” (Burhanuddin, 2011:9). Untuk mendapatkan modal eksternal, berbagai cara dapat dilakukan, diantaranya melalui lembaga keuangan pasar modal. 2 Sutedi (2011:75) mengatakan pasar modal merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian dunia. Industri dan perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan memperkuat struktur modal.Salah satu keputusan yang penting untuk dihadapi manajer keuangan adalah keputusan pendanaan atau keputusan struktur modal. Menurut Brealay, Myers dan Marcus (2006:4) meyatakan bahwa perusahaan yang sukses dalam bisnis harus bagus dalam keuangan. Ini berarti bahwa setiap perusahaan harusmembuat keputusan investasi yang baik dan keputusan pendaan yang baik. Keputusan pendanaan dan investasi yang unggul bisa membawa perusahaan selangkah lebih maju dari para pesaing mereka. Sekumpulan keputusan investasi atau pendaan yang buruk akan mengakibatkan kerusakan yang parah. Brighamdan Houston (2001:153) berpendapat bahwa perusahaan yang sedang berkembang membutuhkan modal yang dapat berasal dari hutang maupun ekuitas. Dalam persaingan yang ketat ini, perusahaan harus memiliki pendanaan yang tepat, dimana perlu adanaya peran manajer dalam menentukan struktur modal yang paling optimal. Brighamdan Houston (2001:23) menjelaskan struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang memaksimumkan harga saham perusahaan, dan ini memerlukan rasio utang yang lebih rendah daripada rasio hutang yang memeaksimumkan EPS. Sedangkan menurut Riyanto (2001:294) struktur modal yang optimal dari perusahaan akan mampu meminimalkan biaya modal yang harus ditanggung oleh perusahaan. Struktur modal menjadi masalah yang penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akan mempengaruhi kondisi 3 keuangan perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh juga terhadap nilai perusahaan. Maka dari itu, manajemen dalam menetapkan struktur modal tidak bersifat mengekang namun disesuaikan dengan keadaan perusahaan. Sehingga tujuan manajer untuk memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham dapat terwujud. Menurut teori MM (Modigliani-Miller) dalam Husnan (1996:303) dengan efek pajak, penggunaan hutang dapat menyebabkan nilai suatu perusahaan meningkat, meskipun faktanya pengaruh hutang terhadap harga saham sulit untuk diketahui. Penggunaan hutang memiliki keuntungan dan kelemahan. Keuntungan dari penggunaan hutang yaitu bunga yang dibayarkan dapat mengurangi pajak yang dibayarkan sehingga mampu menurunkan biaya efektif dari hutang. Kemudian kelemahannya yaitu semakin tinggi penggunaan hutang, maka semakin tinggi pula tingkat resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan. Dan apabila kondisi ekonomi yang melemah seperti sekarang ini, terdapat kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang semakin besar, dan jika laba operasi tidak mampu menutupi beban bunga, maka para pemegang sahamlah yang harus menutupi kekurangannya, dan perusahaan akan mengalami kebangkrutan jika tidak mampu untuk membayarnya (Brighan dan Houtson, 2001:4) Penting bagi suatu perusahaan untuk mempertimbangkan variabel-variabel yang mempengaruhi struktur modal sehingga dapat menetapkan keputusan struktur modal yang tepat, serta dapat membantu pihak manajemen untuk menentukan pemenuhan dana untuk mencapai struktur modal yang optimum. Brigham dan Houston (2006:42) menjelaskan perusahaan pada umumnya akan 4 mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini dalam melakukan keputusan struktur modal yaitu (1) stabilitas penjualan; (2) struktur aktiva; (3) leverage operasi; (4) tingkat pertumbuhan; (5) profitabilitas; (6) pajak; (7) pengendalian; (8) sikap manajemen; (9) sikap pemberi pinjaman; (10) kondisi pasar; (11) kondisi internal perusahaan; (12) fleksibilitas keuangan.. Sedangkan Riyanto (2001:296) menyebutkan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi struktur modal adalah : (1) tingkat bunga; (2) stabilitas dari earning; (3) susunan dari aktiva; (4) kadar resiko dari aktiva; (5) besarnya jumlah modal yang dibutuhkan; (6) keadaan pasar modal; (7) sifat manajemen; (8) besarnya suatu perusahaan. Dalam penilitian ini akan dibahas beberapa faktor yang mempengaruhi struktur modal yaitu profitabilitas dan ukuran perusahaan. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas perusahaan adalah Return On Assets (ROA). ROA merupakan tingkat pengembalian atas asset-aset dalam menentukan jumlah pendapatan bersih yang dihasilkan dari aset-aset perusahaan dengan menghubungkan pendapatan bersih ke total asset (Husnan, 1996:75).
Bambang Riyanto (2001:299) menyebutkan bahwa besarnya suatu perusahaan juga mempengaruhi struktur modal perusahaan. Ukuran perusahaan dapat juga mempengaruhi struktur modal karena semakin besar suatu perusahaan akan cenderung menggunakan utang yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan objek perusahaan industri Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan alasan jumlah barang konsumsi yang relatif stabil dan tidak banyak dipengaruhi oleh situasi perekonomian negara. 5 Hal ini dikarenakan barang konsumsi termasuk barang kebutuhan sehari-hari atau bahkan kebutuhan primer. Maka dari itu, penjualan yang relatif stabil akan mampu memberikan laba yang lebih besar dan perusahaan dapat lebih banyak membiayai proses operasionalnya dengan dana tersebut. Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Ahmad Sujatmiko mengatakan hampir semua sektor terkena dampak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terperosok dalam hingga level 5.108, tapi sektor consumer goods dan ritel yang masih bagus pada saat indeks anjlok saat ini. Seperti yang dilansir pada Metrotvnews.com, Rabu (29/4/2015). Dengan semua keadaan yang ada, dia menyarankan investor memilih saham consumer goods, seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan masih banyak yang lainnya. Dia juga menambahkan bahwa Meski IHSG dan ekonomi lambat, Consumer Goods dan ritel juara, orang butuh makan, minum untuk kehidupan. Walaupun turun sedikitlah itu, Anjloknya nilai tukar rupiah ini diakibatkan oleh beberapa peristiwa, termasuk di antaranya molornya kenaikan suku bunga bank sentral Amerika oleh The Federal Reserve. Devaluasi Yuan juga ikut memberi andil besar.IHSG juga ikut terseret turun. Bahkan, indeks-indeks saham sektoral di BEI tidak ada yang mencatatkan nilai return positif sepanjang 2015. Bahkan beberapa sektor harus terjatuh dalam jika dibandingkan dengan IHSG.Namun, ada juga sektor yang masih mampu bertahan dan tidak jatuh terlalu dalam. Sektor tersebut adalah konsumsi dan juga keuangan. 6 Gambar 1.1 Perbandingan Pergerakan Indeks Terbaik dengan IHSG Sumber: Bareksa.com Sepanjang 2015 sektor konsumsi hanya jatuh -5,55 persen dan keuangan -7,62 persen. Kuatnya kedua sektor ini disebabkan emiten di dalamnya terus mencatatkan hasil positif sepanjang tahun ini.Di tengah gejolak IHSG, harga saham emiten rokok PT H.M Sampoerna Tbk malah naik 36 persen. Gambar 1.2 Pergerakan Saham di Sektor Konsumsi Sumber: Bareksa.com Apalagi tahun ini saham HMSP mengejutkan pasar saham dengan adanya transaksi di pasar negeosiasi hingga Rp20 Triliun. Transaksi jumbo ini juga mengangkat harga saham HMSP di pasar reguler. Dari hasil penelitian terdahulu, Firnanti (2011) dan Kareem (2015) memaparkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal. Sedangkan hasil penelitian Kesuma (2009) dan Shubita (2012) menyimpulkan 7 bahwa profitabilitas berpengaruh secara negatif terhadap struktur modal. Kareem dan Saud (2015) menyatakan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif terhadap struktur modal, berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Indrajaya, dkk (2011) bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Menurut hasil penelitian Rahmandia (2013) menyimpulkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap harga saham. Kesuma (2009), Binangkit (2014), dan Ircham, dkk (2014) menyimpulkan struktur modal mempunyai pengaruh yang positif terhadap harga saham. Sedangkan Liwang (2011) menyatakan bahwa profitabilitas, ukuran perusahaan, dan struktur modal tidak berpengruh terhadap harga saham. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Variabel yang Mempengaruhi Struktur Modal SertaDampaknyaTerhadap Harga Saham (Study Kasus pada Industri Consumer Goods periode 2011-2014)”
1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana pengaruhprofitabilitas dan ukuran perusahaan struktur modal?
 2) Bagaimana pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan struktur modal terhadap harga saham?
 3) Bagaimana pengaruh tidak langsung profitabilitas dan ukuran perusahaan, terhadap harga saham melalui struktur modal?
 1.3 Tujuan Penelitian
 Sesuai dengan perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah untuk :
1. Menganalisis pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal. 2. Menganalisis pengaruh profitabilitas,ukuran perusahaan, dan struktur modal terhadap harga saham.
3. Menganalisis pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham melalui struktur modal.
1.4 Manfaat Penelitian
 Diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk:
1. Bagi akademis penelitian ini dapat memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap struktur modal serta dampaknya terhadap harga saham sehingga dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai kebijakan strktur modal yang optimal.
 2. Bagi manajemen perusahaan dapat dijadikan dalam pengambilan keputusan pendanaan perusahaan dalam rangka pengembangan usahanya.

 3. Bagi investor sebagai bahan pertimbangan yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi pada perusahaan yang akan ditanamkan dananya dengan melihat struktur modal dan harga saham perusahaaan tersebut

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :nalisis variabel yang mempengaruhi struktur modal serta dampaknya terhadap harga saham: Study kasus pada perusahaan industri Consumer Goods periode 2011 - 2014Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment