Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Analisis pengaruh harga, ketidakpuasan pasca konsumsi dan kebutuhan mencari variasi terhadap perilaku perpindahan merek: Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

INDONESIA:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi terhadap perilaku perpindahan merek dari masker wajah Mustika Ratu ke merek lain pada mahasiswi Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Penelitian ini dilakukan terhadap konsumen masker wajah Mustika Ratu yang pernah berpindah dari masker wajah Mustika Ratu ke masker wajah merek lain dan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 74 responden dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan (Uji F), pengujian signifikan parsial (Uji t) dan pengujian koefisien determinasi (R2).
Hasil penelitian secara serempak menunjukkan bahwa harga, ketidakpuasan pasca konsumi, dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku perpindahan merek. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku perpindahan merek. Variabel harga merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan perpindahan merek. Nilai Adjusted R Square = 0,530 berarti 53,0% perilaku perpindahan merek dapat dijelaskan oleh variabel bebas (harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi) sedangkan sisanya 47% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ENGLISH:
This study aims to identify and analyze the effect of pricing, post-consumer dissatisfaction, and the need to find variations on brand switching behavior of a face mask Mustika Ratu to other brands on the students of Faculty of Economics Force 2015 State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang.
This research was conducted on consumers face mask Mustika Ratu who've moved from a face mask to face mask Mustika Ratu other brands and a number of samples were determined by 74 respondents using purposive sampling method. This study uses a quantitative approach, methods of statistical analysis that consists of multiple linear regression analysis, significant simultaneous test (F test), testing partial significant (t test) and test the coefficient of determination (R 2).
The results showed that the price unison, dissatisfaction post-consumption, and the need to find variations affect positively and significant to brand switching behavior. The results show that partial price, post-consumer dissatisfaction, and the need to find variations affect positively and significant to brand switching behavior. The price variable is the most dominant factor influencing brand switching decision. Value Adjusted R Square = 0.530 means that 53.0% brand switching behavior can be explained by the independent variable (price, post-consumer dissatisfaction, and the need to find variations) while the remaining 47% is explained by other factors not examined in this study.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil seperti sekarang ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan akibatnya konsumen Iebih berorientasi pada harga. Orientasi konsumen pada harga menyebabkan merek menjadi kurang dipentingkan, tingkat loyalitas konsumen terhadap merek produk tertentu semakin menurun, dan hal tersebut memicu terjadinya perpindahan merek. Menurut Sumarwan (2011:303), harga adalah atribut produk atau jasa yang paling sering digunakan oleh sebagian besar konsumen untuk mengevaluasi produk. Penyebab lain terjadinya perpindahan merek adalah ketidakpuasan pasca konsumsi. Di dalam suatu proses keputusan, konsumen tidak akan berhenti hanya sampai proses konsumsi. Konsumen akan melakukan proses evaluasi terhadap konsumsi yang telah dilakukannya. Inilah yang disebut sebagai evaluasi alternatif pasca pembelian atau pasca konsumsi. Hasil dari proses evaluasi pasca konsumsi adalah konsumen merasa puas atau tidak puas terhadap konsumsi produk atau merek yang telah digunakannya. Kepuasan akan mendorong konsumen membeli dan mengkonsumsi ulang produk tersebut. Sebaliknya perasaan yang tidak puas akan menyebabkan konsumen kecewa dan menghentikan pembelian kembali terhadap produk tersebut (Sumarwan, 2011:321). Kepuasan pelanggan merupakan kata kunci dalam memenangkan persaingan, sehingga setiap perusahaan harus mampu memenuhi segala aspek kepuasan tersebut. Oleh karena itu, sangatlah 2 penting bagi suatu perusahaan untuk dapat memberikan apa yang diharapkan, dibutuhkan dan diinginkan, agar pelanggan merasa puas sehingga pelanggan tetap komitmen menggunakan dan percaya terhadap perusahaan tersebut. Para konsumen yang puas dengan nilai yang didapat dari suatu produk yang ditawarkan perusahaan akan besar kemungkinan untuk tidak berpindah merek. Selain Harga dan Ketidakpuasan, faktor lain yang mendorong Keputusan perpindahan merek yang dilakukan konsumen juga dipengaruhi oleh adanya kebutuhan mencari variasi. Kebutuhan mencari variasi merupakan komitmen secara sadar untuk membeli merek lain karena individu terdorong untuk menjadi terlibat, terdorong untuk mencari hal baru, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal baru yang tujuan utamanya adalah untuk mencari kesenangan atau melepaskan kejenuhan dari merek yang biasa di pakainya (Schiffman dan Kanuk, 2008:65). Sebagaimana diketahui bersama bahwa banyak sekali produk dengan berbagai merek yang ditawarkan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan keinginan konsumen untuk mencoba produk dan merek tersebut. Beragamnya produk dan merek telah mengakibatkan konsumen sedikit banyak mempunyai keinginan untuk berpindah ke merek lain.
Perilaku perpindahan merek pada pelanggan merupakan suatu fenomena yang kompleks yang dipengaruhi oleh faktor-faktor keperilakuan, persaingan dan waktu. Pada saat kosumen dihadapkan pada berbagai macam merek pada suatu produk kategori, maka ia akan mengevaluasi tiap-tiap merek sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. Setelah konsumen mencoba suatu produk tertentu, 3 maka akan muncul pikiran kritis mengenai produk tersebut dimana ia akan mengevaluasi kepercayaan terhadap merek, sikap terhadap merek tersebut dan pada keputusan untuk membeli ulang produk tersebut. Bisnis kosmetik merupakan salah satu bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia saat ini. Menurut Presiden Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Nuning S Barwa, pesatnya pertumbuhan kosmetik di Indonsia di karnakn saat ini kosmetik tidak lagi didominasi perempuan saja, kaum pria pun juga banyak yang membeli produk kosmetik dan perawatan kulit. Kendati bisnis kosmetik mengalami pertumbuhan pesat, sayangnya pelaku industri kosmetik lokal justru sulit meningkatkan kinerja bisnisnya akibat penguasaan pangsa pasar produk impor sebesar 60% dari total pasar domestik senilai Rp15 triliun. Ketua Umum Persatuan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Putri K. Wardhani mengeluhkan dominasi produk impor menguasai penjualan di peritel atau departement store, sehingga mempersempit kesempatan untuk produk lokal bersaing. Menurutnya, pasar kosmetik kelas menengah ke atas banyak didominasi produk dari Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Untuk kelas menengah, banyak dihuni oleh produk asal Thailand, Korea Selatan, dan Malaysia (Data Kementirian Perusahaan: 11 des 2015, diakses pada Mei 2016). Mustika Ratu (MRAT) merupakan salah satu prusahaan kosmtik lokal yang semakin terancam oleh keberadaan merek-merek kosmetik asing yang semakin menjamur di Indonesia. Tercatat beberapa tahun terakhir penjualan produk kosmetik mustika ratu terus mengalami penurunan. Berdasarkan laporan 4 keuangan perseroan, sepanjang tahun 2015 penjualan emiten dengan kode MRAT ini tercatat Rp428,09 miliar. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan penjualan di bandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai Rp434,74 miliar (market.bisnis.com: 20 April 2016, diakses pada Mei 2016). Selain itu, hasil laporan keuangan perseroan terbaru kuartal I/2016 yang dipublikasikan Selasa (3/5/2016), menunjukkan bahwa laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tercatat sekitar Rp272,19 juta. Laba tersebut anjlok 82,77% dibandingkan dengan perolehan laba kuartal I/2015 yang mencapai Rp1,58 miliar. Turunnya laba bersih perseroan seiring dengan penurunan penjualan bisnis perseroan. Bila diperinci, terlihat penjualan kosmetik turun 17,82% menjadi Rp100,37 miliar (market.bisnis.com: 3 Mei 2016, diakses pada Mei 2016). Menurut Presiden Direktur PT Mustika Ratu Putri K. Wardani Selain masalah masuknya produk-produk kecantikan dari luar negeri, faktor lain yang juga turut menghambat Mustika Ratu adalah kenaikan upah minimum provinsi, dan melemahnya rupiah. Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak signifikan bagi perseroan, terutama untuk pengadaan bahan baku impor. Naiknya beban produksi perusahaan, mengakibatkan perusahaan mengambil keputusan untuk menaikan harga prodak sekitar 5 hingga 7 persen (market.bisnis.com 2 Feb 2015, diakses pada Mei 2016). Produk dari PT Mustika Ratu yang di jadikan objek dalam penelitian ini adalah masker wajah mustika ratu. Awalnya produk ini merupakan market leader dalam kategori masker wajah, namun seiring dengan berjalannya waktu masker 5 wajah merek mustika ratu mulai mendapat ancaman serius dari para pesaingnya. Hal itu dapat di lihat dari tabel Top Brand index di bawah ini. Tabel 1.2 Brand Index Produk Masker Wajah Tahun 2014-2016 Peringkat Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Merek TBI Merek TBI Merek TBI 1 Mustika Ratu 34,2% Mustika Ratu 28.1% Sariayu 24.1% 2 Sariayu 16,6% Sariayu 25.5% Mustika Ratu 23.2% 3 Ovale 14,2% Ovale 14.8% Ovale 17.1% 4 Garnier 11,6% Viva 9.6% Viva 10.2% 5 Viva 5,2% Garnier 8.0% Garnier 6.2% Sumber : www.topbrand-award.com, diakses pada Mei 2016 Berdasarkan tabel top brand di atas dapat di ketahui bahwa dalam periode tahun 2014-2016 total brand index (TBI) masker wajah mustika ratu secara berangsur-angsur terus mengalami penurunan, bahkan di tahun 2016,
 posisi masker wajah merek mustika ratu tergeser oleh merek Sariayu dari puncak top brand. Menurunnya total brand index (TBI) mengindikasikan adanya fenomena perpindahan merek dari masker wajah merek mustika ratu ke merek lain. Brand Index menurut Tanadi Santoso (2012), merupakan tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek, apabila brand index mengalami penurunan, maka mengindikasikan konsumen merasa tidak puas dan tidak loyal terhadap merek 6 tersebut, sehingga ada kecenderungan akan beralih atau mencari produk merek lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Top Brand Index (TBI) dihitung berdasarkan pengukuran tiga parameter yang didapat dari hasil survei langsung kepada pelanggan suatu produk/jasa dari berbagai merek dalam kategori tertentu. Parameter pertama adalah top of mind brand awareness (TOM BA), yang merupakan indikator sejauh mana kekuatan merek tertentu menguasai benak pelanggan (mind share). Parameter kedua adalah last usage (LU), yaitu merek yang responden gunakan saat ini/terakhir kali (market share). Ketiga adalah future intention (FI), yang merupakan indikator loyalitas responden terhadap merek produk/jasa yang ingin digunakan/dikonsumsi di masa mendatang (commitment share). (www.topbrand-award.com, diakses pada Mei 2016). Mahasiswa merupakan salah satu target pasar yang sangat potensial bagi perusahaan kosmetik. Keinginan untuk tampil maksimal dalam setiap kesempatan, baik saat melakukan aktivitas kuliah, maupun dalam pergaulan sehari-hari mengakibatkan mahasiswa cenderung konsumtif terhapap produk-produk kecantikan. Mahasiswi sendiri merupakan konsumen dari golongan anak muda yang seringkali dikategorikan sebagai kelompok konsurnen yang cenderung terbuka terhadap produk baru yang di munculkan di pasaran. Kelompok ini juga diyakini selalu ingin mengikuti trend gaya hidup terkini, terlepas dan apakah sesungguhnya mereka benar-benar membutuhkan produk tersebut dan mendapat manfaat dari produk yang di konsumsinya (Schiffman & Kanuk, 2007:316). 7 Dari hasil penelitian terdahulu Anandhitya Bagus Arianto, 2011 yang berjudul “Pengaruh Atribut Produk, Harga, Kebutuhan Mencari Variasi dan Ketidakpuasan Konsumen terhadap Keputusan Perpindahan Merek dari Samsung Galaxy Series di Kota Malang”, dapat di katakan bahwa atribut produk dan harga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan perpindahan merek, sedangkan kebutuhan mencari variasi dan ketidakpuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan perpindahan merek. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini diberi judul “ANALISIS PENGARUH HARGA, KETIDAKPUASAN PASCA KONSUMSI, DAN KEBUTUHAN MENCARI VARIASI TERHADAP PERILAKU PERPINDAHAN MEREK (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)”. 1.2 Rumusan Masalah
 Dari latar belakang yang telah di sampaikan di atas dapat di uraikan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku perpindahan merek masker wajah dari Mustika Ratu ke merek lain pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang?
 2. Apakah harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku 8 perpindahan merek masker wajah dari Mustika Ratu ke merek lain pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang?
 1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis :
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku perpindahan merek masker wajah dari Mustika Ratu ke merek lain pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
 2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku perpindahan merek masker wajah dari Mustika Ratu ke merek lain pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

 2.4 Batasan Penelitian Dalam penelitian perlu dibatasi ruang lingkup penelitian agar tidak terjadi penyimpangan sasaran. Maka penelitian ini dibatasi pada pembahasan tentang pengaruh harga, ketidakpuasan pasca konsumsi, dan kebutuhan mencari variasi pr terhadap perilaku perpindahan merek masker wajah dari Mustika Ratu ke merek lain pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Analisis pengaruh harga, ketidakpuasan pasca konsumsi dan kebutuhan mencari variasi terhadap perilaku perpindahan merek: Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2015 Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment