Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh variabel fundamental dan volume perdagangan terhadap return saham: Studi kasus pada industri makanan dan minuman

Abstract

INDONESIA:
Investor sebelum menanamkan dananya haruslah menganalisis kondisi perusahaan, yang pada umumnya meliputi aspek fundamental dan aspek teknikal. Aspek fundamental yang umumnya ditunjukkan dalam laporan keuangan. Selain itu untuk menilai suatu saham investor menggunakan volume perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari variabel current ratio (CR), debt to equity ratio (DER), total asset turn over (TATO), return on asset (ROA), price earning ratio (PER) dan volume perdagangan terhadap return saham secara simultan dan parsial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah sektor Industri Barang Konsumsi sampel Industri Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 8. Dan analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan tingkat signifikan 5%.
Hasil analisis regresi diperoleh hasil bahwa secara simultan variabel CR, DER, TATO, ROA, PER dan volume perdagangan berpengaruh terhadap return saham. Secara parsial variabel CR dan DER berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham karena investor yang kebanyakan ingin mendapatkan keuntungan yang lebih cepat sehingga rentan dan mudah tergoyah ketika ada rumor-rumor yang memang sengaja dihembuskan ke pasar yang menjadikan investor tidak rasional dalam mengambil keputusan. Sedangkan variabel TATO berpengaruh positif dan tidak signifikan disebabkan oleh variasi data penelitian ini, pada saat rasio TATO mengalami peningkatan tetapi return saham mengalami penurunan dan beberapa perusahaan manufaktur memiliki nilai TATO yang meningkat namun diikuti dengan return saham yang turun. Sedangkan variabel ROA, PER dan volume perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham karena perusahaan mampu memanfaatkan sumber daya dari hasil kegiatan operasional untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan diinvestasikan dalam bentuk aktiva-aktiva untuk keberlanjutan usaha perusahaan.
ENGLISH:
Investors before putting their investments, they should analyze the companys condition in which commonly indude fundamental aspect and technical aspect. Fundamental aspect is shown in the finansial report it is for evaluating an investor stock by using the trade volume. This study to determine the effect of fundamental variables are consist of variable Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turn Over (TATO), Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER) and the volume of trade on stock return with simultaneausly and partially.
This study uses a quantitative method. The study population is industri sector consumption object industry food and beverage industry that have listed on the stock exchanges of indonesia by purposive sampling method as much eight samples and it uses multiple linier regression analysis with 5% significant level.
The result of the regression analsiss method is the simultaneausly variable of CR, DER, TATO, ROA, PER and trade volume are influential on the stock return. The partial variable of CR and DER give negative influence and they are not significant on the stock return it is because most of investors want to get profit quickly and make variable wobble when the negative rumori. Are not rational for taking a decision. TATO variable gives positive influence and it is not significant caused by variety of data research. When ratio TATO has an increase but the stock return decreased and some of the company have rised in the value of TATO as well as the decline of value stock return. ROA, PER and track volume give positive influence and significant on stock return it is because the company is able to take the advantages of the result of operations activities resources to improve the performance of the company with invested in the form of (aktiva-aktiva) for the sustainability effont companies.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Salah satu fungsi dari pasar modal adalah sebagai lembaga perantara (intermediaries). Fungsi ini menunjukkan peran penting pasar modal dalam memobilisasi dana (investor) dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada pihak yang mengalami kekurangan dana (perusahaan). Tandelilin (2001: 13) menyatakan pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, dengan adanya pasar modal maka pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dapat memilih alternatif investasinya yang dapat memberikan return yang optimal. Investasi di sektor aset finansial yang dilakukan di pasar modal berupa saham telah mengalami perkembangan yang semakin pesat, salah satunya investasi pada saham. Terbukti dalam gambar berikut ini tentang perkembangan investor di indonesia. Gambar 1.1 Perkembangan Jumlah Investor Indonesia Sumber: http://pusatis.com/investasi-saham/jumlah-investor-di-pasar-modal-indonesia/ 2 Dari data diatas secara jelas bahwa investasi pada aset finansial yang dilakukan di pasar modal berupa saham semakin diminati oleh masyarakat, terbukti dari peningkatan setiap tahunnya jumlah investor di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia semakin meningkat. Semakin meningkatnya investor pada Bursa Efek Indonesia ini dikarenakan investor semakin menaruh harapan besar pada perusahaan-perusahaan yang menajanjikan keuntungan (return). Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya (Tandelilin, 2001: 47). Dimana dalam berinvestasi, seorang investor mengharapkan return saham yang besar. Karena return merupakan timbal balik perusahaan terhadap investor. Investor hanya bisa memperkirakan berapa tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) dan seberapa jauh kemungkinan hasil yang didapatkan menyimpang dari keuntungan yang diharapkan. Apabila investasi mempunyai resiko yang tinggi, tingkat keuntungan yang didapat juga tinggi. Menurut Iskandar (2003: 87) ada beberapa faktor yang mempengaruhi return saham atau tingkat pengembalian, antara lain: Faktor Internal yang berupa pengumuman laporan keuangan perusahaan dan Faktor Eksternal yang berupa pengumuman industri sekuritas (securities announcements), seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan. Menurut Sunariyah (2006: 168) ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai harga suatu saham tetapi pendekatan yang dikenal yaitu pendekatan tradisional. Untuk menganalisis surat berharga saham dengan 3 pendekatan tradisional digunakan dua analisis yaitu: (a) analisis teknikal (technical analysis) (b) analisis fundamental (fundamental analysis). Ratnasari (2003) mengatakan investasi saham akan menghasilkan return (keuntungan) yang disebut capital gain karena terjadinya apresiasi harga saham. Apresiasi harga saham terjadi karena penilaian pasar yang dilakukan dengan menggunakan faktor fundamental mikro ataupun makro dan faktor teknikal. Analisis fundamental menggunakan data yang berasal dari keuangan perusahaan (misalnya laba, dividen yang di bayar, penjualan dan lain sebagainya) (Jogiyanto, 2013: 130). Berdasarkan laporan keuangan dapat diketahui kinerja perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan melalui perhitungan rasiorasio keuangan. Rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk menjelaskan kelemahan dan kekuatan perusahaan serta mempunyai peranan untuk memprediksi harga saham dan return saham di pasar modal. Pengertian dari rasio secara sederhana adalah membandingkan antara satu angka dengan angka lainnya yang memberikan suatu makna. Suatu keuntungan dengan menggunakan rasio adalah meringkas suatu data historis perusahaan sebagai bahan perbandingan. Dari sekian banyak alat analisis keuangan, analisis rasio adalah paling banyak digunakan (Raharjaputra, 2009: 196). Menurut Hanafi dan Halim (2005: 77) pada dasarnya analisis rasio bisa dikelompokkan ke dalam lima (5) macam kategori yaitu rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio pasar. Apabila rasiorasio yang mencerminkan kinerja keuangan semakin baik, maka semakin tinggi pula return saham perusahaan tersebut. 4 Rasio likuiditas yang sering digunakan adalah Current Ratio (CR). Total Asset Turn Over (TATO) sering digunakan dalam rasio aktivitas. Rasio solvabilitas menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Dalam rasio profitabilitas yang terpenting adalah Return On asset (ROA). Dan rasio pasar menggunakan Price Earning Ratio (PER).
 Menurut Hanafi dan Halim (2005: 79) rasio lancar (current ratio) mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya (aktiva yang akan berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau satu siklus bisnis). Current ratio sebagai proksi likuiditas karena ingin mengetahui kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya melalui return saham (Parwati dan Sudiartha, 2016). Jika perusahaan dalam operasionalnya memperoleh laba yang optimal maka akan semakin lancar pembiayaan dan pendanaan perusahaan tersebut, begitu juga sebaliknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin likuid rasio ini, maka akan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor sehingga mampu meningkatkan return saham perusahan. Hal ini terbukti pada penelitian yang telah dilakukan Parwati dan Sudiartha (2016) menghasilkan bahwa current ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva (Kasmir, 2010: 156). Penelitian ini menggunakan DER sebagai proksi dari leverage karena ingin 5 mengetahui pengaruh resiko hutang terhadap return saham melalui modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin kecil rasio ini semakin baik (Rahardjo, 2005: 121). DER yang tinggi menunjukkan komposisi hutang yang tinggi terhadap modal sendiri. Hal ini membuat beban perusahaan semakin besar terhadap pihak eksternal (kreditur) (Prihantini, 2009). Jadi dapat disimpulkan apabila DER yang tinggi menandakan beban perusahaan yang ditanggung semakin berat, maka kinerja perusahaan semakin memburuk yang berdampak pada penurunan harga saham dan return saham. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Parwati dan Sudiartha (2016) memberikan bukti bahwa DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Hanafi dan Halim (2005: 83) mendefinisikan TATO adalah rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi rasio TATO, mengindikasikan bahwa perusahaan semakin produktif dalam mengelola aktivanya dan sebaliknya (Kretarto, 2001: 59). Semakin tinggi TATO menunjukkan semakin efektif perusahaan dalam menunjang penjualan untuk menghasilkan laba. Hal ini membuat investor berminat untuk memiliki saham perusahaan tersebut. Dengan demikian, menariknya investor maka harga saham akan naik dan bisa memberikan return saham yang juga naik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa TATO berpengaruh terhadap return saham. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Widodo (2007) bahwa TATO berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham syariah. 6 Return On Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Return On Assets (ROA) merupakan salah satu indikator keuangan yang sering digunakan menilai kinerja perusahaan. Apabila ROA meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampaknya adalah peningkatan profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampaknya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham (Husnan, 2009). Halfert (1997) dalam Anggraeni (2007: 45) dan Brigham & Huston (2009: 53-54) yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh terhadap tingkat imbal hasil ekuitas (return saham). Jadi ROA berpengaruh positif terhadap return saham. Sejalan dengan penelitian Parwati dan Sudiartha (2016), Widodo (2007) bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Price Earning Ratio merupakan pendekatan yang lebih populer diapakai dikalangan analis saham dan praktisi. Informasi PER mengindikasikan besarnya rupiah yang harus dibayar investor untuk memperoleh satu rupiah eraning perusahaan (Tandelilin, 2001: 191). Semakin tinggi PER menunjukkan prospek harga saham suatu perusahaan dinilai semakin tinggi oleh investor terhadap pendapatan per lembar sahamnya, sehingga PER yang semakin tinggi juga menunjukka semakin mahal saham tersebut terhadap pendapatannya (Malintan, 2012). Dapat disimpulkan bahwa PER yang tinggi akan mengakibatkan return saham naik, berarti PER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Sejalan dengan penelitian Parwati dan Sudiartha (2016), Khairi (2012), 7 Malintan (2012) menghasilkan bahwa PER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Analisis teknis menggunakan data pasar dari saham (misalnya harga dan volume transaksi saham) untuk menentukan nilai dari saham (Jogiyanto, 2013: 130). Informasi tentang harga dan volume perdagangan merupakan alat utama untuk analisis (Husnan, 2005: 341). Dalam penelitian ini mengguanakan volume perdagangan. Jika suatu saham memiliki volume perdagangan besar maka saham dinyatakan sebagai saham yang aktif diperdagangkan. Dengan demikian, jika volume perdagangan besar maka akan meningkatkan return yang akan didapatkan. Jadi volume perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sejalan dengan penelitian yang dilakukan Dewi (2005) bahwa volume perdagangan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap total return saham. Industri makanan dan minuman merupakan perusahaan go public yang menarik untuk dijadikan obyek penelitian karena merupakan industri kebutuhan pokok setiap orang yang akan selalu dicari dan dibutuhkan. Selain itu, industri makanan dan minuman mengalami perkembangan yang meningkat signifikan yang berarti perusahaan tersebut menghasilkan return, sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya. Terbukti pada gambar berikut ini yang mununjukkan perkembangan penjualan, total asset, dan nilai kapitalisasi pasar dari kelompok industri makanan dan minuman yang listed di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu tahun 2010 sampai tahun 2014. 8 Gambar 1.2 Perkembangan Penjualan, Total Aset dan Nilai Kapitalisasi Pasar Industri Makanan dan Minuman Periode 2010-2014. Sumber : Data sekunder yang diolah Gambar diatas menunjukkan penjualan, total asset dan nilai kapitalisasi pasar pada perusahaan makanan dan minuman mengalami peningkatan dari tahun 2010 sampai tahun 2014. Peningkatan membuat para investor mempunyai harapan dan kepercayaan diri untuk berinvestasi pada industri makanan dan minuman. Berbagai penelitian yang pernah dilakukan mengenai return saham adalah sebagai berikut: penelitian yang dilakukan oleh Parwati dan Sudiartha (2016), Malintan (2012) menggunakan empat rasio yaitu CR, DER, PER, ROA dan Subalno (2009) menggunakan empat rasio yaitu CR, DER, ROA dan TATO. Penelitian yang dilakukan Dewi (2005) menggunakan tiga rasio yaitu ROA, DER, PBV, PER dan Ratnasari (2003) menggunakan tiga rasio yaitu ROA, NPM, DER, PBV dan Widodo (2007) juga menggunakan tiga rasio yaitu TATO, ITO, ROA, ROE, EPS, dan PBV. Sedangkan penelitian yang dilakukan Khairi (2012) menggunakan dua rasio yaitu DPR, PER, Long-term Debt to Capitalization ratio, 9 DER, dan PBV. Pada penelitian ini menggunakan lima rasio menurut Hanafi dan Halim (2005: 77) yaitu CR, DER, TATO, ROA, PER dan volume perdagangan.
 Keputusan investasi tidak dapat diputuskan dengan begitu saja, perlu memperhatikan aspek fundamental dan aspek teknikal agar ketika mengambil keputusan bisa menghasilkan return yang maksimal. Dalam penelitian ini mencoba menggabungkan analisis fundamental dengan proksi CR, TATO, DER, ROA, PER dan analisis teknikal dengan proksi Volume Perdagangan. Dengan demikian penelitian ini berjudul “PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL DAN VOLUME PERDAGANGAN TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS PADA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2010-2014).”


1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
 1. Apakah variabel fundamental perusahaan yang terdiri dari Current Ratio (CR), Debt to Equity (DER), Total Asset Turn Over (TATO), Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER) dan volume perdagangan berpengaruh secara simultan terhadap return saham?
 2. Apakah variabel fundamental perusahaan yang terdiri dari Current Ratio (CR), Debt to Equity (DER), Total Asset Turn Over (TATO), Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER) dan volume perdagangan berpengaruh secara parsial terhadap return saham?
 1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah di atas maka peneliti memiliki tujuan sebagai berikut:
 1. Mengetahui pengaruh secara simultan variabel fundamental perusahaan yang terdiri dari Current Ratio (CR), Debt to Equity (DER), Total Asset Turn Over (TATO), Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER) dan volume perdagangan terhadap return saham
 2. Mengetahui pengaruh secara parsial variabel fundamental perusahaan yang terdiri dari Current Ratio (CR), Debt to Equity (DER), Total Asset Turn Over (TATO), Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER) dan volume perdagangan terhadap return saham.
 1.4 Manfaat Penelitian
a. Bagi perusahaan diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi tambahan dalam mengambil keputusan internal manajemen.
b. Bagi investor dan calon investor diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi yang membantu dalam pengambilan keputusan investasi saham di industri makanan dan minuman Bursa Efek Indonesia.

 c. Bagi akademisi diharapkan penelitian ini menjadi tambahan referensi sebagai pembanding pada penelitian berikutnya.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh variabel fundamental dan volume perdagangan terhadap return saham: Studi kasus pada industri makanan dan minumanUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment