Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 9, 2017

Jasa Buat Skripsi: download Skripsi Manajemen:Implementasi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang

Abstract

INDONESIA:
Keberhasilan suatu perusahaan bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mempunyai etos kerja tinggi, terlatih dan terampil dalam sebuah organisasi. Seperti yang dijelaskan oleh Sylvana (2014:1116) Etos kerja yaitu semua kebiasaan baik yang berlandaskan etika yang harus dilakukan di tempat kerja, seperti: disiplin, jujur, tanggung jawab, tekun, sabar, berwawasan, kreatif, bersemangat, mampu bekerja sama, sadar lingkungan, loyal, berdedikasi, dan bersikap santun. Peneliti juga menggunakan theory of planned behavior untuk mendriskripsikan dan menganalisis implementasi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Terdapat 3 responden yang menjadi subjek penelitian yaitu: Kepala Bagian Umum, Kepala Wilayah Kebersihan Kec. Klojen dan Petugas Kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Pertaman Kota Malang. Peneliti menggunakan tenik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisis keabsahan data menggunakan teknik Miles and Huberman.
Hasil penelitian menunjukan dari 4 indikator etos kerja yaitu: bertanggung jawab, kerja keras, disiplin dan jujur, sudah terimplementasikan secara optimal ditinjau dengan Theory of Planned Behavior. Perilaku tersebut muncul karena sikap yang positif dari para petugas kebersihan serta, keyakinan atau kepercayaan terhadap sesama. Hal ini tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja seperti: agama, budaya, sosial politik, lingkungan, pendidikan, struktur ekonomi dan motivasi.
ENGLISH:
The successful company is not only determined by available natural resources, but also its human resources that have a high work ethic, trained and skilled in an organization. As explained by Sylvana (2014:1116) The work ethic is all the good habits based on ethical to do in the workplace, such as: discipline, honesty, responsibility, diligent, patient, resourceful, creative, passionate, able to work together, conscious environment, loyal, dedicated, and be polite. The researchers also used the theory of planned behavior that explain and analyze the implementation of the work ethic in the Department of Hygiene and Malang.
This research method and study case analysis. There are three respondents which is as the object in this study. Researchers used tenik data collection by observation, interviews, and documentation then analyze the validity of the data using the technique of Miles and Huberman.
The finding of this study shows four work ethic indicators: responsible, hard working, disciplined and honest, has been implemented optimally be reviewed by the Theory of Planned Behavior. Such behavior arises because the positive attitude of the janitor as well, confidence or trust towards each other. The attitude cannot be separated from the theory of planned such as attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. This is cannot be separated with the factors that affect work ethics such as: religious, cultural, social, political, environmental, educational, economic structure and motivation.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
 Peran sumber daya manusia dalam organisasi sangatlah penting karena merupakan motor penggerak paling utama, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dan serius terhadap pengelolaan sumber daya manusia. Adanya kemauan dan kemampuan dalam diri manusia untuk berbuat serta berkembang, baik dalam cara berpikir maupun cara hidup, menjadikannya mampu memberi kontribusi yang paling besar bagi keberhasilan suatu perusahaan. Tanpa ada pengelolaan yang baik, unsur tersebut tidak akan bermanfaat dan memiliki arti. Manullang dalam Harjoni (2014:460) Keberhasilan suatu perubahan baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan organisasi.
 Sumber daya manusia yang mempunyai etos kerja tinggi, terlatih dan terampil dalam sebuah organisasi dapat melakukan pelatihan, pendidikan dan bimbingan bagi sumberdaya manusianya. Sumber daya manusia sebagai salah satu faktor internal yang memegang peranan penting berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Arijo (2013:8) Seorang manusia akan menyelaraskan segala tindak-tanduk dan tingkahlaku menurut etika yang berlaku di lingkup dia bertempat tinggal dan atau bekerja. Tidak ada satupun manusia yang dapat hidup sebebas-bebasnya 2 karena manusia hidup dalam suatu konstelasi tingkahlaku standar, religi, norma, nilai moralitas, dan hukum yang mengatur bagaimana seseorang harus bertindak dan mengendalikan semangat kebebasan (freedom) serta tunduk terhadap etika yang disepakati secara luas. Etika pada dasarnya mengajak orang untuk bersikap kritis dan rasional di dalam melakukan suatu keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan sehingga tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku. Persaingan kerja yang semakin tinggi menuntut setiap orang menguasai keahlian dan kemampuan tertentu untuk menghasilkan daya saing yang tinggi. Keberhasilan dalam persaingan kerja tidak hanya membutuhkan keahlian dan kemampuan saja tetapi juga diperlukan adanya dedikasi, kerja keras, dan kejujuran dalam bekerja. Seseorang yang berhasil harus memiliki pandangan dan sikap yang menghargai kerja sebagai sesuatu yang luhur untuk eksistensi manusia. Suatu pandangan dan sikap terhadap kerja dikenal dengan istilah etos kerja (Biatna,2007:106).
Muhammad dalam Sekarani (2010:18) Etika dapat dibedakan menjadi dua: obyektivisme dan subyektivisme. Menurut pandangan yang pertama, nilai kebaikan suatu perbuatan bersifat obyektif yaitu terletak pada substansi perbuatan itu sendiri. Paham ini melahirkan rasionalisme dalam etika, suatu perbuatan dianggap baik, bukan karena kita senang melakukannya, tetapi merupakan keputusan rasionalisme universal yang mendesak untuk berbuat seperti itu. Sedangkan aliran subyektivisme berpandangan bahwa suatu perbuatan disebut 3 baik bila sejalan dengan kehendak atau pertimbangan subyek tertentu baik subyek Tuhan, subyek kolektif seperti masyarakat maupun subyek individu. Etika merupakan seperangkat praktik moral yang membedakan antara hal yang benar dan yang salah. Etika dapat menjadi penentu dan arahan bagi manusia dalam berperilaku. Dalam bekerja, etika diperlukan sebagai aturan yang mengarahkan bagaimana individu bekerja dengan baik dan benar. Etika kerja menjadi sebuah komitmen akan nilai dan pentingnya kerja keras bagi individu. Bagi manager, seorang karyawan lebih utama dilihat dari etika kerja (61%), intelijen (23%), antusiasme (12%) dan pendidikan (4%) (Miller et al, 2001:2).
Etos kerja menurut Mochtar Buchori dalam Yahya (2013:1-2) dapat diartikan sebagai sikap dan pandangan terhadap kerja, kebiasaan kerja, ciri-ciri atau sifat mengenai cara kerja yang dimiliki seseorang, suatu kelompok manusia atau suatu bangsa. Etos kerja merupakan bagian tata nilai (Value system). Etos kerja adalah sifat, watak dan kualitas kehidupan batin manusia, maoral dan gaya estetik serta suasana batin. Etos merupakan karakter dan kebiasaan bekenaan dengan kerja yang terpancar dari sikap hidup manusia yang mendasar. Aji dan Sabeni dalam Sekarani (2010:18) Perusahaan harus mampu memberikan nilai lebih agar karyawan dapat mengerahkan kemampuan terbaiknya. Kemampuan bekerja yang ada pada masing-masing individu, tidak lepas dari etos kerja yang diyakininya. Etos kerja merupan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa. Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai, norma dan moralitas. 4 Hal yang mendasari etos kerja tinggi diantaranya keinginan untuk menjunjung tinggi mutu pekerjaan, individu yang mempunyai etos kerja tinggi akan turut serta memberikan masukan-masukan ide di tempat bekerja. Seseorang yang memiliki pandangan dan sikap positif terhadap pekerjaan akan menghasilkan etos kerja yang tinggi. Sikap aktif dan mempunyai inisiatif berperan dalam menumbuhkan etos kerja seseorang. Sikap aktif dan berinisiatif merupakan bagian dari ciri-ciri orang yang mandiri. Etos kerja mempunyai makna nilai moral yang menghasilkan pekerjaan yang baik, bahkan mencapai kesempurnaan dalam bekerja. Etos kerja individu tidak akan menyerahkan hasil karyanya yang berkualitas rendah, akan dilakukan segala hal yang menjaga harga dirinya baik (Toto,2002:6).
 Kerja adalah segala aktivitas yang dilakukan karena ada dorongan untuk mewujudkan sesuatu sehingga tumbuh rasa tanggung jawab yang benar untuk menghasilkan karya atau produk yang berkualitas dan dilakukan dengan kesengajaan dan direncanakan. (Muhammad, 2010:36). Bekerja masih dianggap sebagai sesuatu yang rutin di Indonesia. Bahkan pada sebagian karyawan, bisa jadi bekerja dianggap sebagai beban dan paksaan terutama bagi orang yang malas. Tidak halnya dengan pegawai pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. Sebagian besar petugas kebersihan tetap bekerja meskipun pada hari libur.
 Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan etos kerja yang tinggi, sehingga menghasilkan kinerja yang maksimal. Melihat dari gambaran tersebut mencerminkan bahwa Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang berusaha untuk mengimplementasikan etos kerja yang baik pada diri pertugasnya. Pada 5 pernyataan tersebut peneliti juga menggunakan teori perilaku yang direncanakan (Theory of Planned Behavior) untuk mengetahui proses etos kerja dan etos kerja yang baik pada petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. Ajzen dalam Mahyarni (2013:13) Teori ini dikembangkan oleh Ajzen (1991). Teori perilaku direncanakan ini dikembangkan dari teori tindakan beralasan dengan memasukkan tambahan yaitu membangun perilaku kontrol yang dipersepsikan. TPB menjelaskan bahwa niat berperilaku (behavioral intention) tidak hanya dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku (attitude towards behavior) dan norma subyektif (subjective norm), tetapi juga dipengaruhi oleh kontrol keperilakuan yang dirasakan (perceived behavioral control). Teori Ajzen tentang sikap terhadap perilaku mengacu pada derajat mana seseorang memiliki penilaian evaluasi menguntungkan atau tidak menguntungkan dari perilaku dalam sebuah pertanyaan. Implementasi etos kerja ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan etos kerja karyawan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang yang dianggap menjadi acuan dalam bidang kebersihan dan pertamanan di kota Malang. Implementasi tersebut nantinya akan menghasilkan etos kerja yang baik demi terciptanya lingkungan yang bersih dan bebas sampah di Kota Malang. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Implementasi Etos Kerja Pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang”.
 1.2 Rumusan Masalah
 1. Bagaimana implementasi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang?
 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mendriskripsi implementasi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang.
2. Untuk mendriskripsikan faktor yang mempengaruhi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang.
1.4 Manfaat Penelitian
Kiranya banyak manfaat atau kegunaan yang dapat dipetik dari penelitian ini sebagai berikut :
 1. Bagi akademis, penelitian ini diharapkan dapat menjadikan sarana untuk menambah keilmuwan yang kemudian dapat dijadikan sebagai objek kajian atau pun penelitian lebih lanjut.
2. Bagi praktisi, hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai etos kerja pada suatu organisasi atau perusahaan.

 3. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini diharapkan mampu meberikan pengetahuan tentang etos kerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan

Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Manajemen :Implementasi etos kerja pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota MalangUntuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment