Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Pengaruh city branding “Shining Batu” terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa Timur

Abstract

INDONESIA:
City Branding sebagai suatu konsep baru dalam membangun perkembangan pariwisata dan meningkatkan pendapatan suatu daerah. Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki potensi alam dan budaya, harus dapat beradaptasi dan siap untuk mengembangkan potensi wisatanya dengan konsep city branding, sehingga pemerinah dapat mempromosikan potensi pariwisatanya. Keuntungan yang didapat ketika sebuah kotta melakukan city branding yaitu kota tersebut bisa dikenal luas, mempunyai tujuan khusus, mampu menghadirkan investasi, menguatkan tujuan wisata, tempat tinggal, dan event-event serta mampu meraih persepsi-persepsi positif. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh city branding terhadap keputusan berkunjung secara simultan dan parsial.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan statistik yang menggunakan alat analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan dan pengujian signifikan parsial. Pengerjaan metode analisis data menggunakan bantuan SPSS 16.0 for Windows®. Data yang digunakan adalah data primer. Penelitian ini menggunakan 115 responden sebagai sampel penelitian.
Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel city branding berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu. Dari hasil regresi linier berganda dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Atau dapat dikatakan bahwa variabel independent berpengaruh nyata secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependent. Variabel potential, pulse, dan prerequisite masing-masing mempunyai pengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu. Sedangkan 3 variabel lainnya yaitu presence, place, dan people masing-masing menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu.
ENGLISH:
City Branding is a new concept in developing tourism and increasing income of a region. Indonesia as an archipelago country rich of natural and cultural potential shall be able to adapt and be ready to develop its tourism potential using the concept of city branding in order to promote the tourism potential. The benefits a city can get from City Branding are the city can be widely-known, have specific objective, attract investment, strengthen the objective of tourism, residence, and events as well as gain positive perception. Therefore, this research is aimed at finding the influence of city branding towards a decision to visit both simultaneously and partially.
The methods of analysis used are descriptive and statistics using multiple linear regession analysis, simultaneous significance testing and partial significance testing. The method of data analysis was using SPSS 16.0 for Windows®. The data used are primary and secondary data. This research uses 115 respondents as research sample.
The research result based on multiple linear regession analysis shows that city branding variables significantly influence tourists’ decision to visit Batu City. The result of multiple linear regression reveals that siginificance value is 0,000 < 0,05 which means that Ho is rejected and Ha is accepted. In other words, it can be said that independent variable clearly influences the dependent variable in simultneous way. Each of potential, pulse, and prerequisite variable influence tourists’ decision to visit Batu City, while the other three variables, namely presence, place, and people show no influence towards tourists’ decision to visit Batu City

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki banyak kekayaan alam yang melimpah serta budaya yang beraneka ragam. Keanekaragaman budaya dan kekayaan alam merupakan salah satu aset yang dimiliki di setiap wilayah di Indonesia. Melalui keanekaragaman budaya dan kekayaan alam yang dimiliki, pemerintah dapat mempromosikan masing-masing daerahnya dengan tujuan untuk mengenalkan potensi yang dimiliki daerahnya kepada masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara yaitu dengan menciptakan city branding. Sesuai dengan perkembangan jaman, merek tidak hanya dimiliki oleh sebuah produk atau jasa saja, namun kini sebuah daerah juga telah memiliki sebuah merek atau yang biasa disebut dengan Place Branding atau City Branding. Freire (2007) juga menyatakan bahwa dewasa ini bukan hanya produk dan jasa yang fokus pada identitasnya dengan mengembangkan sistem brand management, banyak tempat atau lokasi yang juga menerapkan sistem brand management. City Branding sebagai suatu konsep baru dalam membangun perkembangan pariwisata dan meningkatkan pendapatan suatu daerah. Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki potensi alam dan budaya, harus dapat beradaptasi dan siap untuk mengembangkan potensi wisatanya dengan konsep city branding, sehingga pemerintah dapat mempromosikan potensi pariwisatanya.
 City branding adalah identitas, simbol, logo, atau merek yang melekat pada suatu daerah. Keuntungan yang didapat ketika sebuah kota melakukan city branding yaitu kota tersebut bisa dikenal luas, mempunyai tujuan khusus, mampu menghadirkan investasi, menguatkan tujuan wisata, tempat tinggal, dan event-event serta mampu meraih persepsi-persepsi positif (Saputra, 2012). Simon Anholt dalam Moilanen dan Rainisto (2009:7) mendefinisikan city branding sebagai manajemen citra suatu destinasi melalui inovasi strategis serta kordinasi ekonomi, komersial, sosial, kultural, dan peraturan pemerintah. City branding umumnya memfokuskan pada pengelolaan citra, tepatnya apa dan bagaimana citra itu akan dibentuk serta aspek komunikasi yang digunakan dalam pengelolaan citra (Kavaratzis dalam Chaerani, 2011). Pada dasarnya keputusan berkunjung adalah keputusan yang diambil oleh seseorang sebelum mengunjungi suatu tempat atau wilayah dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Dalam dunia pariwisata, keputusan pembelian diasumsikan sebagai keputusan berkunjung sehingga teori-teori mengenai keputusan pembelian digunakan juga dalam keputusan berkunjung. Keputusan pembelian adalah perilaku konsumen setelah memperoleh informasi mengenai sebuah produk yang diinginkan serta proses penilaian dan pengambilan keputusan dengan menetapkan satu pilihan yang dianggap paling menguntungkan. Swastha dan Handoko (2000:102), menjelaskan keputusan pembelian suatu produk mempunyai struktur sebanyak tujuh komponen, yaitu keputusan Tentang Jenis Produk, keputusan tentang bentuk produk, keputusan tentang merek, keputusan tentang penjualnya, keputusan tentang jumlah produk, keputusan waktu pembelian dan keputusan tentang cara pembayarannya. 3 Di negara lain strategi dalam memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki dengan membuat city branding sudah banyak diterapkan. Misalnya di Ibu Kota Singapura memiliki brand yaitu “Uniquely Singapore”, Kota Paris dengan City Brandingnya “The City Of Light” dan Hongkong dengan Asia‟s World City (Jannah, Arifin, & Kusumawati :2014). Menurut Wandari, dkk (2014) Yogyakarta sebagai daerah yang menerapkan city branding pertama kali di Indonesia meluncurkan tagline City Branding-nya yaitu “Never Ending Asia” pada tahun 2001. Setelah itu banyak daerah-daerah di Indonesia yang meluncurkan city branding agar mampu bersaing dengan daerah lain untuk memajukan pariwisata dan menambah pendapatan daerah mereka. Beberapa Kota yang sudah menerapkan city branding diantaranya adalah Kota Solo dengan “Spirit of Java”, Jakarta dengan “Enjoy Jakarta”, Surabaya dengan “Sparkling Suarabaya”, dan Kota Batu dengan “Shining Batu”. Didukung oleh adanya asas desentralisasi yang memungkinkan pemerintah kota memiliki kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya, ide dan orang guna memaksimalkan pembangunan daerahnya, kota-kota di Indonesia sudah mulai memanfaatkan fenomena city branding termasuk Kota Batu di Jawa Timur. Untuk mendukung pembangunan kota, pemerintah kota Batu di bawah kepemimpinan walikota Eddy Rumpoko menggagas upaya branding dengan salah satu programnya yakni peluncuran tagline Kota Wisata Batu (KWB) yang kemudian pada tahun 2013 diganti menjadi “Shining Batu”. Miladiyah (2014) menjelaskan bahwa “Shining Batu” memiliki makna yang kuat secara filosofis yaitu menggambarkan bahwa Kota Batu adalah daerah yang nyaman, aman, tenteram, dan makmur. “Shining Batu” yang kini menjadi slogan baru 4 dan bermakna Batu yang bersinar dalam bidang pertanian, pariwisata dan pendidikan. Karena pemerintah ingin menjadikan Kota Batu sebagai Kota yang bersinar. Sebagai langkah awal Pemerintah nampaknya berusaha memperbaiki sektor - sektor yang dapat menunjang Kota Batu menjadi kota Pariwisata.
Pembangunan di beberapa obyek wisata di wilayah Kota Batu serta promosi yang dilakukan Pemerintah Kota Batu ditingkatkan. Tabel 1.1 berikut adalah data kunjungan wisatawan ke beberapa objek wisata di Kota Batu : Tabel 1.1 Jumlah Pengunjung Wisatawan Kota Batu Jawa Timur Tahun 2012-2014 Tahun 2012 2013 2014 Jatim Park 1&2 804.679 345.644 329.230 Selecta 528.818 756.174 702.740 Kusuma Agro 16.230 15.414 163.852 Cangar 299.889 232.203 255.908 BNS 294.444 310.226 271.901 Jumlah 1.874.060 1.659.661 1.723.631 Sumber : BPS Kota Batu, 2015 Penelitian ini menggunakan kerangka konseptual dengan mengambil variabel city branding dengan menggunakan konsep city branding hexagon yang diciptakan oleh Simon Anholt.
City branding hexagon tersebut terdiri dari Presence (Kehadiran), Potential (Potensi), Place (Tempat), People (Orang/Masyarakat), Pulse (Daya Tarik), dan Prerequisite (Prasyarat). Kemudian, variabel-variabel tersebut digunakan untuk mengukur pengaruh city branding terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa Timur. 5 Perkembangan berbagai studi mengenai city branding serta penerapan city branding “Shining Batu” Kota Batu membuat peneliti memutuskan untuk melakukan riset mengenai ”Pengaruh City Branding “Shining Batu” Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Kota Batu Jawa Timur”
1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
a. Apakah terdapat pengaruh city branding (presence, potential, place, pulse, people, prerequisite) terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa Timur secara simultan?
b. Apakah terdapat pengaruh city branding (presence, potential, place, pulse, people, prerequisite) terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa Timur secara parsial?
1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan dua rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh city branding terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa Timur secara simultan.
b. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh city branding terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa Timur secara parsial.
1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
a. Bagi Pemerintah  Sebagai alternatif sumbangan pemikiran yang dapat digunakan oleh pihak pemerintahan yang terkait dalam rangka meningkatkan daya saing, terutama tentang city branding dan keputusan berkunjung.

b. Bagi Akademik/Universitas Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya khasanah dan obyek permasalahan yang dikaji dalam ranah riset pemasaran. Serta mendukung berkembangnya dunia ilmu pengetahuan di era globalisasi sekarang ini, terutama untuk pokok city branding, yang nantinya diharapkan dapat dijadikan acuan bagi para peneliti lain yang ingin mengembangkan hasil penelitian ini di waktu yang akan datang

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Pengaruh city branding “Shining Batu” terhadap keputusan berkunjung wisatawan Kota Batu Jawa TimurUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment