Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Implementasi corporate social responsibility: Aspek prioritas dan pelibatan stakeholders pada PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan

Abstract

INDONESIA:
Setiap aktivitas unit usaha tidak dapat terlepas dari lingkungan sosialnya dimana perusahaan menggunakan sumber daya alam sebagai bahan untuk menghasilkan barang atau jasa dan menggunakan sumber daya manusia sebagai motor penggerak aktivitasnya.Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek apa yang dipertimbangkan, target pencapaiannya, stakeholders yang terlibat, kendala pelibatan stakeholders dan solusi penyelesaiannya stakeholders dalam pengimplementasian kegiatan CSR. PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan melakukan CSR berupaya untuk mengurangi dan mengefisiensi pemakaian sumber daya alam berupa air yang mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi dan wawancara. Informan penelitiannya adalah devisi CSR, karyawan dan masyarakat yang menerima manfaat dari program CSR. Setelah dilakukan analisis kemudian di tarik kesimpulan dan memberikan saran-saran. Pengujian keabsahan penelitian menggunakan triangulasi sumber yakni menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) aspek yang diprioritaskan adalah aspek lingkungan mengingat perusahaan ini merupakan perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam, 2) perusahaan memantau perkembangan dan tingkat keberhasilannya kemudian program tersebut dilakukan secara continue dan berkesinambungan, 3) dalam penyusunan program yang dilibatkan adalah devisi CSR, pemerintah desa dan mitra perusahaan. Untuk pengimplementasian melibatkan devisi CSR, pemerintah desa dan masyarakat, 4) kendala yang dihadapi perusahaan atas pelibatan stakeholders antara lain pemanfaatan dana untuk keperluan pribadi dan ketidakpuasaan masyarakat atas program yang direalisasikan perusahaan, 5) solusi yang dilakukan antara lain melakukan training, pemantapan pemahaman, pemaksimalan pengontrolan dan melakukan sosialisasi.
ENGLISH:
Each business activities cannot be separated from the social environment in which the company uses natural resources as materials to produce the goods or services and the use of human resources as activity driver. This study aimed to determine what aspects considered, the target achievement, stakeholders involved, constraints inclusion of stakeholders and settlement solution of stakeholders was in the implementation of CSR activities. PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan conduct corporate social responsibility to seek to reduce and maximize the use of natural resources such as water resulting in the exploitation of natural resources.
This research used qualitative methods. Data was obtained through observation and interviews. The informant was a division of CSR research, employees and the communities that received the benefits of CSR program.After analyzing then it was pulled in the conclusion and given suggestions.Testing the validity of studies used triangulation sources that examine the credibility of the data that was done by checking the data which had been obtained through several sources.
The results showed that: 1) priorities aspects were environmental aspects considering the company was a company that utilized natural resources, 2) the company monitored progress and success rate then the program conducted a continuously and sustainably, 3) in the preparation of the program involved was a division of CSR, the village government and corporate partners. For the implementation of the program involved the division of CSR, village governmentand community, 4) there were several obstacles faced by companies on stakeholdersengagement such as the use for personal purposes and dissatisfaction over the program applied company, 5) the solutions were, training, strengthening of understanding, maximizing control and doing socialization.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Aktivitas unit usaha tidak dapat terlepas dari lingkungan sosialnya. Perusahaan menggunakan sumber daya alam sebagai bahan untuk menghasilkan barang atau jasa dan menggunakan sumber daya manusia sebagai motor penggerak aktivitasnya. Setiap perusahaan yang hanya berorientasi bisnis akan menghadapi tantangan, karena baik secara langsung ataupun tidak langsung perusahaan harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya mulai dari input, proses dan output. Keberadaan perusahaan dalam masyarakat seringkali lupa akan fungsinya. Seharusnya perusahaan selain berfungsi sebagai organisasi bisnis sekaligus juga berfungsi sebagai organisasi sosial. Selain itu, keterbukaan globalisasi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya dampak perusahaan pada kondisi sosial dan lingkungannya (Kodrat, 2009: 259). Agar perusahaan dapat terus bertumbuh maka perusahaan harus memiliki kemampuan untuk dapat hidup. Kemampuan ini dapat dilihat dari kemampuan sosial perusahaan seperti kemampuan perusahaan untuk mengendalikan dampak lingkungan, menggunakan tenaga kerja dari lingkungan di sekitar lokasi pabrik, aktif melakukan kegiatan sosial, memberikan perhatian pada peningkatan kepuasan konsumen dan memberikan pertumbuhan laba yang layak bagi investor. Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan mulai menekan 2 perusahaan untuk mulai melaksanakan kewajiban sosial dan lingkungannya (Kodrat, 2009: 260). Perusahaan tidak cukup hanya memfokuskan diri pada pertumbuhan ekonomi semata, karena saat ini perusahaan telah memasuki sebuah paradigma baru di bidang bisnis yaitu, pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) maksudnya adalah suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan dan kesempatan generasi berikut untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Generasi masa kini harus memanfaatkan seefisien mungkin sumber daya alam yang tersedia sesuai dengan kebutuhan yang optimal (Badroen dkk, 2006: 187). Pembangunan yang berkelanjutan akan terwujud jika semua pihak yang memiliki kekuasaan, kepentingan dan mempunyai pengaruh terhadap jalannya perusahaan baik yang berada pada sisi dalam perusahaan maupun pada sisi luar perusahaan (stakeholder) bekerja sama dan mendukung program-program perusahaan. Salah satu cara mengakomodir stakeholder terkait adalah dengan cara menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan yang merupakan komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komuniti lokal dan masyarakat secara luas melalui program yang berkesinambungan yang melibatkan semua stakeholder terkait (Badroen dkk, 2006: 187). Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah kewajiban yang dibebankan pada Perseroan Terbatas melalui Undang-Undang Nomor 40 tahun 3 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pasal 74 ayat 1 menjelaskan “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan Tanggung Jawanb Sosial dan Lingkungan”. Menurut Milton Friedman, tanggung jawab sosial perusahaan adalah menjalankan bisnis sesuai dengan keinginan pemilik perusahaan (owners), yakni dalam bentuk menghasilkan uang sebanyak mungkin, sementara pada saat yang sama mengindahkan aturan dasar yang digariskan dalam suatu masyarakat sebagaimana diatur oleh hukum dan perundang-undangan (Solihin, 2012: 220). Pernyataan ini juga dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kangihade (2013) yakni menunjukkan bahwa setiap perusahaan yang tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan kelangsungan hidup, kelestarian alam dan sosial ekonomi masyarakat sekitar tempat beroperasinya perusahaan akan lebih menguntungkan bagi perusahaan tersebut. Dalam melaksanakan kegiatan corporate social responsibility sangat dianjurkan dunia usaha melibatkan komunitas setempat, sehingga kegiatan corporate social responsibility tersebut menghasilkan dampak positif tidak hanya untuk internal tetapi juga eksternal perusahaan. Tanggung jawab sosial lingkungan bersifat wajib di mana dalam pelaksanaanya, perusahaan harus mengacu kepada semua peraturan perundang-undangan (Harahap, 2012: 38). Implementasi corporate social responsibility adalah tanggung jawab organisasi dalam arti menyeluruh, tidak ada satu bagian pun dari perusahaan yang tidak terkait dengan tanggung jawab mewujudkan program corporate social responsibility. Perumusan gagasan, penyusunan strategi, stakeholder engagement, 4 eksekusi program, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan program corporate social responsibility adalah tanggung jawab manajemen dan seluruh staf (Sukada dkk, 2007: 21). Pada saat ini corporate social responsibility dapat dianggap sebagai investasi masa depan bagi perusahaan. Minat para pemilik modal dalam menanamkan modal di perusahaan yang telah menerapkan corporate social responsibility lebih besar dibandingkan dengan yang tidak menerapkan corporate social responsibility. Melalui program corporate social responsibility dapat dibangun komunikasi yang efektif dan hubungan yang hormanis antara perusahaan dengan masyarakat sekitarnya (Effendi, 2009: 113). Pernyataan ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putra, Suharyono & Abdillah (2014) yaitu dengan penerapan corporate social responsibility yang diimplementasikan akan memberikan dampak terhadap kelangsungan bisnis perusahaan. Dengan program corporate social responsibility ini, perusahaan memperlihatkan komitmen moralnya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan bisnis tertentu yang dapat merugikan masyarakat luas dan dengan keterlibatan sosial, perusahaan tersebut menjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan masyarakat (Irawan & Swastha, 1992: 25).
 Corporate Social Responsibility sering dianggap inti dari etika bisnis, yang berarti bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomi dan legal (artinya kepada pemegang saham atau shareholder) tetapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). Stakeholders adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun 5 di luar perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan keberhasilan perusahaan. Menurut Utama (2010: 56) bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya terhadap pemiliknya atau pemegang saham saja tetapi juga terhadap para stakeholders yang terkait dan atau terkena dampak dari keberadaan perusahaan. Stakeholders yang terkait dalam corporate social responsibility antara lain pemerintah, mitra perusahaan dan masyarakat. Corporate Social Responsibility (CSR) tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja. Tetapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines. Di sini bottom lines lainnya selain finansial juga ada sosial dan lingkungan, karena kondisi keuangan saja tidak cukup menjamin nilai perusahaan tumbuh secara berkelanjutan (sustainable). Keberlanjutan perusahaan akan terjamin apabila perusahaan juga memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Setiap perusahaan akan melakukan corporate social responsibility demi kelangsungan hidup bisnisnya. Begitu juga dengan PT Tirta Investama, perusahaan ini bergerak pada bidang sumber daya alam yaitudalam bidang perairan. Perusahaan ini memiliki kebijakan lingkungan water ground policy dalam mengelola lingkungan, salah satunya berupa ketaatan pada peraturan yang mengatur mengenai lingkungan hidup yang berlaku. Seiring dengan produksi yang terus bertambah, penambahan pemakaian energi memang tidak dapat dihindari, namun perusahaan terus berupaya melakukan berbagai inisiatif dalam pengurangan dan efisiensi pemakaian energi dalam operasional perusahaan. 6 Langkah yang dilakukan perusahaan ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Oleh karena itu, PT Tirta Investama ini melakukan corporate social responsibility berupaya untuk mengurangi dan mengefisiensi pemakaian sumber daya alam berupa air yang mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam tersebut. PT Tirta Investama yang berada di desa Keboncandi ini adalah pabrik aqua kedua yang berlokasi di Jawa Timur. Selain komitmen terhadap sosial dan lingkungan, komitmennya terhadap pendidikan kepada masyarakat sekitar juga telah diwujudkan dengan beberapa program. Diantara program-program pada aspek pendidikan, ekonomi, sosial dan lingkungan antara lain sebagai berikut: Tabel 1.1 Kegiatan Corporate Social Responsibility PT Tirta Investama Keboncandi No Tahun Lokasi Kegiatan CSR 1 2008 Nongko Jajar Penanaman 5.000 pohon 2 2008 Keboncandi Pengadaan air bersih 3 2009 Kec. Tosari Penanaman 6.600 pohon 4 2009 Keboncandi Pembuatan sanggar belajar TK dan membantu sekolah-sekolah lain berupa beasiswa dsb. 5 2010 Kec. Puspo Penanaman 12.000 pohon 6 2010
Desa Mendalan Pengembangan Koperasi Sumber: Data diolah peneliti (2016) Dari program-program di atas masih banyak lagi program yang telah diwujudkan. Sampai tahun ini perusahaan masih rutin melakukan corporate social responsibility-nya. Seluruh program yang telah diwujudkan oleh PT Tirta Investama ini mempunyai tujuan dan hubungan yang erat terhadap visi dan misi perusahaan. Program-program corporate social responsibility tersebut juga sangat berhubungan erat dengan keberlangsungan hidup PT Tirta Investama Keboncandi. 7 Penelitian yang dilakukan oleh Dharmawati (2014) yang meneliti tentang implementasi tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) di Mall Solo Paragon. Penelitian ini menyebutkan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan serta solusinya. Penelitian yang dilakukan Wijaya (2012) yang meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab sosial pada perusahaan manufaktur. Penelitian yang dilakukan oleh Putra, Suharyono &Abdillah (2014) yang meneliti tentang implementasi corporate social responsibility dan dampaknya terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan multinasional. Penelitian yang dilakukan Kangihade (2013) yang meneliti tentang penerapan hukum tanggung jawab sosial perusahaan dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan dan masyarakat di Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan, Hidayat & Suryoko (2015) yang meneliti tentang penerapan corporate social responsibility dalam upaya pengembangan masyarakat. Peneliti memilih PT Tirta Investama Keboncandi dikarenakan mengingat bahwa perusahaan ini memiliki branding, apakah perusahaan telah menerapkan aspek-aspek dalam pengimplementasian yang baik dan menerapkan aspek-aspek corporate social responsibility yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada umumnya serta ingin mengetahui pihak stakeholders siapa saja yang dilibatkan. Peneliti tertarik meneliti di lokasi Keboncandi dikarenakan jarang sekali penelitian terdahulu yang meneliti tentang aspek-aspek mana saja yang dipertimbangan (diprioritaskan) dalam penerapan kegiatan tanggung jawab sosialnya di perusahaan tersebut. Peneliti juga ingin membuktikan apakah dengan adanya perusahaan aqua ini tidak menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan 8 dampak begitu besar dan berkepanjangan pada daerah tempat sumber ait tersebut. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti dengan judul “implementasi corporate social responsibility: aspek prioritas dan pelibatan stakeholders pada PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan”
. 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka dapat diidentifikasi berbagai jenis masalah sebagai berikut:
1. Aspek apa saja yang dipertimbangkan dalam penyusunan corporate social responsibility pada PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan?
 2. Bagaimanakah pencapaian PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan dalam melaksanakan aspek yang diprioritaskan tersebut?
3. Siapa saja pihak (stakeholders) yang dilibatkan PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan dalam penyusunan dan pengimplementasian corporate social responsibility?
4. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi PT Tirta Investama KeboncandiPasuruan dalam pelibatan stakeholders?
5. Bagaimanakah solusi PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan dalam penyelesaian kendala-kendala tersebut?
1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas maka dapat diidentifikasi berbagai jenis masalah sebagai berikut:
 1. Untuk mengetahui aspek apa saja yang dipertimbangkan dalam penyusunan corporate social responsibility pada PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan.
2. Untuk mengetahui bagaimana pencapaian PT Tirta Investama KeboncandiPasuruan dalam melaksanakan aspek yang diprioritaskan tersebut.
3. Untuk mengetahui siapa saja pihak (stakeholders) yang dilibatkan PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan dalam penyusunan dan pengimplementasian corporate social responsibility. 4. Untuk mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan dalam pelibatan stakeholders. 5. Untuk mengetahui bagaimana solusi PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan dalam penyelesaian kendala-kendala tersebut.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari dilakukannya penelitian ini diharapkan memberikan manfaat antara lain:
a. Bagi Perusahaan Penelitian ini berguna sebagai sumbangan nyata yang dapat digunakan sebagai pedoman dasar kebijakan atas suatu keputusan yang sudah maupun yang akan dilakukan.
b. Bagi Akademisi Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan ilmiah, sehingga dapat dijadikan bahan referensi bagi penelitian selanjutnya serta diharapkan penelitian ini dapat melengkapi penelitian terdahulu.
1.5 Batasan Penelitian
 Dalam penelitian ini agar masalah tidak meluas maka peneliti memberi batasan penelitian. Dalam pengungkapan pengimplementasian CSR, PT Tirta Investama Keboncandi mempertimbangkan beberapa aspek yang menjadi acuan dalam pengimplementasian tersebut diantaranya aspek pendidikan, ekonomi, sosial dan lingkungan. Oleh karena itu peneliti membatasi penelitian yaitu:
1. Aspek-aspek yang dijelaskan yakni aspek-aspek dalam pengungkapan dan pengimplementasian Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT Tirta Investama Keboncandi-Pasuruan.

 2. Target pencapaian aspek prioritas yang dimaksud disini yakni evaluasi dari hasil apa yang direncanakan dengan hasil yang telah terealisasi.

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Implementasi corporate social responsibility: Aspek prioritas dan pelibatan stakeholders pada PT Tirta Investama Keboncandi-PasuruanUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment